Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 70.


__ADS_3

Hai hai hai readers!


Author balik ya.. sudah semakin fit karena support dari kalian. Jangan lupa untuk kasi gift, spam like dan vote. Sweet komen juga dinantikan. Happy Reading!!


***


Dewa menatap Dimas dengan tatapan penuh permohonan, membuat Dimas semakin kesal.


" Tolonglah Dim! Dia anakku satu satunya. Aku tidak tega membiarkan dia tidur tanpa alas di penjara yang kotor. " pinta Dewa kepada Dimas.


" Aku hanya heran kenapa saat kamu melakukan hal terkutuk itu, kamu gak mikirin kalau ini adalah konsekuensi saat kamu melakukan kejahatan. Ketika ditangkap kamu harus berhadapan dengan jeruji besi. dan sejujurnya aku tidak bisa melakukan hal yang kamu minta itu." kata Dimas dengan nada gusar.


" Tapi aku ini yakin kalau ini adalah sebuah kesalahpahaman! Anak aku tidak mungkin melakukan hal-hal yang keji seperti itu." kata Dewa meluruskan pola pikir Dimas temannya yang dianggapnya salah.


" Aku tidak tahu kategori apa untuk menjelaskan pola pikir kamu sebenarnya, Wa! Jelas-jelas di semua barang bukti dan juga rekaman percakapan itu itu benar-benar bahwa anakmu adalah tersangka dan dalang dari perencanaan itu. Bagaimana bisa kamu berpikir bahwa dia itu adalah korbannya sedangkan di semua barang bukti itu mengarah kepada ada anak kamu sebagai dalang dan tersangka utamanya. Kamu boleh sayang dan memanjakan anak kamu setinggi langit tapi jangan buat mereka terlalu manja dan akhirnya tidak bisa mandiri serta membuat kesalahan yang fatal yang bisa mencoreng nama baik keluargamu. Ini jelas-jelas adalah kesalahan dari anak kamu. Tolong kamu juga bisa buka mata supaya bisa menyadarkan anak kamu akan kesalahannya." kata Dimas dengan nada kesal.


Tapi Dewa hanya bisa menatap Dimas dengan mata nyalang karena dia masih berpikiran positif bahwa anaknya tidak melakukan kesalahan seperti yang dituduhkan pihak kepolisian terutama Vallen sebagai penuntut dari kasus penculikan serta pencobaan pembunuhan terhadap Anindya.

__ADS_1


Dimas hanya bisa pasrah melihat reaksi dari Dewa yang masih saja mempercayai anaknya ketimbang bukti-bukti yang sudah diberikan kepolisian kepada mereka.


Tapi Dimas benar-benar tidak peduli kalau seandainya nanti Dewa masih bersikeras untuk meminta Dimas memberikan jaminan kepada kepolisian agar bisa membebaskan sementara anaknya, maka dia akan menolak! Ini bukan lagi masalah uang atau kekuasaan, ini adalah masalah harga diri. Harga dirinya dipertaruhkan di kasus ini. Mungkin ini adalah kasus yang terparah yang tidak akan pernah bisa diperingan karena Dimas sudah tahu siapa sebenarnya musuh dari anak Dewa Bagaskara.


Weston Grup, Aliando adalah kuasa hukum dari Weston Group. Entah apa yang menjadi hubungan dari Vallen si penuntut dari kasus anak dewa Bagaskara dengan Aliando sebagai kuasa hukum dari Weston grup. Dimas tahu pasti bahwa Aliando tidak pernah bekerja untuk Grup lain selain Weston Group. Dan Aliando dibayar besar karena dia selalu memenangkan kasus per kasus yang ditangani oleh nya untuk Weston Group.


" Tidak bisa, Wa! Mereka memantau setiap detil dari kasus ini. aku rasa permintaan maaf dari Tere itu akan sangat banyak membantu ini cepat selesai dengan hukuman yang bisa diperingan. Kamu tahu enggak siapa yang kamu hadapi saat ini?" tanya dimaksud dengan nada yang naik satu oktaf dari sebelumnya, pertanda dia sangat marah dengan ayah dan anak yang ada dihadapannya ini.


sebenarnya Dimas sudah bisa menduga bahwa Dewa itu sama sekali tidak tahu menahu dengan kejahatan yang dilakukan oleh anaknya, karena dia melihat bahwa Dewa hanya bisa menggeleng lemah dengan pertanyaan yang diberikan oleh dirinya. jadi memang benar Dewa tidak tahu bahwa orang yang ada di balik penuntutan ini adalah Weston Group.


" Weston grup! Orang yang saat ini kamu hadapi adalah Aliando, kuasa hukum paling top di Indonesia yang sering memenangkan kasus per kasus dengan mudah, denagn bayaran lawyer termahal dan hanya bekerja untuk Weston grup." jelas Dimas dengan detil. Dimas mengenali ekspresi keterkejutan yang dilihat dari wajah Tere. Ada kemungkinan bahwa teori mengetahui tentang hubungan kasus ini dengan Weston grup.


Dimas terus memandang perubahan ekspresi dari Tere yang terkejut kemudian berusaha menetralkan kembali wajahnya lalu sedikit salah tingkah ketika tatapannya begitu menyelidik.


" Pasti kamu tahu sesuatu! Kamu akan habis ditangan Weston! I am OUT, Wa! Dia sama sekali gak bisa diajak kerjasama. Karirku bakal hancur ditangan Weston group kalau aku meneruskan hal ini. Jadi aku memutuskan mundur saja." kata Dimas sambil mengangkat kedua tangannya tanda dia menyerah dengan kasus yang akan dia tangani ini, bahkan Dimas sudah membereskan semua berkas-berkas yang tadi dia tunjukkan kepada dewa dan Tere. Tapi yang aneh adalah Dewa langsung berlutut dan memegang kedua kaki Dimas dengan kencang lalu memohon kepadanya supaya tetap ada di dalam kasus ini, dan berusaha menolong anaknya bagaimanapun caranya.


Jujur Dewa juga sudah kehilangan akal, dia tidak tahu lagi kepada siapa dia harus memohon pertolongan. semua kuasa hukum juga tidak mau melakukannya setelah meneliti kasus yang akan dia pegang ini. Berapapun harga yang ditawarkan untuk menjadi kuasa hukum anaknya, tetap saja ditolak.

__ADS_1


Dia sadar bahwa satu-satunya yang bisa menolong dirinya adalah Dimas.


" Dim, demi persahabatan kita, kamu tolonglah anakku ini. Apapun suara yang kamu berikan kepada anakku dan juga aku, kami akan mencoba untuk melakukan semuanya. Walau mungkin ini berlawanan dengan apa yang kami inginkan. Tolong jangan pergi dari kasus ini. Aku akan bayar berapa pun yang kamu mau."


" Ini bukan masalah bayaran, ini bukan masalah uang, karirku bakal hancur kalau aku berlawanan arah dengan Weston Group. Apalagi bukti bukti sanagt kuat merujuk ke arah anak akmu, dan anakmu sama sekali tidak mau bekerja sama! Ini sulit, Dewa! Maaf, bukan aku tidak mau menolong kamu. Tapi anakmu sendiri tidak mau ditolong! Malah dia masih dengan sombongnya berlagak, dan tidak mau mengakui kesalahannya." kata Dimas dengan sarkas, karena dia melihat Tere sama sekali tidak menyesali perbuatannya.


There dengan malas-malasan menerima kode ayahnya untuk meminta maaf kepada Pak Dimas dan mencoba memohon kepadanya lagi untuk ditolong.


" Maafkan saya pak!" katanya sambil memalingkan wajahnya ke arah yang lain,There masih susah untuk melepas egonya untuk meminta maaf setelah apa apa yang sudah dilakukan pada Anindya.


" Jadi sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!!" pinta Dimas dengan suara tegas. Dia harus tahu seluruhnya supaya ia bisa mengambil keputusan apa yang harus ia lakukan.


.


.


.

__ADS_1


TBC


masih ada 1 episode lagi ya.... jangan lupa like, vote dan gift yang banyakkkkkđź’‹ semakin banyak gift thor akan up sehari bisa 3-5 episode.. asal vote ,like dan giftnya banyak.


__ADS_2