
" Apa?" jerit baby yang shock mendengarnya.
" Kamu gak mau?" tanya ayah Valen dengan nada datar andalannya.
" Mau lah!" sahut baby yang sontak membuat orang-orang yang ada di sana khususnya Gustav dan keluarganya menjadi tertawa terbahak-bahak karena ekspresi wajah baby yang lucu dan menggemaskan.
" Dasar orang sukanya pencitraan!" kata kakak kembarnya dengan nada sinis.
Baby hanya mencebik saja dan sama sekali tidak membalas ucapan dari kakaknya, mungkin dirinya terlalu gembira dengan kenyataan bahwa sebentar lagi dirinya akan bisa menikmati secara bebas ciuman hot dari seorang Gustaf Alexandro Dimitri.
Maaf maaf ya namanya juga anak muda zaman now yang sukanya nonton film-film Korea yang romantis romantis. Di situ kan pasti ada saatnya di mana baby juga kepingin seperti orang-orang lain dan teman-temannya yang lain yang bisa dengan bebasnya menikmati ciuman bersama kekasih mereka.
Tapi kalau nanti Gustav hanya dalam posisi sebagai kekasih dijamin Gustav bakal di kejar pakai golok sama ayah Vallen kalau berani melakukan cicitip, alias cium cium tipis seperti itu dengan anak perempuan satu-satunya.
" Baby!!!" sentak Anindya dengan suara yang 1 tone lebih keras daripada biasanya membuat baby menjadi sedikit kaget dengan suara dari ibunya itu.
" Hah? Apa?" tanya Baby Ly dengan gugup.
" Apa sih yang kamu sedang pikirin? Saat ini kemarin nggak boleh nikah sama Gustav, kamu marah-marah lalu diam saja, sampai malam juga nggak mau makan malam! Sekarang sudah diijinin menikah sama gustaf juga masih diam saja, sebetulnya mau kamu itu apa apa sih yang kamu lamunin jangan-jangan kamu melamun yang tidak-tidak ya?" Tuduh Anin dengan nada lirih, biar Gustav dan keluarganya yang sedang berbicara dengan ayah Vallen tidak mendengar apa yang menjadi percakapan dari ibu dan anak itu.
" He he he enggak sih bu! Emang jadinya nikahnya kapan?" tanya baby sambil cengengesan, kepada ibunya untuk sekedar mengalihkan perhatian ibunya agar tidak terlalu bertanya tentang apa yang saat ini dia pikirkan. Bisa heboh nanti kalau ibunya tahu saat ini dia memikirkan malam pertama! Beginilah tingkah orang yang terlalu dikekang, jadi pemikirannya itu kemana-mana karena tidak pernah diberitahukan mana yang benar.
Mungkin yang paling benar adalah rasa ingin tahu dari Wilhelmina chalyondra Weston terlalu tinggi berbanding terbalik dengan pengetahuan yang diberikan Anindya sebagai seorang ibu dan juga pengetahuan tentang kehidupan setelah menikah yang diberikan oleh ayah Vallen.
__ADS_1
" Kamu gak usah nikah dulu aja ya, beb!" usul ibu dengan nada sendu. Kayaknya dia baru saja melahirkan baby sekarang udah mau menikah saja dan tinggal pisah rumah dengan dirinya.
" Ibu ngomongnya jangan gitu dong nanti baby juga jadi sedih, baby janji kalau sudah menikah juga aku sering-sering pulang ke rumah. Lagian baby juga belum bekerja paling cuma ngelanjutin kuliah saja!" kata bibi juga turut Sedih ketika melihat ibunya yang berwajah sedih karena harus berpisah dengan dirinya.
" Sayang, pihak keluarga dari gustaf sudah mengurus semuanya, jadi nanti kita hanya tinggal menunggu untuk fitting baju 2 hari lagi dan juga untuk kepentingan cek tempat pesta itu saja. Lis kamu hanya tinggal di Basrah kan kepada pihak wedding organizer supaya mereka yang akan menuliskan satu persatu Nama dan alamat nya. begitu pula dengan pengantaran undanganmu mereka yang akan dilakukan tiga hari lagi. Ayah sih menyarankan supaya tidak terlalu banyak mengundang tamu agar tidak terlalu ribet! Gimana Menurut kamu?" tanya ayah Vallen menceritakan detil apa saja yang tadi dibicarakan dengan Gustav dan juga kedua sesepuh dari keluarga Wijaya.
" Aku sih pasrah aja dengan pengaturan dari kamu dan juga mereka, yang penting kenyamanannya si baby aja. Lalu nanti kalau masalah tempat tinggal berarti mereka akan tinggal di rumah besar Gustav kan? tapi kalau boleh Ibu menyarankan setiap 1 minggu sekali kalian bergantian untuk tinggal dirumah besar dari Weston dan juga di tempat bapak ibu Wijaya?" kata ibu Anindya yang belum-belum sudah membahas masalah tempat tinggal itu semua karena dia memikirkan bahwa dirinya sebenarnya belum siap untuk melihat baby tinggal jauh-jauh Dari Dirinya Walaupun dia juga tahu dan paham bahwa baby itu sudah gede dan sudah waktunya untuk bisa berdiri diatas kaki nya sendiri ketika dia sudah menikah! Padahal ibu Anindya itu tidak pernah merasakan seperti ini sebelumnya, perasaan dimana dirinya begitu merasa kehilangan saat baby nantinya tidak tinggal di rumah besar Weston lagi.
Ibu Anindya merasakan galau karena harus tinggal jauh dengan anak perempuan satu-satunya tapi berbeda terbalik dengan baby yang merasa bahagia sekali karena dirinya bisa tinggal berpindah-pindah dan lebih bebas. Baby merasakan bahwa kebebasan dari baby sudah di depan mata, entah bagaimana nantinya karena di sini Gustav juga harus pegang peranan di mana baby tidak boleh terlalu bebas juga.
Setelah selesai perbincangan Antara Gustav dan juga tuan Weston, maka keluarga Weston segera menjamu keluarga dari Gustav yaitu Opa Hadi dan juga Oma Helen.
Mereka sarapan pagi bersama dan juga memperbincangkan hal-hal yang nantinya akan mereka lakukan bersama dalam rangka pernikahan Gustav dan juga baby yang tinggal menghitung hari saja.
Gustav dan juga baby saling berpandangan tidak berani terlalu terang-terangan namun saat gustaf akan pulang Ayah Valen memberikan kesempatan bagi baby dan juga Gustav untuk berbincang berdua di taman belakang. perbincangan itu itu maksud Vallen adalah seputar pernikahan karena di hari H minus 2 hari sebelumnya, Gustav dan juga baby sudah tidak perlu lagi bertemu baik melalui video call atau pun langsung.
" Bagaimana kamu senang?"
" Tentu saja senang." kata Baby dengan cepat.
" Kenapa kamu akhirnya kamu mau menikah dengan kamu." baby tampak berpikir dulu sebelum berkata-kata karena dia takut kalau dirinya sendiri akan menjatuhkan nama baiknya sendiri saat dirinya menjawab bahwa dirinya mau menikah dengan Gustav gara-gara ciumannya yang hot.
" Wkwk apa ya? Karena kamu tampan?" astaga jawaban apa itu baby!!! Gustav menaikkan alisnya dengan tatapan menyelidik.
__ADS_1
" Kamu sendiri kenapa?" tanya baby dengan nada menyelidik karena dirinya tidak terima ditatap sedemikian rupa oleh Gustav.
" Karena hatiku berdebar saat bertemu dengan kamu!"
Ciehhh!! Si datar Gustav sudah pintar merayu.
Kira kira jawaban baby apa ya?ðŸ¤ðŸ¤
.
.
.
TBC
Guys, masuk acara promo dulu dengan buku baru yang sudah author bikin yaitu Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
ayo kasih favorit, like, vote dan juga hadiah.
Plis tolongin thor, itu cerita lagi dalam pantauan para editor, jadi tolong bantuannya ya....untuk memfavoritkan. mengelike dan juga memberikan vote serta memberi hadiah.
__ADS_1