Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 38.


__ADS_3

There lagi-lagi menggeram kesal ketika melihat Anin banyak berdiskusi dengan Vallen, berbisik-bisik berdua, membuatnya cemburu berat. Dia kesal mengapa harus Anin yang mendapatkan Vallen.


Selama rapat, There hanya memikirkan cara-cara licik untuk mendapatkan Valen, dia bahkan sama sekali tidak memperdulikan apa yang menjadi isi rapat dan apa yang menjadi progres buat Bagaskara grup.


Sebenarnya Vallen sadar kalau There dari tadi hanya menatap dirinya dan tidak memperhatikan rapat pada siang hari itu, dia tidak peduli dengan There tapi dia tahu bahwa kalau dia diam saja maka Anin lah yang nanti akan menjadi korbannya.


Setelah rapat selesai digelar dan pertanggungjawaban selesai juga dibacakan, para peserta rapat pun keluar untuk masuk ke ruang perjamuan, seperti biasa setelah rapat seperti itu digelar maka akan ada acara snack time atau terkadang juga makan siang.


" Mas Valll, bisa kita bicara berdua ?" tanya Tere dengan nada manja sambil menarik lengan Vallen untuk mengikuti dirinya. tentu saja Vallen yang menatap There dengan tatapan jijik, langsung menepis tangan There yang menggelantung manja di lengannya.


" Bisa enggak kalau kamu itu tidak menjijikan sekali saja? Karena apa yang kamu lakukan itu sama seperti wanita jal*ng yang haus belaian. dasar wanita kotor!" kata Vallen dengan nada dingin, bahkan Vallen tidak perduli kalau perkataannya itu didengar oleh orang banyak karena dia juga tidak memelankan intonasi suaranya sehingga banyak orang yang menoleh ke arah mereka, termasuk Anindya yang tadinya sudah masuk duluan baru diikuti dengan Vallen. Mereka yang menoleh ke arah kedua orang itu hanya bisa berbisik-bisik karena mereka tahu kedudukan dari There dan apa yang bisa dilakukan There kepada mereka.


" Mas Vall, aku tahu kalau kamu melakukan hal ini hanya supaya Anin tidak curiga kepada kamu dan by the way aku mengetahui rahasia kamu yang sedang kamu sembunyikan dari istrimu yang bodoh itu." kata There dengan nada lirih karena dia ingin menjebak Vallen dengan rahasia yang dia miliki yaitu rahasia tentang jati diri Vallen sebenarnya. Karena There terlampau yakin bahwa Anindya tidak mengerti dan tidak tahu-menahu tentang rahasia itu sehingga itu bisa dipakai dirinya untuk menjebak dan menekan Vallen supaya mengikuti apa yang menjadi kehendaknya.


" Re, hentikan kelakuanmu yang menjijikkan itu! Ini tuh di kantor dan kamu juga memiliki jabatan yang cukup tinggi di sini, kalau kamu lupa, kamu ini memiliki jabatan untuk menggantikan sosok nenek di sini. Nenek yang sangat dihormati dan kakek Arka yang sangat dihormati, jadi tolong jangan mempermalukan diri kamu dan mempermalukan keluarga Bagaskara, dengan mengejar-ngejar suami orang!" kata Anindya membela suaminya, terus terang saja dia kesal dengan There yang hobinya sekarang adalah mendekati suaminya, boleh dikatakan dia cemburu dengan apa yang di lakukan oleh There. Sebenarnya dia ingin juga bertindak agresif di hadapan Vallen supaya Vallen mengetahui bahwa dirinya juga menyukai Vallen dari awal. Tapi memang karakter Anin itu lebih pemalu.

__ADS_1


" Sudahlah sayang, memang watak orang itu tidak bisa dibandingkan dengan karaktermu yang baik hati dan tidak sombong. Jangan hiraukan wanita kotor seperti itu, lebih baik kamu makan dulu supaya kamu tidak sakit." kata Vallen dengan nada datar tapi dia melakukannya sambil menggamit lengan istrinya supaya menjauh dari There yang di hanya bisa memandangi dengan tatapan kesal dan penuh amarah.


" Ishhh dasar wanita penggoda! Padahal tadi Mas Vallen sudah mau aku pegang lengannya, pasti sebetulnya di dalam hati Mas Vallen, dia menyukai diriku tapi gara-gara Anin jadi dia pura-pura tidak suka sama aku." gunamnya lirih sambil melirik kearah sepasang suami istri itu dengan tatapan kejam.


Sedangkan di sisi lain Anin menampilkan wajah cemberut karena dia kesal dengan apa yang sudah dilakukan oleh sepupunya itu, dalam hatinya dia juga tidak suka saat Vallen tadi berbicara dengan There, sekalipun dia tidak tahu apa yang sedang Vallen bicarakan dengan Tere tadi.


" Anin sayang.."


" Gak usah sok merayu dan menebarkan kata-kata manis, Anin bukan orang yang gampang luluh dengan ucapan-ucapan manis dan rayuan seperti itu." Kata Anin sambil menampilkan wajah juteknya.


" Tapi tadi mas tidak melakukan apa-apa kok ! Malah Mas menolak kehadiran There yang tadinya mau ngajak Mas bicara secara pribadi. Karena sebetulnya tidak ada orang lain yang menghuni hati Mas karena hanya ada kamu di sana." Kalau boleh jujur Anin merasa bergetar hatinya ketika mendengarkan suara datar suaminya mengungkapkan kata-kata yang manis menurutnya.


" Memang There niatnya mau menggoda Mas Vallen, makanya kamu harus bisa jagain Mas supaya mas tidak terjebak oleh kelakuan There. Bah kan kamu tahu sendiri kalau sepupumu itu akan menghalalkan berbagai macam cara untuk menaklukkan Mas. Mungkin juga dia akan menjebak mas. Dan mas yakin kalau dia akan melakukannya segera." kata Vallen sambil mendesah kasar, dia tahu konsekuensinya saat jati dirinya terungkap berarti dia harus siap menghadapi godaan godaan dari wanita-wanita semacam There, dan dia juga yakin bahwa bukan hanya There saja yang akan melakukan hal-hal seperti itu. Maka dia ingin membangun hubungan suami istri yang harmonis dengan Anin supaya hal-hal seperti itu dapat dihindarkan. Dirinya adalah sosok laki-laki yang normal, kalau selama ini dia menjaga jarak yang tidak meminta haknya kepada Anin itu bukan karena dirinya tidak normal tetapi memang dia tidak mau melakukan yang lebih karena dia merasa bahwa dirinya belum bisa bertanggung jawab financial secara penuh dengan keluarganya nanti. Dia tidak mau dianggap sebagai benalu di keluarga Bagaskara.


" Huh, Anin hanya kesal dengan kelakuan There yang tidak berubah. Padahal sebelum dia tahu tentang jati diri mas, dia selalu menghina dan melecehkan mas. Sekarang saat dia tahu,dia langsung menempel kayak lintah aja. " curhat Anin pada suaminya, serta memukul mukul dada suaminya dengan pelan karena ia ingin menuntaskan kekesalannya dan kecemburuannya. Suaminya hanya tersenyum dan memegang tangan mungil Anin serta melarangnya untuk memukul dadanya, takut kalau tangan Anin yang kecil itu merasa kesakitan. Hal ini tak luput dilihat oleh beberapa orang yang lain, walau tidak mendengar apa yang dibicarakan, mereka merasa Anin dan Valen ini pasangan yang menunjukan kemesraan. Padahal setahu mereka Valen ini miskin dan anak yang diangkat dari jalan oleh kakek Arka. Ini membuat mereka merasa sayang dengan Anin yang kaya, cantik dan pandai kok bisa bisanya dinikahkan dan dijodohkan oleh kakek dengan Valen si miskin.

__ADS_1


Tiba tiba pasangan Valen Anin ini dikejutkan oleh kedatangan Aldi bersama seorang laki laki paruh baya.


" Bu Anin, ada yang mau bertemu dengan ibu." kata Aldi sambil menunjuk ke arah laki laki paruh baya itu.


" Oh ya? Saya dengan Anindya, rasanya saya tidak asing dengan bapak. Maaf, dengan bapak siapa?" tanya Anin dengan suara ramah. Anin menoleh ke arah Aldi yang sekalipun sopan dia menatap laki laki ini dengan penuh amarah. Anin jadi bingung siapa yang sedang ia hadapi, kenapa Aldi terkesan kesal dan marah?


" Saya adalah Arga Bagaskara!" Anin langsung teringat dengan kilasan kilasan kejadian lampau tentang memorynya bersama Kakek Arka.


Valen pun hanya menatap Arga dengan dingin. Entah kenapa dengan melihat Arga, ada kilasan kilasan masa lalunya di kepalanya.


.


.


.

__ADS_1


TBC


Readers, thor akan selalu mengusahakan up 1 bab setiap hari, karena ini cerita on going jadi memang harus sabar ya!! Jangan lupa untuk selalu like dan gift, spam komen juga ya, selalu dibaca kok. Happy reading.


__ADS_2