
Walaupun waktunya singkat, mungkin Gustav benar benar sudah mempersiapkan diri dengan menyewa Wedding Organizer yang ternama yang biasa menghandle orang orang kaya dan juga artis artis ternama.
Jangan ditanya dengan biaya yang harus dikeluarkan oleh Gustav demi berlangsungnya acara di akhir pekan depan ini. Gustav bahkan harus merogoh koceknya dalam-dalam untuk membayar biaya pernikahan yang persiapannya tidak lebih dari 10 hari. Gustav sama sekali tidak keberatan dengan hal itu, bahkan dirinya memesan gaun pernikahan pun di tempat yang benar-benar eksklusif dimana untuk biaya 1 buah gaun pengantin bisa mencapai ratusan juta rupiah.
Siang hari itu dirinya harus menjemput baby untuk melakukan fitting bersama di sebuah butik ternama di bilangan Jakarta Pusat.
Baby tentunya senang karena dirinya sekarang lebih bebas dibandingkan waktu dirinya hanya sebagai anak dari keluarga Weston. Ayah Valen sekarang lebih membebaskan dirinya apabila berpergian dengan Gustav Alexandro Dimitri maka Ayah Vallen menyerahkan kepada Gustav segala macam pernik-pernik keamanan untuk menjaga baby tetap aman.
Saat dirinya tiba di rumah besar keluarga Vallen sang penjaga keamanan langsung saja menyuruh Guatav untuk masuk ke rumah besar tanpa adanya pemeriksaan keamanan lagi karena mereka sudah tahu bahwa Gustav itu adalah calon menantu dari ayah Vallen Weston.
" Silahkan masuk tuan. Non Baby sudah menunggu." kata pengawal yang ada dan berjaga di depan pintu rumah besar tersebut.
Gustav mengangguk-anggukkan kepalanya tanda dia menghormati pemberitahuan yang Diberitahukan kepada pengawal itu kepadanya.
Gustav memasuki ruangan besar milik keluarga Vallen itu dan duduk di sofa yang sudah disediakan menunggu baby turun dari kamarnya. Namun setelah menunggu beberapa saat ternyata baby tidak datang juga, kemudian dia meminta izin kepada asisten rumah tangga yang sedang membersihkan tempat itu untuk datang ke kamar baby dan mengajak baby untuk segera pergi karena janjian jadi tempat fitting baju itu persis di jam 11.
Di tengah perjalanannya menuju ke lantai dua, dia bertemu dengan ibu Anindya yang rupanya sedang keluar dari ruang kerja milik Ayah Vallen, tempat di mana kemarin dirinya disidang oleh ayah Vallen dan juga Ibu Anindya.
" Ibu, Gustav meminta izin untuk menjemput baby untuk fitting baju di butik tempat wedding organizer memesan gaun pengantin. fitting nya jam 11 ini dan dari tadi Gustav sudah menunggu baby dibawah dan belum juga keluar makanya aku pengen menjemputnya di kamar saja. Apakah boleh?" tanya Gustav dengan nada sopan kepada calon ibu mertuanya itu atau bolehkah sekarang dirinya memanggil Anindia sebagai ibu saja karena toh seminggu lagi Anindya sudah sah menjadi ibu mertuanya dan bukan calon lagi.
" Kamu langsung saja ketok pintunya yang itu karena Ibu lihat tadi dia sebenarnya sudah siap. Entah kenapa dia balik lagi ke kamar Mungkin dia ingin mengambil barang yang diperlukan untuk fitting baju nanti!" kata ibu dengan nada ada Anggun dan lembut.
" Baiklah ibu!"
__ADS_1
" Jangan lupa nanti kalau kamu mau berangkat sarapan lah terlebih dahulu! Apakah kamu tadi sudah sarapan di rumah? Tadi sih si baby udah sarapan tapi kalau kamu memang belum sarapan, Kamu sarapan lah dulu biar nanti baby menunggu kamu di ruang makan." kata ibu sambil beranjak ke ruang makan, karena ia ingin melihat apa apa saja yang masih tersedia disana.
" Baik, bu!" entah kenapa Gustav selalu menuruti apa yang menjadi keinginan dari ibu mertuanya itu. Mungkin karena Ibu mertuanya itu selalu berbicara dengan nada lembut kepada dirinya seperti seorang ibu kepada anaknya. Dan Gustav yang belum pernah merasakan kedekatan seorang ibu kepada anaknya menjadi sedikit terharu dan melembut hatinya sangat Anindya menyuruhnya sesuatu.
***
Gustav mengetuk pintu ruangan kamar dari baby, calon istrinya itu. namun dirinya tidak mendapatkan jawaban apapun dari dalam kamar, mungkin baby masih berada di dalam kamar mandi. Entahlah! Lalu Gustaf berusaha membuka pintu kamar baby dan mendapati bahwa pintu ruangan itu sama sekali tidak dikunci oleh pemiliknya sehingga Gustav dapat dengan leluasa masuk ke dalamnya.
Gustav melenggang masuk ke dalam kamar ruangan tidur milik baby dan mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan tersebut. Sangat mencerminkan kamar milik seorang perempuan muda yang diwarnai dengan warna pink dan juga terlihat sangat rapi dan wangi.
Gustav mendengarkan suara gemercik air di dalam kamar mandi yang berada didalam ruangan itu, kemungkinan baby sedang melakukan sesuatu di dalam kamar mandi, karena kalau menurut penuturan dari ibu mertuanya pastinya calon istrinya itu sudah dalam keadaan siap untuk berpergian namun Entah kenapa saat ini Baby malah menggunakan kamar mandi dan terdengar seperti sedang mandi.
Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka lebar dan jujur saja Gustav merasa terkejut dengan penampilan baby saat ini. Penampilan Baby saat ini jauh dari kata siap. Bahkan Baby hanya menggunakan handuk untuk menutupi tubuhnya dari area dada sampai ke paha bahkan tidak menyentuh lututnya.
" Eh eh eh .. kenapa malah teriak sih? Tadi aku di informasikan oleh ibu kalau kamu bahkan sudah siap untuk berangkat tapi kenapa kamu malah sekarang cuman handukan saja?" tanya Gustav tanpa menghentikan matanya yang shopping-shopping ke area-area favoritnya dari tubuh baby.
Baby menjadi kesal karena pandangan mata Gustav itu benar-benar menelanjangi dirinya seakan-akan dirinya itu objek bagi Gustav untuk memuaskan hasratnya.
Bukannya kenapa-kenapa, seperti yang diketahui dari awal bahwa baby itu merasakan gelenyar rasa yang berbeda saat bersama dengan Gustav apalagi saat ini ketika tubuhnya tidak memakai apa-apa dibalik handuk yang hanya menutupi beberapa jengkal area area sensitif milik dirinya.
" Tadi bajuku ketumpahan selai yang mengakibatkan badanku juga jadi lengket jadi mau nggak mau aku mandi dulu untuk mengganti baju dan juga pakaian dalam yang aku kenakan yang terkena selai tadi." jelas baby dengan nada manja serta bibirnya yang mengerucut sebal karena Gustav masih saja menatap dirinya dengan pandangan mupeng.
Soalnya baby merasa mupeng juga ketika dipandangi oleh Gustav seperti itu. Tapi bagi baby harga dirinya harus tetap dijaga dengan baik supaya tidak mempermalukan nama keluarganya. Tidak mungkin kan dirinya bilang sama Gustav kalau dirinya merasakan perasaan yang berbeda saat dipandang sedemikian rupa oleh lawan jenisnya seperti ini.
__ADS_1
Baby semakin ketakutan saat Gustav menghampiri dirinya dengan Tatapan yang lekat kepada dirinya nya yang memang kalau dipandang yang sangat seksi dan menawan.
" Jangan sampai aku khilap dan menyerang laki laki tampan itu... jangannnnn!!" bisiknya penuh pengendalian diri. Bahkan baby sengaja mengalihkan tatapannya dari Gustav yang memandangnya seperti singa yang kelaparan melihat rusa yang tak berdaya di hadapannya.
.
.
.
TBC
Guys, masuk acara promo dulu dengan buku baru yang sudah author bikin yaitu Rebirth: Pembalasan Dendam Tuan Muda
ayo kasih favorit, like, vote dan juga hadiah.
Plis tolongin thor, itu cerita lagi dalam pantauan para editor, jadi tolong bantuannya ya....untuk memfavoritkan. mengelike dan juga memberikan vote serta memberi hadiah.
Eh thank you yang sudah like, favorit kasih gift dan juga vote...
Karena Rebirth udah masuk beranda, Yeaayyy!! Jangan lupa untuk terus pencet likenya ya.. komen yang banyak!! Thor ❤ u alll
__ADS_1