
Gustav pingin nyerang, tapi takut kalau ayah Valen dengar.
" Kamar kamu ini kedap suara ga?" tanya Gustav sambil celingak-celinguk ke kanan dan ke kiri, memastikan bahwa saat ini adalah benar-benar aman untuk mencari kata buruan yang ada di depan mata.
" Kedap suara gimana maksudnya?" tanya baby yang sama sekali tidak pernah mengerti masalah kamar kedap suara atau tidak, bahkan mungkin Baby juga ndak tahu fungsinya kamar kedap suara itu apa coba?
" Misalnya nih kalau kamu teriak dari kamar sini menuju keluar itu kira-kira orang di luar pintu itu tahu atau tidak?" tanya gustav lebih mendetail kepada baby karena dia tahu pasti baby ini kurang memperhatikan hal-hal seperti ini.
" Ya tahulah!" kata baby sambil memiringkan kepalanya tanda dia tidak mengerti apa sih sebetulnya maksud dari pertanyaan suaminya itu.
Sedangkan suaminya sudah bisa menarik kesimpulan bahwa kamar milik istrinya itu tidak kedap suara.
Lalu gustav sedikit curiga karena dia seperti mendengar suara orang yang berbisik-bisik di depan pintu kamar milik istrinya itu namun dia tidak berani suuzon karena tidak mungkin kan kalau ayah mertua dan ibu mertuanya malah menguping di depan pintu kamar dari anak perempuannya itu?
Tapi untuk membuktikan teori yang dia percayai maka Gustav langsung mencari kimono mandi yang biasa dipakai oleh mereka dan ditaruh di kamar mandi.
Sedangkan istrinya tambah kebingungan ngapain suaminya itu memakai kimono? Dia kan jadi gak bisa sentuh-sentuh seenaknya tuh perut kotak-kotak milik suaminya karena sekarang ditutupin!
Keheranannya tambah memuncak ketika melihat Gustav tidak berjalan kearah dirinya namun malah berjalan ke arah pintu keluar kamarnya.
Tapi dia membiarkan saja Gustav melakukan apa yang diinginkan karena baby sama sekali tidak mengerti apa sebenarnya yang ada di dalam otak suaminya itu.
Lalu Gustav membuat gesture supaya si baby diam dengan menaruh jari telunjuknya di bibir milik suaminya kemudian Gustav meng hitung 1-3, lalu gustav membuka pintu kamar baby dengan cepat sehingga orang yang ada di balik pintu kamar milik baby itu terjatuh berjamaah.
" Ayah, ibu, kakak? Ngapain kalian berada di luar kamar baby?" tanya baby yang kebingungan melihat keempat orang yang tumpang tindih di bawah gara-gara pintu kamar baby dibuka secara tiba-tiba.
Keempat orang itu tadi sedang menguping di depan pintu kamar baby sehingga tanpa sengaja ketika dibuka pintunya mereka berempat yang sudah tidak ada sandaran yang berarti, sehingga mereka jatuh saling menimpa dan yang paling dibawah adalah Liam dan Lios.
" Aduhhh ayah bangun dong! Ibu juga kegencet nih!"
__ADS_1
" Ibu itu kegencet apanya, aku kan paling bawah, nih wajah tampanku jatuh di karpet. Untung aja ini ada karpet kalau ga,wajahku pasti udah bonyok ini." protes Lios tak terima.
" Gundulmu itu! Yang paling parah itu aku! Kamu menimpa aku nih! Geserrrr!!" kata Liam sambil mendorong semua orang yang menimpa dirinya lalu Ayah Vallen juga Ibu Anindya segera bangun terlebih dahulu dan menolong Lios supaya Liam bisa bangun kemudian.
" Ayah, ibu, kakak? Baby nanya ya kalian itu lagi apa ada di luar kamar baby.?" tanya baby sambil melipat kedua tangannya di dada dengan wajah menahan marah karena malu sama suaminya. Ya ampun keluarganya ini nemer bener gak.ada akhlak!! Masa nguping sih?
Sedangkan suaminya hanya melihat drama yang di depannya itu dengan tersenyum, karena sesungguhnya kejadian itu sangatlah lucu. Bahkan gustav sudah ingin tertawa terbahak-bahak karena mereka berempat kena gap oleh gustav.
Ya itu salah mereka sendiri mau nguping, kok malah bisik bisiknya aja keras banget!!
Untung saja telinga gustav itu sudah terbiasa untuk mendengarkan hal-hal seperti itu karena terlatih di bagian beladiri yang memang membutuhkan ketajaman pendengaran.
" Ehm itu, ehm aku disuruh ayah!" kata Liam dan Lios kompak.
Baby menatap kedua Kakak kembarnya itu dengan tatapan curiga dan tatapan menyelidik Ayah Vallen aja ada di sini ngapain dia nyuruh Liam dan Lios?
Sebenarnya Baby juga curiga dengan ayah dan ibunya, ngapain coba mereka ada di depan kamarnya? Pasti ada sesuatu! Dygaan sementara baby adalah mereka ingin menguping kondisi keadaan kamar milik baby ini.
" Oh ayah dan ibu cuman mau menyuruh kakak-kakak kamu ini untuk memanggil kalian supaya bisa makan malam bersama-sama dengan kita hanya itu saja sih tapi karena mereka tidak balik-balik maka kita memutuskan untuk menyusul dan menemukan mereka masih ada di depan pintu kamar kamu sehingga ayah dan ibu bergabung." jelas ayah dengan gugup. Ha ha ha baru kali ini ayah merasa gugup. Jatuh tengsin ya kalau sampai ketahuan kalau diri mereka ini niatnya mau nguping keberadaan Gustav di dalam kamar anaknya ini.
" Maksudnya ayah dan ibu bergabung mau ikutan nguping apa yang baby ama mas Gustav lakukan?" tanya baby dengan cepat masih dengan nada sarkas dan sinis.
" Eh ga baik menuduh tanpa bukti. Ayo sekarang Gustav dan kamu siap siap! Kita mau makan malam bersama." kata ayah sambil menarik ibu untuk turun terlebih dahulu sebelum dituduh lagi oleh anak perempuannya itu. Ayah Valen sengaja menghindar karena dia malu kalau sampai ketahuan Gustav bahwa mereka tadi memang sedang menguping apa yang dilakukan Gustav sama baby di dalam kamar.
" Baik ayah.." kata Gustav sambil menahan tertawa dan menggigit pipinya keras-keras supaya dia tidak kelepasan untuk mengetahui akan keluarga dari istrinya itu.
Gustav sengaja diam saja karena tidak ingin mempermalukan mertua dan kakak ipar nya itu dan membiarkan mereka semua lolos begitu saja.
Untung saja tadi Dirinya belum melakukan apa-apa sama Baby kalau tidak pasti dirinya ketahuan dong lagi ngapa-ngapain istrinya. Padahal sebetulnya ia sah-sah saja bagi dirinya untuk mengajak baby melakukan apapun yang berbau dewasa 21 plus-plus.
__ADS_1
" Mas, mereka tadi sengaja mau ngintipin dan nguping apa yang kita lakukan di dalam kamar ini." kata Baby sambil merajuk manja, setelah ke empat orang itu turun ke bawah dan Gustav kembali menutup pintu.
Tersemburlah tawa yang begitu keras dari bibir Gustav yang sedari tadi sudah tidak tahan untuk menyemburkan tawanya karena melihat bahwa keluarga dari istrinya itu sangat lucu.
Dan sejujurnya ini menjadi hiburan tersendiri bagi gustav yang selama ini hanya hidup sendirian dan tidak pernah melihat adegan-adegan seperti ini terjadi di dalam keluarganya.
Ya karena memang dirinya tidak memiliki ayah ibu ataupun saudara yang lainnya, yang bisa melakukan hal-hal intim sebagai saudara seperti yang dilakukan oleh keluarga Weston ini.
" Kenapa malah ketawa sih?" tanya baby dengan nada gusar.
" Nggak papa sih! Sebenarnya aku ini melihat bahwa keluargamu itu sungguh kompak dan juga sangat lucu. Jadi aku senang aja sampai ketawa-tawa seperti ini. Kamu tahu enggak ? Mas tidak pernah tertawa sebebas ini, dan karena melihat keluargamu yang lucu, mas jadi ikut tertawa dan sangat terhibur! Terima kasih karena kamu sudah melengkapi Mas dengan memberikan keluarga yang luar biasa buat Mas!" katanya sambil memeluk baby dan mengecup keningnya dengan rasa sayang yang besar. Baby balas memeluk tubuh atletis suaminya serta meletakkan kepalanya ke dada suaminya yang pelukable. Lalu menyusupkan tangan mungilmya ke dalam kimono suaminya dan merabanya dengan seduktif.
" Arghhh, baby!!"
.
.
.
TBC
Nakal emang nih baby, gak tahu ya kalau nuruninnya butuh usaha yang keras dari Gustav? Apalagi sudah mau diajak makan malam! Lihatlah pembalasan Gustav di malam pertama nanti, baby!
Readers, next episode pesta dulu, jadi disimpen dulu mupengnya kalian ya.
Jangan lupa untuk beri koin, gift, vote, like yang banyak. Nah, karena prosesi pestanya masih besok. Makanya thor kasih te pe te pe dulu ya alias ( Tebar Pesona buat Gustav dan Baby agar saling mengenal tubuh masing masing.. wk wk wk )
Kalau karya author naik lagi levelnya... takasih momen yang superrrrr special. oke.. ditunggu komen dan koin serta giftnya yang banyakkkkk, happy reading!!
__ADS_1