Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Dalangnya adalah..


__ADS_3

Kekesalan dari Gustav memuncak, amarahnya berkobar, kalau seandainya dibuat sedikit lebay mungkin bisa di analogikan kalau saat ini terdapat asap yang keluar dari kepala Gustav dan juga hidungnya.


"Sabarlah, mas!" katanya sambil menyentuhkan tangan Gustav dan mengarahkannya ke perut dimana anaknya bermain, ( maksudnya anaknya di dalam perut baby, jadi bukan ia merasakan pergerakanya, karena baby di bawah usia 4 bulan biasanya belum dapat dideteksi pergerakannya.)


Saat tangannya merasakan perut baby yang menonjol membuat ia merasa tenang, dan ia berharap kalau benar apa yang dikatakan sama dokter kandungan itu tadi kalau anaknya benar ada 2 di dalam kandungannya itu.


"Maafkan mas ya..." katanya sambil memeluk erat perut baby yang didekapnya sambil menciuminya dengan gemas.


Ken sudah mengundurkan diri, saat melihat bosnya yang hanya diam dan marah marah itu karena ia tidak mau ketiban abu panas saat berada di seputaran gunung es yang sudah mau meledak karena emosi yag tertahan.


Ia cukup tahu diri dan mengerti kalau pawang dan juru kuncinya Gustav ya istri kecilnya itu.


Dengan perlahan ia menutup pintu kamar bosnya itu karena tak mau membangunkan harimau yang sedang dielus pawangnya agar redam amarahnya. Tapi ia juga tidak bisa menyalahkan bosnya karena siapapun juga akan melakukan hal yang sama ketika benda berharga apalagi keluarga mereka.


Bagi Gustav tidak ada lagi selainnya yang berharga selain istrinya dan juga anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu, maka adalah salah Apabila ada seseorang yang ingin melakukan hal yang tidak-tidak kepada istrinya karena dia adalah orang yang menaruh dendam pada orang yang mengusik keluarganya yaitu: istri dan anak-anaknya.


"Maaf.." kata Gustav sambil menghela nafasnya dengn erat, ia melihat pria yang menatap dirinya dengan tatapan penuh kasih sayang dan juga kasihan.


"Jangan marah atas keadaan yang kita alami, mungkin ini adalah pertanda kita harus berusaha lebih baik lagi untuk menjadi berkat bagi sesama yang lain, mungkin kita kurang membagikan berkat kurang sedekah dan kurang perhatian dan empati kepada orang lain," nasihat Baby yang mengarah kepada dirinya sendiri, empati kepada orang-orang di sekitarnya, dari pengalamannya ini dia akan berusaha untuk membagi-bagikan berkat kepada orang-orang yang membutuhkan, seperti anak anak panti dan juga orang yang miskin.


Gustav sebenarnya sudah bisa menebak siapa sebenarnya yang melakukan tindakan seperti ini namun karena dirinya tidak mau membuat istrinya itu resah jadi dia tidak mau mengatakannya kepada baby, dan saat ini dirinya sedang berpikir alasan apa yang akan diberikan kepada istrinya agar dirinya bisa segera mengurus dalang dari keracunan yang diderita istrinya tadi.


Tok tok tok

__ADS_1


"Masuk gak dikunci.."


"Ibu masuk ya nak?" anindya masuk dengan membawa baki berisi makanan, karena rasa bersalahnya tadi ia tak mau orang lain memegang makanan keluarganya selain daripada dirinya sendiri. Memang repot dengan apa yang ia lakukan, tapi ia juga tak mau kalau sampai kejadian seperti ini terjadi lagi.


"Ibu, Aku titip baby dulu di sini karena aku mau membantu orang-orang yang dibawa yang sedang mengintrogasi pelaku keracunan dari istriku, aku masih tidak tega kalau meninggalkan Baby sendirian di kamar." kata Gustav dengan nada ragu ragu.


"Pergilah, biar baby sama ibu saja disini, dan lagi Baby belum makan, jadi ibu mau menyuapi baby aja disini." kata ibu dengan nada tegas, ia juga memasak sendiri tanpa bantuan ART karena ingin menjaga makanan anak perempuannya itu.


"Ya bu!" sahut Gustav singkat.


" Mas, jangan emosi ya.." kata Baby sambil menggenggam tangan suaminya itu dengan erat untuk menyalurkan kekuatan baru buat suaminya agar tidak menangani semua permasalahan dengan emosi.


"Kamu tenang saja!" katanya sambil mnegecup kening istrinya dihadapan ibu mertuanya tanpa malu, dan Ibu mertuanya hanya bisa tersenyum melihat kebahagiaan dan kemesraan dari anak dan menantunya.


Langkahnya yang besar membuat dirinya cepat sampai di tempat di mana Ayah mertuanya selalu melakukan eksekusi terhadap orang-orang yang melawan dirinya di markas bawah tanahnya itu.


Dan sesampainya dirinya di ruangan tempat eksekusi berlangsung, matanya langsung menatap kepada pelaku yang adalah tukang kebun di tempat keluarga Weston.


Matanya yang nyalang dan penuh emosi, langsung eksekusi pelaku tersebut yang masih tampak baik-baik saja saat ini.


Dengan Tak banyak bicara ku tak langsung melayangkan pukulan demi pukulan serta tendangan kepada pelaku yang sudah membuat istrinya keracunan, sampai akhirnya kakak iparnya menahan langkahnya nya, agar tidak sampai membunuh pelaku tersebut karena dia sudah berjanji untuk membantu membalas perilaku dari dalang semuanya ini.


"Tenang dulu, mas Gustav! " teriak Liam yang berusaha menahan laju dari tubuh adik iparnya itu agar tidak terus-menerus menghajar pelaku yang sudah kepayahan menahan apa yang dilakukan Gustav.

__ADS_1


"Gustav cukup!!" perintah ayah mertuanya yang melihat Gustav tampak beringas memukul si pelaku yang sudah berani meracuni istrinya.


Herannya tubuh Gustav merespon apa yang diperintahkan oleh ayah mertuanya itu dan segera mengusaikan apa yang saat ini dilakukan yaitu memukul dan menendang pelaku yang memberi racun pada istrinya, dengan nafas yang tersengal sengal karena ia sudah memakai seluruh tenaganya untuk melakukan aksi pemukulan dan tendangan kepada pelaku yang sudah berani-beraninya memberikan racun di dalam susu yang diminum oleh baby.


"Pelakunya adalah Fely, dan mereka masih akan melakukan penyerangan kalau kamu terus bertindak gegabah." kata Valen sambil menuding Gustav karena tidak terima kalau anaknya menjadi sasaran balas dendam akibat Feli menyukai Gustav.


"Sudah kuduga..." katanya sambil mengepalkan kedua belah tangannya sampai kuku-kuku di jarinya itu menusuk ke dalam daging tangannya mengakibatkan tangannya pun terluka. Namun bagaikan kesurupan kustap sama sekali tidak merasakan rasa sakit bahkan ketika darahnya keluar dari tangannya dirinya sama sekali tidak perduli.


"Jangan lupa kamu masih harus menghadapi Black Mask dan juga Khalid sebagai tangan kanan diri Sunarto. Dan orang yang kamu pukuli itu memiliki data-data valid tentang penyerangan mereka kepadamu karena lepas mereka menyerang baby mereka juga akan menyerang kamu karena khalid akan melenyapkan kamu agar dirinya bisa menjadi menantu dari Sunarto serta mengambil alih jaringan bawah tanah yang dimiliki oleh Sunarto. BlackMask-lah yang akan mengeksekusi segala rencananya itu supaya mereka bisa segera naik tahta dan mendapatkan uang yang banyak demi membayar Black Mask yang sudah menjadi tangan kanan dari Khalid dalam hal ini."


"Aku tidak peduli walau aku akan mati ditangan mereka..."


"Jangan gila! Kamu bisa tak peduli tapi pikirkan istri dan anakmu, kamu harus ikuti rencana yang sudha kubuat supaya aku bisa bertanggung jawab dengan anakku, karena bisa menyelamatkan kamu." kata Valen dengan nada dingin, sedangkan orang yang tadi dipukuli oleh Gustav sudah diamankan dan di obati oleh orang orang dari Valen, termasuk Liam dan Lios yang memantau orang yang meracuni adik perempuannya itu.


.


.


.TBc


Readers ku sayang, jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, Yang sudah baca dan komen i love yu all, sudah mau tamat kok... tenang!


Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!! Vote itu biasanya ada kalau kalian bacanya pakai Mangatoon atau Noveltoon biasa kalau pakai noveltoon lite ga akan keluar tulisan vote.

__ADS_1


__ADS_2