Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Baby datang


__ADS_3

Siang harinya baby benar-benar datang memenuhi janjinya untuk membawakan makanan buat suaminya tercinta.


Ia sengaja memasakkan beberapa makanan untuk dinikmati oleh suaminya karena gini-gini sekalipun baby itu adalah anak orang kaya namun sedari kecil dia dididik oleh ibu Anindya Bagaskara untuk bisa memasak dan melakukan aktivitas-aktivitas feminis lainnya.


"Mas," sapa Baby sambil mesuk ke ruang kerja suaminya tanpa mengetuk pintu, dibelakangnya sekarang ada asisten perempuan yang membawa semua yang di bawa oleh baby untuk makan siang bersama dengan suaminya.


Asisten perempuan yang ini adalah semacam Bodyguard berjenis kelamin perempuan, tapi kalau kemampuannya bela diri dan juga melindungi baby memang tidak dapat diragukan karena ayah Vallen memilih pengawal yang mumpuni dan memiliki kemampuan yang tinggi agar baby selamat di setiap saat dan setiap waktu.


"Astaga sayang, aku pikir ini masih pagi... ternyata sudha waktunya makan siang?" tanya Gustav sambil mengibaskn tangannya untuk mengusir Ken dan juga asisten dari baby agar keluar dari ruangan tempat kerja Gustav, karena Gustav ingin berduaan saja dengan istrinya. Gustav juga mengkode Ken agar tidak mengggangunya selama Baby ada di dalam runagan kerjanya.


"Janganlah berpikir terlalu keras dan juga tidak bisa bekerja terlalu kalau seperti itu karena kamu nanti akan cepat tua kalau banyak berpikir tentang hal-hal yang berat." kata Baby merajuk, dia merasa seperti di anak nomor duakan oleh Gustav karena Gustav lebih memilih bekerja bersama dengan berkas-berkasnya daripada menemani tidur baby tadi pagi.


"Sayang, mas melakukan ini semua hanya demi kamu, tapi okelah besok besok ada pekerjaan pagi-pagi Mas akan membawa kamu dengan cara menggendong kamu sehingga ketika kamu bangun kamu akan tetap melihat mas masih ada di sisi kamu, gitu?" katanya Gustav dengan nada lembut sambil memeluk istrinya sementara dirinya masih Duduk di singgasana kebesarannya sehingga posisi kepala Gustav saat ini ada di perut baby. Baby mengacak acak rambut suaminya dengan sayang serta mencium kening suaminya itu dengan manja, dan Gustav suka semuanya ketika bersama dengan istrinya itu. Ia bahkan tak peduli kalau istrinya mengacak-acak rambutnya bahkan memeluk kepalanya dengan kentang sampai dia tidak bisa bernafas dengan lancar asal istrinya itu senang maka dirinya juga bahagia.


"Jangan mengkode mas untuk melakukan hal yang mas sukai ya..." goda Gustav sambil mendongakkan kepalanya menatap istrinya dengan tatapan jahil.


Istrinya hanya balik menatap gustav dengan memutar bola matanya dengan malas melihat godaan Gustav yang selalu mengarah kepada keomesan yang baru-baru ini diketahui oleh Baby semakin tinggi saja kadarnya.


"Mas, kamu itu sudah makin tua, tapi semakin kesini kulihat kamu ini malah semakin Omes loh!" kata Baby sambil menjauhkan tubuhnya dari pelukan suaminya, Tapi tentu saja Gustav tidak mengijinkan hal itu terjadi karena dirinya sangat nyaman dengan pelukan ala Baby.

__ADS_1


"Jangan pergi dulu, biarkan seperti ini dulu masih ingin menikmati bersama-sama dengan istri dan anak mas yang ada di perut kamu ini." katanya sambil membelai perut datar istrinya yang belum sempat dia periksa tadi pagi karena dia terburu-buru ada masalah di perusahaannya.


"Ihhh sok yakin kamu ini mas!" kata Baby sambil membelai kepala suaminya yang senantiasa menempelkan kepalanya di perut datar istrinya itu sambil membelai seakan ingin tahu sedang apa anaknya di dalam perut istrinya itu.


"Kita ke rumah sakit aja apa ya yang? Soalnya aku itu tak sabar ingin tahu tentang anakku yang ada di dalam sini." katanya tampil masih setia menempelkan kepalanya di perut datar istrinya itu sambil membelai membelai perut datar istrinya itu.


"Aku takut kalau nanti kamu kecewa Mas, sudah susah-susah kita ke dokter tapi ternyata perut aku ini belum ada isinya. Lebih baik kita tes sendiri saja dulu sehingga kita bisa mengetahui apakah positif atau negatif, baru nanti kalau kita tahu sudah pasti positif, kita ke dokter untuk memeriksakan secara keseluruhan." minta baby dengan lembut sambil membelai kepala suaminya yang masih ada ada di perutnya itu.


"Kamu terakhir haid itu bulan yang lalu loh Yang! Jadi aku yakin ada Gustav dan baby Junior di dalam sini. Kebetulan aku juga sudah membuat janji dengan salah seorang dokter kandungan yang terkenal di Rumah Sakit Permata Medika. Jadi kamu mau ya jam 3 nanti kita berangkat kesana bersama Mas untuk mengecek kondisi perut kamu yang sudah ada isinya ini." kata Gustav sambil membelai perut itu seakan saat ini dia sedang memeluk dan membelai anaknya yang ada di dalam kandungan baby.


Baby hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya dengan pasrah, kalau suaminya itu sudah dalam kondisi memaksa dan dalam posisi diktaktor seperti ini.


"Asyik, kita nanti ketemu di sana ya jagoan!" kata Gustav sambil menjauhkan kepalanya tapi masih membelai perut datar istrinya itu.


"Sudah, sekarang Papa harus segera makan siang terlebih dahulu karena tadi baby dengar kamu belum makan pagi sampai dengan detik ini."


"Ih siapa..."


"Papa enggak boleh bohong ya, emang Baby nggak bisa lihat dari cctv kalau tadi Papa sedang bertemu dengan seorang wanita yang tiba-tiba ingin memeluk dan duduk di pangkuan papa?" katanya baby tanpa ekspresi marah hanya berkata dengan datar dan dingin saja, tapi sejujurnya dengan ekspresi seperti itu malah membuat Ustaz menjadi kelimpungan karena dia tidak bisa menebak Apakah istrinya itu marah atau tidak.

__ADS_1


"Jangan marah yang!! Mas langsung menolak dengan tegas keinginan dari wanita itu karena sebenarnya tidak ada wanita lain di dalam hati yang bisa menggetarkan hati dan seluruh tubuh Mas ini selain kamu."


kata-kata Gustav dengan nada mengiba supaya istrinya itu tidak salah paham.


"Siapa bilang kalau aku marah? Aku tidak marah kok!" kata baby dengan nada datar, dia masih setia menyiapkan barang-barang yang terletak di dalam paper bag yang tadi dibawa oleh asistennya tadi supaya suaminya Segera makan.


Dan dia juga tahu seberapa besar cinta suaminya kepadanya jadi dia tahu bahwa suaminya tidak akan mungkin mau bersama dengan wanita-wanita lain selain dirinya namun dirinya juga takut kalau sampai wanita-wanita itu bertindak nekat dan melakukan hal-hal untuk menjebak suaminya yang tampan ini karena bukan tidak mungkin itu terjadi didalam kehidupan suaminya karena kekayaan dan juga ketampanan suaminya yang tiada duanya.


.


.


.


TBC


hai readers


welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa, bakalan crazy update dalam 2 hari ini jadi supaya cepat ending...

__ADS_1


Hadiah dan vote juga ditungguuu.... supaya autornya tetap semangat... Happy reading!❤❤


 


__ADS_2