Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Ayah marah?


__ADS_3

Baby yang mlihat Gustav didekati gadis gadis yang ingin berkenalan, langsung pasang benteng pertahanan serta mendekati suaminya yang di kerumuni gadis gadis muda yang keganjenan,


"Apa apaan nih?" tanya Baby yang memasang wajah juteknya.


Baby menatap wanita wanita yang balik menatapnya dengan pandangan tak suka, namun Gustav tak peduli, ia langsung mendekati istrinya dan mengecup pipinya yang mulus, membuat semua wanita yang ada di situ auto kebaperan dan menatap Baby dengan tatapan kesal.


" Dia adalah suamiku, emang ada masakah dengan kalian, justru kalian itulah kutu kutu penggganggu, dasar keganjenan!"


"Aku tidak melirik mereka sama sekali kok, sayang." katanya sambil memeluk Baby dengan posesif.


Gustav langsung menarik tubuh Baby yang kemudian menegang karena mendengar ada yang mencemooh istrinya itu.


"Cih, lagi lagi Wilhelmina, emang satu kampus ini hanya dia saja yang cantik ?" tanya seorang wanita kepada temannya bermain.


"Ya iyalah, kamu remahan roti mau saingan sama Wilhelmina ya jelas ga mungkin bisa." kata Emily Watson, sahabat baby dengan nada mencemooh. Ia adalah orang yang akan berdiri di garda paling depn kalau untuk urusan membela baby.


"Hei, siapa kamu? Jangan sukanya menjilat orang yang kaya ya, mentang mentang Wlihelmina anak orang kaya terus kamu membelanya gitu? Dasar penjilat!" kata wanita itu dengan kesal karena dirinya dikatakan seperti remahan roti.


"Ngapain aku menjilat Wilhelmina, toh aku sudah kaya, dasar orang yang sukanya iri. Biarin aja ntar kuburan kamu sempit."


"Astaga sudah sudah, gausah dilayani orang seperti itu, Semuanya ia lakukan karena ia cemburu saja, Em, balik bareng kita? Aku mau pulang ke rumah besar, mau ikut?" tanya Baby tidak menghiraukan perkataan dari wanita itu sehingga wanita itu melengoskan wajahnya dan berlalu dari situ.


"Dasar cabe cabean," kata Emi dengan nada ketus. Gustav juga mengenal Emily, pas mobilnya di tabrak Ken, Gustav juga ada di sana.


"Kamu mau ikutan ga?" tanya Baby lagi kepada Emi, sahabatnya itu.


"Sayang sekali kalau aku gak bisa ikutan sama kamu karena aku masih ada satu matkul. Sorry..." wajah Emi memelas menatap baby yang sangat berharap sama dirinya mau ikutan pulang ke rumah besar keluarga Weston.


"Ya sudah lah baby, lain kali Emi akan bisa ikut kita. Sekarang kita jalan dulu saja, nanti ayah kamu malah ngomel kalau kita gak segera pulang." bujuk Gustav kepada Baby yang tampak sedih karena Emi gak bisa ikutan ke rumah besar kelaurga Weston.


"Iya lah, nanti masih akan banyak waktu buat kita untukbersama, aku balik ke kelas dulu soalnya sebentar lagi matkulku dimulai, bye..." kata Emi sambil mencubit pipi baby dan langsung lari menuju kelasnya.

__ADS_1


"Ayo,nanti ayah mencari." kata Gustav sambil memasukan tubuh istrinya itu untuk segera masuk ke dalam mobil dan kembali ke tempatnya menyupir setelah menutup pintu Baby dengan sempurna.


***


Sesampainya merekaa di rumah besar keluarga Weston, Baby dan juga Gustav langsug disambut oleh ibu Anin yang rupanya sudah menantikan kedatangan keduanya, lalu menyuruhnya masuk.


"Kalian itu loh, sudah disuruh pulang cepat karena ayah mau ngomong sama kalian, terutama ayah itu mau bicara sama Gustav terlebih dahulu.


"Bu, aku itu pulang kuliah loh!" kata baby dnegan nada malas, karena tadi dirinya kan masih di kampus, jadi bukan salahnya juga kan?


"Ya sudah segera cuci tangan dan bebersih baru kalian masuk ke tempat makan." kata anin setelh menerima penghormatan dari mantunya yang langsung mencium tangannya saat melihat mertuanya itu.


"Siap bos!" kata baby sambil menarik lengan suaminya agar langsung membersihkan diri dan berganti baju di kamar baby.


***


Setelah meerka membersihkan diri, Gustav dan baby langsung turun ke ruang makan, baik Gustav dan juga Baby tidak berani memperlama penantian dari ayahnya kalau mereka tidak mau melihat Valen yang murka.


Begitulah ibu Anindya yang tak mau kalau asisten rumah tangga lah yang menyiapkan makanan di rumah keluarga Weston. Apalagi kalau mereka cuman berdua. Sebisa mungkin Valen hanya dirinyalah yang melayani.


"Ayah mencari Gustav?" tanya Gustav tanpa basa basi.


"Makanlah dulu, nanti ibumu akan marah kalau ayah bicara masalah bisnis dengan kamu di meja makan, kita nanti kan bahas di ruang kerja ayah saja." kata Valen sambil mengkode Gustav sambil menunjuk ke arah ibu anindya.


"Aku juga ya ayah?" tanya baby dengan nada riang dan manja, herannya Valen menatapnya dengan tajam dan kesal, seakan baby berbuat salah. Gustav dan baby hanya saling tatap dan menjadi heran karena bagaimana pun baby itu adalah anak kesayangannya, dan Valen terbilang jarang marah kalau tidak benar benar babynya kebangetan.


"Ayah..." panggilnya dengan nada sendu, karena baby terbiasa menjadi anak kesayangan dan selalu manja dengan ayahnya begitu ayahnya menunjukan perangai yang berbeda entah kenapa baby jadi sedih.


"Nanti saja kita bicarakan di ruang kerja ayah!" kata Valen dengan keputusan final yang membuat Baby kicep, tak berani lagi membantah, apalagi Gustav! Emang Gustav mau dipecat sebagai mantu di keluarga Weston.


Baby hanya menundukan kepala dan takut menghadapi ayahnya. Suasana di ruang makan itu menjadi sedikit terasa dingin krena tak ada seseorang pun yang berani membantah Valen.

__ADS_1


Anin yang melihat kalau suasana di ruang makan itu menggelap, membuatnya kesal dengan Valen karena ia sudah memperingatkan kalau ia tidak mau membahas masalah berat apapun di meja makan, tapi kelihatannya suaminya tak bisa menahan diri.


Anin harus bisa mencairkan suasana yang dingin bak di dalam kulkas.


"Baby, kamu makan yang banyak supaya kamu bisa kuat kalau pas hamil anak Gustav." kata Anin dengan nada tegas saat melihat anaknya makan hanya di aduk aduk saja.


Lalu Gustav menyenggol lengan istrinya yang tampak lesu dan sedih.


"Mau mas suapin?" tanya GUstav dengan persaan sayang yang kentra di tatapan matanya.


Baby hanya menggelengkan kepalanya dan langsung menyuap makannya dengan malas.


"Baby!Makan yang benar!"kata Valen yang kemudian kesal melihat baby seperti itu. Tapi perkataan Valen yang diucapkan walau dengan nada lembut tapi seakan membuat Baby menjadi teriris dan kesal, sehingga ia menangis dan meninggalkan meja makan menuju ruang tidurnya.


Gustav yang melihat itu hanya bisa menaruh makanannya dan menyusul baby ke atas, tanpa berpamitan dengan ayah dan ibu mertuanya. Ia juga kesal melihat istrinya digituin sama ayah mertuanya.


Sebenarnya ada masalah apa yang membuat Valen marah kepada baby?


.


.


.


TBC


hai readers


welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa


Hadiah dan vote juga ditungguuu.... Happy reading!

__ADS_1


__ADS_2