
" Eh, jabatan aku itu lebih tinggi dari kamu jadi aku bebas melakukan apa saja, di sini aku mau ngomong ngomong dulu sama Mas Vallen, soalnya kemarin Mas Vallen mencari aku. Ya nggak aneh sih soalnya kan aku lebih cantik dari kamu, apalagi sekarang aku jomblo." kata There dengan tidak tahu malu.
" Maaf saya tidak pernah mencari seorang j*l*ng karena istri saya itu lebih cantik dari orang-orang di sekitar yang yang busuk kelakuannya. Lagian disini saya bekerja sebagai asisten dari direktur pelaksana. Jadi maaf saya juga harus masuk kedalam untuk mencatat apa-apa saja yang diperlukan oleh Bos saya itu, permisi!!" sahut Vallen dengan nada ketus, membuat Anin senang karena Valen membelanya.
Perkataan Vallen itu sebetulnya dengan nada yang menghina, tapi karena Tere itu sudah dibutakan dengan materi, dan karena dia menganggap bahwa Vallen itu itu kelas kakap yang harus ditaklukkan, jadi dia merendahkan diri serendah-rendahnya dan dan bahkan rela membuang harga dirinya agar Vallen itu mau melirik kepadanya.
Bahkan dia akan melakukan apa saja agar Vallen itu menjadi miliknya, termasuk dengan menjebak Vallen.
There berpikir saat ini dia akan melakukan serangan yang halus dulu, tapi kalau kalian tidak menanggapi, dia akan melakukan cara yang lebih kasar dari ini.
There hanya bisa tersenyum sinis ketika melihat punggung Vallen menjauh darinya, dia melihat bahwa Vallen merangkul bahu Anin dengan mesra, hati There menjadi panas, dia tidak sabar untuk melakukan tindakan yang lebih daripada ini, Yang intinya adalah memisahkan Vallen dan juga Anin, sehingga dia memiliki kesempatan untuk bisa mendekati Vallen.
" Awas kamu!!" gunamnya lirih, sambil mengikuti mereka berdua masuk ke ruangan meeting yang sudah ditentukan agar meeting gabungan itu akan segera terlaksana.
Setelah There masuk, asisten nenek Aldi langsung membuka rapat yang membosankan bagi There, dia hanya memandang wajah Vallen yang menurutnya menjadi tambah lebih tampan dari sebelumnya.
There lagi-lagi menggeram kesal ketika melihat Anin banyak berdiskusi dengan Vallen, berbisik-bisik berdua, membuatnya cemburu berat. Dia kesal mengapa harus Anin yang mendapatkan Vallen.
__ADS_1
Selama rapat, There hanya memikirkan cara-cara licik untuk mendapatkan Valen, dia bahkan sama sekali tidak memperdulikan apa yang menjadi isi rapat dan apa yang menjadi progres buat Bagaskara grup.
***
Saat ini Erik sedang bertemu dengan Arga Bagaskara, dia seperti kunci dari bagaimana cara menyingkirkan nenek di dalam kancah perbisnisan Bagaskara grup.
" Apa mau kamu, Rik? Kamu kan tahu kalau aku sudah tidak ingin bertemu dengan wanita itu." kata Arga Bagskara sambil menatap lawan bicaranya dengan sinis.
" Katamu kamu menginginkan untuk bisa membalas dendam kepada wanita yang sudah membuat kamu merasa bersalah sama Arka kan?" tanya Erik dengan tatapan tak bersalah, saat ia menatap Arga yang masih emosi saat mengingat apa yang sudah terjadi di masa lalu yang mengingatkan Arga di saat-saat terakhir dari Arka, dan yang membuatnya menyesal adalah dia belum sempat untuk meminta maaf kepada Arka tentang kasus yang melibatkan dirinya dan Dita Ayu Anggraeni, alias nenek Arka, keburu Arka meninggal dunia membawa kesalahpahaman yang belum terselesaikan.
" Wanita itu alias Dita Ayu Anggraini sedikit berulah di Bagaskara grup, kamu pasti tahu dan mengenal dekat dengan Anindya Bagaskara, wanita itu hendak menghancurkan Anindya, suaminya mau minta tolong aku untuk melakukan sesuatu kepada nenek-nenek itu, karena tindakannya itu sudah terlalu terlewat batas. anggap aja pertolonganmu kali ini untuk menebus rasa bersalahmu kepada harga Bagaskara karena Anindya ini adalah cucu kesayangan Arka Bagaskara. Impas bukan? Oh ya, Aku mau sedikit mengingatkan kepada kamu bahwa suami Anindya Bagaskara yang aku maksudkan adalah orang yang hendak kalian bunuh, kamu Ingatkan kasus Bill Weston? Valendra Weston." jelas Eric dengan suara dingin, dia tahu pasti bahwa Arga tetap akan merasa bersalah dengan kasus rancangan pembunuhan kepada Valendra Weston. Sekalipun Erik sudah tahu bahwa adalah yang menyelamatkan Valen dengan cara mendorong tubuhnya keluar dari mobil yang waktu itu memang hendak diledakkan oleh Bill Weston.
" Hah? Ternyata anak laki-laki itu lolos dari maut ya? Baguslah kalau begitu, jadi aku tidak menambah dosa dengan membunuh orang yang tidak bersalah macam Valendra." sahutnya dengan nada lega.
" Hmm, jadi kamu bisa membuktikan kepada Willy Weston Kalau kamu tidak bersalah atas kasus penculikan dan rencana pembunuhan kepada pewaris tunggal dari Weston Group. Karena mereka sudah tahu siapa yang berkomplot untuk melakukan kejahatan kepada Vallen sebagai pewaris tunggal dari Weston Group."
" Dalam hal ini aku tidak bersalah, Karena sejujurnya waktu itu aku malah ditipu oleh Bill Weston untuk melakukan kejahatan itu, aku justru berusaha menyelamatkan anak Billy waktu itu. Bahkan aku masih punya bukti buktinya bahwa aku tidak ada sangkut-pautnya dengan hal itu, aku malah dijebak oleh Bill, mungkin supaya ketika hal itu terungkap maka aku bisa dijadikan kambing hitam."
__ADS_1
" Aku juga tahu persis tentang itu, kamu jangan khawatir, aku bisa melakukan pembelaan untuk kamu tapi pada intinya sekarang adalah aku mau minta bantuan kamu dulu untuk menolong Anindya Bagaskara. orang seperti Dita Ayu Anggraini itu penting untuk segera ditarik dari kancah perbisnisan Bagaskara grup, dia bisa menghancurkan Bagaskara grup dengan tangannya. Tentu kamu tidak ingin kalau klan Bagaskara akan hancur ditangan Dita Ayu Anggraini, karena aku tahu pasti dia menyimpan dendam saat harus dipisahkan dengan kamu, dan kamu waktu itu hanya menyerah pasrah serta tidak memperjuangkan dirinya."
" Jadi itulah motivasinya ketika dia memperlihatkan kemesraan bersamaku dihadapan Arka yang membuat akhirnya Arka meregang nyawa? Dasar wanita licik, Untung saja aku tidak jadi menikahi wanita seperti itu."
" Kamu salah, Arga! Dia bisa jadi seperti ini juga mungkin ada salah satu kesalahan kamu disana! Dia begitu karena dia sangat mencintai kamu? Dia merasa sakit hati ketika dia dipisahkan dengan kamu dan juga karena kamu tidak mempertahankan dirinya, tidak berusha memperjuangkan dirinya. Memang Arka sangat mencintai dia tapi tidak dengan sebaliknya. Itulah kenapa dia membenci Anindya Bagaskara karena Anin itu adalah cucu kesayangan kakek Arka." kata Erik sambil mengelus-elus dagunya sendiri. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Erik ini adalah bagian dari asumsinya pribadi, dia menarik kesimpulan dengan tepat karena Ia mempelajari situasi dan kondisi waktu itu di mana sebetulnya nenek Arka mengetahui kehadiran kakek saat dia melakukan hal yang romantis dan mesra bersama dengan Arga.
" Apa?" Arga kesal dengan kenyataan itu.
.
.
.
TBC
Hai readers, jangan lupa likenya biar thor semangat updatenya. Happy readingg!!
__ADS_1