
"Jangan gila! Kamu bisa tak peduli tapi pikirkan istri dan anakmu, kamu harus ikuti rencana yang sudah kubuat supaya aku bisa bertanggung jawab dengan anakku, karena bisa menyelamatkan kamu." kata Valen dengan nada dingin, sedangkan orang yang tadi dipukuli oleh Gustav sudah diamankan dan di obati oleh orang orang dari Valen, termasuk Liam dan Lios yang memantau orang yang meracuni adik perempuannya itu.
Gustav mengusap wajahnya yang kacau akibat ia emosi berlebihan dan dia berulang kali menghela nafasnya yang kasar karena ingin menenangkan hatinya yang kacau balau akibat hanya memikirkan istrinya yang saat ini terbaring Lemah juga memikirkan anak yang ada di dalam kandungan istrinya itu. Semoga mereka baik-baik saja.
" Baiklah, apa yang harus Gustav lakukan, yah?" tanya Gustav dengan nada datar dan dingin seperti biasa Karena terus terang saja dia harus benar-benar meredam rasa amarah yang ada di dalam hatinya saat ini.
"Pelaku memang sudah mengatakan Siapakah yang menjadi dalang sebenarnya namun saat ini kita harus melakukannya satu persatu, kita tidak bisa dengan gegabah melakukan semuanya dengan tangan kita sendiri. Jadi ayah serahkan keputusan pertama yang hendak kamu eksekusi, untuk hal ini Ini ayah benar-benar menyerahkan keputusan kepada kamu!" kata Vallen sambil menatap menantu kesayangannya itu dengan intens.
Gustav tampak sedang memikirkan sesuatu, lalu ternyata yang di arah pertama kali adalah...
"Ayah kalau menurut pemikiran dari Gustav, yang akan Gustav arah pertama kali adalah Khalid dan kroni kroninya!"
"Kenapa ? Karena sebenarnya yang melakukan peristiwa ini adalah Feli, bahkan mungkin Khalid sama sekali tidak tahu menahu akan hal ini. " Valen menjadi heran dengan pilihan yang dijatuhkan oleh menantunya itu, Mengapa memilih Khalid duluan untuk dieksekusi pertama kali, Mengapa bukan orang yang mencelakakan istri dan anaknya?
"Pertmbangannya kalau kita belum melumpuhkan orang yang bisa melindungi Fely, maka mungkin akan ada kemungkinan kalau Khalid akan membela Feli dan menyembunyikan Feli entah ke mana. Tapi kalau kita sudah melumpuhkan orang yang bisa melindungi Feli maka ketika kita mengeksekusi Feli yg tidak akan ada orang yang bisa menolongnya bahkan kita bisa menghabisi Feli dan juga orang-orang yang bersekutu bersama Feli untuk menghancurkan keluargaku." pertimbangan dari Gustav itu benar-benar dipikirkan secara mata dan membuat Vallen menjadi kagum, dia tidak terlalu mengedepankan emosi tapi sebenarnya dia sedang emosi, sehingga dia menaruh Feli di bagian terakhir pembalasan dendamnya karena Feli adalah orang yang secara langsung menyerang istri dan anaknya. Jadi saat khalid dihabisi terlebih dahulu maka Feli tidak akan ada lagi yang bisa menolongnya.
Sebenarnya, Gustav bisa meraba Apa yang sebenarnya dibalik permasalahan join-nya Feli dan juga Khalid itu, hanya satu yang ada di dalam pikiran Gustav saat ini adalah Khalid hendak mengkudeta kerajaan bisnis ayahnya Feli yaitu pak Sunarto dengan menikahi Fely, pasti bantuan yang diberikan kepada Feli itu tidak gratis, ada simbiosis mutualisme disana. Tapi hal ini tidak diceritakan Gustav kepada ayah mertuanya karena dia memang ingin menyimpannya dalam hati, Meskipun begitu, tentunya Ayah Vallen tidak bodoh amat sehingga dia bisa menilai bahwa apa yang dipikirkan oleh Gustav itu sama dengan apa yang saat ini dipikirkannya.
"Baiklah, lalu apa rencana kamu?"
__ADS_1
"Tentunya menyerang Khalid yang saat ini berada di markasnya bersama dnegan black mask!" katanya sambil menggertakkan giginya tanda ia menahan amarah yang saat ini membuncah di dadanya.
" Tidakkah itu sebuah langkah frontal yang bisa membahayakan kita sendiri karena dengan menyerang langsung ke markas Bukankah berarti kita menyerahkan nyawa kita sendiri?" tanya Valen menguji kepandaian menantunya itu dengan rancangan yang saat ini hanya ada di dalam otak menantunya itu.
"Tentu saja salah, yah! Kan mereka sedang dalam kondisi tidak siap jadi kita bisa menyerang mereka kapan saja sekarang, tentu saja kita mesti selidiki ini terlebih dahulu..." kata Gustav sambil mendial no ponsel seseorang yang biasa ia suruh untuk memantau lawan karena ia dijuluki bunglon saking pandainya menyamar, ia ini biasa dipakai Gustav untuk menyelidiki lawan lawan bisnisnya, termasuk si Sunarto sebagai lawan bisnisnya.
Gustav sudah tahu kalau Sunarto itu berhubungan dengan mafia the underground, tapi bodohnya Sunarto itu tidak pernah bekerja seorang diri, ia selalu bersama dengan Kalid dan Khalid lah yang mengurus jaringan bawah tanah yang dimiliki oleh Sunarto, maka dari itu ia mendekati Fely supaya bisa menikahi anak Sunarto, karena Fely itu anak tunggal sedangkan ia bukan orang kaya. Dengan mendompleng Sunarto, Khalid menjadi kaya seperti sekarang ini.
"Halo, bunglon, kamu selidiki alamat an juga orang yang akan aku kirimkan melalui WA nanti kamu harus segera menghubungi aku. Soalnya aku akan menyerang mereka, aku nunggu waktu yang tepat saja." katanya dengan nada santai sedangkan orang yang diujung saa langsung menanggapi dengan penuh hormat, karena Bunglon ini pernah berhutang nyawa dengan Gustav.
Ingat pepatah sepandai pandainya tupai melompat pasti jatuh juga?Nah itu juga berlaku sama bunglon yang hampir mati kalau seandainya tidak di tolong oleh Gustav.
"Baik bos! Akan segera laksanakan, perintah bos akan menjadi prioritas bagiku!" katanya dengan penuh hormat.
"Iya au harus segera menghabisi mereka karena ia berani mengusik istri dan anakku bahkan menyuruh orang untuk maracuninya." katanya dengan nada geram yang masih kentara karena ia masih belum bisa mneghilangkan rasa trauma dan juga kemarahan yang ada di hatinya kalau menyangkut masalh Baby dan anak yang di dalam kandungannya.
"Siap bos!Apa yang menjadi masalahmu akan menjadi masalahku juga, akan aku kabari dalam 1 x 24 jam, bos!" kata si Bunglon dengan nada hormat. Gustav hanya menganggukkan kepala dan ketika ia ingat kalau si bunglon gak mungkin bisa melihatnya maka ia langsung mengiyakannya dan menutup sambungan teleponnya karena ia harus memberitahukan kalau ada brita penting yang terlewat yang harus ia beritahukan kepada ayah mertuanya.
"Ayah, nanti Gustav akan membawa baby ke rumah sakit dimana dokter kandungan Baby praktek, karna tadi dokter yang dipanggil bilang ada kemungkinan kalau kehamilannya itu kembar." katanya dengan segera, sehingga sedikit mengejutkan bagi Valen karena ia tadi menduga kalau ada yang tidak beres dengan kehamilan anaknya sehubungan dengan keracunan tadi.
__ADS_1
"Wah, apa ibu sudah tahu?" Wajah Valen yang biasanya datar sekarang berseri seri karena ini merupakan berit baik baginya.
" Kayaknya belum, tak tahu juga kalau baby sudah memberitahukannya sama ibu." kata Gustav sambil mengdikkan bahu.
"Ayo kita segera ke kamar baby, ayah rasa ibumu belum tahu...." kata Valen yang langsung ngabur ke kamar anak perempuannya diikuti dengan pandangan Gustav yang merasa bahagia berada bersama dengan orang orang yang ia cintai.
"Aku akan berusaha membahagiakan Baby dan ayah serta ibu. Penghalang kecil ini akan segera aku singkirkan," janjinya dengan yakin.
.
.
.
TBC
Readers ku sayang, jangan lupa untuk hadiah, vote dan like yang banyak ya... Komennya juga ditunggu. Spam aja deh, biar banyak komennya, Yang sudah baca dan komen i love yu all, sudah mau tamat kok... tenang!
Happy Reading!!Jangan silent reader ya, langsung like dan komen ... hadiah dan juga Vote!!! Vote itu biasanya ada kalau kalian bacanya pakai Mangatoon atau Noveltoon biasa kalau pakai noveltoon lite ga akan keluar tulisan vote.
__ADS_1