
Hai hai Readersku sayang!!! Welcome back!!! Ini adalah update pertama di hari ini. Dijamin pasti puas kan karena author hari ini updatenya 2 kalii. Eits!! Jangan lupa untuk tetap like, vote dan juga memberikan gift yang banyak, supaya autornya semakin bersemangat dalam mengupdate cerita. Oh ya sembari menunggu update-an cerita ini bisa cek karya-karya author yang lain.
Ditunggu like, share, vote dan giftnya. Happy reading!!
***
Hari yang ditunggu tiba, liburan babymoon di akhir pekan. Kata Anin gausah jauh jauh, yang penting senang hatinya.
Yups!! Tentu saja senang karena Valen sudah memimpikan bisa berduaan only sama istrinya yang tambah cantik saat hamil seperti ini.
Mereka bakal baby moonnya ke pulau pribadi di daerah pulau seribu. Vallen sudah meng booking satu tempat tepatnya sebuah Resort yang di bawahnya itu lautan tapi atasnya itu adalah kambar yang akan ditempati oleh Vallen Anindya, Jadi ceritanya lantainya itu terbuat dari kaca sehingga bisa melihat air laut beserta ikan-ikan yang ada disana.
Valen sengaja order tempat itu karena letaknya terpencil, tidak ada orangnya, dan di sana merupakan sebuah private island, sehingga orang orang yang ada di sana adalah penjaga dan juga pelayan hotelnya saja.
Pernah mengalami beberapa kejadian yang aneh, Valen pun menyiapkan penjagaan yang ekstra untuk dirinya. Dia membawa 20 pengawal kepercayaannya. Yang akan tidur di seputaran resortnya
Dia pun sudah meminta pengawalnya meng clearkan area tempat dia dan istrinya berlibur. Jadi benar benar bersih dari masalah yang akan mengganggu babymoonnya.
Sebetulnya Vallen hanya ingin mengurung istrinya di dalam kamar berduaan saja maklum saat di rumah istrinya itu lebih banyak di dapur dan mengurusi hal-hal yang sepele yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Jadi pada saat ini Valen ingin mengungkung istrinya di dalam kamar dan tidak memperbolehkan istrinya itu keluar dari kamar sejengkal pun.
" Sudah siap mas? Kamu ini lho malah ketawa-ketawa kayak ODGJ .."
__ADS_1
" Ish suaminya yang tampan kok di malahdikatain ODGJ sih..." rajuk Vallen dengan wajah manyun.
" Ha ha ha maaf-maaf habisnya kamu itu loh malah ketawa-ketiwi sendiri, padahal enggak ada yang layak diketawain." kata Anindya dengan wajah sumringah.
" Kamu salah, Sayang ! Aku ini lagi bayangin kamu nanti pas babymoon hanya di dalam kamar dan kita akan begituan eng ing eng sepanjang hari, sepanjang malam, dan aku tidak akan melepaskan kamu sedikitpun." jelas Vallen secara detil sambil tersenyum mesum kepada istrinya yang tampangnya sudah berubah.
Anindya wajahnya sudah ngeri karena dia tahu betul apa yang dikatakan oleh Vallen akan digenapi nya, oleh karena itu dia sedikit takut.
" Mas aku itu sudh mau lahiran loh."
" Katanya kalau mau lahiran harus banyak disirami biar cepet lahir."
" Mas, kamu ini bener bener ya! Kan itu maksudnya kalau mau lahiran normal. Aku akan melahirkan secara caesar loh. "
" Sayang ihhh!" kata Vallen Sambil tertawa terbahak-bahak melihat istrinya yang tampak malu karena ucapannya tadi, tapi baginya itu adalah hal yang biasa bukankah sepasang suami istri mestinya mengatakan apa saja yang dia pikirkan, supaya adanya chemistry dan juga komunikasi yang terjalin dengan baik antara suami dan istri.
Valen segera menggamit lengan istrinya Sedangkan para art yang ada dibelakang mereka membawakan Semua barang-barang yang akan dibawa baby Moon ini. rencananya mereka akan menggunakan helikopter karena private Island yang di sewa oleh Vallen ini memiliki helipath tersendiri. Valen juga tidak ingin kalau istrinya sampai kecapean kalau dia memilih jalan darat jadi dia memilih naik helikopter supaya lebih cepat dan lebih aman buat istrinya.
Perjalanan menuju private Island yang di sewa oleh Vallen tidak sampai 1 jam dari rumah mereka berada, karena seperti yang diketahui rumah besar milik Willy Weston memiliki helipad tersendiri, bahkan mereka juga memiliki helikopter milik mereka sendiri.
Sesampainya mereka di private island yang mereka sewa, Vallen langsung mengajak Anindya untuk mengecek kamar yang akan mereka pakai baby Moon karena Vallen ingin pamer dengan istrinya bahwa kamar yang disewa adalah sebuah kamar yang penuh romantisme.
Memang Vallen menginginkan supaya Anindya mendapatkan kesan ketika ada di dalam kamar itu. Kamar itu dihias dengan lilin lilin aromaterapi di mana baunya semerbak memggairahkan dan juga Vallen menyuruh pihak Resort untuk memberikan bunga bunga di ranjang seperti saat honeymoon.
__ADS_1
Vallen sadar kalau dia tidak pernah membuat pesta besar untuk Anindya bahkan mereka tidak pernah melakukan perjalanan honeymoon. Jadi perjalanan ini dianggapnya juga sebagai penebus rasa salah saat dia tidak bisa memberikan pesta yang megah dan juga liburan bulan madu seperti orang-orang yang lainnya.
" Gimana?" kata Valen dengan gaya songong.
" Bagus banget sih mas. Tapi sayang..'
" Kenapa? kalau kamu kurang suka dengan bentuknya atau kamu kurang suka dengan penataannya kamu bisa bilang dengan mas. Dan mas akan usahakan untuk bisa memenuhi apa yang menjadi keinginanmu untuk acara baby Moon ini. Karena Mas sadar, kalau selama ini Mas belum pernah memberikan sesuatu yang baik bahkan Mas juga tidak pernah memberikan kepadamu liburan bulan madu."
" Bukan begitu! Kamu enggak usah ngerasa bersalah seperti ini. Mas juga belum tahu apa yang aku inginkan? Sebenarnya sederhana sih, aku berpikir sayang saat ini aku sudah berbadan dua. Dan perut aku sudah seperti bedug. Sehingga aku tidak bisa memakai bikini dan jalan-jalan keluar di pantai. Bahkan aku juga tidak bisa berenang-renang dengan bebas karena tubuh aku sudah tidak mungkin dibawa terlalu lelah, karena bisa kasihan dengan dedek yang di dalam." kata Anindya dengan nada sendu, tapi berbeda dengan Vallen, dia merasa kesal dengan perkataan Anindya. masa Anindya mau jalan-jalan di pantai dengan menggunakan bikini? Oh tidak mungkin Ferrguso! Itu tidak akan mungkin terjadi! Bisa rugi besar kalau Anindya diizinkan memakai bikini, tidak usah pakai bikini saja Anindya itu sudah bikin mata para lelaki melotot apalagi kalau Anindya hanya memakai bikini.
Valen tidak akan pernah rela kalau tubuh istrinya dilihat bahkan dinikmati oleh laki-laki di luar sana, walaupun dia bisa menyewa private Island ini untuk diri mereka berdua tapi kan dia masih punya pengawal yang mengikuti perjalanan mereka. Nggak mungkin toh, kalau para pengawal matanya ditutup. Nanti yang bakal ngawasin ada orang yang mencurigakan atau tidak gimana caranya?
" Mas gak akan pernah mengijinkan Kamu memakai bikini, pakai baju seksi aja mas tidak akan pernah izinkan. Untungnya kamu saat ini sudah hamil jadi orang yang lihat kamu akan tahu bahwa kamu sudah ada pemiliknya. Enak aja mau pamer-pamer tubuh kamu yang mulus dan seksi! Mas bisa rugi bandar kalau begitu!" gerutu Valen dengan nada lirih. tapi Anindya mendengar apa yang dikatakan oleh suaminya itu, namun dia hanya tertawa saja. Karena Anindya sudah tahu sifat-sifat dari suaminya yang pendiam, datar, dingin, dan juga posesif.
" Dasar posesif!!" serunya saat suaminya langsung memeluk tubuhnya dan mengusap perutnya dengan syang.
.
.
.
TBC
__ADS_1