
Hari yang ditunggu oleh Gustav dan juga baby sudah tiba, saat ini Baby menunggu dengan sabar di salah satu ruangan kamar hotel yang digunakan oleh baby untuk menjadi ruangan make up pengantin wanita yang disediakan oleh wedding organizer yang di sewa oleh keluarga Dimitri.
Posisinya saat ini Baby sudah di make-up dengan cantik dan glowing oleh make up artis yang dipilih oleh WO nya. Jangan ditanya karena memang ini make up artis khusus yang berharga juta an sekali make up jadi tentu saja sesuai dengan harganya hasilnyapun cetar membahana.
Setelah selesai di make up oleh make up artis, Baby pun segera memakai gaun pengantin yang dipilih pada saat fitting baju bersama dengan Gustav. Gaun putih yang sangat indah dengan taburan permata dengan harganya yang dibandrol ratusan juta rupiah, dengan design backless, membuat baby tampak seksi. Padahal modelnya sederhana tapi begitu dipakai oleh baby bisa terlihat begitu anggun dan menarik.
Tiba tiba ayah Vallen masuk ke dalam ruangan itu dan mengagumi kecantikan anak perempuan satu-satunya itu itu yang sudah tampak dewasa karena sudah menikah dengan Gustav Alexandro Dimitri.
Baby tampak jengah di tatap oleh ayahnya yang tampak tampan dengan tuxedo abu-abu untuk menjemputnya dari ruangan make up pengantin wanita ke ke tempat resepsi di helat.
" Kamu terlihat sangat cantik, anakku sayang!" ujar Ayah Vallen mengagumi kecantikan anaknya yang sempurna.
" Ayah apakah ini sudah saatnya kita untuk turun? "tanya nya dengan nada antusias karena sejujurnya dia sudah bosan daritadi menanti di dalam kamar rias ini menunggu acara dirinya turun untuk diberkati bersama dengan Gustav di hadapan pemuka agama agar dirinya sah juga secara agama.
" Ayah sangat senang kalau kamu berbahagia nak! Ayah tahu selama ini ayah terlalu mengekang kamu mungkin disaat ini Ayah pingin bilang sama kamu Ayah minta maaf! Ayah melakukan semuanya itu agar kamu terlindungi. Dan Ayah selalu berharap kalau kamu akan selalu bahagia, ingat kalau ayah ibu dan kakak kakak mu itu sangat menyayangi kamu!" kata Valen sambil mengusap pipi mulus anak perempuannya itu.
" Ahh, ayah selalu berpikir bahwa kamu ini masih seperti dulu, seperti ketika kamu lahir dan ayah menggendong kamu, maka seperti itulah perasaan ayah saat ini sungguh tidak dinyana kalau kamu malah menikah duluan dibandingkan kakak kakak kamu!" kata Ayah Valen mendesah pasrah. baby yang yang mendengarkan perkataan dari ayahnya itu dengan perasaan sedih karena Sebentar lagi mungkin dirinya akan tinggal dirumah besar keluarga Dimitri yang berarti dirinya akan berpisah jauh dengan ayah dan ibunya.
" Ayah...." tapi sebelum dia melanjutkan kata katanya, ada ketukan di pintu tempat mereka berada.
Tok tok tok
" Mempelai wanita dan ayahnya harus bersiap-siap untuk memasuki ruangan acara..." perintah seorang pria yang mengenakan jas warna hitam juga menggunakan walkie talkie yang rupanya adalah wedding organizer yang sudah di sewa oleh keluarga Dimitri.
__ADS_1
" Ayo cantik! Ayo tebarkanlah pesonamu, jujur Ayah tidak menyangka kalau Gustav suka sama kamu bahkan membuat pesta pernikahan semegah ini." kata ayah sambil menyodorkan lengannya untuk dibawa oleh baby. Dan baby segera menerima lengan dari ayahnya itu dan berjalan dengan hati-hati menuju ke ruangan acara diiringi oleh petugas wedding organizer yang ditugaskan untuk membawa mempelai wanita keruangan acara.
***
Gustav menantikan kedatangan dari baby dengan penuh kekhawatir an. Gustav ingin membuat semua orang tahu kalau baby sudah menjadi miliknya.
Lalu tiba-tiba pintu ruangan terbuka dan semua orang memandang takjub pada pesona seseorang baby yang bernama Wilhelmina Chalyondra Weston. Gaun yang dipakai sangat elegan dan apik di tubuhnya yang ramping dan seksi. Kulitnya yang putih mulus bersinar bak Permata sangat cocok dengan gaun yang dipakainya bahkan membuat dirinya semakin cantik. Gustav tidak habisnya mengakui keindahan Maha karya Tuhan yang diciptakan untuknya itu.
" Untungnya Gadis itu sudah kunikahi karena pandangan pria-pria di sini saat menatap baby membuat aku jadi gerah." gunam Gustav dengan nada lirih sambil mengepalkan tangannya.
Sedangkan baby dengan senyumnya yang indah serta Ayah Valen pun melangkah dengan penuh percaya diri ke tempat Gustav menunggu istri cantiknya itu dengan raut tidak sabar.
" Gustav ayah serahkan baby sama kamu, jangan buat dia menangis dan bersedih kami orang tuanya tidak pernah membuat dirinya sedih dan selalu ingin membuat dirinya bahagia, karena baby adalah permata yang berharga bagi kami." kata ayah paling sambil menaruh tangan mungil baby di atas tangan Gustav yang besar sambil menepuk bahu menantunya itu dengan perlahan.
Gustav menggandeng tangan baby dan melakukan janji pernikahan di hadapan Tuhan dan para undangan.
“Saya Gustav Alexandro Dimitri, mengikat janji dihadapan Tuhan, menerima Wilhelmina Chalyondra Weston sebagai istri saya yang sah dan satu satunya, mengasihi, melayani dalam susah maupun senang, kaya maupun miskin, sehat ataupun sakit, menjaga cinta kita dengan setia, hingga maut memisahkan.” Ucap Gustav dengan lantang dan yakin. Bahkan ia menghapalnya dan mengucapkan Janji Sakral dihadapan Tuhan dengan satu tarikan nafas.
Setelah Gustav, giliran baby pun mengucapkan ikatan janji pernikahan yang sama dengan
Gustav. Baby mengawalinya dengan memejamkan mata supaya dia bisa berkonsentrasi dengan baik.
“Saya Wilhelmina Chalyondra Weston, mengikat janji dihadapan Tuhan, menerima Gustav Alexandro Dimitri sebagai suami saya yang sah dan satu satunya, mengasihi, melayani dalam susah maupun senang, kaya maupun miskin, sehat ataupun sakit, menjaga cinta kita
dengan setia, hingga maut memisahkan.” ujar Baby dengan tenang dan jelas, tidak ada sorot keraguan di tatapan cinta mereka berdua.
__ADS_1
“Demi nama Tuhan, dan dengan kekuatan yang diberikan kepada saya sebagai pemuka agama,
maka dengan ini saya nyatakan kalian suami istri yang sah dihadapan Tuhan, dan
akan hidup bersama dalam senang maupun susah sampai maut memisahkan. Silahkan
mempelai pria menyematkan cincin ke tangan mempelai wanita. Sebagaimana cincin ini dibuat tanpa ujung dan pangkal, maka cincin ini adalah sebuah symbol bahwa cinta kalian sebagai suami istri tidak berujung dan berpangkal, akan senantiasa bersama sampai akhir hayat.”
Gustav memasukan cincin ke jari manis baby, dan begitupula sebaliknya. Mereka sudah sah terikat menjadi suami dan istri.
“Sekarang silahkan mempelai pria mencium mempelai wanita.” Jujur diantara seluruh prosesi yang dilakukan, hal inilah yang paling ditunggu tunggu oleh Gustav.
Kenapa? Karena Gustav ingin nunjukin sama yang lain kalau Baby milik nya!
.
.
.
TBC
wkwkwk sah ya 2 episode.. aku mau siap siap bikin hot romancenya besok.. tadi mau kumasukin sekarang tapi hari ini banyak anak kecil di rumah. Mau up scene dewasa kok rasanya ga well ya... jadi kuputuskan besok saja.
Hot jeletot besok ya guys, jangan lupa koin,poin dan vote buat karya ini supaya naik terus ranknya.. kalau gak author mau mogok up deh wkw kw kw k🤣🤣
__ADS_1