
" Dasar mesum!" cebik Nana malas menanggapi apa yang dikatakan oleh Gustav. Apalagi saat ini Gustav dan dirinya sedang berada di jalan raya, bayangkan apabila mereka melakukan hal yang tidak-tidak padahal Gustav sedang menyetir? Kan jatuhnya bisa bahaya!
" Apa aku perlu menepikan kendaraan ini dulu supaya kamu bisa melakukan apa yang ingin kamu lakukan barusan?" tanya Gustav dengan nada seduktif. Gustav seakan akan tahu apa yang saat ini sedang dipikirkan oleh Nana. Ini yang sedikit membuat Nana menjadi heran lalu balik menatap Gustav dengan kedua bola matanya yang besar dan indah. Gustav yang ditatap sedemikian rupa oleh Nana kemudian balas menatap Nana namun kudian Gustav kembali menatap jalanan yang harus mereka lalui untuk mereka bisa sampai ke rumah besar Tuan Vallen.
" Kamu tahu nggak kalau seandainya Ayah tahu pikiran mesum kamu saat ini, kamu bisa bisa sudah digoreng sama ayah dan dijadikan perkedel!" kata Nana sambil memalingkan wajahnya ke arah jendela mobil seakan pemandangan di luar itu lebih menarik daripada orang yang ada di sampingnya itu.
" Ha ha ha, kamu lucu sayang." kata Gustav mengusap tangan Nana yang dari tadi ia genggam. Rasanya ia bahagia banget. Ternyata mungkin benar ini cinta. Ia bahkan bisa melupakan kesedihan dan juga perasaan sendiri yang sering muncul sejak kepergian kakeknya.
Nana semakin heran saat Gustav tahu pasti arah ke rumah besarnya,
"Kamu tahu tempat kediaman keluarga Weston?" tanya Nana dengan nada heran bagaimana bisa Gustav tahu rumahnya padahal dia belum pernah bilang sama Gustav di mana rumahnya.
" Ehm, standar resmi untuk menjadi pegawai di tempat aku adalah latar belakang yang jelas dan juga idenritas yang jelas juga, jadi Ken, asisten pribadi aku sudah tahu dan langsung mencari identitas kamu dan tidak menemukannya sampai dia membuka Underground Site di mana ada namamu di cari di sana. Jadi semua data-data tentang kamu tersedia lengkap di Underground site karena pelarianmu yang sungguh fenomenal." Sindir Gustav dengan nada menggoda membuat Si Nana manyun karena merasa tersindir.
" Habisnya tuh aku kesal sama ayah yang selalu tidak memperbolehkan aku keluar sendirian. Aku punya banyak banget bodyguard sampai kalau aku mau ke kamar mandi pun aku harus bawa bodyguard, bayangin betapa tersiksanya aku hidup selalu bersama para bodyguard." Kata Nana dengan nada sendu, terkadang dia merasa seperti burung yang dimasukkan ke dalam sangkar, dia iri dengan teman-temannya yang bisa dengan bebas kesana kemari tanpa harus takut dan membawa-bawa bodyguard.
Dulu Nana selalu diejek oleh teman-temannya, sesama anak orang kaya, karena bodyguard-nya sampai menunggu di depan kelas yang Nana tempati.
Nana sering juga dipanggil anak bayi yang selalu datang dengan pengasuhnya. Orang mungkin merasa bahwa dirinya bahagia dengan kekayaan yang banyak dan juga orang-orang yang selalu ada dalam lingkarannya, tapi mereka tidak pernah tahu bahwa dirinya sedih karena teman-temannya tidak mau bergaul dengan dirinya karena takut ikutan diculik atau takut dengan bodyguard yang mengelilinginya.
Gustav yang mendengar semua cerita dari Nana tadi ikutan merasa sedih dengan kondisi Nana yang harus selalu berada di dalam pengawasan seorang pengawal, padahal dirinya sendiri pun tidak pernah sampai begitu. Ayah mertuanya itu dianggapnya terlalu posesif dalam melindungi anaknya.
__ADS_1
" Lalu, kalau kedua Kakak kembarmu bagaimana? Apakah mereka juga menerima perlindungan yang sama seperti yang kamu dapatkan saat ini?" tanya Gustav sambil mengelus tangan calon istrinya itu dengan lembut karena istrinya Itu tampak masih menerawang jauh pandangannya.
" Tidak! Kakak Kakakku tidak menerima perlindungan seposesif diriku. Bahkan ibuku saja tidak seperti aku. Bayangin ya aku punya bodyguard khusus perempuan yang tugasnya mengikuti aku, saat aku di kamar mandi. Kata kakakku, itu semua mereka lakukan untuk melindungiku dari orang jahat yang ingin menculik atau kau melakukan hal yang jahat kepadaku." kata Nana lagi.
" Ya Gimana ya? Jujur aku sendiri tidak bisa terlalu menyalahkan ayah dan kakak-kakak kamu. Mungkin mereka pernah punya trauma tersendiri atas perempuan yang mereka sayangi, yang diculik atau mungkin akan dibunuh! Kamu tahu? Kalau pewaris seperti kita ini memiliki banyak sekali musuh yang kita sendiri tidak tahu mereka akan berbuat seperti apa. Jadi ya antisipasi termudah adalah memberikan perlindungan lewat pengawal atau alat penyadap yang sengaja ditaruh di tubuh kita." kata Gustav dengan nada lembut. mungkin karena Gustav pun tidak ingin kalau calon istrinya itu menganggap bahwa dirinya terlalu membela calon Ayah mertuanya. benar saja, netra Nana Langsung membulat dan dia langsung protes dengan suaranya yang unik.
" Jadi maksud kamu, setelah aku menikah dengan kamu, kamu juga akan melakukan hal yang sama dengan ayah? Kamu akan membatasi aku dengan proteksi yang berlebihan seperti itu?" tanya Nana dengan nada kesal. Mulutnya udah monyong monyong seperti biasanya kalau dia kesal terhadap sesuatu yang tidak sesuai dengan pemikirannya.
" Aku akan tetap memberikan kamu perlindungan namun yang modern dong. Misalnya ini seperti jam tangan yang aku pakai ini, jam tangan ini mengandung alat penyadap, yang mempermudah anak buahku untuk mengetahui posisi terakhir Aku ada di mana. Dan kalau aku mencet yang ini, maka anak buah aku tahu bahwa aku membutuhkan pertolongan dari mereka, lalu kalau aku ingin menghubungi polisi dengan cepat aku tinggal pencet yang ini saja, dan polisi akan langsung bisa melacak keberadaanku ada di mana. Jadi lebih canggih dan juga tidak membuat aku terlalu terkekang. Tentu saja juga aku membekali diriku dengan kepandaian bela diri sehingga untuk tangan kosong." Jelas Gustav dengan detail namun tiba-tiba Nana memotongnya dengan segera.
" Jangan kamu pikir bahwa aku tidak bisa beladiri ya, Aku bahkan sudah menyelesaikan karateka ku sampai ban hitam, taekwondo juga. Jadi sebenarnya kalau lawan preman preman sih aku masih mampu. Kecuali yang bawa senjata api, mungkin aku sedikit keder." potong Nana dengan sedikit tertawa terkekeh.
" Ah siapa takut! Mau dimana?" tantang Nana dengan nada santai.
" Gimana kalau dikamar kamu?" kata Gustav sambil membelokkan mobilnya masuk ke dalam area perumahan elit milik Tuan Valen, disana mobil Ken dan mobil pengacaranya sudah nangkring manis, tanda barang barang yang diminta tuan Valen dan seserahan Nana sudah nyampe.
" Huh dasar orang tua mesum!" katanya langsung membuka pintu mobil saat Gustav sudh sampai ke rumah besarnya.
Di depan pintu, Baby Ly alias Nana sudah dinantikan oleh ibunya yang sudah rindu kepadanya.
" Dasar anak nakal!! Kamu pergi kemana saja tidak pamit sama ibu?" kata Anin yang kesal dengan anak perempuan satu satunya itu.
__ADS_1
" Ibu..." kata baby Ly sambil menghambur ke pelukan ibunya. Sedang Gustav hanya mengikuti dari belakang dan tersenyum melihat interaksi hangat baby Ly dan ibunya.
Suatu pemandangan yang tidak pernah ia lihat dari kecil membuat wajah Gustav sedikit menyendu.
" Lho ini siapa?" tanya Anin kepada baby Ly melihat sosok tampan dihadapannya.
" Dia calon mantu kamu." kata Valen yang mendekati istrinya setelah turun dari mobil tadi.
" Apa.??" seru Anin kaget.
.
.
.
TBC
Reaksi ibu Anin kira kira gimana ya??
Wk wkw kw .. jangan lupa pencet like, kasih hadiah yang banyak dan juga vote...makasihhh
__ADS_1