Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 8.


__ADS_3

Tiba tiba Allan, suaminya menelepon There yang membuat There berteriak lantang.


“Apa??” teriak There keras yang membuat nenek Arka yang ada di sampingnya pun kaget dan menggeplak lengan cucu kesayangannya ini dengan keras, untung aja nenek Arka tidak memiliki riwayat penyakit jantung.


“Ada apa sih, Re! Kamu mau bikin nenek mati jantungan?” tanya nenek Arka dengan kesal sambil memegang dadanya.


“Bukan begitu nek… ternyata kata Allan apa yang dikatakan oleh Anin itu benar.”kata There dengan  malu malu, membuat nenek Arka semakin kesal dengan cucunya ini. Ia.merasa terhasut sehingga ia ikut ikutan memarahi dan mengusir Anin serta tidak mempercayai kontrak yang sudah didapatkan oleh Anin.


“Kamu itu emang cucu tidak berguna!! Kamu membuat nenek malah mengusir Anin yang jelas jelas bisa mendapatkan kontrak itu buat


Bagaskara.” Nenek Arka memarahi There dengan kata kata yang menyakitkan, tapi itu pantas karena There yang membuatnya memarahi Anin.


“Maaf nek! There gak menyangka kalau Anin bisa mendapatkan tender kontrak itu.”


“Allan tahu darimana?” tanya nenek yang tidak mau lagi terjebak dengan percaya begitu saja dengan cucunya itu.


“Di media online dan juga di media cetak juga ada, jadi pas penandatanganannya diliput oleh beberapa media besar di Indonesia.” Jelas There dengan lirih, pada aslinya di dalam hatinya ia sangat kesal dengan Anin.yang bisa mendapatkan kontrak dengan begitu mudah, ia yakin Anin sudah menjual


tubuhnya pada orang yang berwenang untuk mendapatkan kontrak dengan Mahkota Horeka.


Karena masih tidak ingin percaya pada cucu cucunya, nenek


memanggil mantan asisten kakek yang sekarang merangkap menjadi sekretaris nenek Arka untuk mencarikan berita tentang penandatanganan kontrak antara Mahkota.Horeka dengan Anin, selaku wakil dari Bagaskara. Dan ternyata berita itu emang.ada, dan Anin memang sudah menandatangani kontrak senilai 1 triliun dengan pihak Mahkota Horeka.


“Nyonya, berita penandatanganan ini sudah tersebar luas, bahkan kita sudah menerima ucapan selamat dari para kolega dan investor, bahkan


bunga papan juga sudah banyak berdatangan.”ungkap Aldi yang sebenarnya tidak terlalu suka dengan There dan yang lainnya. Nenek sangat bahagia dengan berita


tersebut.


“Aldi, kamu antar aku ke rumah Anin! Aku harus bisa membujuk Anin untuk meneruskan kerjasama ini dan tetap bekerja disini.” Kata nenek dengan nada senang, sedangkan There semakin kesal dengan kenyataan ini.


“Tapi nek, kita kan bisa meneruskan kerjasama ini, ada atau tidak adanya Anin disana, karena yang Mahkota Horeka pandang jelas Bagaskaranya


kan? “ kata There sombong, ia tidak mengetahui kalau Anin itu bisa mendapatkan kontrak karena Valen, tanpa ada Anin tentu Valen tidak akan mau bekerjasma dengan Bagaskara yang licik dan sombong.


 “Nyonya ada email dari Mahkota Horeka barusan yang mengabarkan kalau mereka akan membatalkan


perjanjian kontrak karena mereka mendengar kalau ibu Anin telah dipecat.” Kata asisten nenek Arka dengan cepat, membuat There pucat seketika karena nenek Arka sudah menatapnya dengan tatapan marah.


“  Berikan email balasan kepada mereka bahwa semua yang mereka dengar adalah berita bohong, Anin akan tetap bekerja disini dan bahkan aku akan menaikan jabatan dan memberikannya bonus sesuai perjanjianku semula, ayo!! Kita segera menjemput Anin! Aku sudah


tidak sabar untuk melakukan pekejaan yang besar dnegan uang yang besar pula.” Kata nenek sambil berlalu bersama asitennya meninggalkan There yang kesal


karena rencananya untuk membuang Anin telah gagal total.


***


Sedangkan Anin saat ini malah belum sampai di rumah,

__ADS_1


karena ia masih sangat kecewa dengan apa yang sudah terjadi. Segala jerih payahnya sia sia. Anin yang ditemani Valen berjalan ke sebuah taman kota dekat hotel Bagaskara. Anin masih sedih, ia kecewa dengan keluarganya.


Valen yang geram langsung memberikan pesan text kepada bu


Susan untuk membatalkan kerjasama dengan Bagaskara karena istrinya malah di depak dari Bagaskara. Kalau bukan Anin yang melaksanakan kontrak, Mahkota


Horeka tidak akan melanjutkan kontrak, karena itu sudah tertulis dan sudah di tanda tangani oleh kedua belah pihak disaksikan oleh para awak media tadi pagi.


“Sudahlah, Nin! Nenek akan menyesal telah memecat kamu.”


Hibur Valen dengan nada dingin, Valen emang tidak bisa menunjukan perasaannya secara berlebihan, bahkan sampai saat ini ia belum pernah meminta haknya kepada


Anin.


“Nenek itu orang yang keras, mas! Kamu kan juga tahu kalau sekali nenek mengeluarkan keputusan ia pantang menariknya kembali.” Kata


Anin.


“Percayalah sama mas! Kalau kali ini nenek pasti akan menyesal dan akan memintamu kembali ke Bagaskara.”  Kata Valen lagi lagi dengan nada percaya diri, membuat Anin heran karena tidak biasanya Valen ini berlaku seperti ini.


“Tapi mas..” saat Anin hendak membantah, tiba tiba ada telepon masuk. Keningnya mengkerut karena ID peneleponnya adalah nenek Arka.


“Mas, nenek menelepon!” kata Anin memberitahu kepada Valen, sebenernya hal ini sudah bisa di duga oleh Valen , mengingat nenek Arka itu orang tamak, ia pasti tidak akan mau kehilangan kontrak 1 triliun yang diidam idamkan oleh semua perusahaan tak terkecuali Bagaskara. Valen hanya mengangguk dan tersenyum dingin menanggapi pernyataan istrinya.


“Angkat saja!”


Anin menyingkir untuk mengangkat telepon, Valen sudah


mengajaknya pulang, karena mobil inventaris Anin  sudah dikembalikan kepada nenek, Valen


langsung memesan Revan untuk mengirim supir dan mobil untuk menjemput mereka di


taman kota. Saat mobil datang, Anin heran.


“Mas, mobil ojek onlinenya kok mewah banget? Kita gak salah naik mobil kan?” tanya Anin lirih, ia tidak mau menyinggung supir ojek


yang membawa mereka pulang. Sedangkan Valen hanya bisa tersenyum saja, ia lupa mengingatkan Revan untuk tidak mengiriminya mobil semewah Rolls-Royce Cullinan, yang akan membuat istri cerdasnya curiga.


“ Mas juga ga tau, kan sesuai aplikasi.” Elaknya dengan ringan.


Setelah menurunkan Anin dan Valen, supir langsung undur diri, melihat Valen memberi kode agar si supir tidak banyak bicara.


“Anin! Kamu kemana saja, nenek sudah menunggu kamu lama!”


kata mama Anin dengan suara kesal. Karena lagi lagi Anin bersama Valen, padahal tadi ia sudah melotot melihat mobil seharga miliaran masuk ke pekarangan rumahnya.


Anin hanya menggandeng suaminya untuk masuk ke dalam sebelum mamanya mengoceh lagi.


“Anin!”

__ADS_1


“Ya nek!”


“Ehm, mulai besok kamu bekerja lagi di kantor Bagaskara grup sebagai direktur pelaksana.” Kata nenek yang gengsi untuk mengucapkan kata


maaf kepada cucunya.


“Bukannya tadi Anin sudah dipecat?” tanya Valen dengan santai.


“Kamu gak usah ikut campur urusan keluarga..” kata nenek dengan kesal, tapi Valen hanya menanggapinya dengan santai, tanpa emosi sama


sekali.


“Anin, mulai besok kamu harus segera mengirimkan undangan


pesta perayaan kepada Mahkota Horeka.” Kata nenek dengan berapi api.


“Pesta apa?”


“Tentu saja pesta perayaan keberhasilan kita


menandatangani kontrak 1 triliun dengan Mahkota Horeka, sekalian menampar mulut orang yang menganggap Bagaskara grup tidak akan pernah bisa dapat tender besar.


Jangan lupa untuk mengundang CEO dan wakil CEO Mahkota Horeka.” kata nenek dengan sombong.


 “Tapi Anin tidak kenal dengan CEO Mahkota Horeka, nek!”


“Nenek tidak mau tahu, kalau kamu mau mendapatkan jabatan


sebagai direktur pelaksana menggantikan There, kamu harus bisa mengundang CEO Mahkota


Horeka.” Tandas nenek tidak mau tahu, Valen hanya mendesah kesal, melihat lagi lagi istrinya dimanfaatkan oleh keluarganya itu.


Sedangkan Anin kebingungan bagaimana ia mengundang CEO


Mahkota Horeka?


.


.


.


TBC


Readers..


Cerita ini akan stabil up setiap hari jam 3 sore, karena udah dapet ijin dari editor mangatoon...


Eh, kira kira penyamaran Valen terbongkar atau

__ADS_1


tidak ya? Spam komen dan like dong!! 10 aja, langsung ta update !!! Happy reading..


__ADS_2