
Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Lagi up daily 2x sehari... promotekan juga ya...
Happy reading, guys!!
***
“Aku tidak ingin Liam dan Lios merasakan apa yang aku rasakan. Harus berlarian seperti ini, kamu mengerti kan?” tanya Valen yang memeluk tubuh istrinya. Dia harus berangkat, dia harus membereskan semuanya. Dia harus menyelesaikan dendam antara Pamannya dan dirinya.
“Aku mengerti, berjanjilah kalau kamu akan pulang dengan selamat.” Cicit Anindya dengan lirih.
Anin makin mengeratkan pelukannya kepada suaminya itu, ia ingin bisa pergi bersama dengan suaminya, tapi apalah daya, ia tidak bisa berbuat apa apa.
“Aku berjanji untuk selamat dan pulang untuk kembali bersama kamu.”kata Valen sambil mencium puncak kepala istrinya. Anin hanya bisa memejamkan mata merelakan suaminya untuk menyelesaikan dendam pamannya itu.
“Baiklah! Pergilah sebelum aku berubah pikiran.” Katanya samba melepaskan pelukannya dari tubuh suaminya yang atletis dan berotot.
“Hmmh, aku berjanji akan baik baik saja!” katanya lagi sambil mengusap pipi istrinya dengan lembut.
“Aku percaya!!” katanya sambil menatap kedua bola mata suaminya itu untuk memberikan ketenangan pada suaminya yang ia yakin juga tidak rela meninggalkan dirinya dan juga anaknya. Ia tahu seberapa cintanya Valen kepada keluarganya dan juga kepada dirinya.
“Aku pergi!” kata Valen tanpa menoleh lagi, ia takut saat ia menoleh malah nanti ia akan enggan untuk pergi. Anindya emang menjadi titik kelemahannya.
Anin hanya menatap punggung suaminya dengan ekspresi yang tidak dapat di gambarkan dengan kata kata. Anin berusaha menggigit bibirnya agar tidak memanggil nama suaminya lagi. Ia tidak mau emmbuat langkah suaminya ragu, dan akhirnya berbalik kepadanya.
“Pergilah! Aku doakan kamu selamat ya, mas!” kata Anin sambil menitikkan air mata.
__ADS_1
***
Sementara itu, Erik sudah bersiap siap menunggu Valen datang kepadanya. Rencananya mereka akan datang bersamaan. Dia tidak mau meningglkan Valen karena ia tahu bahwa Valenlah yang sebenarnya dicari oleh Paman Bill. Semua pengawal dan dirinya adalah target pertukaran, karena sejatinya yang ditunggu oleh paman Bill adalah Valen.
Valen sudah mengabarinya kalau 30 mneit ia akan sampai di daerah rumah sakit, namun sudah 30 menit berlalu, Valen belum sampai juga, bahkan kabarnya pun tidak ada. Ini membuat Erik kesal. Dan berpikiran negative, jangan jangan Valen sedang minta jatah kepada istrinya dan mereka saat ini harus menunggunya di basement rumah sakit milik Valen? WTF benar kalau terjadi seperti yang dibayangkan oleh Erik.
Tiba tiba ada sebuah mobil warna hitam yang mendekati rombongan Erik dan juga pengawal yang lainnya yang sedang menunggu kedatangan Vallen.
Erik memiliki firasat kalau yang datang ini adalah Vallen sekalipun mobil yang ditumpangi sangat berbeda dengan mobil yang biasa dipakai oleh Vallen.
Ternyata benar yang datang adalah Valen, kayaknya dia sengaja memakai mobil milik Tuan Wong karena dianggap mobil ini memiliki ketangguhan yang cukup lumayan untuk menghadapi pamannya sendiri.
" Kenapa kamu terlambat Bro! Aku sudah nunggu di sini sampai bulukan!" gerutu Erik sambil menghampiri sahabatnya itu.
Akan tetapi Valen tidak menjawab apa-apa. Dia langsung mengkoordinasikan Erik dan juga pengawal-pengawal yang lain untuk mengikuti apa yang menjadi saran yang diberikan oleh Tuan Wong.
Setelah Vallen membagi pasukannya dalam beberapa tim, dia langsung mengambil alih komando dan dirinya lah yang akan masuk pertama kali ke dalam sarang milik Paman Bil.
Dia sudah memperkirakan karena Revan dan juga tuan wong dalam perjalanan untuk ke tempat markas besar Paman Bil. Jadi kemungkinan ketika dia menyerbu masuk dan sampai tertangkap maka ia yakin dua sahabatnya yang lain itu sudah siap untuk menolong dirinya.
Erik pun hanya dibuat sebagai back up Vallen saat penyerbuan ini. Jadi kalau semisal dirinya nanti terjbak dan masuk ke dalam jebakan milik Paman Bil maka Erik akan menjadi penolong nya, jadi dua-duanya tidak akan tertangkap bersama-sama.
Erik protes dengan skema yang diberikan oleh Vallen. semestinya dirinyalah yang menjadi first liner, justru Vallen lah yang menjadi pelindungnya.
Bukankah yang diinginkan oleh Paman Biil adalah Vallen dan bukan dirinya? Ketika Erik menanyakan hal ini kepada Vallen, sahabatnya ini hanya terdiam membisu tanpa jawaban.
Erik merasa bahwa apa yang dilakukan oleh Vallen ini sangat aneh. Kemudian dia menolak apa yang menjadi skema yang dilakukan oleh Vallen ini karena bagi dirinya Vallen telah membahayakan nyawanya.
__ADS_1
Kalau Erik sendiri kan masih bujang jadi dia tidak perlu memikirkan hal-hal lain selain dirinya sendiri tapi berbeda halnya dengan Vallen dia sudah memiliki istri dan anak-anak, jadi dia harus mempertimbangkan bahwa keputusannya ini bisa jadi malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri kalau sampai dia terjebak dan mati di tangan Paman Bill.
Lalu Vallen menjawab dan ini adalah perkataan pertamanya kepada Erik selama pertemuan nya itu.
" Bro, Bukannya aku tidak percaya dengan apa yang akan kamu lakukan. Bukannya aku tidak percaya kalau kamu sanggup memimpin pasukan ini. Aku yakin 100% bahwa kamu terlebih sanggup untuk melakukan misi ini. Tapi aku kuatir dengan apa yang akan terjadi sama kamu. Bukankah kamu sudah mengalami hal buruk ketika menghadapi mereka. Sedangkan yang dicari mereka itu sebenarnya adalah aku. Itulah sebabnya Aku tidak mau lagi mengambil resiko mengorbankan sahabatku yang lain karena sebenarnya ini adalah pertarungan antara aku dan pamanku. Itulah yang membuat aku sendiri merasa tidak enak ketika menjadikan kamu kepala pimpinan pasukan saat ini. Aku harus mengambil resiko itu bahkan ketika aku nantinya yang terjebak dan dibawa oleh pamanku, Setidaknya aku tidak perlu merasa bersalah lagi dengan kamu. Hidup di dalam rasa bersalah dan penyesalan itu sangat berat bro! Dan aku tidak mau mengalaminya lagi" jelas Vallen dengan nada datar dan pandangan yang dingin, ini membuat Erik semakin khawatir dengan langkah yang sudah diambil oleh Vallen.
" aku itu masih bujangan Bro kamu tidak perlu memikirkan tentang aku bahkan aku juga sudah tidak memiliki keluarga yang harus aku pikirkan. berbeda dengan dirimu yang masih memiliki istri dan anak-anak juga Ayah yang perlu kamu lindungi. kalau kamu kena apa-apa yang rugi bukan hanya kamu tetapi juga keluarga kamu. bisa jadi langkah selanjutnya adalah paman kamu akan menghabisi mereka. pikirkan tentang itu juga!! Jangan egois!! Terima kasih kamu sudah memikirkan tentang diriku. tapi kamu tidak usah kuatir karena aku tidak Selemah itu!" kata Erik sambil mengguncangkan bahu sahabatnya itu.
Tiba-tiba Vallen meraup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia benar-benar sangat frustasi dengan kenyataan ini.
Di lain sisi dia memang harus memikirkan tentang keluarganya sendiri, namun di sisi lain dia juga harus memikirkan Erik sebagai anak buah sekaligus sahabatnya.
Perasaan bersalah itu menggelayuti batinnya ketika Erik bermasalah dengan Alicia dan juga pamannya. itu yang membuat dirinya tidak bisa serta-merta begitu saja menyerahkan tampuk kepemimpinan untuk menyerbu markas besar pamannya. resikonya terlalu tinggi dan mungkin itu harus mempertaruhkan nyawa mereka.
Makanya kenapa dia yang ingin mengambil alih tampuk kepemimpinan supaya kalau ada apa-apa maka dirinyalah yang kena pertama.
Namun pertimbangan yang diberikan oleh Erik ada benarnya juga. berada di dalam dua pilihan yang sama-sama berat membuat Vallen merasa sedikit frustasi.
.
.
.
TBC
mendekati episode akhir.. bakal crazy up, tenang saja!!🤭 Tapi jangan lupa vote dan like serta giftnya yaaaaa💋💋
__ADS_1