
Setelah menikmati indahnya pulau Maldives, Mereka berdua pun harus kembali ke dunia nyata karena banyaknya pekerjaan yang harus dilakukan oleh Gustav dan juga Baby yang masih harus kuliah...
Tapi program untuk membuat Gustav junior dan juga Baby junior tetap berjalan dengan lancar.
Karena tidak pun mereka ada di pulau Maldives bagi mereka everyday is honeymoon day.
Dan saat ini Gustav sudah berada di kantornya bersama dengan Ken, asistennya.
"Tuan, ada sedikit masalah." kata Ken kepada Gustav.
"Ada apa lagi?" tanya Gustav dengan wajah datar andalan.
"Ini tentang, ..."
Tok tok tok
Sebelum diijinkan masuk ternyata si pengetuk pintu sudah nyelonong masuk ke dalam ruangan kerja Gustav yang membuat Gustav hanya bisa mengernyitkan keningnya melihat siapa yang nyelonong masuk bahkan sebelum ia ijinkan masuk ke dalam ruangan kerja Gustav.
"Nona Feli? Ada apakah kamu datang ke tempat saya? Bukankah di perjanjian kontrak kerjasama, anda akan diurus langsung oleh Wilhelmina?" tanya Gustav dengan ekspresi heran, apalagi melihat pakaian yag dipakai oleh Feli yang kekurangan bahan.
"Oh aku memang kesini bukan dalam rangka melakukan pekeerjaan kok, aku disini karena mau mengantarkan makanan yang aku masak sendiri, karena aku yakin kalau istri kamu pasti gak bisa masak." katanya sambil mengeluarkan ekspresi menghina yang tampak jelas di wajahnya.
"Apa kamu sekarang sudah berganti profesi sebagai tukang masak, atau buka katering? Deliveri makanan?" tanya Gustav dengan nada sarkas.
"Eh, jahat banget sih perkataan kamu. aku itu berusaha menjadi istri yang baik. Bukankah aku itu sudah lama menyukai kamu?" tanya Feli dengan ekspresi wajah seperti ingin menangis.
"Tapi aku juga sudah lama tidak menyukai kamu." kata Gustav tak terpengaruh dengan drama yang sedang dimainkan oleh Feli.
Gustav tahu persis kalau Feli menyukainya, tapi biasanya ia tidak seberani ini. Bagaimana sekarang jadi berubah?
" Gustav, aku bisa menjadi seperti apa yang kamu mau, kalau kamu ingin aku menjadi seperti Wilhelmina yang memiliki kepribadian berani dan bar bar seperti gadis urakan, aku pun bisa seperti itu. Mungkin kamu ingin gadis yang ekspresif dan sedikit nakal untuk menjadi istri kamu, aku juga bisa!" kata Feli dengan cepat sebelum Gustav mengatakan apa pa. Bahkan Gustav sampai membulatkan matanya mendengar perkataan tak tahu malu yang disampaikan oleh Feli barusan.
"Kamu salah makan obat?" tanya Gustav dengan sarkas.
__ADS_1
"Tidak, ini benar dari hati yang terdalam."
" Kamu minum kapan? Mabuknya kok baru sekarang?" tanya Gustv sambil memegang keningnya yang tib tiba pening karena melihat kelakuan partner bisnisnya yang aneh bin ajaib sekarang. Apakah pertemuan Feli kapan hari sama Baby membuat Feli malah bersemangat untuk menngejarnya? Gustav jadi bergidik ngeri dengan kelakuan Feli.
" Sayang, aku bisa menjadi yang kedua kalau kamu mau...."
"Hah? Kamu jauh lebih tua dari Baby.. ehm maksudku Wilhelmina, bagaimana aku malah mencari istri kedua yang lebih tua dari istri pertama ku? Lagian wajah kamu juga gak lebih cantik dan lebih menarik dari istriku. Apakah aku sudah gila?" tanya Gustav dengan nada kesal mendengar usulan daari Feli yang tidak masuk akal. Siapakah dia? Artis?
"Jadi kalau misal aku operasi plastik bagaimana?"
"Astaga, Nona Feli, kamu pulang saja, karena kayaknya kamu sudah mabuk betulan. Entah kamu minumnya dimana." Gustav sudah over kesalnya, ia mengkode Ken untuk segera mengatasi Feli, dan Ken sudah mengangguk namun tiba tiba perkataan Feli membuat Gustav tertegun.
"Aku tidak akan melepaskan kamu, aku sudah yang lebih dahulu mencintai kamu dan menunggu kamu sampai seperti ini, dan aku gak mau kalau malah gadis ingusan ini yang malah mendapatkan kamu. Aku akan menghancurkan Wilhelmina!" katanya dengan raut wajah mengerikan dan mengesalkan sekaligus.
"Apakah kamu mampu melawan keluarga Weston yang jelas jauh lebih berkuasa dan lebih mengerikan daripada sekedar ancaman yang kamu berikan." kata Gustav dengan tatapan mencemooh.
"Lihat saja kamu akan menyesal dengan apa yang sudah kamu katakan sama aku, kalau kamu mendapati istri kamu yang urakan itu mati mengenaskan." ancam Feli yang tidak terima ketika Ken menghalaunya bagai anak bebek yang keluar dari jalurnya.
"Aku tidak akan peduli dengan semua perkataan kamu, kamu pikir aku tidak bisa mlindungi istriku?Kamu anggap apa aku?" tanya Gustav yang semakin kesal dengan apa yang diungkapka oleh Feli. Tapi di dalam hatinya ia juga bingung bagaimana Feli memiliki keberanian untuk mengatakan semuanya ini, seingatnya kemarin ia takut dengan Baby. Hmmmh ada bau bau mencurigakan ini.
"Nona jangan melemparkan harga diri anda seperti ini. Anda cantik dan kaya, masih banyak laki laki single yang mau dengan anda!" katanya dengan nada datar, menyedihkan melihat wanita yang tidak tahu malu seperti itu.
"Tapi aku maunya hanya sama Gustav!"
"Carilah yang mencintai anda, dan begitu pula sebaliknya..." kata Ken lagi melihat Feli yang dalam kondisi menyedihkan.
"Ingat saja kalau aku tidak akan melepaskan Gustav untuk wanita itu." katanya sambil berlalu pergi.
Saat Ken masuk ke dalam ruangan Gustav lagi, ia melihat kalau Gusatv termenung menatp ke arahnya tapi tak menyadari kalau diirnya bahkan masuk ke dalam ruangan ini, tanda pikirann Gustav lagi berkelana kemana mana.
"Tuan..."
"Menurut kamu apakah wanita itu akan melakukan apa yang di katakannya itu?Dan bagaimana ia sekarang berubah?Ia lebih berani dan terlihat semakin menjijikan." kata Gustav sambil bergidik ngeri.
__ADS_1
"Tuan, rasanya begitulah wanita kalau cemburu dan terobsesi dengan laki laki yang di sukainya." kata Ken sambil mengedikkan bahunya.
"Aku akan menjemput Baby di kampusnya, ingat jangan lupa untuk siapkan beberapa pengawal untuk memantau Baby dari jauh dan dekat. Aku akan bilang sama dia nanti." kata Gustav kepada Ken, dan langsung di anggukin oleh Ken dan Ken langsung menelepon anak buahnya supaya menjaga Baby agar tidak terjadi masalah.
Gustav langsung berangkat dari kantornya ke kampus Baby, menjemput sekaligus mengajaknya ke rumah besar keluarga Weston yang memang sudah memberitahu mereka agar mampir ke rumah besar keluarga Weston.
"Halo baby, ini mas sudah sampai di kampus kamu..."
"Loh emang kenapa?"
"Kok kenapa sih?Kan katanya mau ke rumah ayah dan ibu, inget ayah meminta kita untuk datang ke rumah ya... kamu gak lupa kan?"
"Yahhh, aku lupa, mas!Baiklah, aku akan segera bersiaap." kata Baby dengan nada terburu buru.
"Aku sudah di depan kampus kamu ya, aku tunggu di parkiran." kata Gustav sambil mengakhiri panggilan teleponnya dan segera keluar dari mobilnya.
Langsung aja Gustav menjadi pusat prhatian umum, bayangkan saja, wajahnya yang tampan menggunakan sunscreen warna hitam, dan juga gayanya yang maskulin membuat para gadis yang ada di kampus langsung auto mereka mencoba untuk menggoda Gustav dan mengajak berkenalan, apalagi mobil yang dikenakan oleh Gustav adalah Maybach yang harganya bunyinya sudah M.
Baby yang mlihat Gustav didekati gadis gadis yang ingin berkenalan, langsung pasang benteng pertahanan serta mendekati suaminya yang di kerumuni gadis gadis muda yang keganjenan,
"Apa apaan nih?" tanya Baby yang memasang wajah juteknya.
.
.
.
TBC
hai readers
welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa
__ADS_1
Hadiah dan vote jug ditungguuu.... Happy reading!