Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 87.


__ADS_3

Hai readers, maaf telat up nya panjang banget. Padahal kepinginanannya bisa cepet up, tapi apa daya, waktu sempit. Dan pulang kerja udah capek beut. Yang penting thor berusaha sekuat tenaga buat up ya gengs,.


OLeh karena itu jangan lupa kasih vote yang banyak, like itu wajib sehabis baca dan juga kasih gift melimpah supaya thor semangat kalau up. Ditunggu ya!!! Happy reading


***


" Kamu yakin?" orang itu hanya mengangguk dengan wajah datar.


"Tadi dia juga sempat bilang kalau dia juga ikut eksekusi pembakaran Rutan. Berarti sudah pasti dia juga tahu siapa dalangnya. Sayang kita tidak menemukan bukti apapun." kata orang itu lagi. Sorot tajam milik Valen mengendur, dia memejamkan matanya dan kemudian berjalan menuju satu titik dimana seorang tawanan ada disana.


Valen mendekati seorang tawanan yang dibiarkan duduk bersandar pada sebuah dinding besi dengan tangan yang diikat dengan sebuah rantai besi yang cukup tebal. Valen berjongkok di depan orang itu dan menatap dengan sorot kosongnya.


"Siapa kamu?" tanya Valen dengan nada dingin.


" Idham, Tuan!" jawab orang itu masih dengan nada sombong, padahal wajahnya sudah bengkaka karena dipukuli oleh pengawal pengawal Valen.


"Saya gak butuh nama kamu. Maksud saya, siapa kamu yang sudah berani bermain main  dengan saya? " orang itu hanya menyeringai kesakitan tanpa menjawab lagi.


Valen terdiam dan tetap menatap dengan mata tajamnya yang seakan hendak mengoyak tubuh orang yang ada di hadapannya itu.


"Kenapa kamu membunuh supir truk itu? Apa kamu juga yang menyuruh supir itu menabrak ayah saya?" tanya Valen lagi, mengulang pertanyaan yang disampaikan dengan pukulan demi pukulan sampai orang itu mengaku.


"Bukan saya yang menyuruh tapu keluarga Weston!"

__ADS_1


"Bullshitt!!! Weston yang mana??" tanya Valen dengan kesal, ia sempat menampar orang yang sudah dalam keadaan menyedihkan itu. Tawanan itu memnag sangat menjengkelkan, dia harus diberikan shock teraphy dulu sebelum mengaku, ini mengesalkan Valen.


Orang itu bahkan masih tersenyum miring "Yang saya tahu yang menyuruh saya adalah keluarga Weston, Ia ingin saya menghabisi supir itu, mungkin supir itu disuruh menghabisi korban kecelakaan itu. Keluarga Weston sangat kaya, dia bisa saja menyuruh setiap orang dengan job disk yang berbeda beda." katanya dnegan nada kesakitan karena tangannya yang dirantai itu juga diijak oleh sepatu fantofel milik Valen.


"Kamu emang suka disiksa ya? Kalau sudah di siksa baru ngomong." kata Erik sambil meludah ke arah orang itu.


"Kami butuh nama.. siap yang menyuruh. Keluarga Weston itu ada banyak, sebut nama! Yang mana satu?" tanya Erik sambil mempermainkan tang yang ada di tangannya, wajah Erik terlihat menyeramkan, tawanan yang b ernama Idham tadi sudah bergidik melihat tang yang  dimainkan di tangan Erik itu.


"Saya tidak tahu, tuan." katanya sambil melirik ke arah Erik yang mendekat sambil menaruh Tang di dekat tangannya yang terborgol.


"Kamu suka dikasih kekerasan agar mengaku? Orang yang menyuruh kamu tidak bakalan menolong kamu, dan aku akan membunuh kamu dengan perlahan, salah satunya menggunakan tang ini. Kuku jari tangan dan kaki kamu bakalan aku lepa s satu persatu secara perlahan, kemudian gigi kamu, kemudian jari jari kamu,..." kata Erik sambil memutar mutar tang itu di wajah tawanan itu dengan gayanya yang menjengkelkan.


"Ampun tuan, mereka akan bunuh keluarga saya, dan lagi saya bener bener ga tahu namanya. Yang saya tahu orangnya tampan, dan tinggi, walau sudah tua, trus dia juga punya cacat di jari tangannya, kalau umumnya orang punya 5 jari orang ini punya 6 jari di salah satu tangannya." kata orang itu dengan cepat.


Valen melirik ke arah Erik karena ia tahu siapakah orang yang digambarkan oleh tawanan itu. Orang itu jelas adalah uncle Billnya. Adik dari ayahnya itu.


"Kami itu berenam, dan kami bergerak sesuai perintah. Perintah untuk saya adalah membantu penyerangan dan pembakaran rutan, dan membunuh supir truk itu, saya baru selesai membersihkan mobil dan berencana untuk menghilangkan barang bukti disini. Tapi tadi ketika mobil sudah ketahuan, saya hendak kabur tapi ketangkap di daerah bawah oleh salah seorang pengawal itu." katanya sambil menunjuk ke arah seorang pengawal dengan wajah sangar dengan dagunya.


""Ngapain kamu bakar rutan?" tanya Erik dengan nada menyelidik.


"Saya tidak tahu, karena tugas saya cuman itu, menyerang dan membakar, sisanya ada tim lain yang mengeksekusi, dan kami tidak tahu yang lain itu kebagian tugas apa, karena penugasan itu bersifat rahasia dan perorangan, jadi tugas 1 tim hanya diketahui oleh 1 tim saja."


"Kamu ber enam, bagaimana yang lainnya? Dimana mereka?" tanya Erik lagi.

__ADS_1


"Mereka semua ada di pos 2, di daerah Sentul. Mereka menunggu saya membuang barang bukti. Itu basecamp kami. Tim 6 ada di basecamp Sentul." jelas orang itu lagi.


"Kalau tim yang lain gimana?" tanya Erik yang kagum dengan strategi yang dilakukan oleh  paman Bill.


"Kami tidak mengenal tim yang lain. Kita hanya punya 1 orang penghubung, dan dia yang memberikan tugas kepada kita, sekaligus dengan urusan bayaran, dan semua bayaran dilakukan di depan." kata orang itu dengan lancar. Tak nampak kebohongan disana.


"Lalu dimana keluarga kamu? tanya Erik lagi.


"Kebanyakan dari 1 tim kami itu adalah orang yang kampungnya berdekatan, Jadi keuarga kami itu ada di kampung. Tolonglah selamatkan ayah dan ibu saya." kata Idham dengan nada memelas.


"Kamu tahu yang menjadi target dari kalian adalah keluarga aku, ayah aku sekarang ada di rumah sakit dalam kondisi kritis, kamu tahu sendiri betapa kamu menyayayngi ayah dan ibu kamu, bagaimana dengan apa yang kamu lakukan kepada ayah aku?" tanya Valen dengan sinis. Tawanan itu hanya menunduk, sekarang mungkin di dalam pemikirannya sduah mulai menyesali dengan apa yang ia lakukan, atau mungin malah ia tidak peduli karena yang terpenting baginya adalah keluarganya terlindungi.


"Sekarang apa yang menjadi rencana dari tuan kamu itu selanjutnya?" tanya Erik dengan nada menyelidik. Tapi orang itu hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan lemah karena ia juga tidak tahu setelah ini ada tugas apa lagi


"Belum ada penugasan apapun sih!" katanya dengan singkat.


Valen menarik Erik keluar dari tempat itu, ia tidak sabar dengan kenyataan bahwa orang ini tidak tahu menahu dengan apa yang dirancangkan oleh pamannya itu, apa yang sebenarnya pamannya mau lakukan terhadap pembebasan There?


.


.


.

__ADS_1


TBC


Semakin rumit? Yoilah, kan Thornya sering bikin plot twist sehingga pembaca tidak bisa nebak endingnya. Eh endingnya Happy End!!Thor ga suka sad ending.. wk wkw kw


__ADS_2