Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 54.


__ADS_3

Keesokan harinya, Anin dan Valen mengikuti acara rapat gabungan dari mahkota horeca dan Bagaskara grup karena 2 perusahaan itu akan dimerger dengan nama baru mahkota horeca Group.


Acara ini diselenggarakan oleh Revan atas persetujuan Vallen yang hendak mengangkat Anindya sebagai CEO baru di Mahkota horeca grup.


Karena 75% dari kepemilikan saham itu adalah milik Vallen, maka ini mempermudah Bagaskara grup untuk diatur sedemikian rupa oleh Valen melalui tangan Aldi.


Dan karena 100% dari kepemilikan mahkota horeca adalah milik Weston, jadi tentu saja Revan dapat menangani mahkota horeca dengan tangannya yang dingin.


Tampaknya Ibu Susan kurang setuju dengan keinginan Vallen dan juga Revan mengangkat Anindya sebagai CEO baru di Mahkota horeca grup, dalam pemikirannya Anindya ini masih sangat muda dan belum berpengalaman untuk menjalankan perusahaan sebesar mahkota horeca. Keinginan Ibu Susan adalah saat dimerger kedua perusahaan itu akan ada di dalam kepemimpinan dia juga Vallen sebagai CEO nya.


Rapat yang dipimpin langsung oleh Revan sebagai wakil dari Weston Group mempersilahkan orang-orang yang terkaya serta pejabat-pejabat yang berhubungan dengan mahkota mereka juga Bagaskara grup untuk mendiskusikan apa saja yang menjadi keberatan mereka atas pengangkatan CEO yang baru.


Karena keluarga Bagaskara sekarang tidak memiliki andil dalam pengambilan keputusan di Bagaskara grup, hanya sebagai pemegang saham terkecil di Bagaskara grup maka tentu saja mereka tidak memiliki suara atau perwakilan untuk duduk di rapat gabungan. Maka mereka memang memutuskan untuk tidak hadir, walaupun mereka bisa hadir tapi tanpa adanya hak suara.


Keluarga Bagaskara yang lain masih belum menyadari bahwa itu ada sangkut-pautnya dengan Vallen.

__ADS_1


Sekalipun papa Eka tidak hadir sebagai salah satu pemegang saham di Bagaskara grup, tapi ia merasa bangga karena dia tahu kalau anaknya akan terpilih menjadi CEO di mahkota horeca grup. Sedangkan Papa Dewa yang merasa bahwa There tidak lagi bisa menjadi representasi dari dirinya merasa kesal dan memilih untuk tidak mengurusi urusan Bagaskara grup lagi.


There sendiri bersama nenek memilih untuk diam dulu sebelum memutuskan untuk melakukan segala sesuatu. Sekarang dia berpikir lebih panjang daripada dahulu karena tidak mau untuk hancur duluan sebelum dia menghancurkan Anin dengan cara merebut Vallen. Jadi There pun memilih untuk tidak hadir di rapat gabungan tersebut.


" Jadi bagaimana dengan keputusan pak Valen sebagai pemegang saham tertinggi di kedua perusahaan tentang pengangkatan ibu Anindya Bagaskara sebagai CEO di Mahkota Horeka Grup? Kalian sebagai rekan kerjasama boleh berpendapat tapi tentu saja kita akan musyawarah mufakat, pengambilan pendapat secara terbuka akan dilakukan dan suara terbanyak yang akan menang " tanya Revan dengan nada datar. Dia tahu, satu satunya yang tidak setuju dengan keputusan pengangkatan Anindya hanyalah ibu Susan. dan Revan juga sudah tahu bahwa ibu Susan sudah membujuk rayu beberapa petinggi perusahaan dan juga pejabat penting yang membawahi departemen-departemen penting di perusahaan mahkota horeca agar mengikuti kehendaknya yaitu menolak keputusan pusat untuk mengangkat Anindya sebagai CEO di Mahkota horeca Group.


Lalu Revan sebagai pemimpin dari rapat gabungan itu segera melakukan polling pendapat dan memang hasilnya masih memenangkan Vallen yaitu pengesahan pengangkatan Anindya sebagai CEO di Mahkota horeca grup.


Ibu Susan yang merasa kalah polling sedikit kesal karena dia merasa bahwa Anindya masih terlalu muda, hanya karena dia adalah istri dari valendra Weston maka dia diberi kesempatan untuk menjadi CEO, dan menurutnya ini sangat tidak adil. tapi bagaimana lagi semua pejabat tinggi dan juga para pemegang saham mengiyakan apa yang menjadi keinginan Vallen yaitu mengangkat Anindya sebagai CEO yang baru.


" Terima kasih Ibu Susan buat ucapannya, Semoga kita bisa bekerjasama dengan baik dan bisa memajukan mahkota horeca Group bersama-sama." kata Anindya mengapresiasi ucapan selamat dari Ibu Susan dengan tulus, Vallen menatap istrinya dengan pandangan kagum dan Memuja, dia tahu betul sekalipun Anindya merasakan bahwa tadinya Ibu Susan berdiri di pihak kompetitor tapi karena kebaikan hatinya, dia dengan santainya membalas ucapan Susan dengan baik dan tetap tulus.


" Oke kalau begitu kita akan lanjutkan langsung ke agenda berikutnya..." Revan sebagai pemimpin dari rapat tersebut Langsung membeberkan semua masalah-masalah yang terjadi di kedua perusahaan itu kemudian mencari solusi agar bulan kedepan terjadi progres dan keuntungan yang bisa diraih oleh perusahaan yang baru merger itu. dan tidak dinyana Ternyata Anindya bisa memberikan dan ide-ide yang baru dan yang menarik dan memiliki progres kedepan sehingga diharapkan perusahaan yang baru ini bisa menyelesaikan, menghadapi masalah-masalah yang timbul dengan baik.


Ibu Susan yang tadinya berpikir bahwa Anindya ini terlalu muda dan masih belum punya pengalaman, lalu merasa kagum dengan masukan-masukan yang diberikan oleh Anindya, ternyata dia salah sangka dengan penampilan Anindya yang tampak imut, cantik, dan menggemaskan. Di dalam tubuh Anindya yang mungil ternyata tersimpan potensi-potensi yang besar yang bisa digunakan oleh perusahaan untuk memajukan serta mendapatkan keuntungan. Jadi benarlah pepatah yang mengatakan bahwa 'don't judge the book by its cover'.

__ADS_1


bukan hanya Ibu Susan yang tampak kagum dengan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki oleh Anindya, para pemegang saham dari Bagaskara sudah mengetahui sepak terjang dari Anindya yang memang benar-benar brilian. tapi sekarang pejabat-pejabat tinggi dan pemegang saham di Mahkota horeca pun turut kagum karena ternyata Apa yang dipikirkan oleh Ibu Susan Tadinya itu salah! dapat dipastikan Anindya ini adalah calon CEO yang yang mumpuni untuk bisa diajak kerjasama membesarkan mahkota horeca Group.


Tentunya hal ini sudah diketahui dengan pasti oleh Vallen sebagai suaminya di mana kemampuan dan potensi dari Anindya itu benar-benar luar biasa. Oleh karena itu dia memang ingin Anindiya bisa menolong dirinya untuk untuk membesarkan mahkota horeca sebagai amanah yang diberikan oleh ayahnya sebelum dia diberi kepercayaan untuk mengatur Weston Group.


Revan pun bisa bernafas lega karena Anindya sudah tampak bisa dilepas tanpa harus dirinya turut campur tangan di dalam mengelola mahkota horeca Group, Mungkin dia akan sesekali mengecek atau memberi masukan kepada Anindya sebagai CEO yang baru.


.


.


.


TBC


Apa kabar, readers..??

__ADS_1


Thank you buat semua spam komen yang luar biasa!! Jangan lupa untuk tetap tekan tombol like dan juga memberikan vote kepada autor. Karena itu yang menjadi semangat Thor untuk tetap berkreasi dan menciptakan ide-ide baru di tulisan ini. Autor hari ini akan memberikan hadiah buat kalian yang sudah Semangat memberikan vote dan juga like. Autor akan memberikan 1 episode lagi setelah ini. Ditunggu ya happy reading!!


__ADS_2