
Aku Mencintaimu, baby!
Gustav menyenderkan tubuhnya yang lelah di kursi kebesarannya di kantor Dimitri grup. Ken tiba tiba masuk dan menatap bos besarnya yang tampak lelah dengan seabreg kegiatan yang langsung menyerbunya di kantor dari pagi tadi.
Tadi pagi ia berngkat sangat pagi, bahkan sebelum istrinya bangun dari tidur. Jadi ia sampai belum sempat memeriksa kondisi baby yang diduga sedang berbadan dua. Ia tidak ingin meminjam tangan orang lain untuk memeriksa kondisi Baby, ia ingin diirnya sendiri yang akan memeriksa dan mengetest Baby.
“Bos, mau sarapan dulu, seingat saya, bos melewatkan sarapan karena ada masalah tadi pagi yang membuat bos harus mengurusnya segera?” kata Ken dengan nada datar kepada Gustav yang memijit keningnya yang mungkin tidak pusing cuman kayaknya lelah gitu.
“Nanti saja Ken, aku lagi tidak nafsu makan sama sekali!” katanya dengan nada lelah.
“Anda tampak pucat bos, yakin tidak apa?” tanya Ken lagi yang cemas dengan kondisi Gustav.
Tok tok tok
“Maaf bos, ada tamu..” kata Ken yang ingin segera membukakan pintu yang diketuk, namun ternyata yang datang adalah Feli.
Ken dengan sigap langsung melarang Feli untuk masuk ke dalam ruangan bosnya mengingat bosnya lagi dalam kondisi yang tidak baik baik saja.
“Aku ingin ketemu, Gustav! Minggir kamu dasar Asisten bodoh.” Kata Feli dengan kata kata kasar karena kesal si Ken menghalangi dirinya untuk menemui Gustav.
“Siapa?” tanya Gustav dengan nada dingin.
“Ini aku sayang… cuman mau main saja kok, udah lama aku ga ketemu sama kamu dan aku kangen.” Kata Feli dengan tidak tahu malunya kepada Gustav yang hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal melihat apa yang dilakukan sama Feli.
Gustav menganggukkan kepalanya kepada Ken dan meminta Ken untuk mempersilahkan Feli masuk.
“Aku udah lama gak kesini dan saat ini aku bawain kamu sarapan, supaya kita bisa makan bersama.”
“Pulanglah! Saya tidak butuh tukang masak atau tukang katering!” kata Gustav dengan dingin.
“Sayang…”
__ADS_1
“Jangan memeanggil dengan sebutan itu, karena hanya satu orang saja yang layak. Plis nona Feli, sadarlah. Saya sudah menikah, dan saya tidak ingin menciptakan ruang halu yang bisa membuat kamu merasa kalau saya memberi kesempatan sama kamu dan mengijinkan kamu memiliki hubungan dengan saya. Saya ingatkan sekali lagi kalau saya sudah menikah dan kamu bukan siapa siapa saya.” Kata Gustav dengan keras dan tegas membuat hati Feli teriris. Begitu perihnya ditolak dan betapa memalukannya itu baginya.
“Kamu kan tahu kalau aku suka sama kamu…” kata Feli yang langsung dipotong oleh Gustav dengan mengangkata tangannya tanda ia tidak ingin mendengar kelanjutan dari perkataannya.
“Tapi aku tidak suka sama kamu…” Gustav memotong perkataan Feli dengan tubuh yang menegang dan ia tidak mau kalau nanti Baby salah paham. Mungkin Feli tidak jelas, kalau ia mencintai Baby, bukan sebaliknya. Ia bisa gila kalau sampai Baby lari dari padanya. Ia tidak mau Baby salah paham.
Keheningan meliputi mereka sesudahnya. Ken yang menjadi saksi penolakan itu juga hanya diam dan menghela nafasnya dengan pelan karena terlalu larut dalam ketegangan dengan keduanya.
Tiba tiba ponsel Gustav yang berada di meja bergetar, karena tadi pas mengurus masalahnya ia men silent ponselnya supaya ia fokus dengan masalah yang ia hadapi. Tertera nama Baby sayang di layarnya.
“ Sebentar,” pamitnya kepada semua orang yang ada di sana, agar ia bisa mengangkat teleponnya.
“Mas, kamu pulang makan siang?” tanya Baby dengan nada manja yang membuat sesuatu di tubuh bawah Gustav berdenyut denyut.
“ Belum t ahu soalnya mas masih harus bertemu sama klien nanti di kantor. Kamu mau nemenin?” tanya Gustav dengan nada halus dan lembut, gak seperti ketika berbicara dengan Feli. Membuat Feli terbakar cemburu. Oh my God, rasanya Feli ingin sekali berada di posisi Baby saat ini.
“Oh Gitu? Mas mau dibawain apa emangnya?” tanya Baby dengan nada yang sama membuat Gustav ingin pulang dan mengurung Baby dan menemani Baby di sana saja.
“Ya udah, aku kesana habis ini saja. Kangen soalnya!” katanya lagi membuat Gustav tambah merinding.
“Hmm, kutunggu sayang. Lope you!” astaga seorang Gustav mengatakan hal hal alay dengan seorang wanita, merupakan hal yang fantastis sekali.
“Bye..” kata Baby sambil menutup sambungan teeponnya.
Wajah sumringah Gustav kembali dingin dan datar saat kembali ke realita.
“Pulanglah, sebelum aku mengusir dan bertindak kasar sama kamu. Aku tidak mau kalau sampai Baby salah paham, walau sebenarnya ia bisa melihat dengan jelas apa yang terjadi disini, karena CCTV yang dipasang disini cukup bisa diakses dirinya sehingga ia juga sebenarnya tahu posisi aku sedang apa dan sama siapa.” Katanya lagi dengan nada datar dan dingin, membuat Feli merasa hancur. Ia tidak bisa melepaskan Gustav karena baginya Gustav hanya untuknya,
“Aku pasti akan membuat istrimu pergi dan hancur, karena kalau aku tak bisa memilikimu maka dia juga tidak bisa melakukannya.” Kata Feli dengan kasar. Ia marah dengan penolakan yang dilakukan oleh Gustav kepadanya.
“Jangan berani kamu lakukan itu sama Baby atau kamu akan merasakan akibatnya.” Ancam Gustav yang sudah mulai naik pitam, namun ia masih mendengar nasihat ayah Valen kalau ia harus bermain cantik.
__ADS_1
“Kita lihat saja nanti.”
“Nona, aku rasa ayah kamu belum tahu kalau saat ini kamu sedang bermain api dengan Khalid. Kira kira apa yang akan dilakukan ayah kamu kalau ia tahu tentang itu?” tanya Gustav menggunakan kartu As nya yang ia dapatkan dari detektif underground yang direkomendasikan oleh Ayah Valen.
“ Apa? Ba bagaimana…?” Feli tergagap karena ia merasa bingung siapakah yang membocorkan hal itu kepada Gustav, padahal rencana penjebakan yang dirancang oleh dirinya dan juga Khalid akan membuat Gustav bertekuk lutut kepadanya.
“ Ingat nona, nama baik dan juga perusahaan ayah mu kamulah yang memepertaruhkan. Aku tinggal mengangkat telepon pada ayah kamu dan kamu akan hancur. Saat kamu menyentuh baby, itulah yang akan kamu dapatkan. Aku mencintai Baby dan tidak akan menukarnya dengan apapun juga.” Kata Gustav dengan nada tegas.
Feli marah dan merasa sangat terhina karenanya. Lalu ia menghentakkan kakinya dan pergi dari kantor itu sambil membanting pintu ruangan Gustav dengan kasar.
“Bos, aku rasa kalau kita berhubungan dengan wanita seperti nona Feli, 2 orang saja, maka aku yakin pintu ruangan kamu akan jebol seketika.” Keluh Ken sambil menggeleng gelengkan kepalanya
.
.
.
TbC
hai readers
welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa, soalnya mau ending nih Gustav Babynya... 😭
Hadiah dan vote juga ditungguuu.... Happy reading!❤❤
__ADS_1