
Setelah olah raga pagi yang menguras tenaga dan juga menguras perasaan wk wk Baby dan juga Gustav, mereka pun kelaparan berat dan berkeinginan untuk melakukan sarapan di Resto hotel berbintang 5 itu, mereka tidak menyadari bahwa keluarga dari baby dan juga keluarganya sendiri yaitu Opa dan Oma Hadi masih ada di hotel yang sama.
Mereka turun lewat lift dan masih berasyik mesra.
Dan ketika mereka sampai ke resto, mereka terkejut ketika mereka melihat keluarga mereka masih asyik di sana.
"Ayah dan ibu belum pulang?' tanya Baby melongo melihat keluarganya masih asyik bercanda di hotel bersama keluarganya Gustav juga.
"Astaga ini anak? Emang kamu mau ngusir kami?" tanya ibu dengan nada kesal.
"Iyalah bu! Kan kalau mereka berduaan, dunia serasa milik mereka saja, dan yang lainnya itu ngontrak!" goda Liam dengan nada bercanda melihat adik perempuan satu-satunya itu manyun gara-gara mendengar apa yang dikatakan oleh kakak kembarnya itu.
" Apaan sih, maksudnya Bukan gitu soalnya kan baby nggak tahu kalau kalian masih ada di hotel ini Baby pikir karena kemarin ayah dan ibu maksa-maksa Mas Gustav dan juga baby tinggal di rumah jadi kepikiran nya, ya kalian semua sudah balik ke rumah ! Ehgak tahunya kalian masih ada di sni. Tahu gitu kan baby gak melayani mas Gustav tapi langsung ke sini saja." sahut Baby yang keliwat polos. Lagian bahasanya itu loh! Ambigu banget, bikin orang kan bertanya tanya ...
Gustav auto tersedak karena ia tadi niatannya menagambil jus buah yang disediakan oleh pihak hotel dan baru meminumnya separuh. sehingga ketika mendengar apa yang dikatakan oleh baby, Gustav jadi malu !
Bayangin masa baby ngomongnya terlalu polos tidak mengerti bahwa itu adalah rahasia dapur suami istri yang seharusnya tidak usah diceritakan kepada ayah ibu dan orang lain.
"Ha ha ha, emang baby melayani Gustav kayak apa sih? " goda Lios yang sudah tertawa terbahak bahak sedangkan Gustav hanya bisa mengelus dada karena tingkah istrinya yang lucu, polos, dan terlalu jujur!
"Lios!! Jaga bicara kamu! " tegur ibu Anin yang melihat kalau Gustav wajahnya bak kepiting rebus karena mamerah tentunya karena malu.
" Astaga Sudahlah jangan mengganggu kedua pengantin baru ini karena nanti orang yang biasanya menggoda pengantin baru pas jadi pengantin bakal kena karma lho! Sudahlah Gustav dan baby segera makan karena kalian harus mengisi amunisi buat bikinin kami cucu-cucu yang cantik dan tampan seperti kalian." kata oma Hellen dengan mengulum senyum sedangkan Baby tampak biasa saja di goda oleh kakak kembarnya itu.
Baby sudah terbiasa di bully kakak kakaknya itu, jadi ia tenang tenang saja dan tetap meminum jus buah yang tadi diambilkan oleh Gustav. Bahkan kini ia sudah mulai mengambilkan makanan untuk suaminya dan untuk dirinya sendiri.
" Lalu apa aja yang sudah kalian lakukan tadi malam?" tanya Liam pura pura bodoh, padahal ia sengaja melakukan itu agar Baby mengatakan dengan jujur.
__ADS_1
" Kamu mau tahu aja, kalau kamu mau tahu ya menikah saja dulu, jadi kamu nggak banyak nanya, kepo lu!" ha ha ha yang lain tertawa terbahak bahak, sedangkan Gustav menarik nafas lega karena baby tidak membocorkan rahasia mereka kepada orang orang yang ada di situ.
"Oh ya, tante kamu kirim kado buat kamu, sayang! Dia tidak bisa datang karena suaminya tak mengeijinkan." kata oma dengan nada sumringah.
"Kenapa tante Gustav tidak diijinkan datang?" tanya ibu Anin. Biasalah kalau ibu ibu pasti penasaran dan kepingin tahu kenapa nantinya kusta tidak diijinkan datang untuk melihat pernikahan dari keponakan yang tidak pernah diketahui sejak dari dahulu.
"Ya ini sebenarnya adalah berita gembira dan sekaligus berita menyedihkan, karena ehm yah tantenya Gustav itu kan udah berumur sebnernya, dan baru saja menikah, eh ternyata dikasih rejki sama Tuhan sehingga bisa langsung hamil dalam waktu dekat, jadi suaminya yang over protektif, tidak mengijinkan tantenya Gustav itu untuk kemari dan melakukan penerbangan.Jadi ya gitu deh, dia gak bisa datang!" kata oma Hellen dengam nada gembira. Tadinya Gustav sudah negatif thinking , tapi setelah ia tahu kalau tantenya hamil maka tidak bisa terbang kemari, maka ia sekarang maklum saja.
"Opa sama oma mau kasih kamu hadiah juga, Gus!" kata opa dengan nada riang.
"Tidak usah repot repot opa, Gustav tidak butuh hadiah!" kata Gustav dengan nada datar dan dingin seperti biasanya. Ia hanya hangat klau bersama baby.
"Eh kamu pasti membutuhkan ini untuk mencetak cicit cicit buat opa dan oma." katanya sambil mengeluarkan amplop coklat dan menyerahkannya ke tangan Gustav.
Baby yang melirik pemberian opa menjadi penasaran, kira kira opa kasih apa sih yang bakal ia dan Gustav butuhkan.
Masa cek? Giro? Atau uang? Gak mungkin kan?
"Iyaa kamu dan baby bakal butuh ini supaya bisa bikin ciciit cicit opa dengan lebih fkus lagi." kata opa Hadi sambil menepuk bahu Gustav, memang Gustav saat ini duudk di samping opa, di meja makan besar itu. Gustav dan baby emang nunut nimbrung bersama dengan keluarga baby dan keluarga Gustav. Kan ga enak kalau sampai mereka tidak duduk bareng bareng sama pihak keluarga mereka.
Ternyata baby dan Gustav menerima hadiah berupa tiket open ke pulau Maldives dan juga menginap di resort super private yang hanya dimiliki oleh mereka sendiri. Jadi tentu benar sepreti apa yang dikatakan oleh opa, mereka bakalan bisa sangat fokus membuat anak di Maldives. Sukur sukur bisa langsung jadi adonanya jadi pembuatannya di pulau Maldives.
"Teerimakasih opa dan terimakasih juga oma, buat hadiahnya." kata Baby dengan nada ramah karena Gustav hanya datar saja.
"Hmm iya sayang, semoga kamu suka ya!" kata oma dengan sendu.
"Pastilah oma, Baby suka dengan pulau Maldives, baby pernah kesana sama ayah dna ibu tapi bukan yang super private resort sih." kata baby dengan nada riang. Baby dan Gustav emnag langit dan bumi, tapi Gustav benar benar mencintai Baby, mudah mudahan saja kedekatan mereka itu bisa menjadikan Gustav akan lebih hangat dan juga ramah dengan orang di sekitarnya.
__ADS_1
"Tentu saja kita waktu itu gak mungkin ambil yang super private resort karena itu hanya untuk orang yang bulan madu." ejek Liam dan Lios bersamaan, membuat Baby manyun karena kesal, dan Gustav melirik ke arah Baby serta mengusap kepalanya dnegan sayang, supaya baby gak manyun lagi.
"Kamu jangan godain baby ya, kak!"kata Anin dengan kesal.
"Ha ha ha ha... habisnya baby lucu!" kata Liam sambil tertawa lepas.
"Katanya kamu mau kasih kado juga!" peringat ayah dengan nada kesal melihat Liam dan Lios kayak anak kecil aj kalau sama baby.
"Ini dari kami, adik ipar dan adikku yang lucu!" kata Lios saambil nyengir.
Baby langsung was was melihat saudaranya itu nyengir. Pokoknya merekka berdua itu super jahil kalau sama baby.
"Emang isinya apa?" tanya baby yang mengocok ngocok kotak hadiah yang di berikan oleh kakak kembar nya itu.
"Buka aja!" kata Lios lagi.
Mereka menahan tawa, sebenarnya Valen dan Anin juga penasaran.
"Oke kalau ini isinya kodok atau binatang menjijikan maka aku akan menyuruh suami aku untuk menggetok kepala kalian dengan keras." sungut baby dengan nada kesal.
.
.
.
TBC
__ADS_1
hay readers, kira kira apa ya hadiah si jahil Liam dan Lios?
Jangan lupa untuk keep like dan juga berikan hadiah yaaa, plis plis, ekekekek vote juga ditunggu yes!! Happy reading!!