Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 163.


__ADS_3

Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Up 1x ya, promotekan juga ya...


Happy reading, guys!!


***


" Kamu orang tua yang sangat egois." kata Vallen dengan nada tegas. Dia tidak peduli walau saat ini pamannya sedang memandang dirinya dengan tatapan penuh amarah. Baginya apa yang dilakukan oleh pamannya itu sudah kelewat batas. Membunuh orang dianggap sesuatu yang yang wajar saja karena dendam? Entah Di manakah otak dari pamannya Vallen ini.


" Sudah kukatakan tadi kamu tidak pernah tahu apa yang aku rasakan sehingga kamu bisa bilang bahwa aku itu egois!" bantah pamannya Vallen dengan nada keras.


" Ya ya ya, kamu selalu benar! Kamu tidak pernah salah!" kata Vallen dengan tatapan mengejek.


Paman Vallen yang sudah ke lewat emosi kemudian menggebrak meja makan dengan keras sehingga piring yang tadinya sudah ditata rapi di meja makan itu menjadi berserakan karena efek dari gebrakan yang begitu keras dari pamannya Vallen itu.


Tapi Vallen sama sekali tidak perduli dengan kemarahan dari pamannya itu. Lagian tujuannya semula adalah untuk mengulur waktu sehingga Revan dan juga tuan wong bisa menolong mereka dengan cepat. Kalau memang sesuai rencana semula, Plan B Valen rertangkap, saat Erik dan juga Vallen mengulur waktu di dalam, kedua sahabatnya yang di luar itu akan segera menanam Bom untuk menghancurkan tempat-tempat vital yang dimiliki oleh pamannya Vallen itu. Seperti semacam pengalihan perhatian, sehingga kedua sahabatnya itu bisa menolongnya.


Dan disaat Valen mengalihkan perhatian dari pamannya itu memang benar saat ini anak buah dari tuan wong sedang menanam bom di beberapa tempat.


Gilanya lagi Tuan Wong bukan hanya menanam bom di dalam tempat-tempat vital milik pamannya Vallen tapi juga di markas besar di mana Vallen saat ini berada.


Revan bertanya kepada tuan Wong kenapa Tuan Wong memasang bom juga di markas besar dimana Vallen berada.

__ADS_1


" Karena aku berpikir kalau aku bisa menyelamatkan Vallen maka bom itu akan aku pergunakan untuk menghancurkan pamannya Vallen itu." kata tuan Wong dengan seringai jahat di wajahnya.


" Wow, idemu memang benar benar luar biasa Tuan Wong Bahkan aku tidak memikirkan tentang hal itu. Tapi bagaimana cara kita bisa mendapatkan Vallen tanpa terluka? kita semua kan tahu betapa ketatnya penjagaan di markas besar milik pamannya Vallen ini." tanya Revan yang masih belum berpengalaman dengan hal-hal seperti ini.


" Tenang saja! Kita kan tadi sudah menaruh beberapa bom titik-titik vital milik pamannya Vallen. Kita tinggal mengaktifkan Bom yang ada disana sehingga semua pengawal yang saat ini berada di markas besar akan masuk ke ke sana untuk menolong teman-teman mereka yang berada di sana. Less effort lah!! Lagian kita juga sudah melumpuhkan sebagian dari teman-teman mereka. Jadi pengawal-pengawal pamannya Vallen akan sedikit berkurang yang berada di markas besar. Bahkan kemungkinan kita juga sudah bisa memancing ikan besar itu keluar dari sarang. Nah saat itulah kita menolong Vallen dan Erik!" katanya sambil menjelaskan garis besar dari rencana Tuan Wong yang belum diketahui oleh Revan, dan ikan besar yang terpancing keluar dari sarang yang dimaksud oleh Tuan Wong adalah Paman nya Vallen.


Revan hanya bisa menggeleng-gelengkan kepalanya dengan antusias karena dia sama sekali tidak terpikirkan hal itu.


Memancing pamannya Vallen keluar dari markas besar dan menolong Vallen disana kemudian saat lamanya Vallen balik ke markas besar bom dinyalakan dan Bboooommm!! Pamannya Vallen akan hancur berkeping-keping.


Dengan memikirkan hal itu saja Revan merasa bersukacita sekali. Revan tahu pasti bahwa Tuan Wong memang sangat berpengalaman dalam hal ini.


Sehingga strategi strategi yang dipakai oleh Tuan wong itu benar-benar merupakan sebuah strategi yang menurut Revan sangat cocok dilakukan saat ini.


" Bagus sekali!!! Ide yang sangat brilliant!!" seru Revan sambil tersenyum.


" Tapi kita memang tidak boleh gegabah! Pamannya Vallen itu termasuk spesies belut yang sangat licin. Dia bisa saja memiliki rencana-rencana yang kita tidak tahu. Ini adalah sebuah gambaran kasar ketika kita itu menghadapi rencana yang seperti skenario yang aku bilang tadi. Apabila nanti ada perubahan dari Paman Vallen maka kita juga harus segera menyesuaikan dengan rencana yang dia berikan. Bisa jadi rencana yang kita pakai ini ada kemungkinan gagal. Tapi kita manfaatkan saja untuk memporak-porandakan apa yang menjadi milik paamannya Vallen itu. Jadi seandainya ini tidak berhasil paling tidak kita bisa menghancurkan markas besar milik pamannya Vallen itu sehingga dia tidak bisa bersembunyi lagi di sini."


Revan mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti dengan rencana yang dipaparkan oleh Tuan wong ini.


" Ayo kita laksanakan Plan A kita." kata tuan Wong dengan segera membuat Revan nyengir kuda.


Tuan Wong memberikan kode kepada anak buahnya untuk meledakkan tempat-tempat yang tadi sudah diberikan bom oleh anak buahnya itu.

__ADS_1


Dan seketika itu juga terdengar bunyi ledakan yang sangat dahsyat di tempat-tempat yang sudah diberikan bom oleh Tuan Wong.


Orang-orang yang ada di dalam markas besar lalu segera berlarian keluar untuk melihat tempat-tempat yang sudah terbakar hebat gara-gara bom yang meledak begitu Dahsyat.


Memang tempat yang dipasangi bom oleh tuan Wong itu berada agak lebih jauh daripada markas besar. jadi efek kebakaran itu tidak sampai melanda markas besar milik pamannya Vallen itu. Tapi yang dimaksudkan oleh tuan Wong itu sebenarnya adalah untuk memancing pamannya Vallen keluar dari markas besar.


Tapi mereka harus kecewa saat melihat ternyata pamannya Vallen bahkan tidak terpengaruh dengan hal itu. Yang berlarian keluar adalah pengawal-pengawal dari tuan Billy yang disuruh mengatasi hal yang sedang genting itu. Sedangkan pamannya Valen malah masih bersama dengan Valen. Tentu saja Tuan Wong tahu,karena Valen menggunakan alat penyadap di contact lens dan di bajunya. Untung saja itu tidak.digeledah oleh pamannya Valen tadi.


Tapi bagi Tuan Wong, sekalipun pamannya Valen tidak ikut keluar juga tidak mengapa karena menurunnya pengawasan dari pengawal-pengawal milik Billy membuatnya memiliki kesempatan untuk menolong Vallen yang sedang ada di dalam markas besar itu.


Dia sangat yakin bahwa sebenarnya Vallen tidak ditaruh di sebuah ruangan yang tertutup karena ia bisa melihat dari contact lens yang dipakai Valen kalau pamannya Vallen sedang menggunakan waktu tadi untuk berbincang dengan Vallen di ruangan yang lebih mirip dengan ruangan makan.


Tuan Wong segera menyuruh anak buahnya untuk mencari tahu lokasi ruang tamu tempat Valen berada menggunakan alat pemindai panas tubuh yang salah satu servernya emang dipakai oleh Valen untuk mempermudah anak buah tuan Wong untuk mencari keberadaan Erik dan juga Valen. Dan server utamanya dioperasikan jarak jauh oleh kepala pengembangan teknologi milik tuan Wong yang masih berada di markas besarnya sendiri.


Setelah mendapatkan lokasi tepatnya, tuan Wong bergegas menyuruh anak buahnya untuk menyelinap masuk, saat semuanya sedang ricuh dan tampak pamannya Valen pergi entah kemana. Karena menurut pemantauannya di alat penyadap yang dipakai Valen, pamannya itu tidak berada bersama sama dengan Valen.


.


.


.


TBC

__ADS_1


hari ini diusahakan tamat untuk sesion 1, karena mengejar crazy up buat Rebirth story: Pembalasan Dendam Tuan Muda. Sedang Session 2nya menunggu Rebirth story ya. Jangan lupa vote dan like serta giftnya.


__ADS_2