
Hai readers, maap ya, kalau updatenya telat. Jadi gini rank ku turun ... jadi harus bikin promo dulu biar naik. Kalian ga mau bantuin sih, hiks hiks, jadi harus promo di sosmed IG nophie_author dan di fb. Tapi gak apa tapi yang ini likenya harus banyak, begitupun dengan hadiah serta vote nya ya, soalnya mau ku crazy up 5 episode kalau besok naik banyak. Wk wk wk... jadi tolong kasi like, share juga deh biar yang lain tahu, kasi gift dan vote yaaa... i lap yu alll, happy reading.
***
Anindya Bagaskara dibuat kebingungan melihat beberapa macam seserahan yang sudah diturunkan dari mobil mewah jenis Alphard yang benar-benar hanya memuat seserahan yang diberikan Gustav kepada Nana.
Bahkan isi seserahan tersebut bisa membuat mata Anin melotot karena selain baju branded, juga terdapat tas bermerek, perhiasan, batu permata, sampai semua perlengkapan dapur pun ada. Anindya langsung melirik ke arah suaminya yang hanya bisa mengedikkan bahunya tanda dia tidak bisa berbuat apa-apa.
Bayangkan seorang Valendra Weston sampai tidak bisa berbuat apa-apa karena anak perempuan satu-satunya hendak dilamar oleh seorang pewaris kaya pertambangan dan juga batu mulia milik keluarga Dimitri.
" Ehm, ini maksudnya apa ya? Siapa yang hendak lamaran dan Siapa yang dilamar?" tanya Anindya sambil berkacak pinggang tanda Dia sedang dalam posisi hampir marah, karena tidak ada seorangpun yang ada di situ yang bisa menjelaskan pertanyaannya dari tadi. Dia menatap bergantian mulai dari suaminya, anak perempuannya, kemudian teman-teman suaminya, selalu berakhir pada seorang laki-laki tampan yang berada di belakang tubuh anak perempuannya.
" Saya bisa jelaskan.." kata Gustav yang ingin menjelaskan tapi langsung dipotong oleh Nana yang tidak ingin nantinya Gustav disemprot oleh ibu Anindya karena dibandingkan dengan Ayah Valen Ibu Anindya itu lebih tegas dan lebih galak. Jadi Nana memutuskan untuk dirinya yang mengambil alih tugas menjelaskan apa yang sedang terjadi, dirinya juga melirik gemas kepada ayahnya yang memilih Hanya berdiam dan tidak berbicara apa-apa takut kalau ibu Suri akan meledak karena kemarin Vallen tidak bertindak jujur kepadanya.
" Biar aku ada yang menjelaskan kepada ibu..." Namun karena Vallen takut nantinya anak perempuannya itu malah menjebloskan dirinya jadi dia akhirnya memotong juga perkataan anak perempuannya itu supaya Baby Ly tidak mengatakan hal yang tidak benar. Valen mencari jalan aman karena dirinya tidak mau nanti disuruh tidur di luar kamar karena kemarahan dari ibu suri. Valen menyadari kesalahannya tidak mengatakan kepada istrinya padahal dirinya sudah berjanji kepada istrinya kalau akan bertindak jujur dengan masalah apapun dan harus bercerita kepada istrinya itu dengan jelas dan jujur.
__ADS_1
" Aku aja ayah, kan yang bikin masalah..." kata baby Ly sambil memotong perkataan ayahnya, tapi sebelum Ayah Valen membela diri tiba-tiba ada suara wanita yang yang menghentikan perdebatan antara ayah dan anak perempuannya itu.
" Stop!! Diam kalian semua..." potong Anindya dengan wajah yang sudah memerah, bukan karena malu tapi karena sudah marah. Dirinya tahu baik Ayahnya maupun anak perempuannya itu pasti memiliki konspirasi tertentu sehingga mereka ingin saling mengamankan diri agar dirinya tidak meledak marah dahulu kepada salah satu dari mereka.
" Anak muda? Bisakah kamu menjelaskan sama tante apa yang sedang terjadi? Dan yang lain diam karena ibu tidak bertanya kepada kalian" kata Anin dengan nada tegas. Dia langsung mengkode ayah dan anak perempuannya itu agar tidak menyela jawaban dari Gustav. Sedangkan Erik dan juga tuan Wong hanya menatap drama itu dengan senyum yang dikulum mereka sangat tahu bahwa Vallen sedikit gentar kalau Anindya sudah marah seperti ini. Ketegasan Anindya itu memang dirinya banget apalagi saat di kantor, dan beginilah juga cara ia mendidik anak anaknya.
" Sebentar, kamu akan menjelaskan semuanya seseorang mendetil di ruangan kerjaku saja." lalu Anindya yang tidak memperdulikan yang lainnya yang sedang berdiri menunggu hukuman, dan dengan santainya dia menarik tubuh tegap Gustav menuju ke ruangan kerja yang biasa dipakai naik Vallen maupun dirinya untuk membahas pekerjaan di kantor. Vallen yang tidak terima dengan keadaan seperti itu langsung memprotes Anindya.
" Sayang, kamu tidak boleh berduaan dengan laki laki di dalam kamar!" protesnya dengan suara ketus.
Lalu mereka bertiga berjalan menuju ruang kerja Valen, sedangkan 3 orang lainnya hanya dibiarkan bengong di sampai akhirnya kedua Upin Ipin datang eh maksudnya ke-2 Kakak Kembar dari Baby Ly datang melihat bahwa adik perempuan satu-satunya itu sudah tiba di rumah. Padahal rencananya mereka hari ini akan mendatangi keluarga Dimitri untuk meminta dengan baik-baik adik perempuannya itu untuk pulang.
" Loh kamu sudah pulang?" tanya Liam dengan nada heran karena dia tahu seperti apa adiknya itu, tapi adik kembarnya hanya bisa tertawa terbahak-bahak melihat adik perempuannya itu sudah kembali ke rumah.
" Palingan Ia sudah tidak betah menjadi asisten pribadi di rumah keluarga besar Dimitri." sambung Lios dengan nada meremehkan yang membuat seketika adik perempuan satu-satunya itu manyun gara-gara ledekan dari kakak-kakak kembarnya itu.
__ADS_1
" Dasar Upin Ipin!! jangan mengira kalau aku tidak bisa melakukan apa-apa di sana ya. sekalipun aku menjadi asisten pribadi atau apapun itu namanya tapi aku selalu mengerjakan segala tugas aku dengan penuh tanggung jawab. aku pulang gara-gara kalian yang mengintimidasi sahabatku itu sehingga sahabatku ketakutan. terutama kamu!" kata Baby Ly sambil menunjuk ke arah Kakak kembarnya yang bernama Lios. Sedangkan orang yang ditunjuk hanya tersenyum senyum simpul dan tidak menanggapi apa yang dikatakan oleh adik perempuannya itu.
" Hanya satu kata. Kamu itu nyusahin! " kata kakak kembarnya sambil menyapa Om Erik dan om Wong yang duduk di ruang tamu itu bersama dengan adik perempuan satu-satunya itu.
" By the way, Kenapa kalian kok nunggu di sini? Emang ayah sama ibu ke mana?" tanya si kembar kepada Om Erik.
" Ayah dan ibumu lagi mencari menantu dan sedang menginterogasi menantu kesayangannya itu di ruang kerja ayahmu. Emangnya kamu tadi tidak lihat ada dua mobil Alphard di luar? dan kamu tidak lihat itu ada barang segitu banyaknya?" tanya Erik dengan nada mencemooh si kembar karena biasanya si kembar lebih jeli dan teliti dengan masalah-masalah seperti ini.
" Makanya aku juga heran, biasanya Ibu tidak pernah membeli barang begitu berlebihan, bayangkan ini ada tas bermerek ada batu permata ada perhiasan emas tapi itu semuanya asli kan? Eh Menantu.. waitttt... menantu untuk siapa??"teriak Liam dengan suara keras, sampai Lios pun menutup telinganya karena terlalu keras. Sedangkan Wong dan Erik hanya bisa tersenyum smirk melihat Liam dan Lios, dan hanya mengkode dengan lirikan mata kalau calon menantu itu milik baby Ly.
.
.
.
__ADS_1
TBC