Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2.Cukup mas!


__ADS_3

" Ehmm, sebenarnya aku tidak sakit hanya saja aku kelelahan karena habis menggempur istriku sampai dia duluan tertidur daripada aku." kata Gustav dengan raut mengeras dan juga dengan kata-kata yang vulgar sehingga membuat istrinya merona karena malu sedangkan temannya itu menatap dirinya dengan tatapan iri.


Baby yang sadar dengan aura cemburu yang keluar dari tubuh suaminya segera mengambil sikap. Ia berdiri dan segera mempersilahkan suaminya untuk segera duduk sedangkan ia mengambil sikap seperti ibunya, yaitu mengambil kursi dan duduk di samping suaminya, dan menyerahkan semua berkas yang tadinya di sudah disetujui oleh pihak Frans dan menjelaskan detilnya.


Gustav merasa bahwa istrinya tidak melakukan kesalahan, malah membantu pekerjaannya merasa sedikit tidak enak karena tadi ia sedikit memperalukan istrinya, sehingga ia memegang tangan istrinya dan meminta maaf dari tatapan matanya, Baby bisa mengerti lalu Gustav juga mengucapkan kata kata roamntis yang membuat Frans sedikit tersentil.


"Makasih buat bantuannya, sayang! Sorry tadi aku kelelahan." kata Gustav dengan nada minta maaf, Baby pun yang pada dasarnya merupakan tipe santai jadi ia hanya tersenyum balik mengusap tangan Gustav yang menggenggam tangannya.


"Its okay." katanya sambil mengajak Gustav untuk memperhatikan tamunya dengan memberi kode dengan dagu. Gustav langsung berdehem kemudian melanjutkan perbincangannya dengan Frans, sedangkan Baby hanya diam mendengarkan, sedangkan tangan nakal Gustav dengan santainya merambat di paha istrinya, toh Frans juga ga lihat ini.


Gustav masih dengan serius membahas sesuatu dengan Frans sembari tangannya membuat Baby panas dingin karena sudah masuk ke paha bagian dalam menuju ke inti tubuh baby membuat baby bergerak menggelinjang dan berpindah pindah posisi duduk berkali-kali gara-gara sentuhan-sentuhan yang diberikan Gustav serta belaian yang membuat dirinya seakan menginginkan lebih.


Baby berdehem cukup kelas sehingga menarik perhatian dari klien perusahaan Dimitri itu, wajahnya yang sudah merah merona membuat baby justru tampak lebih menarik karena wajah bergairah baby.


"Kenapa sayang? Apa badan kamu sakit?" tanya gustaf dengan nada cemas namun dia tetap tidak melepaskan tangannya yang sedang bergerilya di bawah sana, membuat baby mencebik kesal. Dia tahu kalau Gustav sengaja melakukan itu kepadanya, supaya ia siap melakukan ronde kedua. Dasar laki laki!Apa yang dipikirkan kalau bukan itu?Semuanya pasti tak jauh jauh dari itu.


Namun baby sadar yang dinikahinya bukan pria dengan level umur yang sama dengannya, namun jauh lebih tua dari dirinya, bayangkan 34 th sedangkan dirinya masih 19 tahun, berasa nikah sama duda.


Namun jangan salah, walau dia usianya 34 th namun wajahnya kayak masih 25 tahun jadi banyak wanita yang suka nempelin Gustav kayak lintah.


"Aku akan beristiraht dulu, kalian silahkan lanjutkan saja! Kayaknya aku emang kelelahan. " sahut baby sambil beranjak pergi dari situ setelah sebelumnya menepis tangan besar Gustav yang masih asoy meraba disana. Gak mungkin juga kalau tidak ditepis, ntar kelihatan dong kalau tangan Gustav kayak cicak yang nemplok di paha Baby.


"Ehm, toh semuanya sudah selesai, aku pamit saja dulu. Aku senang bertemu dengan kamu, Wilhelmina. Wanita cantik yang menggoda, sayang sekali...." awalnya Frans hendak menyalami Baby tapi tangannya langsung diambil oleh Gutav, sehingga Frans hanya bisa bersalaman dengan Gustav saja, sedangkan Baby hanya tersenyum simpul melihat keposesifan suaminya. Gak jauh beda sama ayahnya klau menghadapi orang yang mengincar ibunya.

__ADS_1


"Maaf kami tidak mengantar kamu ya, Frans. Kasihan istriku yang tampak pucat." kata Gustav dengan gaya sarkas.


"Oh ya, Wilhelmina, kayaknya kamu terlalu kelelahan, maklumlah tuh suami kamu itu baru bisa belah duren, jadinya ya over limit kayak gitu itu. Coba kalau...."


"Ken sudah menunggu untuk mengantarkan kamu keluar dri sini." usir Gustav sambil memeluk tubuh istrinya dengan possesif dan memeluknya hingga Baby serasa sesak nafas, saking dadanya tuh sampai rasanya terhimpit banget.


"Yang, sesak nafas loh ini sampaian!" kata Baby sambil mendorong dada Gustav yang terasa terlalu dekat.


"He he he maaf sayang, apa jangan jangan bayi kita tergencet?" tanya Gustav dengan bahasa yang ambigu membuat Baby hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal, bayangkan Ken saja sampai bengong mendengar Baby hamil, kan nikahnya juga baru beberapa hari.


"Mas, kamu ini loh, kita nikahnya aa barusan, masa sudah hamil?Emang DP motor?" tanya Baby yang jengah ditatap Ken dan Frans dengan tatapan heran.


"He he he siapa tahu langsung jadi loh Baby!" perkataan Gustav membuat Ken dan Frans seperti menghela nafasnya dengan kesal melihat Gustav yang kekanak kanakan.


"Astaga kamu sudah pamitan 3 kali dan kamu masih belum pulang pulang juga." Gustav sampai meremas rambutnya dan menyugarnya dengan kesal karena Frans itu masih setia untuk tidak pulang hanya untuk menatap Baby dengan malu malu. Aish, ga bener kali ini si Frans masa naksir sama istri orang.


"Ayo baby, mas akan antar kamu ke kamar. "" kata Gustav sambil merangkul bahu istrinya dan mengjaknya masuk ke dalam ruangan rahasia miliknya.


Sebenarnya mereka tidak akan menginap di ruang rahasia, bisa digorok sama ayah Valen karena janjinya mereka akan menginap di rumah kelarga Weston sampai mereka beerangkat berbulan madu.


Merka hanya menghindari si Frans yang gak pulang pulang kalau terus di ladeni ngobrolnya. Kayak ga ada kerjaan yang lebih penting dari itu saja.


"Mas, mau langsung pulang?Atau mau jalan jalan dulu di luar?Kayaknya ibu sama ayah gak ada di rumah karena menghadiri perjamuan makan malam sama rekan bisnis keluarga Bagaskara. Biasa ayah dan ibu pasti datang karena keluarga ibu ga ada pperwakilannya." jelas Baby dengan nada santai, ia tidak ada target khusus balik ke rumah karena ayah dan ibunya rtak ada di rumah.

__ADS_1


Karena biasa terkungkung di dalam rumah jadi ia ingin berpergian keluar, namun tentu saja ia tidak akan mungkin bisa kalau dia tidak ada yang mengantar dan Gustav adalah pion terbaik agar ia tidak dimarahi ayah Valen.


"Aih, padahal kamu yang kepingin keluar kan?"


"Ish enggak lah, kan aku itu menurut sama suami." katanya sambil merangkul lengan suaminya dengan manja.


"Ya udah kalau gitu aku dikamar sajakarena aku dikamar trus berbuat yang iya iya sama kamu sudah cukup menghibur kok." kata Gustav sengaja ingin menggoda istrinya itu.


"Astaga nyebut loh mas! Aku itu sudah di gempur berapa kali dalam satu hari coba?" rajuk Baby dengan kesal.


"Ya udah kalau gitu, kasih mas service yang memusakan dulu baru kita pergi." kata Gustav dengan nada manja kepada istrinya.


"Nanti malam aja ah!! Ganti suasana!" katanya sambil mengambil tasnya dan kabur duluan tanpa menghiraukan suaminya yang berteriak kesal karena ditinggalkan.


"Babyyyyyy!!!"


.


.


.


TBC

__ADS_1


Hai readers maapin nih thor telat lagi ya, mudah mudahan kalian suka dan jangan lupa untuk kasih hadiah, like dan juga vote yang banyak. Oh ya besok thor mau kasih up deh kalau banyak like dan hadiahnya...spam komen juga ding, ditunggu ya. Happy reading!!


__ADS_2