Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 56.


__ADS_3

sebulan kemudian


Pagi itu, Anin dan Vallen hendak berangkat ke kantor. seperti biasa Anin menyiapkan sarapan untuk mertuanya juga untuk suaminya.


Entah kenapa, Anin merasa tubuhnya lemas tidak seperti biasanya. Kepalanya terasa berputar dan perutnya pun mual. Tapi dia memang harus mengatur rapat di di Mahkota horeca Group. Begitu juga Vallen yang sekarang sudah menjadi asisten penuh Ayahnya di Weston Group.


Sebenarnya Ayah Vallen ingin segera menyerahkan jabatannya kepada Vallen tetapi Vallen tetap menolak sebelum dia bisa mengingat semua kejadian kejadian di masa lalunya. Terapi dan obat-obatan yang dikonsumsi nya di Singapura itu benar-benar manjur. Bahkan dirinya sekarang sudah tidak lagi mengalami pusing kepala yang berlebihan saat mengingat potongan-potongan gambar mengenai masa lalunya. Ini merupakan kemajuan yang bagus karena selama ia mengkonsumsi obat-obatan yang diberikan oleh dokter nya dulu dia tidak pernah mengingat masa lalu. Entah siapa yang memberikan obat-obatan nya dulu karena paling tidak yakin kalau kakek Arka lah yang melakukan semuanya ini. Kemungkinan ada orang lain yang tidak ingin dirinya mengingat akan masa lalunya.


" Sayang, kamu kenapa?" tanya Valent yang memperhatikan tindak-tanduk ganjil dari istrinya itu. Dia merasa bahwa istrinya Itu tampak sedikit lebih pucat, Berkeringat dingin, dan juga melangkahnya sangat gontai seperti hendak pingsan.


" Aku tidak apa apa." Anindya dengan susah payah, rasa ingin muntah yang tadi dia rasakan kembali muncul, Padahal dia hanya menyiapkan roti panggang untuk suaminya dan juga mertuanya.


Hanya makanan itulah Yang dia ingat di dalam pikirannya saat ini. Karena tubuhnya serta pikirannya benar-benar tidak sinkron. Anindya juga heran kenapa hal ini terjadi kepada dirinya. Dia bertanya-tanya apakah mungkin dia masuk angin setelah pergulatan panas tadi malam. Soalnya setelah bergulat dengan suaminya dia langsung tidur Karena kelelahan, Bahkan dia belum sempat memakai bajunya kembali. Anindya berpikir mungkin karena AC di kamar yang sangat dingin juga kondisi tubuhnya yang kurang fit membuat dirinya masuk angin setelah melayani suaminya.


" Bagaimana mungkin kalau kamu tidak kenapa-kenapa, karena wajah Itu tampak pucat dan tubuhmu tampak lemas. Kita ke dokter saja ya sayang, aku tidak mau kalau kamu sampai kenapa-kenapa." tegas Vallen kepada istrinya itu. Tapi Anindia mengingat bahwa dirinya harus memimpin rapat di Mahkota horeca grup. Dan rapat ini sangatlah penting karena mereka juga mengundang investor investor baru yang akan menanamkan modal di Mahkota horeca Group.

__ADS_1


Dalam sebulan mahkota horeca group yang dipimpin oleh Anindya maju sangat pesat, sehingga banyak sekali orang yang ingin menanamkan modal di Mahkota horeca Group. Ini sama sekali diluar ekspektasi dari Vallen dan juga Revan, begitu pula dengan Ibu Susan yang pertama-tama nya under estimate dengan kinerja dari Anindya yang dianggapnya masih belum berpengalaman dalam bidang bisnis seperti ini.


Tapi ternyata hasilnya sangat mengejutkan, dalam waktu sebulan para pemegang saham mendapatkan share profit hampir 20% dari nilai investasi yang mereka tanamkan. sebuah nilai yang sangat mengejutkan karena itu bahkan didapatkan kurang dari sebulan. Semuanya itu karena pemikiran Anindya yang jauh kedepan dan lebih modern, serta dia juga pandai menggunakan digitalisasi dalam perusahaannya.


" Tapi mas, Hari ini aku ada rapat penting karena ini membahas masalah investasi baru kalau aku nggak ada gimana dong?" tanyanya dengan nada manja.


Tapi Vallen tetap tidak mau tahu, baginya kesehatan istrinya adalah segala-galanya jadi dia tetap meminta istrinya untuk diperiksa oleh dokter. Karena istrinya tidak mau ke rumah sakit, maka dokter rumah sakit yang akan datang ke rumah besar milik Willy Weston.


" Baiklah aku akan mengundang dokter keluarga untuk datang kemari untuk memeriksa kondisimu. Aku tidak mau kalau sampai kamu kenapa-kenapa!" tegasnya sekali lagi. Dia langsung menelepon dokter keluarga langganan ayahnya, biasanya dokter Prayogo ini memeriksa kondisi ayahnya. Papi Vallen pikir akan sama saja karena dia ingin tahu kondisi istrinya saat ini. menurut Vallen istrinya itu kelelahan, karena dia harus mengurus rumah, mengurus dirinya, juga mengurus perusahaan.


Tapi baik Anin maupun Vallen menutup telinga dengan desas-desus ataupun penghinaan yang sengaja dilontarkan oleh mertua Vallen itu. Bahkan nenek dan juga keluarga dari There tidak lagi mengganggu kehidupan rumah tangga mereka berdua.


Rencana yang sudah disusun oleh Valen juga Erik belum mereka laksanakan sama sekali karena bagi mereka selama badai yang di lancarkan Theere tidak menerpa mereka tidak mau mengurus hal-hal yang tidak penting seperti itu.


" Kamu Emang kamu ke kantor jam berapa sih? Rapatnya dimulai jam berapa? Kalau memang tidak memungkinkan untuk kamu melakukan atau memimpin rapat bisa kamu wakilkan dengan Susan saja! Untuk apa kamu memiliki wakil yang cakap kalau kamu sendiri harus selalu yang turun tangan. Soalnya kesehatanmu itu cowok lebih penting daripada sekedar rapat seperti itu." kata Vallen sambil membimbing istrinya untuk duduk saja dan tidak melayani dirinya mengambilkan sarapan.

__ADS_1


" Ada apa ini? Kenapa istrimu tampak pucat?" tanya ayah Vallen dengan tampang khawatir yang jelas tercetak di wajahnya. Willy Weston sangat menyayangi menantunya itu, dia menganggap Anindya itu sebagai putrinya sendiri. Seringkali malah dia banyak membela menantunya itu dibanding dengan anaknya. Karena Anindya ini sangat penurut dan selalu menyediakan makanan-makanan yang disukai oleh ayah Vallen.


" Gak tahu ni, yah! Aku merasa ada yang tidak beres dengan kesehatan istriku ini. Tapi saat Anindya aku ajak ke rumah sakit dia menolak, karena dia beralasan habis ini dia harus memimpin rapat penting di Mahkota horeca Group. akhirnya aku memanggil dokter Prayogo untuk datang ke rumah saja lah, biar nanti dokter Prayogo yang akan memeriksa kondisi dari Anindya. mudah-mudahan sih bukan sakit yang berat, karena kemungkinan Anindya itu kelelahan mengurus rumah, mengurus pekerjaan dan juga mengurus diriku." kata Vallen sambil mengelus punggung istrinya yang tampak pucat dan mengernyitkan kening.


" Val, bawa saja istrimu masuk ke dalam kamar, dia sudah tampak kepayahan sekali. Jangan sampai dia pingsan di sini! Kasihan!! " kata ayah Valen memerintahkan. Tapi perintah ayahnya itu rupanya sedikit terlambat karena kemudian tubuh istrinya melemas karena tidak sadarkan diri. Untung saja Vallen ada di sampingnya sehingga Vallen langsung menangkap tubuh istrinya dan menggendongnya masuk kedalam kamar.


.


.


.


TBC


Hay readers, Jangan lupa untuk selalu vote, like dan juga spam komen di tulisanku ini ya.

__ADS_1


Tenang aja hari ini thor akan berusaha untuk up 2 episode karena tadi sudah terlambat update. Happy reading!!


__ADS_2