Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 45.


__ADS_3

Sesampainya mereka di Resto yang dituju, mereka langsung turun, masuk ke dalam Resto dan diarahkan ruangan VIP yang sudah dipilih oleh Ayah Willy Weston.


Kegugupan sangat kentara di wajah Anindya Bagaskara, Valen berusaha memegang tangan istrinya itu supaya mengurangi rasa gugup yang tiba-tiba menyerang Anin. Bahkan Vallen merasakan bahwa tangan istrinya menjadi dingin, bukan karena efek pendingin ruangan yang dipasang secara maksimal tapi memang karena dia merasa keringat dingin keluar terus saat harus bertemu dengan ayah mertuanya.


" Tenang aja, Ayah nggak akan menggigit kamu kok! Dia juga bukan tipe Ayah yang galak, memang dia sedikit lebih berwibawa!" kata Valen yang berusaha menenangkan istrinya yang gugup itu.


" Iya, aku sedikit gugup. Tapi entah kenapa tanganku itu berkeringat dingin saat ingin bertemu dengan ayah kamu." kata Anin sedikit tergagap.


" Itu ayah aku!" kata Vallen menunjuk ke arah pria paruh baya yang duduk sendirian di dalam ruangan VIP itu.


" Ayah!" sapa Valen sambil merangkul pinggang istrinya agar istrinya itu tidak gugup dihadapan ayahnya. Sekaligus Vallen ingin membuat istrinya itu nyaman dan merasa tidak ditinggalkan.


" Ayah!" sapa Anin dengn hormat sambil mencium tangan dari ayah mertuanya itu.


Wiilly Weston sangat bahagia dengan momen dimana dia bisa bertemu dengan anak dan juga menantunya itu, dia juga kagum dengan penampilan Anin yang sederhana namun terlihat sopan dan anggun.

__ADS_1


" Duduklah kalian, Revan sedang memesankan beberapa makanan untuk bisa kita nikmati secara cepat karena Ayah juga tahu kalau kalian mengejar penerbangan terakhir ke Singapura dalam rangka pengobatan si Vallen."


" Anin, kamu pasti terkejut ketika Ayah ingin meminta kalian bertemu saat ini, sejujurnya Sudah dari lama Ayah ingin bertemu dengan kamu. Ayah ingin berterima kasih sekarang pribadi kepada kamu, Karena kamu telah membela anak ayah yang sudah lama tidak pernah bertemu dengan ayah. Sejujurnya Ayah merasa malu dan gagal menjadi orang tua yang bisa melindungi anak dan istrinya karena pada kenyataannya Ayah tidak pernah bisa melindungi anak dan istri ayah. Jadi pada kesempatan ini saya ingin berterima kasih sama menantu ayah tak bisa melindungi anak ayah yang mungkin saat ini masih jilang Ingatan. kamu harus bisa mendukung Vallen karena ayah tahu bahwa Vallen sangat membutuhkan kamu sebagai istri dan juga penolong." kata ayah dengan nada sendu Bahkan ia menitikkan air mata Karena dia mengingat istrinya yang sudah meninggal karena dia tidak sanggup melindungi istrinya itu. bahkan ketika Vallen diculik dan dibunuh dia pun tidak dapat membela keberadaan anaknya itu.


" Sudahlah Ayah jangan sedih, mungkin semuanya memang takdir. suami Anin ini harus melewati takdir yang seperti ini supaya dia bisa kuat dan benar-benar bisa menjadi pewaris yang bisa diandalkan dari Weston Group." kata Anin dengan bijaksana, Vallen sebagai suaminya merasa kagum melihat istrinya yang bisa menenangkan ayahnya yang mungkin merasa bersalah dengan meninggalnya istri dan juga membuat anaknya menjadi hilang ingatan.


" Iya, ayah tahu, Nin! Oh ya, kabarnya tadi Revan sudah bisa membeli saham dari Bagaskara grup sebesar 45% dan tentunya saham 30% milik Arga memang sudah dibeli oleh Weston Group. Lalu kelanjutannya bagaimana? Apakah identitas kamu sudah terkuak? Sejujurnya Ayah ingin supaya identitas kamu dikenali oleh orang-orang rendahan itu, supaya kamu bisa langsung pengurus Weston Group." kata ayah dengan nada kesal, Ayah mana yang tidak akan kesal kalau anak semata wayangnya di hina oleh orang-orang yang statusnya jauh lebih rendah dari anaknya itu.


" Belum! Mereka belum mengetahui jati diri ku sebenarnya. Palingan cuman There yang tahu tentang hal itu, karena dia memang menyewa private investigator untuk memata-matai juga untuk mencari berkas-berkas yang berkaitan dengan siapakah jati diriku sebenarnya. Tenang ayah! Akan ada waktunya di mana nanti Vallen akan menampar mereka semua dengan kenyataan bahwa Vallen adalah anak ayah! Tapi sebelumnya memang Vallen ingin sekali bisa sembuh dengan ingatan-ingatan masa lalu yang Vallen saat ini masih belum jelas! Bahkan kasus yang menyeret Arga sebagai salah satu pelaku dalam penculikan dan pencobaan pembunuhan itu juga masih samar-samar di Ingatanku. Jadi terus terang saja Vallen masih belum berani mengatakan bahwa Argalah yang bersekongkol dengan paman Billy untuk berusaha membunuh Vallen." jelas Vallen kepada ayahnya.


" Ayo kita makan dulu saja, ayah baru saja ingat kalau kalian harus mengejar penerbangan terakhir ke Singapura. mudah-mudahan dokter yang ada di Singapura itu itu bisa segera menyembuhkan diri mu serta membuat kamu menjadi ingat kembali." kata ayah sambil menikmati makanan yang dipesan Revan.


" Amin!" kata Anin dengan segera. Ia ingin Valen ingat masa lalunya. Tapi apa yang ada di masa lalunya sedikit membuat Anin jadi khawatir, jangan-jangan di masa lalunya Vallen memiliki kekasih apa wanita yang dia cintai. Tapi Anin berusaha untuk pasrah saja mudah-mudahan cinta suaminya itu tetap sama seperti saat ini.


Setelah berbincang ringan dan juga menyelesaikan makanan yang sudah tersedia, Vallen yang sudah dari tadi melirik kearah jam tangannya langsung mengajak istrinya itu untuk segera berpamitan dan berangkat ke bandara secepatnya. Revan yang akan mengantar mereka berdua ke bandara karena nantinya mobil yang dipakai oleh Vallen itu akan dibawanya pulang.

__ADS_1


" Van, semuanya harus kamu atur sesuai dengan rencana kita. Anin sekarang sudah menjadi CEO di Bagaskara grup, karena semua saham dan investor pada lari, mahkota horeca akan ku jadikan 1 dengan Bagaskara grup, seperti rencana semula namanya menjadi mahkota horeca Group. Nah nantinya Anin yang akan menjadi CEO di Mahkota horeca grup, sedangkan keluarga Bagaskara nantinya tidak akan bisa turut campur tangan lagi di dalam perbisnisan di Bagaskara grup seperti yang kita rencanakan semula." kata Vallen dengan menggosok-gosok kedua belah tangannya tanda dia sangat excited. dengan keberhasilan dari sesuatu yang memang sudah mereka rancangkan. Revan hanya bisa mengangguk-anggukan kepalanya karena dia terlalu fokus dengan kemudi yang dia pegang saat ini dia harus mengejar waktu untuk segera berangkat ke bandara mengantarkan tuan dan nyonyanya itu.


" Nanti sepulang aku dari berobat, kita akan urus keluarga Bagaskara yang lain. " kata Vallen dengan nada yakin, sedangkan angin yang tidak terlalu mengerti apa yang dimaksudkan oleh Revan dan juga suaminya hanya bisa diam dan membisu, apalagi dia juga mengerti betapa suaminya itu pasti menyimpan dendam dengan keluarganya. asal saja suaminya itu tidak berbu buat aneh-aneh kepada kedua orang tuanya, Anin masih bisa mentolerir perilaku suaminya itu.


" Mas.."


" Tenang saja, aku tidak akan mengusik papa dan mama." katanya yang tahu dengan apa yang dipikirkan oleh istrinya itu.


.


.


.


TBC

__ADS_1


Hari ini up 1 dulu ya, kalau bisa pasti langsung up lagi.. Tungguin aja ya, jangan lupa untuk like dan gift ya!! Happy reading!!


__ADS_2