
" Ya sudah! Gak jadi nikah!" kata Ayah Valen dengan nada enteng.
" Eh .. jangan jangan jangan calon ayah mertua! Saya sanggup.. gak apa apa, saya sanggup! " kata Gustav menghiba kepada ayah Valen, bahkan sekarang dengan lancangnya manggil Valen dengan sebutan ayah mertua. Batinnya, dia tinggal selangkah lagi direstuin kok.
" Jangan mau! Masa kamu mau jadi Bandung Bondowoso?" astaga Baby Ly masih menekuk wajahnya tanda ia tidak setuju dengan ayahnya.
Sedang orang yang menunggu disitu gregetan melihat drama itu ga ada juntrungannya. Anak perempuan dari tuan Valen itu memang benar-benar keras kepala hampir sebelas duabelas sama ayahnya.
" Sayang, aku gak apa apa kalau seandainya ayah mertua meminta pulau permata, toh itu juga akan menguntungkan kamu juga. Bayangkan kalau pulau itu dibuat Resort, tempatnya itu sangat indah dan cocok dibuat sebuah resort. Ayolah, sayang! " Kata Gustav sambil memegang kedua pipi baby Ly dan menggoyang goyangkan kepalanya sampai bibir baby Ly sampai monyong monyong.
Valen yang melihat adegan itu malah semakin yakin akan keputusannya. Astoge, anak yang ia sayangi, malah sekarang bertekuk lutut dan juga luluh kepada seorang laki-laki lain yang bernama Gustav. Valen merasa kesal dan juga cemburu karena anak perempuannya, yang seharusnya cinta pertama baby Ly adalah untuk ayahnya, namun sekarang malah takluk hanya kepada seorang Gustav.
" Ayo baby Ly, kalau kamu emang tidak mau menikah dengan laki laki itu dengan syarat yang ayah katakan, kita pulang saja! Ibu kamu pasti sudah menunggu." kata Valen yang melihat anaknya sedang mempertimbangkan apa yang Guatav katakan tadi. Entah apa yang sedang mereka bicarakan melalui kode kode kerlingan mata dan juga gestur tubuh. Tapi dengan melihatnya Vallen langsung memutar bola matanya dengan kesal, masa baru kenal 2 hari aja udah bisa Sehati?
" Ayo, mau nunggu sampai kapan? Sampai kucing tetangga melahirkan?" tanya Vallen dengan nada tegas.
" Baiklah!" sahut anak perempuannya itu dengan nada lesu.
" Baiklah apa?" tanya Vallen meminta ketegasan penuh dari anak perempuannya itu.
__ADS_1
" Baiklah aku akan menuruti apa yang menjadi keinginan ayah! Toh Gustav memiliki banyak pulau untuk ayah porotin!" sahut anak perempuannya itu dengan sarkas dan sinis, sambil melirik kearah ayahnya yang santai-santai saja dengan Tatapan yang sangat tajam. dia benar-benar tidak mengira, ayahnya minta mahar pulau!
" Yesss! Makasih sayang. " kata Gustav sambil mencium kening baby Ly dengan sayang. Vallen tambah seperti kebakaran jenggot melihat kemesraan yang ditampilkan oleh kedua sejoli itu.
" Astaga ini anak dua. Kalian itu belum sah dan belum menikah. Kok bisa melakukan hal itu?" tanya Valen dengan geram, melirik calon mantunya dengan gemas. Vallen, Erik, dan juga wong ingin segera menyelesaikan masalah ini di rumah besar milik Tuan Vallen karena rencananya Gustav harus melamar ulang anak perempuan satu-satunya itu dihadapan Anindya Bagaskara sebagai hakimnya.
"Ha ha ha maaf ayah mertua.. terlampau senang!" kata Gustav sambil memeluk baby Ly dan mengajaknya keluar. Valen dan Erik serta Tuan Wong hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya karena kemungkinan si Gustav ini bakal menjadi rival yang sangat sengit dari seorang Valendra Weston.
Tapi bagaimana dengan ibu Anindya Bagaskara?
Gustav langsung masuk kedalam mobil sport miliknya bersama dengan Nana, karena Nana menolak untuk bersama di dalam satu mobil dengan ayah Vallen, alasannya dengan ayah Vallen adalah ingin membangun chemistry dengan calon suaminya itu.
" Halah, Kalau cuman mobil harga 1 miliar atau 2 miliar itu kecil buat seorang keluarga Weston ." katanya dengan sedikit sombong , tapi kemudian dirinya harus jatuh harga diri karena Erik tertawa terbahak-bahak disertai dengan guling guling karena melihat Vallen yang bener-bener kudet .
" Harga mobil calon menantu mu itu bukan satu miliar atau 2 miliar, tapi 15 miliar. Ha ha ha .." sedangkan Tuan Wong hanya bisa mengulum senyumnya karena ia tidak tega mengata ngatai Ayah Vallen yang saat ini mungkin sedang terpuruk melihat Kekayaan calon menantunya itu mungkin jauh lebih besar daripada kekayaan keluarga Weston, berbeda dengan Erik yang memang sifatnya lebih cablak dan apa adanya.
" Halah, 15 miliar juga kecil buatku. Besok aku beli 10 biji juga bisa." kata Vallen dengan nada panas. ketika Vallen berkata-kata seperti itu bukannya mendapatkan pujian dan rasa hormat dari teman-temannya namun mendapatkan pelecehan dan juga hujatan dari kedua sahabatnya itu.
" Anindya pasti tidak akan setuju kalau kamu menghambur-hamburkan uang untuk hal-hal yang tidak perlu seperti itu kan. Anindya itu sudah baik, memberi pengarahan yang terbaik! Agar kamu jangan menjadi seperti Gustav, calon menantu mu itu! masa beli mobil 10 biji harga miliaran Emang yang pakai siapa?" kata Erik menirukan kata-kata yang biasa diperkatakan oleh Anindya Bagaskara. Mungkin semua orang yang sudah baca tentang Anindya pasti tahu kalau Anindya Bagaskara itu orangnya itu Low Profile walau dirinya anak orang kaya.
__ADS_1
Luluhlah hati Valen setelah memikirkan hal yang disebutkan oleh Erik, bahkan dirinya langsung adem seketika. Anindya memang memiliki pengaruh yang sangat besar atas Vallen. Anin selalu bisa membuat hati Vallen yang panas tadi bisa adem seketika karena perkataan bijaksana yang diutarakan dari bibirnya yang lembut dan anggun.
" Iya, Anin memang sungguh sangat luar biasa!" kata Valen sambil menerawang jauh memikirkan istrinya yang saat ini sedang di rumah.
" Sudah enggak usah mikirin Anindya terlebih dahulu, sekarang Yang penting kamu memikirkan Gustav! Sebenarnya apa yang ada di dalam pikiranmu sehingga kamu meminta Pulau kepada Gustav?" tanya Tuan Wong yang penasaran dengan permintaan Valen yang di luar pemikirannya.
" Sebenarnya aku dulu itu pernah memberikan proposal kepada kakek Dimitri sebelum aku bertemu dengan Gustav. Dan sejujurnya proposal yang aku berikan kepada kakek Dimitri itu ditolak mentah-mentah oleh keluarga Dimitri. Mungkin salah satunya yang menolak adalah Gustav. Setahu Revan yang ada di dalam struktur kepemimpinan proyek-proyek Dimitri dan juga harta kekayaan Dimitri hanyalah kakek Alexander noxa Dimitri dan juga Gustav Alexandro Dimitri. Mereka menolak tanpa memberikan alasan kenapa mereka tidak mau kita bekerja sama. Padahal proposal itu justru menguntungkan mereka dan aku hanya mengambil untung 45% dari total pendapatan yang akan dihasilkan dari kerjasama tersebut. Itulah yang sedang aku selidiki sekarang melalui permintaan maharku kepada si gustav ini. Apakah sebenarnya dia tahu? ataukah dia memang benar-benar tidak tahu!" Jelas Ayah Vallen dengan tegas. Karena baginya sangat mencurigakan seorang bisnisman besar namun menolak sebuah proposal yang bernilai lebih tinggi daripada nilai pulau tersebut.
.
.
.
TBC
Hai guys maaf baru bisa up. Gimana? enaknya diceritain sama Valen gak nih? Apa boleh nikah kalau tahu Billi adalah papa tirinya? Komen ya guys.
Eh jangan lupa untuk trus kasih like, gift dan vote... ini penting bangetttt!! Semuanya gratis, kalau baca pasti dapet poin... kalau nanti ini banyak yang kasih hadiah, takasih up.. beaok crazy up.. beneran!! wkwkwk makanya langsung kasih hadiah ya... bunga juga ga pa pa.
__ADS_1
Happy Reading!!