Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 147


__ADS_3

Maaf ya Kakak Kakak Reader semua kalau hari ini hanya bisa upload satu episode saja. Hari ini banyak sekali kerjaan di dunia nyata dan juga permintaan editor untuk membuat satu Karya untuk mengikuti lomba. Tapi sekalipun berat tetap diusahakan untuk mengupload minimal 1 episode setiap hari.


Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih  juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!


Happy reading, guys!!


***


" Jadi sekarang Apa yang Anda kamu katakan!" kata tuan wong dengan nada sinis.


Ya benar sekali, ini adalah tuan wong yang menemui Alicia. Sebenarnya dia sudah tidak sabar untuk memotong memotong tubuh wanita cantik itu sesuai bagian-bagiannya dan kemudian mengumpankannya kepada ikan ikan ganas yang lapar yang ada di sekitaran laut lepas itu.


Alicia gemetar ketakutan ketika melihat penampakan Tuan wong saat ini. Memang Tuan Wong hanya bertindak dingin saja tapi sebagai orang yang sudah mengenalnya bertahun-tahun Alicia tahu bahwa dibalik sifat dingin Tuan Wong itu sebenarnya Tuan Wong memiliki kekejaman yang sangat luar biasa. Alicia hanya bisa mendesah karena dia tahu umurnya sudah tidak panjang lagi. Kedua pilihan yang ada di tangan Alicia saat ini hanyalah kematian.


Cuman pilihan pertama adalah mati mudah atau memilih mati yang menyiksa. Kayaknya Alicia akan berusaha bernegosiasi Tuan wong supaya dia paling tidak mendapatkan kematian yang mudah.


" Tu tu an, Bolehkah saya memohon sesuatu kepada tuan Wong demi masa lalu yang pernah kita lalui bersama." kata Alicia dengan tidak tahu malu nya.


" Apakah kamu memberikan aku pilihan saat ada di tempat kamu waktu itu? Apakah waktu itu kamu juga memberikan pilihan saat membunuh semua anak buah Setiaku? Tidak kan! Lalu Kenapa saat ini kamu memohon-mohon dengan tidak tahu malu nya kepadaku untuk bernegosiasi?" tanya tuan wong dengan nada datar dan sangat dingin.

__ADS_1


" Ttuan, aku tahu kalau Tuan bakal menghabisi nyawa aku saat ini. Aku tahu bahwa Tuan juga bisa menyiksa aku sampai mati. Bolehkah aku meminta bahwa Ambilah nyawaku saat ini Tapi jangan disiksa?" tanya Alicia dengan nada memohon.


" Cihhh!! emang apa imbalannya kalau aku memberikan kemudahan itu kepada kamu?" tanya Tuan wong dengan memancing Alicia agar mau mengajukan persyaratan.


" Aku akan menceritakan seluruh rencana dan rancangan dari Billy supaya tuan wong bisa segera menangkapnya. Bukankah itu yang Tuan Wong kehendaki?" tanya Alicia sambil menimbang-nimbang segala sesuatu yang mungkin bisa jadi menguntungkan bagi dirinya. Bahkan syukur-syukur Tuan wong akan melepaskan dan mengampuni nyawanya asal dia menceritakan secara detil apa yang menjadi rencana Billy dan apa yang pilih akan rancangkan buat Vallen pada khususnya dan keluarga Weston pada umumnya.


" Kamu pikir apakah hal itu menjadi keuntungan buat aku? Apa hubungannya mereka dengan aku? hubungan saat ini adalah antara kamu dan aku! Aku tidak peduli dengan apa yang diperbuat Billy jadi kalaupun Billy akan melakukan hal-hal yang menakutkan atau apapun itu bentuknya aku tidak perduli! Sekarang katakan Apakah imbalannya kalau aku memberikan apa yang kau inginkan yaitu kematian yang mudah buat kamu!" tandas Tuan wong dengan nada yang sinis. Dia hanya ingin mengulur sedikit waktu mempermainkan wanita yang sudah pernah mengkhianati dirinya. Tenang saja! Tidak akan ada pengampunan untuk wanita semacam Alicia. Dan yakin kalau Alicia sudah tidak bakal bisa lolos dari genggaman tangannya saat ini.


" Aku akuu.. ehm.. aku akan melayani dengan gaya apapun yang kamu mau." kata Alicia dengan nada malu-malu menjijikan. Perkataan Alicia yang ini membuat Tuan wong semakin jijik, didalam bayangannya pun tidak pernah akan ada tindakan seliar ini. Penghianat ingin melayani dirinya? Ini benar-benar sesuatu hal yang gila!!


" Pengawal!! Habisi dia dengan perlahan-lahan!!! Jangan biarkan dia mati sekarang! Kalau perlu cobalah hal-hal yang fantastis supaya dia berharap untuk segera mati. Tapi jangan pernah kalian mencoba untuk memberikan kematian kepadanya. Karena hanya aku yang akan memberikan kematian kepada nya saat aku puas menyiksa raganya." kata Tuan Wong dengan pengawal-pengawal nya.


" tunggu!! jangan dulu kamu Habisi wanita itu terlebih dahulu aku masih membutuhkan informasi dari mulutnya!" kata Vallen yang tiba-tiba muncul. rupanya Vallen tadi masih mengurus masalah Erik yang berada di rumah sakit. Vallen menginstruksikan kepada anak buahnya untuk mengikuti anak buah Alicia yang tertinggal di rumah sakit. saat ini Vallen hanya sendirian mengikuti Tuan Wong. kemungkinan Revan lah yang disuruh oleh Talent untuk memantau pergerakan anak buah dari Alicia yang diikuti oleh anak buah dari Vallen.


" Percayalah padaku kalau dia tidak mungkin mengatakan informasi apapun tentang apa yang akan dilakukan oleh teman-temannya itu kepada keluargamu. Aku sangat yakin bahwa dirinya malah akan menjebloskan kalian dengan jebakan-jebakan yang menanti kalian. Jadi Biarlah orang ini disiksa sampai setengah mati, sampai dia berharap kalau dirinya mati di tanganku." perkataan Tuan wong membuat Vallen jadi berpikir. mungkin benar apa yang dikatakan oleh Tuan Wong bahwa wanita ini tidak akan mengatakan kepada dirinya tentang rencana apa yang sudah dibuat oleh pamannya itu.


" Tidak tidak tidak.. aku akan mengatakannya yang sejujurnya. Tolong aku, tuan! Saya akan bilang tuan!" kata Alicia sambil memohon kepada Valen..Dia tahu hanya Valen yang bisa memberinya kematian yang mudah tanpa siksaan.


" Oh ya? Ha ha ha jangan kamu pikir aku tidak tahu akal bulusmu. Kamu ingin mengajak teman untuk mati bersamamu. Itulah yang sebenarnya ingin kamu lakukan. Dan aku hanya bilang, jangan harap kami akan memepercayaimu."

__ADS_1


" Aku akan bilang. Aku bener bener akan bilang. Jangan ke pulau. Itu jebakan!! Pulau itu penuh dengan ranjau bom yang mengerikan. Awalnya memang untuk menjebak tuan Wong dan pasukannya. Tapi aku akan mengatakannya. Bill disana, dimarkasnya sendiri." kata Alicia dengan nafas terengah..Ia ingin paling tidak mendapatkan kematian yang midah. Ia gak mungkin lolos juga dari sini.


" Dimana markas Bill?" tanya Valen.


" Jangan percaya padanya Bro!! Dia juga menyiapkan ranjau yang sama. Dia akan meledakkan kita dengan bom juga. " kata Tuan Wong dengan nada datar dan dingin. Ia berusaha mencegah Valen agar dia tidak tergiur dengan apa yang dikatakan Alicia kepada Valen tadi.


" Benar tuan! Saya tidak bohong!" kata Alicia masih memohon mohon.


" Terserah padamu saja bro..."


" Tentu saja aku percaya kepada kamu tuan Wong daripada dengan wanita ini." kata Valen dengan nada sinis melirik pada Alicia yang kehilangan pengharapan.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2