
There keluar dari kantor Bagaskara grup dengan perasaan yang sangat marah, dia kesal dengan apa yang dilakukan oleh Aldi kepadanya, dia juga merasa terhina akan apa yang dilakukan oleh Aldi.
There langsung bergegas menuju ke rumah nenek, dia ingin tahu kemana nenek dirawat. kemudian dia menyadari kebodohannya, Kenapa dia tidak menelepon ke rumah nenek saja, mestinya ART yang ada di sana bisa memberitahukan kemana nenek dirawat.
Setelah menelepon ke rumah nenek dan mengetahui di mana Nenek dirawat, Terry langsung bergegas menuju ke rumah sakit yang di beritahukan oleh pegawai yang menerima teleponnya tadi.
***
Sementara itu di Singapura Vallen sudah menyelesaikan pemeriksaan tentang penyakitnya, beruntung Amin membawa obat-obatan yang biasa dikonsumsi oleh Valen di Indonesia. Ternyata ada sedikit masalah dengan obat-obatan yang dikonsumsi oleh Vallen, tidak tahu apakah itu memang disengaja oleh dokter yang di Indonesia atau memang ada unsur tertentu supaya Vallen tidak bisa sembuh.
" Obat jenis ini adalah obat-obatan untuk menghilangkan Ingatan, dan apabila dikonsumsi dengan jumlah yang sangat besar akan membuat orang tersebut yang mengkonsumsinya akan kehilangan ingatan secara permanen. Memang ada juga vitamin untuk otak dan juga ada ada obat yang sebenarnya fungsinya sangat kontras dengan obat yang kamu minum ini. jadi kamu tidak akan pernah mengingat apa-apa tentang kejadian-kejadian yang di masa lalu. Tapi setelah melakukan scan otak dan sebagainya kami menyimpulkan bahwa penyakit kamu ini masih bisa untuk ditangani, asalkan Anda rutin melakukan terapi di sini dan juga mengkonsumsi obat-obatan yang saya berikan." kata dokter dengan nada tenang.
Vallen langsung berpikir, Siapakah dalam hal ini yang salah? Vallen memutuskan nanti ia akan mengutus Revan untuk menyelidiki dokter yang dulu menangani dirinya, Siapakah sebenarnya yang yang memberikan obat-obatan ini? Apakah ini melalui suruhan dari kakek Arka? atau Paman Bill?
Tapi Vallen tetap tenang di hadapan dokter ini. tujuannya saat ini adalah supaya dia bisa diberikan kesembuhan dan jalan keluar dari masalah yang saat ini dialami. pantas saja saat dia lengah meminum obat malah justru kilasan-kilasan masa lalu itu bertebaran di pikirannya.
__ADS_1
" Baiklah dok, saya akan menjalani therapy dan juga minum obat itu secara rutin." Valen menegang, ia masih berpikir Siapakah yang sudah begitu kejam melakukan hal ini kepadanya, tapi dia merasakan ada sentuhan lembut di tangannya dan dia tahu itu adalah istrinya.
Anin menggenggam tangannya dengan erat seakan dia ingin memberikan kekuatan untuk Vallen menghadapi masalah yang saat ini dia derita. Istrinya tahu betapa dia merasa kecewa dan sakit hati mendengar hal tersebut, ada orang yang ingin mencelakakan nya secara perlahan namun pasti. Mungkin ini merupakan sebuah keberuntungan kalau dirinya itu kadang melalaikan untuk minum obat obat yang disediakan itu.
Setelah dokter menjelaskan semua terapi yang harus dia lakukan beberapa hari ini, juga memberikan resep obat-obatan yang harus dikonsumsi, Valen langsung bergegas keluar dari ruang praktek. Vallen memiliki keinginan yang sangat tinggi untuk dia bisa mengingat setiap pikiran masa lalunya. jadi dia langsung menyuruh beberapa orang pengawal yang ditugaskan oleh Revan pengawal Vallen dan juga istrinya, menebus obat yang harus dikonsumsi mulai hari ini sampai beberapa waktu kedepan.
" Mas? Apa yang sedang kamu pikirkan saat ini?" tanya istrinya itu dengan nada lembut, sebenarnya Anin sudah yakin bahwa yang saat ini Valen pikirkan adalah siapa sebenarnya otak dibalik semuanya ini? Rasanya orang itu ingin dirinya hancur!
" Kamu pasti sudah bisa menduga apa yang saat ini ada di dalam pikiranku! aku sering bertanya-tanya kenapa orang itu begitu jahat ingin mencelakakan aku! Kenapa setelah aku celaka pun dia tidak melepaskan tangannya dari ku dan dia selalu membuatku hancur dengan cara Aku tidak akan pernah bisa mengingat apa-apa lagi." kata Vallen dengan geram, dia ingin memastikan apabila orang itu ketemu, dia akan menghancurkan orang itu balik.
Vallen mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengerti apa yang Anindya maksudkan, tadinya dia memang berpikir bahwa kakek Arka ada hubungannya dengan permasalahan yang dialami saat ini tapi sejurus kemudian dia juga berpikir bahwa kakek Arka sama sekali tidak memiliki motivasi yang tempat untuk membuat dirinya Hilang Ingatan.
Mestinya orang yang akan membunuhnya itulah yang paling memiliki motivasi yang tepat untuk membuatnya hilang ingatan untuk selamanya. Sehingga hilanglah pula, kesempatan bagi Vallen untuk membalas dendam pada orang itu, juga mengamankan dirinya supaya tidak masuk ke penjara karena perilakunya yang sudah kriminal hendak membunuh Vallen.
" Tenang saja aku akan segera menyuruh Revan untuk menyelidiki Siapakah orang yang sudah menyuruh dokter yang merawat aku pertama kali itu, dan memberikan resep serta obat-obatan yang kontradiktif, sehingga membuatku Justru malah tidak akan pernah bisa sembuh." kata Vallen sambil menatap ke depan dengan tatapan yang jauh, dia merasakan tangan Anin semakin erat menggenggam tangannya. Dia membutuhkan dukungan dari Anin supaya reda amarah yang saat ini ada di dalam hatinya. Genggaman Anin membuat dirinya nyaman dan merasa bahwa ada orang yang selalu mendukung dirinya.
__ADS_1
" Kamu juga harus memberitahukan kepada ayah semua progres kesembuhan yang sedang kamu lakukan! Mungkin Ayah juga berharap-harap cemas supaya kamu Segera bisa sembuh Mas!" kata Anin sambil menggandeng lengan suaminya masuk ke mobil untuk kembali ke apartemen yang sudah disiapkan oleh Revan buat mereka berdua. Sedangkan pengawal-pengawal yang memang di sewa oleh Weston grup mengikuti dari belakang, tujuan Willy menyewa pengawal untuk anaknya dan menantunya itu adalah agar menjamin keamanan Vallen selama di luar negeri.
Vallen dan istrinya pun tidak keberatan dengan keberadaan pengawal-pengawal yang ada di sekeliling mereka Mungkin sedikit mengurangi privasi Tapi demi keamanan mereka mau saja diperlakukan seperti itu oleh ayahnya.
Tuan Willy sudah trauma dengan kejadian yang menimpa anak dan istrinya jadi dia memperketat keamanan di sekeliling keluarganya supaya tidak ada lagi celah bagi mereka yang ingin membunuh maupun merampas kebahagiaan daripada Weston.
.
.
.
TBC
Readers!! Terima kasih buat like dan supportnya. Jangan lupa untuk selalu tekan tombol like dan memberikan gift kepada author supaya author tambah semangat dalam mengupdate cerita ini setiap hari. Author akan meng-update 1 episode dan apabila ada waktu lagi author akan menambahkan satu lagi episode jadi stay tune terus ya! Happy reading!
__ADS_1