
"Kamu salah, Arga! Dia bisa jadi seperti ini juga mungkin ada salah satu kesalahan kamu disana! Dia begitu karena dia sangat mencintai kamu? Dia merasa sakit hati ketika dia dipisahkan dengan kamu dan juga karena kamu tidak mempertahankan dirinya, tidak berusha memperjuangkan dirinya. Memang Arka sangat mencintai dia tapi tidak dengan sebaliknya. Itulah kenapa dia membenci Anindya Bagaskara karena Anin itu adalah cucu kesayangan kakek Arka." kata Erik sambil mengelus-elus dagunya sendiri. Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Erik ini adalah bagian dari asumsinya pribadi, dia menarik kesimpulan dengan tepat karena Ia mempelajari situasi dan kondisi waktu itu di mana sebetulnya nenek Arka mengetahui kehadiran kakek saat dia melakukan hal yang romantis dan mesra bersama dengan Arga.
" Apa?" Arga kesal dengan kenyataan itu.
" Hu um!" Erik membenarkan statementnya tentang kenapa Dita Ayu Anggraeni melakukan hal hal diluar nalar.
Arga hanya termenung dan merenungi apa yang sudah dia perbuat di masa lampau, banyak kesalahan dan dosa yang sudah dilakukan di masa lalu. Yah mungkin ini adalah sebuah ganjaran karna dia sudah melakukan hal-hal yang buruk, mungkin juga ini sebuah Karma.
" Semuanya tidak akan beres kalau kita lari dari kenyataan. Mungkin ada satu waktu di mana kamu harus duduk diam bersama dengan dia dan membicarakan masalah-masalah yang sudah berlalu. Berbicara tentang apa yang dia rasakan dan mengurangi rasa bersalah kamu kepada Arka." kata Erik lagi sambil menatap netra Arga.
" Kamu sudah tua, begitu pula dengan dirinya. Sudah saatnya kalian membereskan masa lalu. Menghentikan dendam supaya saat kalian mati ga ada lagi penyesalan." kata Erik sambil membereskan barang bawaannya. Arga hanya menatap dengan tatapan yang tidak dapat dibaca oleh Erik. Namun Erik hanya diam dan melanjutkan apa yang ia lakukan dan tepat pada saat dia ingin berlalu suara bariton itu memanggilnya.
" Tunggu!! Baiklah mungkin benar apa yang kamu katakan tentang permasalahan aku dan Dita, aku harus mengulang kembali, menyelesaikan apa yang sudah aku mulai dan belum Aku selesaikan." kata Arga dengan nada pasrah.
Erik berhenti kemudian dia menganggukkan kepalanya lalu berusaha berlalu dari tempat itu.
" Hei, kamu belum bilang bagaimana caranya?" teriak Arga dengan suara lantang karena dia kesal dengan Erik yang tiba-tiba meninggalkan dia setelah dia menyetujui apa yang menjadi kehendak Erik.
" Aku akan mengabari kamu lagi nanti. Aku terburu buru. Harus menyelesaikan klien klien lain. Sampai jumpa."sahut Erik dengan suara yang keras tanpa menoleh kearah Arga.
***
" Van, apakah kamu sudah info ke Valen tentang rencana kita?" tanya Willy dengan suara berwibawa.
" Belum bos."
__ADS_1
" Kenapa kamu belum mengatakan kepada Vallen tentang hal ini? Kita harus cepat-cepat membuat Vallen menjadi sembuh ! Kamu kan tahu tak lama lagi akan ada rapat pemegang saham di Weston Group, dan Rencananya aku akan memperkenalkan dia sebagai penerus dari Weston Group."
" Kayaknya Valen sendiri Selama ada di Bagaskara grup dia tidak pernah merawat penyakitnya secara serius, Bahkan aku melihat dia tidak pernah mengkonsumsi obat-obatan selain obat-obatan penghilang rasa sakit." kata Revan kepada Willy menyampaikan penyelidikannya selama mendampingi Vallen di Bagaskara grup.
" Oh ya? Bagaimana kamu tahu tentang itu?"
" Bos, Aku kan sering mengikuti perjalanan Vallen selama ini. dia hanya meminum obat yang bersifat sebagai penghilang rasa sakit saja akan aku pernah dengar istrinya mengeluh karena paling sering tidak konsisten meminum obatnya. Sehingga dia sering diserang sakit ikan di kepalanya." jelas Revan.
" Apakah istrinya sudah tahu tentang Weston Group?" tanya Willy penuh harap, dia ingin menemui menantunya yang baik hati itu, dia ingin berterima kasih kepada Anin yang sudah merawat dan membela anaknya dihadapan keluarga Bagaskara yang lain.
" Kayaknya dalam waktu dekat dia akan mengatakan segalanya kepada Anindya, karena sepupu dari istrinya itu melakukan penyelidikan utuh untuk Vallen, dan sepupunya itu sudah mendapatkan fakta bahwa Vallen ini adalah pewaris tunggal dari Weston Group. Aku sudah mengatakan kepadanya untuk menghindari masalah yang akan datang di kemudian hari karena ketidak jujuran nya lebih baik dia mengatakan sendiri kepada Anindia. Bukankah lebih enak kalau Anin mendengar dari Valen langsung daripada mendengar dari orang lain karena bisa jadi istrinya malah marah kalau tahu dari orang lain." kata Revan menjelaskan pada Willy.
" Aku ingin sekali bertemu gadis itu." kata willy sambil menerawang jauh.
" Apa benar rumor yang beredar kalau istrinya itu belum.pernah dijamah oleh Valen?" tanya Willy dengan suara serius. Dia curiga apakah Valen sebenarnya ga normal.
" Benar!"
" Apa anakku tidak ... ehm normal?" tanya willy dengan raut sedih.
" Ha ha ha ha tentu saja tuan muda sangat normal, tapi dia merasa belum layak untuk meminta haknya kepada istrinya karena dia belum memberi nafkah lahiriah secara benar. Tuan valen sangat bertanggung jawab. Bahkan dia sangat menyayangi istrinya. Saat kakek Arka menjodohkan Anindya dengan Valen, dia sangt bahagia karena cita citanya mendampingi anin tercapai. Gadis itu sangt cantik, sederhana dan baik hati." jelas Revan dengan nada jenaka, dia merasa tuan mudanya itu lucu dan kisah cintanya menggemaskan.
" Kamu bisa tahu betul tentang anakku sedang aku sendiri bahkan tidak bisa dekat dengan Valen, anakku itu." kata Willy dengan nada sendu, dia sedih karena tidak bisa mendekati anak tunggalnya sendiri, bahkan Revan lebih mengenal anaknya dibanding dirinya sendiri.
" Tuan muda itu sangt baik orangnya, ia sngat penyayang. Dia hanya belum ingat saja sehingga dia seakan akan dingin. Tapi kalau dia sudah dekat, dia akan.setia dan penyayang." kata revan memberi kekuatan.
__ADS_1
" Ya sifatnya sama seperti ibunya. Setia dan penyayang. " raut wajah Willy jadi sedih dan ditekuk. Dia teringat dengn mendiang ibu Valen yang sangat ia cintai, bahkan ia rela tidak mneikah lagi karena ia masih mencintai almarhumah.
" Tuan tidak perlu cemas, tuan.muda akan segera mengingat semuanya dan akan kembali kepada anda lagi, bos! Bahkan saya yakin kok kalau ia sebentar lagi juga akan membuat istrinya jatuh dalam pelukannya. Akan ada kejutan dari Bagaskara grup, ia akan menaklukan Bagaskara dan membalaskan dendam kakek Arka. Dia membenci keluarga Bagaskara selain kakek dan anin." jelas Revan lagi.
Willy manggut manggut dan memahami keinginan valen. Dia sadar anaknya itu banyak menderita dihina dan disakiti oleh kekuarga Bagaskara. dia pun setuju kalau valen ingin menghabisi Bagaskara, kalau perlu weston grup akan turun tangan.
" Aku ingin kita berngkat ke luar negrri dalam waktu dekat. Valen harus segera sembuh."
" Baik bos!! Erik juga sedang mengupayakan membantu Valen untul.menyingkirkan nenek arka."
" Bagus!! Hancurkan orang yang sudah menghina anakku. Kalau perlu jangan dikasihani lagi." kata willy dengan dingin dan datar.
.
.
.
.
TBC
Baru bisa up 1 episode ya readers, jangan lupa untuk like dan gift ya... spam komen ditunggu.
Episode selanjutnya kehancuran Bagaskara???
__ADS_1