Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Gustav curiga


__ADS_3

Baby Ly alias Nana semakin kesal.


Rasanya ia kemarin sudah bebas dari penjara tuan Valen, ayahnya. Sekarang ia


malah terpenjara di rumah besar milik tuan muda Gustav.


“Lah bedanya apa dong ini? Sama aja


kayak keluar dari lubang buaya, masuk gua harimau. Dasar bodoh!!!! Hu hu hu,


tau gitu enak di rumah aja, tapi kalau sekarang mau pulang, gimana cara balikin


duit kontrak kerja dong! Yang ada aku bakalan dimarahin dan dikurung sebagai


hukuman. Ayah pasti marah… ibu juga marah, Liam Lios juga marah, kalau semua


marah yang bantuin aku siapa dong??” monolog Baby Ly dnegna suara kesal.


Ia bingung harus bagaimana ini


caranya bisa bebas dari tuan muda Gustav, mana di rumah besar semua ART sudah


punya job desk masing masing jadi Nana alias baby Ly hanya menganggur saja,


membuat ia semakin kesal. Dan yang anehnya lagi dirinya tidak tidur di sebuah


kamar tersendiri, melainkan di dalam kamar pribadi tuan muda dan disuruh


menunggu disitu. Apa gak baby Ly tambah curiga dengan keinginan tuan muda yang


semakin lama semakin membuatnya bukan seperti Asisten pribadi tapi kayak calon


istri.


“Arghhh ayahhh ibuuu, aku nyeselll!!!”


teriaknya di dalam kamar itu. Ia tidak tahu kalau Gustav sengaja menaruh baby


Ly d kamar itu supaya bisa mengawasi gerak geriknya, dan ia hanya tergelak


sendiri saat melihat tampang baby Ly yang putus asa banget gara gara di suruh


di kamar pribadinya yang luas itu tanpa melakukan apa apa.


“Aku curiga, Ken! Kalau Nana itu


bukan orang biasa.” kata Gustav sambil menatap layar tablet yang berisi rekaman


CCTV di rumah besar terkhusus di kamar Gustav, akses CCTV ini hanya Gustav yang


punya, jadi dia dengan bebas menatap wajah cantik Nana Yondra yang berteriak penuh


frustasi..


“ Sama bos! Saya juga tidak menemukan


nama Nana Yondra dimana pun.”  Balas Ken


dengan nada datar.


“Lalu biodata itu?” tanya Gustav


sambil matanya masih menatap ekspresi wajah Nana yang membuatnya jadi


kecanduan.


“Kayaknya itu settingan, tidak ada


nama Nana di Dispenduk Capil mana pun.” Kata  Ken dengan segera.


“Jadi kamu  sudah menyelidiki sejauh itu?” tanya Gustav


dengan mata tajam.


“Iya tuan muda, karena dia terlalu


ehm.. cantik dan anggun untuk menjadi seorang asisten atau pelayan.Saya justru


curiga sebenarnya ia nona muda.” kata Ken sambil menggaruk garuk tengkuknya

__ADS_1


melihat tatapan tajam tuan mudanya terasa menusuk dan dingin.


“Kamu suka?”


“Tidak berani bos!! Eh Tuan muda.”


“ Mungkin kah dia adalah orang


suruhan rival bisnis kita?” tanya Gustav sambil masih menatap Nana di layar


tabletnya. Kenapa dengan menatap tingkah Nana yang lucu dan menggemaskan


membuat Gustav terhibur.


“Kayaknya bisa jadi itu yang terjadi,


saya akan menyelidiki semua rival bisnis kita satu per satu, untuk mendapatkan


bukti bukti yang kuat dan lebih meyakinkan lagi.


“Oke aku percayakan itu untuk kamu


saja yang urus. Jangan sampai Ryu tau tentang itu, daripada nanti dia akan


sibuk menggodaku.” Kata Gustav sambil mengibaskan tangannya tanda ia tidak


ingin diganggu jadi Ken bisa melanjutkan pekerjaannya di luar saja.


Ken hanya mengulum senyumnya dan dengan


segera meninggalkan Gustav yang masih senyum senyum melihat Nana alias baby Ly


yang sedari tadi ngambek langsung tidur di kasur Gustav dengan santainya.


 ***


Ayah Valen dan juga Erik yang sudah


tidak sabar menantikan apa yang dilakukan Liam dan LIos langsung menghubungi


tuan Wong yang sekarang sebenarnya sudah tidak bekerja sebagai seorang mafia.


sebagai pelindung orang orang kaya yang punya masalah dengan keamanan, semacam


underground bodyguard serta menjadi informan bagi orang orang kaya yang


membutuhkan info tentang orang orang yang menjadi rival bisnis mereka.


“Rik, aku gak mau kalau terjadi


sesuatu dengan anak perempuanku itu. Aku juga tidak bisa bilang sejujurnya sama


Anin, takut ia akan kenapa kenapa.” Kata Valen sambil mengusak rambutnya dengan


frustasi.


Saat ini dirinya ada di rumah besar


miliknya, ia sudah menenangkan Anin dan berkata kalau anak perempuannya itu


udah ijin kepada dirinya tadi kalau mau pergi dan untuk urusan minuman dengan


obat pencahar yang dibuat oleh baby Ly itu tidak ia beberkan kepada Anin, takut


kalau Anin marah dan kenapa kenapa.


“Tenanglah tuan Wong juga akan


membantu kita dalam melacak keberadaan baby Ly melalui koneksi koneksi yang ia


miliki kan?” tanya Erik menyabarkan Valen yang resah dan gelisah.


“ Mana anak kembarku yang katanya


turut mencari juga tidak datang datang.” Keluh Valen dengan kesal.


“ah iya si kembar yang cerdas, aku


yakin mereka dapat dengan mudah mendeteksi dimana adiknya, jangan jangan mereka

__ADS_1


hanya tak ingin jujur sama kamu saja, ikut menyembunyikan baby Ly yang nakal itu.”


Kata Erik sambil tertawa lepas.


Tok tok tok


Anindya Bagaskara yang masih cantik


di usianya yang sudah hampir menginjak 50 tahun masuk ke ruang kerja Valen


sambil membawakan minuman dan tuan Wong juga mengikuti di belakang tubuh


istrinya itu.


“Hai, kalian sudah menunggu lama?”


tanya tuan Wong dengan nada santai.


“Emang mau ada acara apa?” tanya Anin


dnegan tatapan curiga,


“Mau mencari..” perkataan tuan Wong


terputus oleh suara  Valen yang langsung


menjawab pertanyaan istrinya.


“Dia ingin mencari peluang pekerjaan


lain, sayang!” katanya sebelum tuan Wong menceritakan secara detail apa yang


dimaksudkan semula yaitu mencari keberadaan baby Ly.


Tuan wong hanya menatap Valen dnegan


raut bingung, namun Erik langsung mengedipkan mata dan ia langsung tahu kalau


Anin belum tahu dengan apa yang ia rencanakan.


“Ya udah kalau begitu, aku akan


lanjutkan untuk menyiapkan makan malam, kalain berdua ikut makan disini saja


ya, aku akan menyiapkan double porsi buat kalian.” Kata Anin sambil berjalan


keluar, ketika Anin sudah benar sampai ke luar kamar dan menutup pintunya,


Valen langsung menghirup nafas lega karena ANin masih belum tahu tentang


keberadaan baby Ly yang sbeebnarnya hilang.


“Gimana sih? “ tanya tuan Wong


sedikit berbisik.


“Kenapa berbisik?” tanya Erik


menimpali, tapi juga ikut ikut berbisik.


“Soalnya aku takut si Anin masih


nguping.” Kata tuan Wong dengan berbisik sambil menunjuk ke arah pintu.


.


.


.


TBC


Hai readers..


Mulai hari ini thor akan daily up


sampai kalian puassss… wk wk jangan lupa untuk terus dukung thor di sini ya,


kasi komentarnya dan ikuti insta nophie_author juga.

__ADS_1


Jangan lupa untuk terus like, gift dan vote ya, selamat tahun baru!!!! Happy Reading!!


__ADS_2