Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 57.


__ADS_3

" Val, bawa saja istrimu masuk ke dalam kamar, dia sudah tampak kepayahan sekali. Jangan sampai dia pingsan di sini! Kasihan!! " kata ayah Valen memerintahkan. Tapi perintah ayahnya itu rupanya sedikit terlambat karena kemudian tubuh istrinya melemas karena tidak sadarkan diri. Untung saja Vallen ada di sampingnya sehingga Vallen langsung menangkap tubuh istrinya dan menggendongnya masuk kedalam kamar.


Ayah Willy berteriak memerintahkan para pelayan yang ada di rumah besar itu untuk segera membuatkan air panas buat Anindya dan juga segera memanggilkan dokter Prayogo karena situasinya sudah agak mengkhawatirkan.


" Telpon sekalian si Revan!" perintah ayah Willy kepada salah satu asisten rumah tangga yang tertua di sana. Mbok Siti itu sudah menjadi seperti kepala pelayan pelayan yang ada di rumah besar Tuan Willy.


" Baik tuan!" Kata Bu Siti sambil menyuruh salah satu asisten rumah tangga yang jauh lebih muda dari dirinya untuk menelepon Tuan Revan sedangkan dirinya langsung membawa pesanan dari tuan Willy yaitu air panas juga seperangkat kotak P3K, karena sebagai orang yang lebih tua Dia Tahu betul bahwa ketika orang pingsan atau tidak sadarkan diri, butuh yang namanya minyak kayu putih untuk membalur tubuhnya.


Bu Siti langsung mengikuti Vallen berlari ke kamar pribadi Tuan mudanya itu, disana Vallen tampak panik karena istrinya tidak kunjung sadarkan diri. Vallen berusaha mengguncang-guncangkan tubuh istrinya berharap supaya istrinya bisa segera sadar diri. Lalu Mbok Siti menghampiri Vallen karena dia hendak menyerahkan kotak P3K yang ada isinya minyak kayu putih.


" Den, mestinya kalau ada orang yang tidak sadarkan diri begitu itu langsung diberi minyak kayu putih saja di hidungnya, kemudian juga dibalur di dadanya, dan sambil dipijit-pijit kakinya, Den! Supaya dia bisa segera sadarkan diri." kata Mbok Siti memberikan informasi kepada Vallen Karena tampaknya Vallen sudah sedemikian panik sehingga dia sendiri tidak tahu lagi apa yang harus dia lakukan kepada istrinya itu.


" Sini mbok, minyak kayu putihnya. Vallen mau memberikan minyak kayu putih itu di hidung Anin dan juga membalur nya di dada. Si Mbok yang mijitin kakinya ya soalnya Vallen juga tidak tahu kaki sebelah mana yang harus dipijat." kata Vallen meminta tolong kepada Mbok Siti untuk menolong menyadarkan Anin secara cepat.


" Baik den!" kata Mbak Siti yang dengan sigap mengambil kayu putih juga untuk memijat kaki Anin. Dan juga memijat bagian jempol kakinya karena kata orang dulu memijat jempol kaki itu akan membuat saraf-saraf di kepala itu lancar. Dan bagi orang yang kehilangan kesadarannya akan bisa cepat sadar.

__ADS_1


Tiba-tiba Ayah Willy masuk ke dalam kamar pribadi milik Vallen dan juga Anin, dan di belakang ayah Willy sudah ada dokter Prayogo yang yang tergopoh-gopoh hendak memeriksa kondisi dari menantu kesayangan Tuan Willy. bahkan tadi Tuan Willy sudah menunjukkan taringnya karena dokter Prayogo dianggap terlalu lamban dalam menangani panggilan dari Vallen.


Semua orang yang berada di dekat Anindya langsung menyingkir untuk memberikan tempat bagi dokter Prayogo memeriksa kondisi Anindya. Bahkan Tuan Willy pun keluar dari kamar agar dokter Prayogo bisa memeriksa menantu kesayangannya itu dengan leluasa. Mbok Siti mengikuti Tuan Willy keluar dari kamar, jadi satu-satunya yang masih tetap tinggal di dalam kamar adalah Vallen.


Vallen tetap berjaga di sisi istrinya Bahkan dia juga memegang tangan istrinya itu agar memberikan kekuatan, dia juga ingin menjadi orang pertama yang dilihat oleh istrinya saat istrinya sadar nanti.


Setelah selesai dokter Prayogo memeriksa kondisi dari menantu kesayangan Tuan Willy, dia langsung menyodorkan tangannya untuk menjabat tangan Vallen. bahkan dokter Prayogo mengguncang-guncangkan jabatan tangannya itu dengan riang. Valen menjadi semakin ketakutan dan panik dalam pikirannya dokter Prayogo sedang ingin memberitahukan bahwa Anindya mengidap suatu penyakit yang berbahaya. Bahkan kondisi istrinya setelah diperiksa oleh dokter Prayogo tidak menunjukkan hasil yang memuaskan, Anindya belum juga sadarkan diri dari pingsannya.


" Selamat ya, tuan muda!!" kata dokter Prayogo lagi dengan nada bahagia. Dia tahu ketika tuan Willy bahagia, pasti dia akan kecipratan kebahagiaan dari tuan Willy. Pasti Tuan Willy akan sangat bahagia karena menantu kesayangan itu sedang hamil. Tapi karena dokter Prayogo tidak mengatakan apa-apa, malah membuat Vallen berteriak kesal.


" Kenapa kamu teriak, nak? Apa ada sesuatu yang buruk.dengan kesehatan Anin?" cecar Tuan Willy kepada Vallen dan juga Dokter Prayogo. Dokter Prayogo menjadi sedikit salah tingkah karena dia saking bahagianya belum mengungkapkan bahwa Anindia saat ini sedang hamil muda.


" Anu, ehm tuan muda salah paham!" kata dokter Prayogo sambil menggaruk-garuk kepalanya yang tidak gatal, Tapi perkataan dokter Prayogo itu segera dibantah oleh Vallen.


" Apanya yang salah paham? Kan istriku belum sadar kan diri, eh dokter Prayogo ini malah memberi selamat sama aku, Yah!" motong Vallen dengan nada yang kesal dia masih mengelus-ngelus tangan istrinya yang digenggamnya.

__ADS_1


" He he he maaf tuan besar! Saking bahagianya saya sampai lupa mengungkapkan kepada tuan muda kalau menantu kesayangan Tuan Willy Ini sedang hamil muda!" kata dokter Prayogo sambil sedikit salah tingkah.


" Hah? Apa?" teriak Valen dan ayahmya dengan kompak, membuat dokter Prayogo menutup mukanya dengan kedua belah tangannya takut kalau-kalau mereka berdua malah bertindak anarkis kepada dirinya. Dokter Prayogo juga bingung, kabar yang dia berikan adalah kabar baik. Kok malah kesannya mereka tidak suka dengan kabar tersebut.


" Ehm iya, Nona muda sedang hamil perkiraan dari saya sih sekitar 3 sampai 4 Minggu, tapi untuk lebih jelasnya bisa langsung berkonsultasi dengan dokter kandungan yang saya rekomendasikan. Di rumah sakit kita, ada dokter kandungan wanita yang sangat hebat yaitu dokter Retno. Memang dokter Retno ini sudah berusia kurang lebih sama dengan saya, tapi pengalamannya juga kepandaiannya dalam menganalisa sebuah permasalahan itu sangat luar biasa. Kalian bisa mencoba untuk berkonsultasi dengan dokter Retno." kata dokter Prayogo masih salah tingkah karena ekspresi kedua orang yang ada di hadapannya itu tidak dapat diprediksi, awalnya dokter Prayogo yakin kalau mereka akan bahagia tapi pada kenyataannya mereka hanya bengong dan dan tidak berkata apa-apa.


" Istriku hamil?"


.


.


.


TBC

__ADS_1


wkwkwk hai readers!! Sudah sah ya 2 episode up hari ini. Tunggu kelanjutannya besok. Ada kabar yang sedikit tidak mengenakan. Jadi tinggu episode besok. Happy reading!!


__ADS_2