Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Hadiah buat baby


__ADS_3

"Ini dari kami, adik ipar dan adikku yang lucu!" kata Lios saambil nyengir.


"Emang isinya apa?" tanya baby yang mengocok ngocok kotak hadiah yang di berikan oleh kakak kembar nya itu.


Tapi hadiah yang diberikan oleh kedua Kakak kembarnya itu sangat mencurigakan selain kotak itu sangat ringan dan ketika dikocok-kocok bunyinya seperti kedua benda keras yang membentur kotak kecil itu.


" Apaan sih ini?" tanya baby dengan nada penasaran.


Sebetulnya bukan hanya Baby yang penasaran namun kedua orangtua mereka juga Opa dan Oma Hadi sangat penasaran dengan kado yang diberikan oleh kedua Kakak Kembar dari baby itu.


Kalau Gustav sendiri, sebenarnya tidak terlampau peduli hadiah apa yang mereka akan berikan kepada adik kandungnya itu yang penting baby merasa bahagia itu sudah cukup baginya, tapi Awas aja kalau sampai Kakak kembarnya itu mengerjain baby sampai baby menangis pasti Gustav akan menjadi orang pertama yang membela baby.


Karena sudah terlampau kepo, akhirnya baby membuka kotak kecil, pipih dan ringan yang ada di hadapannya itu.


Seperti biasanya kedua Kakak Kembar dari baby itu selalu membuat kejahilan dengan caranya sendiri. Bayangkan saja kotak yang udah sekecil itu saja masih ada kotak lain didalamnya kira-kira ukuran Kotak yang baru itu sekitar 5 kali 10 kali 15.


Astaga, baby sudah geram rasanya melihat Kakak kembarnya itu kembali mengerjain dirinya sehingga dia membuang kotak itu ke hadapan kedua Kakak kembarnya yang sudah cekikikan nggak karuan gara-gara melihat kekesalan di wajah baby.


" Liam, Lios... kamu itu malu-maluin ayah dan ibu deh! Ngapain sih kamu godain Adik kamu yang sudah menikah itu? Kalau kamu nggak niat ngasih kado janganlah kamu memberikan harapan palsu semacam ini! Kasihan dong baby yang sudah susah-susah buka kadonya ternyata atau kotak lagi di dalamnya! Apalagi tingkat anak-anak dan kalian itu disaksikan sama Opah Hadi dan juga Oma Helen yang berasal dari keluarganya Gustav adik ipar mu itu! kalian ini benar-benar menjengkelkan!" bentak Vallen kepada kedua anaknya yang sangat iseng sekali dengan adik kandungnya itu. Sedangkan gustav sibuk memeluk istrinya yang sangat kesal kepada kedua Kakak kembarnya itu karena lagi-lagi dirinya ditipu mentah-mentah dihadapan banyak orang sehingga dia cukup malu dengan keadaan itu.


" Kami tidak memberikan harapan palsu, ayah! Kami bener-bener kasih kado kok! Ada isinya di dalam kotak kecil itu." bela Liam karena tidak terima dikatakan oleh ayahnya sebagai pemberi harapan palsu padahal isi di dalam kotak itu memang ada dan dia tidak memberikan pengharapan palsu yang artinya baby hanya kurang sabar dalam membuka satu persatu kotak yang memang terdapat di dalam kotak hadiah itu.

__ADS_1


" Astaga, kalian berdua itu tidak bisa ya kasih hadiah dengan 1 kotak saja jadi tidak usah nyusahin orang untuk buka kotak demi kotak!" sergah Ibu Anindya Bagaskara yang sudah mulai bertitah, memang kedua kembar itu hanya takut sama Anindya Bagaskara karena memang sejak dari dahulu Anin itu sangat tegas dengan anak-anaknya berbeda dengan ayah Valen yang cenderung memanjakan anak-anak mereka.


" Ibu, kami hanya bercanda saja. Gak serulah kalau kotaknya cuman satu." kata Lios sambil menahan senyumnya karena melihat baby tambah kesal.


" Maafkan kedua kakak-kakak baby ini ya Oma juga Opa! mereka itu sangat dekat sehingga ya beginilah jadinya! kedua Kakak baby ini sangat iseng dan suka membuat baby menjadi kesal." Ayah Vallen langsung meminta maaf kepada Opa Hadi dan juga Oma Helen yang terlihat hanya tersenyum-senyum saja menatap keharmonisan hubungan dari kedua Kakak kembar baby kepada baby.


" Tidak apa apa! Kami ini terdiri dari sebuah keluarga kecil yang hanya memiliki satu orang putri karena Putra kami yaitu ayahnya Gustav sudah meninggal jauh berpuluh tahun yang lalu. Jadi melihat kekonyolan kekonyolan yang dilakukan oleh kedua Kakak kembarnya baby sama Baby ini membuat kami terhibur. Kami belum pernah merasakan keharmonisan seperti ini karena anak kami hanya satu. Dulu sebelum Putra kami meninggal karena kecelakaan, keadaannya jauh sekali karena jenjang umur dari ayahnya Gustav dan juga putri kami sangatlah berbeda. Jadi tidak pernah ada ada selisih paham seperti ini!" ungkap oma Hellen yang maklum dengan kesalah pahaman ini.


Liam dan lios hanya bisa garuk garuk kepala.Kesal sama baby yang kesannya manjaaaa banget.


" Sudah buka dulu kadonya. Dasar cengeng! mentang-mentang sudah mempunyai suami terus manja dan cengeng ya?" kata Liam yang sedikit tidak terima dimarahin oleh ayah Vallen dan juga Ibu Anindya dihadapan orang lain.


Di kotak Terakhir baby mengangkat sebuah pakaian yang kekurangan bahan dan sangat tipis sekali, semua orang tua yang ada disitu hanya bisa terkekeh sambil menangkupkan kedua belah tangannya ke wajah mereka supaya ketawa mereka itu tidak tersembur keluar.


Sedang baby yang tidak tahu apa-apa hanya bisa mencintai pakaian itu dan membolak-balik nya karena dia kebingungan Bagaimana cara memakai pakaian seperti ini? apa kedua kakak kemarin itu tidak punya uang ya untuk membeli pakaian yang lumrah lumrah saja. Masa pakaian yang sudah tidak layak pakai seperti ini diberikan kepadanya dihadapan suaminya yang tajir melintir seperti Gustav?


" Astaga kakak! Kalau kalian.itu tidak punya uang untuk beli kado tidak usah lah kalian itu mengado baby dan juga Mas Gustav. Memalukan banget CEO Weston Grup dan juga hotel Bagaskara cuman kasih pakaian nerawang kayak saringan tahu begini sih? " kata Baby sambil berdecak kesal.


Tapi bukannya kedua kakak kembarnya itu sedih karena dikata-katain oleh baby, eh malah kedua Kakak kembafnya, suaminya orang tuanya, dan juga Opa dan oma nya Gustav ngetawain baby sampai baby bingung sebetulnya apa sih yang diketawain oleh mereka itu?


" Apaan sih?" tanya baby bingung.

__ADS_1


" Kamu tahu gak itu apa?" tanya Liam masih menyisakan tawa di wajahnya yang tampan itu. Gilak bener sih ini! Masa sebesar itu Baby masih belum tahu?


" Ini pakaian tembus pandang saking tipisnya, dan eh ada ****** ***** yang sobek tengahnya. Buat apa kalian kasih barang sobek dan tipis kayak gini sih?" Baby lagi lagi tak mengerti. Suaminya hanya bisa memgulum senyum menatap pakaian yang menggoda itu. Hmm ide bagus!


" Itu namanya pakaian dalam! Lingerie bahasa kerennya. Biasa dipakai oleh wanita dalam rangka bulan madu." jelas Lios sambil terus tertawa.


" Eh baby itu anaknya orang kaya ya! Suami baby juga tajir.Ngapain pakai baju tipis dan celana sobek. Kayak ga punya uang aja." sembur baby yang kesal kepada kedua kakaknya.


Akhirnya, Gustav memasukkan lingerie itu ke dalam kotaknya serta mengantongi nya dengan baik supaya istrinya tidak tambah mencak-mencak karena kesal. Gustav berjanji dalam hati untuk mengajari istrinya itu supaya tidak kena bully terus-menerus dari kedua Kakaknya yang sangat jahil itu.


.


.


.


TBC


hai readers, maaf tadi salah episode. Jadi sempat tayang episode yang seharusnya sesudah episode ini. Ha ha ha , yah yang tadi udah like terpaksa hapus dulu ya soalnya biar kalian gak bingung.


Jangan lupa like, komen yang banyak... kalau udah mencapai 30 komen aku langsung update deh.. ha h aha ...like, gift yang gedee juga vote okey? Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2