
Pagi harinya Vallen dan istrinya harus segera bersiap untuk kembali pulang ke Indonesia, tapi apa yang sudah mereka lakukan di di Singapura itu sangat membekas di hati mereka berdua.
Mereka sangat senang bahwa mereka bisa melakukan unboxing di luar negeri, Anggap saja ya Itu adalah sebuah honeymoon. Padahal itu hanya selingan dikala Vallen harus berobat dan juga melakukan terapi supaya dia bisa kembali mengingat potongan-potongan gambar di masa lalunya.
Dan sebenarnya dengan obat dan terapi yang dilakukan oleh dokter di Singapura itu sudah memperlihatkan hasil yang positif, artinya dengan waktu yang sangat singkat Vallen sudah tidak lagi merasakan sakit kepala hebat yang sering melanda di kepalanya akibat kecelakaan di waktu itu.
Dan dengan obat-obatan yang mendukung serta tepat rasanya Vallen sudah kembali mengingat beberapa hal sekalipun dia masih belum bisa mendapatkan gambaran yang utuh dari kilasan gambar yang yang bermunculan di kepalanya.
"Aduh!" teriak Anin karena dia merasakan Sedikit perih di inti tubuhnya, membuat Vallen menjadi sedikit khawatir. Padahal dia yakin dengan pasti bahwa dia melakukannya dengan sangat hati-hati dan sangat lembut, Tapi yah namanya juga merobohkan benteng!
" Masih sakit, sayang?" tanya Vallen dengan penuh perhatian.
" Ehm iya!" sahut Anin dengan malu.
" Padahal bukannya kemarin kamu sudah bisa merasakan enak dan nikmat nya kalau melakukan hubungan suami istri?" tanya Vallen dengan kata-kata yang sedikit vulgar, tentunya ini membuat Anim semakin merona malu.
" Ya, namanya juga luka dalam. Jadi kadang masih Sedikit perih saat dibuat berjalan." kata Anin sambil berjalan dengan hati-hati, Vallen yang yang merasa kasihan langsung saja membopong tubuh istrinya dengan ala bridal style.
" Mas...nanti jatuh lo!" kata Anin sambil mengalungkan lengannya di leher suaminya takut kalau terjatuh karena Vallen tanpa apa izin langsung mengangkat tubuhnya.
" Hah!! Kalau cuman ngangkat begini saja sih kecil! Sudahlah kamu segera mandi karena kita harus segera bersiap untuk berangkat ke bandara. Dan Mas minta maaf kalau belum bisa memberikan liburan yang yang romantis buat kamu karena ini pun liburannya mendadak banget harus periksa dan terapi." kata Valen dengan lirih.
__ADS_1
" Ga pa pa, ini sudah tugas aku sebagai seorang istri menemani suaminya yang sedang sakit untuk periksa dan juga untuk melakukan terapi agar kamu cepat sembuh. aku sih pengennya kamu bisa segera mengingat kejadian-kejadian di masa lalu kamu dan bisa segera menangkap orang yang sudah melakukan kejahatan dan pencobaan pembunuhan kepadamu." kata Anin dengan suara lirih. Vallen sudah meletakkan istrinya ke dalam bath tube yang terisi dengan air hangat, dia ingin supaya istrinya merasa nyaman dan rileks setelah semalam dia menggempur nya habis-habisan.
" Terima kasih sayang karena kamu sudah begitu perhatian dan pengertian! inilah yang menyebabkan aku ini mencintai kamu dari awal pertemuan kita, maka saat kakek Arga ingin menjodohkan aku dengan kamu, aku langsung saja setuju! mudah-mudahan penyatuan kita tadi malam segera mendapatkan hasil supaya ya kita akan segera memiliki Valen Junior dan juga Anin Junior." jelas Vallen kepada Anin, perkataan Vallen tadi membuat hati Anin berbunga-bunga karena dia merasa dianggap spesial oleh suaminya sendiri.
Padahal Anin itu memang sangat memukau, karena kecantikan dan kebaikan hatinya tak sedikit orang yang laki-laki yang mengejar-ngejar dirinya dan ingin menjadikan Anin sebagai istri. Banyak sekali keturunan pewaris Tahta kekayaan besar di Indonesia yang yang mengincar Anin sebagai istri mereka.
Namun karena Anin sudah dijodohkan oleh kakeknya sehingga mereka harus mau tidak mau mundur teratur. banyak sekali dari mereka yang mencemooh kondisi Vallen di masa lalu, mereka selalu berpikir bahwa Vallen itu tidak cocok dengan Anin.
Vallen merasa beruntung bisa mendapatkan Anindya sebagai istrinya.
***
There masih belum menyerah untuk melakukan segala daya upaya buat menjatuhkan Anin dan juga merebut Valen.
" Pagi!" sapa orang yang berperawakan tinggi besar dan memiliki bekas luka melintang di pipi sebelah kanannya.
Laki-laki ini sebenarnya sangat tampan tetapi wajahnya tampak menyeramkan dengan luka yang melintang di pipi sebelah kirinya itu. There sedikit ngeri melihat penampilan orang yang hendak ya sewa sebagai preman bayaran, tapi apa boleh buat dia sudah tidak sabar untuk bisa menghancurkan Anin dan orang inilah yang direkomendasikan oleh private investigator nya sebagai orang yang bisa menghancurkan Anindya dengan bersih, yang maksudnya dia bisa membereskan masalah ini dengan cepat dan tidak meninggalkan jejak, yang bisa menyeret There sebagai tersangka.
" Pa.. pagi." sahut hanya dengan sedikit tergagap, Sebenarnya dia juga tidak menyangka bahwa orang yang akan dihadapi akan semenyeramkan ini.
" Baiklah, Saya langzung saja karena saya tidak suka berbasa-basi. Siapa targetnya dan apa yang harus saya lakukan dengan target tersebut. Saya minta bayaran untuk tugas ini diselesaikan 50% di depan sisanya setelah saya selesai mengeksekusi tugas yang anda berikan." katanya dengan suara menyeramkan.
__ADS_1
There bergidik ngeri tapi dia tidak bisa lagi mundur, dia menyerahkan sebuah amplop coklat yang cukup besar berisi tugas-tugas apa yang harus dilakukan kepada target yang dimaksud. There juga sudah menyiapkan foto Anin yang terbaru sehingga orang itu tidak akan mengalami kesulitan dalam melakukan tugasnya.
" Itu target beserta tugas-tugas yang harus kamu selesaikan. di situ juga Aku sudah Tuliskan beberapa kebiasaan yang target lakukan jadi kamu tinggal mengeksekusinya dengan mudah. Foto terbaru orang itu pun ada di sana. Tapi ingat kamu hanya boleh mengeksekusi orang yang aku maksud tidak ada korban lain Dan lakukanlah itu dengan bersih Aku tidak mau nanti ada ada hal-hal yang bisa menyangkut dan menyeret aku." tegas There kepada laki-laki itu. Dia tidak rela kalau Vallen sampai terluka begitu pula dia juga tidak mau kalau dirinya sampai tersangkut paut dengan eksekusi yang laki-laki itu lakukan.
" Tentu saja, Tentu saja aku akan membersihkan dengan sangat bersih dan jangan khawatir, se kali pun nantinya aku tertangkap Aku tidak akan pernah menyeret kamu ke dalam masalah ini." ujarnya dengan nada dingin sambil membuka amplop coklat yang berisi tugas serta foto orangnya menjadi targetnya saat ini.
Tapi tiba-tiba wajah orang itu berubah, dia terkejut saat dia mendapati foto target yang harus dieksekusi. Laki-laki itu berusaha untuk tidak menunjukkan secara jelas keterkejutan yang dia alami kepada orang yang akan menyewa nya.
Tapi Tere melihat dengan jelas perubahan ekspresi orang itu saat melihat foto Anindya, walaupun There itu memiliki kecerdasan di bawah rata-rata tapi sesaat ketika dia melihat hal itu dia langsung curiga dengan beberapa kemungkinan kalau orang itu mengenal dengan baik si Anindya.
Lalu apa laki-laki itu mengenali Anin?
.
.
.
TBC
Hai readers, udah up 1 ya, kalau bisa thor akan up lagi... semangati thor dengan vote, like dan komen ya...
__ADS_1
Happy readingg!!!