Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 136.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Happy reading!!


***


Anindya bergegas memeriksa tubuh kedua anaknya mana tahu kalau terjadi sesuatu saat ia tidak melihat anaknya. Tapi Anindya sedikit bernafas lega saat melihat bahwa kondisi anak-anaknya baik-baik saja.


" Gimana dengan kondisi mereka? Tidak apa-apa kan?" kata Valen dengan nada cemas.


" Kelihatannya sih tidak apa-apa. Apakah kita akan mendatangkan dokter untuk memeriksa kondisi mereka?" tanya Anindya kepada suaminya itu.


" Kalau kamu memang rasa itu perlu dilakukan Kenapa tidak? nanti aku akan bilang sama Mister Wong untuk mendatangkan dokter kemari!" kata Valen sambil menciumi kedua buah hatinya yang tertidur.


" Tapi kamu benar-benar yakin ya Mas kalau mereka berdua salah satu nya adalah pengkhianat yang sudah membeberkan apa yang terjadi di Panti maupun ketika kita ada di dalam hutan? Untung saja di dalam tempat persembunyian kita di dalam ceruk air terjun itu benar-benar tidak ada sinyal sehingga dia tidak bisa mengabarkan apa-apa kepada si pembunuh itu." kata Anindya sambil mengucap syukur di dalam hati.


Karena kalau sampai si penghianat itu berhasil mengabarkan kepada pembunuh bayaran yang mengejar mereka, maka kemungkinan besar mereka semua sudah tidak bisa selamat.


Valen pun memikirkan hal yang sama, jadi keputusannya adalah ketika dia mengetahui siapa sebenarnya dari kedua perawat itu yang menjadi pengkhianat, maka hasilnya adalah hukuman mati.


Valen juga teramat yakin kalau Mister Wong tidak akan melepaskan pengkhianat itu. Karena tadi pengkhianat itu sudah melihat bagaimana cara mereka masuk ke dalam lorong rahasia menuju ke pulau pribadi Mister Wong.


" Tenang sayang, mas akan ke ruang pertemuan dulu. Yang penting kamu jagain anak anak kita." kata Valen sambil mengecup kening istrinya agar bisa sedikit menenangkan istrinya itu.

__ADS_1


" Hmmh.. "


" Jangan mendesah kayak gitu. Mas lagi belum bisa memenuhi keinginan kamu yang satu itu." kata Vallen sambil mengerang dengan keras supaya keinginannya untuk menindih istrinya menghilang.


" Hah? Kamu Apaan sih mas? Pikiran kamu itu loh kok mesum melulu!" kata Anindya sambil tersipu malu.


" Habis kamu itu selalu bikin mas jadi pengin." kata Valen sambil mencium istrinya dengan gemas.


" Sudah sana!! Nanti kamu malah ga jadi balik sana." kata Anin sambil mendorong tubuh suaminya itu untuk keluar dari kamar. Membuat wajah Valen.emberut.kayaknya ia harus melampiaskan amarah diubun ubun kepada pengkhianat itu. Coba ya .. yang mana satu itu pengkhianat. Belum rasain kalau Valen marah??


Vallen segera berbalik kearah ruang meeting yang tadi dia pakai bersama Mister Wong, ayahnya, dan juga Revan.


Dia ingin segera mendapati pengkhianat mana yang sudah mengkhianati dirinya dan juga keluarganya. bahkan pengkhianat itu sering sekali memegang anaknya. itu yang membuat Vallen lebih besar lagi.


Brakkkk!!! Emosi Vallen yang sudah sampai di ubun-ubun membuat dia membuka pintu ruangan itu dengan suara yang sangat keras, sehingga membuat semua orang yang ada di dalam ruangan itu menoleh kepadanya. Akan tetapi Valen tidak peduli dengan semuanya itu. Dia langsung menuju kearah 2 orang yang salah satunya adalah pengkhianat yang sedang diinterogasi.


Kedua peesakitan yang sedang duduk di sana menjadi ketakutan. Tapi ada sepasang mata yang menatapnya dengan tatapan tak biasa. Itu yang membuat Vallen jadi tahu yang manakah pengkhianat sebenarnya.


Vallen yang sudah lama hidup sebagai orang yang tidak diinginkan dan juga menjadi seseorang yang ditindas, sedikit banyak memahami kejiwaan orang yang tertindas. Biasanya orang yang menjadi pengkhianat adalah orang-orang yang memiliki tipe seperti ini. Jadi Vallen sudah bisa memutuskan bahwa orang di hadapannya ini adalah pengkhianat.


" Kamu boleh kembali ke tempat kamu! " kata Vallen kepada salah seorang perawat yang biasa merawat anaknya.Valen tidak mengenal nama mereka masing-masing. Biasanya yang mengetahui nama mereka satu-persatu adalah Anindya. Bahkan Revan yang memasukkan mereka saja tidak mengerti satu persatu nama mereka. Lalu Vallen berkata kepada perawat yang memandangnya dengan tatapan aneh tadi.


"Sedangkan kamu, Siapa nama kamu? Dan kepada siapa kamu bekerja sama! Aku hanya menanyakan ini satu kali saja kepadamu lalu aku akan mempertimbangkan apakah aku akan bisa mengampuni kamu atau tidak!" kata Vallen dengan nada yang sangat tegas.

__ADS_1


Semua orang yang ada di tempat itu merasa terkejut, Bagaimana Vallen bisa mengetahui bahwa orang itu lah yang menjadi penghianat!


Padahal sudah sejak 5 menit yang lalu anak buah Mister Wong menanyakan kepada mereka siapakah yang memberi pesan kepada orang luar. Karena perawat ini sangat licik dia menggunakan nomor telepon orang lain yang notabene adalah temannya sendiri untuk memberikan pesan kepada orang luar. Jadi seakan-akan bukan perawat itu yang melakukannya tetapi temannya yang lain. Ini sedikit membingungkan mereka karena mereka tahu pasti bahwa hanya ada 1 orang yang menjadi pengkhianat di situ. Tetapi pengkhianat uang Licik itu berbuat seakan-akan teman sejawatnya itulah yang melakukannya. Sehingga tadi terjadi saling tuduh dan tidak mau mengakui.


Berkat Vallen yang bisa dengan cermat mempelajari tatapan mereka satu persatu, maka Vallen berhasil menemukan seorang pengkhianat. Valen berusaha membujuk pengkhianat itu untuk menceritakan segalanya, belum tentu juga Vallen akan mengampuninya karena bagi Vallen penghianat adalah tetap pengkhianat. Jadi menurut Vallen ,hukuman yang paling tepat untuk seorang penghianat adalah mati!


Vallen berusaha menginterogasi penghianat itu diiringi oleh tatapan kagum orang-orang yang ada di sana bahkan Mister Wong saja yang sudah berpengalaman di bidang seperti itu dia masih belum bisa mengetahui siapakah yang menjadi penghianat di antara dua orang tadi.


Akan tetapi Mister Wong tetap tidak setuju dengan perkataan Vallen yang akan mengampuni pengkhianat yang sudah membuat mereka kehilangan orang-orang yang terbaik dan juga membuat istri Valen tadi di ambang kematian.


Sehingga Mister Wong mengungkapkan ketidaksetujuannya kalau Vallen akan mengampuni pengkhianat itu. Padahal sebenarnya Vallen hanya asal ngomong saja, sesungguhnya dia tidak akan mungkin mengampuni orang tersebut.


Vallen melakukan hal itu agar orang tersebut masih mau untuk mengungkapkan sebenarnya siapa yang menjadi dalang dari semua hal yang terjadi tadi.


" Bro!! Aku tetap tidak akan setuju kalau kamu mau mengampuni dia. Bahkan kalau perlu aku akan memenggal kepalanya sekarang di sini! Dan mencincangnya halus serta melemparkan mayatnya ke kumpulan hiu yang ada di lautan lepas. Biar mayatnya tidak dimakamkan dan habis dimakan ikan-ikan laut yang ganas. Aku juga tidak pernah peduli apakah yang menjadi lawan ku adalah perempuan atau laki-laki. Karena bagiku seorang pengkhianat adalah penghianat dan hukumannya adalah mati di tanganku!" kata Mister Wong dengan tatapan kejam.


" Woy, sabar tuan Wong! Biarkan aku menyelesaikan apa yang menjadi urusannya dulu! Dan aku berjanji kalau memang tidak bisa diajak kerjasama dengan baik, kamu silakan melakukan apa yang kamu inginkan untuk kamu lakukan! Aku sudah tidak peduli lagi dan aku tidak mau tanggung jawab. Aku juga sadar kalau kamu seorang mafia jadi kamu akan menyelesaikannya pasti dengan kekerasan." kata Vallen dengan tujuan agar lebih menakut-nakuti perawat yang bekerja sama Entah dengan Hunter dead atau dengan paman Bill.


Tapi kayaknya usaha Valen untuk menakut-nakuti perawat itu itu sedikit menemui jalan buntu karena entah emang sudah dicuci otaknya ataukah memang dia memiliki nyali yang sungguh luar biasa jadi dia tidak takut sama sekali dengan ancaman yang remeh seperti itu.


.


.

__ADS_1


.


TBC


__ADS_2