Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 6.


__ADS_3

Hari ini bakal up 2 episode dulu ya, besok bakal keluar per episode lagiiii, Jangan lupa untuk like dan favorit ya. Thank you!!


***


Valen hanya diam dan berdiri di belakang istrinya, ia


tadi membesarkan hati  istrinya dan


mengatakan kalau istrinya pasti bisa mendapatkan tender kontrak yang diajukan


oleh Mahkota Horeka, agar istrinya tetap memilih untuk mempertahankan dirinya,


toh Mahkota Horeka itu adalah milikinya , bahkan Weston pun bakal menjadi


miliknya. Jadi dia bisa menjamin kalau Mahkota Horeka pasti memberikan tender


kontrak itu kepada istrinya.


Tetapi tentu saja papa dan mama Anin tidak setuju dengan


keputusan Anin yang mau saja menuruti omongan suaminya yang tidak berguna itu


untuk memberotak kepada keluarga ya termasuk nenek dan papa-mama nya. Sehingga


dari sejak mereka meninggalkan pertemuan sampai pagi hari ini, mulut mereka


masih saja nyinyir.


“ Nin, mestinya kamu jadi orang jangan bodoh, bagaimana


bisa kamu membuang permata demi mempertahankan laki laki tak berguna macam


suami kamu ini?” sindir papa Anin dengan nada sarkas sambil melirik ke arah


menantunya yang masih dengan santai duduk di meja makan menunggu dirinya di


ambilkan makanan oleh istrinya.


Sedangkan Anin yang sedang mengambilkan sarapan nasi goreng


untuk suaminya hanya bisa menghela nafasnya dengan kasar karena lelah mendengar


omelan orang tuanya yang tidak berhenti  dari sejak pertemuan keluarga di hotel Bagaskara


kemarin.


“Pa, bisa gak sih kalian itu percaya sama Anin? Anin juga


lelah kalau terus menerus disalahkan oleh kalian padahal Anin tidak berbuat


salah.” Desah Anin kesal menahan semua perasaan kacau di hati nya, jujur ia


juga ga  terlalu yakin apakah ia bisa


memenangkan tender itu, ia hanya bermodalkan percaya saja dengan suaminya,


karena ia berprinsip kalau berkah istri itu ada di dalam suaminya.


“Justru karena sebenarnya kamu itu sudah berbuat salah


tanpa kamu sadari, kami sebagai orang tua harus mengingatkan kamu. Terimalah


pernikahan dengan pemilik Adjie Husada hospital. Dan kamu akan bisa memenangkan


tender itu dengan mudah.” Kata mama Anin dengan halus, ia juga kasihan dengan


anaknya ini, mengapa keluarganya tertimpa hal seperti ini, pastinya ini karena


Vqalen si pembawa sial, Valen juga menatap istrinya dengan iba dan juga rasa


sayang, ia pastikan kalau istrinya akan mendaptakan tender itu, ia ingin


istrinya mendapatkan semua yang terbaik, setelah selama ini istrinya selalu


disalahkan dan menjadi bulan bulanan karena membela dirinya, ia sangat


bersyukur punya istri seperti Anindiya.

__ADS_1


  “Valen yakin


kalau Anin pasti bisa mendapatkan kontrak itu kok! Yang semangat ya, Nin!” kata


Valen dengan nada datar, tapi ia ingin membesarkan hati istrinya yang ia yakini


cukup down karena terus menerus diserang untuk tetap menikah dengan Andrew


sialan pemilik Adjie Husada itu.


“Dasar laki laki gak berguna, kerjanya hanya membuat


istri dan keluarga istrinya menjadi susah!! Ini semua gara gara kamu yang


menjadi biang sial dari semua permasalahan keluarga kami, sampai nenek kesannya


selalu membela There!” kata mama Anin dengan kesal.


“Ma, sudah cukup!! Kita tidak bisa menjadikan kak Valen


jadi kambing hitam dari semua masalah kita dong! Lagian ini emang maunya Anin supaya


Anin bisa membuktikan kalau Anin dan keluarga kita tidak bisa di pandang rendah


sama nenek!” bela Anin kepada orang tuanya, ia tetap menghargai suaminya yang


selalu dianggap buruk oleh papa dan mamanya.


“Lihat saja kamu, Nin! Kamu gak bakalan bisa mendapatkan


kontrak itu dan kita, terutama kamu harus meninggalkan keluarga ini karena


diusir oleh nenek! Kamu akan kehilangan warisan yang seharusnya menjadi jatah


kamu.” Kata mama dengan geram, ia membanting sendok dan garpu yang ia pegang


dan meninggalkan meja makan dengan cepat karena sudah merasa kesal melihat


anaknya yang tetap tidak mau menuruti keinginannnya untuk menikah dengna


Andrew, padahal kalau senadainya ia menikah dengan Andrew, hidup Eka dan


 Anin hanya bisa


mendesah kesal, ia sudah kehilangan selera makannya karena tatapan tajam


papanya juga sudah membuatnya tertuduh. Sedangkan Valen hanya diam dan juga


tidak melanjutkan makan nasi gorengnya karena merasa kasihan dengan istrinya,


tangan kanan Valen sudah mengepal dan tangan satunya di buatnya untuk


menggenggam tangan istrinya yang ada di sampingnya untuk sekedar memberinya


kekuatan menghadapi orang tua yang brengsek macam papa Eka dan istrinya. Valen


heran bagaimana kedua orang tua yang seperti mereka bisa melahirkan anak yang


seperti Anin yang berhati malaikat.


“Papa heran sama kamu, apa sih bagusnya Valen sampai kamu


membelanya mati matian kayak begini?” tanya papa dengan wajah sendu, ia tidak


tega kalau anak gadisnya ini bakal tersisih dari keluarga Bagaskara, terutama di


hadapan mamanya sendiri, yaitu nenek Arka.


“Anin akan berusaha, Pa!Kalau emang Anin kalah dan harus


pergi, Anin rela kok pa! Rasanya keluarga ini tidak pernah memberi Anin


kesempatan yang baik dan selalu membuat Anin jatuh sebelum berusaha.” Curhatnya


lirih, tapi papanya malah melirik sinis kepadanya dan kemudian berkata.


“Tanyakan kepada suami kamu itu, apakah dia pernah

__ADS_1


memberi kontribusi? Selain hanya menikmati makan gratis di rumah mertua dan


memerah keringat kamu agar dia bisa bersantai dirumah ini!” kata papanya sambil


membanting sendok dan mengikuti jejak mama Anin untuk segera berlalu dari


hadapan Valen dan Anin karena ia muak dengan pembelaan Anin terhadap menantunya


yang tidak berguna itu.


Valen menarik tangan Anin yang ia genggam dan memeluk


tubuh istrinya dengan lembut dan menepuk bahunya memberi ketenangan dan


kekuatan. Anin jarang sekali menikmati keintiman dengan suaminya, bahkan selama


ini, suaminya pun tidak pernah meminta haknya kepada dirinya. Pelukan suaminya


ibni memberi kenyamanan yang berbeda, Anin mersa lega ada Valen di sampingnya.


“Jangan takut, kamu pasti bisa mendapatkan kontraknya,


kamu mesti percaya dengan dirinu sendiri.” Kata Valen membesarkan hati istrinya


itu. Kepala Anin yang bersandar di dada suaminya hanya bisa mengangguk saja.


“Mas, aku akan beresin meja dulu, mas siap siap di luar,


untuk mengantar dan menemani aku kesana, kamu mau kan mas?” tanya Anin sambil


mendongak kea rah suaminya, karena Valen jauh lebih tinggi dari Anin, jadi Anin


mesti mendongak kalau ngomong sama suaminya.


“Iya, aku akan anterin kamu!”kata Valen sambil mengusap


kepala istrinya.


“Siapkan mobilnya ya, mas!’ kata Anin sambil membereskan


piring piring di meja makan, ia menolak saat Valen menawarkan untuk membantu


dirinya. Mobil yang saat ini dipakai Anin adalah mobil inventaris dari hotel


Bagaskara. Valen langsung melaksanakan apa yang di perintahkan oleh istrinya


tanpa banyak bertanya.


Tapi sesampainya ia di garasi, ia langsung menelepon ibu


Susan selaku wakilnya di Mahkota Horeka, Valen memberitahukan kalau sebentar


lagi istrinya bakal datang kesana dan menyerahkan tender kontrak 1 milliar itu,


dan Valen sudah memperingatkan bu Susan agar tidak mempersulit istrinya yang


bernama Anindiya dan langsung menyiapkan kontrak sekalian pengesahannya berikut


liputan oleh media cetak dan media online untuk meliput penanda tanganan


kontrak itu yang akan di lakukan pada hari inijuga.


Tentu saja  bu


Susan tidak akan bisa berkata tidak pada permintaan bos besarnya itu, setelah


menyelesaikan semuanya dengan bu Susan, Valen langsung bergegas mematikan


sambungan ponselnya takut kalau kalau istri nya mendengar, karena bagaimana pun


kenyataan tentang dirinya sebagai pimpinan di Mahkota Horeka masih ia


sembunyikan dari publik dan juga istrinya.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2