Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Menunda Honeymoon


__ADS_3

Karena pekerjaannya yang sangat banyak jadi Gustav tidak bisa serta-merta melakukan honeymoon tanpa melihat jadwal-jadwal yang ada di di agendanya saat ini.


Jadi terpaksa Gustav harus melakukan pekerjaan-pekerjaan kantor dan mengantor setelah 3 hari dia cuti untuk menikah dan mempersiapkan pernikahannya.


Dan agar mengurangi rasa Rindunya kepada baby yang begitu menggebu nggebu, maklumlah mereka ini kan lagi pengantin baru, akhirnya Gustav mengajak Baby ke kantornya.


Waktu liburan kemarin saja mereka habiskan hanya berada di kamar untuk makan tidur dan juga melakukan percintaan panas tiada henti.


Pokoknya Gustav itu kejar target bisa menghamili baby dalam waktu yang sangat singkat.


Baby menurut saja kepada Gustav ketika Gustav menginginkan dirinya untuk menjadi asisten pribadi dari Gustav yang mengurus masalah yang benar-benar pribadi yaitu barang keramat milik Gustav yang tidak pernah tersentuh siapapun selama ini.


Hari ini adalah hari Senin, di mana ini adalah hari ketiga bagi baby menyandang status istri sah dari seorang Gustav Alexandro Dimitri, Namun bukan honeymoon yang saat ini sedang dijalani tapi malah menjadi sekretaris dadakan, asisten, dan juga separuh menjadi baby sitter bagi gustaf secara pribadi.


"Kamu capek?" tanya Gustav dengan nada sayang kepada baby ketika melihat jam yang saat ini dia pakai menunjukkan masuk waktunya makan siang.


"Enggaklah! aku malah suka berada disini bisa membantu kamu untuk menyelesaikan tugas-tugas dan juga berkas-berkas kamu yang numpuk kayak Gunung ini." sahut Baby sambil cekikikan melihat berkas-berkas dari suaminya itu yang sangat banyak, awalnya tadi malah baby merasa kasihan pada suaminya karena melihat pekerjaan suaminya yang seakan tidak pernah bisa berhenti kalau tidak dihentikan sendiri oleh suaminya itu.


"Sini!" Gustav manggil baby agar mendekat kearah dirinya karena posisinya saat ini Baby berada di depan Gustav yang dihalangi oleh sebuah meja besar tempat tadi Gustav dan juga baby membagi pekerjaannya berdua.


Baby mendekati Gustav dan Gustav menarik lengan baby, agar baby bisa duduk di atas pangkuannya.


"Mau makan siang apa, sayang?" tanya Gustav sambil memeluk pinggang ramping dari baby serta menyurukan kepalanya ke dada baby sehingga baby saat ini bisa memeluk suaminya itu sambil mengelus-elus rambutnya yang tebal.


Sedangkan seperti biasa Gustav memanfaatkan waktu yang ada untuk bisa menyalurkan ke omesan nya yang belum pernah tersalurkan sama sekali sejak dari dulu, sehingga sekarang saat memiliki seorang istri dia baru bisa menyalurkan segala rasa yang terpendam sejak dari dulu dan rasa keingintahuannya ketika berada di depan dada seorang wanita.


"Terserah mas Gustav saja," sahut baby dengan nada manja, tentunya itu tidak disia-siakan oleh Gustav. Sebenarnya Gustav tidak terlalu lapar, dia hanya lapar karena ingin memakan istrinya.

__ADS_1


Gustav mengecupp bibir Baby dan dibalas baby dengan ciuman yang dalam, bahkan tangan Baby sudah melingkar di bahu suaminya itu.


Baby langsung melepaskan ciumannya dan mendorong dada dari Gustav saat ia merasa ada yang mengganjal di pantatnya saat ini, karena ia kan duduk di atas pangkuan Gustav.


"Mas?" tanyanya dengan nada manja manja menggoda Gustav, membuat Gustav semakin mengeratkan pelukannya kepada tubuh ramping istrinya itu.


"Hmmmh"


"EHm, itu apanya mas yang keras banget sampai nusuk nusuk rasanya, jadi gak enak nih duduknya." katanya sambil menggoyang goyangkan pantatnya yang tak nyaman karena ada sesuatu yang mengganjal.


"Jangan digituin, nanti dia semakin membesar loh!" kata Gustav sambil menggeram karena apa yang dilakukan oleh istrinya itu membuat si adek tambah meronta ronta minta dipuaskan.


Gustav sadar, ini masih ada di area publik. Di kantor, jadi gak enak saja sama suasana. Ia bisa saja mengunci pintunya tapi ia sungkan dengan Ken dan juga Ryu yang ada di luar ruangan kamtornya. Ia bisa menahan *******, apa istrinya bisa?


"Ishh, mas ini baru dicium aja adeknya udah bangun!Tadi malam sama tadi pagi kan udah? Emang belum puas ya?" tanya baby sambil menggelengkan kepalanya. Bisa remuk redam dirinya kalau harus begini caranya. Suaminya sangat hot dan perkasa. Bayangkan ya, baby harus melayani Gustav yang begitu dahsyat di ranjang.


" Ya ilah, kamu tuh ya mas!Lebay banget." kata Baby sambil bergerak ingin pergi dari pangkuan suaminya, ia tidak mau memprovokasi suaminya dan sampai suaminya akhirnya bertindak lebih dari apa yang suaminya ini ingin lakukan di kantor.


Tapi tentu saja Gustav tidak akan membebaskan istrinya, kayaknya udah nanggung dan harus di segerakan! Bibir Gustav udah menyerobot masuk ke bibir Baby sehingga Baby tidak bisa lagi mengeluarkan suara lain selain ******* dan decapan saja.


"Ya Tuhan! Ampuni mata saya yang sudah ternoda!" jerit Ken, asistennya yang tidak sengaja masuk setelah mengetuk pintu sekali seperti yang biasa ia lakukan. Ken langsung membalikan tubuhnya tapi ia masih ada di ambang pintu ruangan Gustav.


Gustav berdecak kesal karena Ken telah mengganggu masa masa terindahnya, karena Baby langsung turun dari pangkuannya dan merapikan diri.


Gustav menggeram kesal, untung saja taadi tangannya masih dpat dikondisikan jadi baju baby masih aman aman saja.


"Ada apa, Ken?Kalau kamu mau masuk ke dalam ruangan ini, biasakan untuk mengetuk pintu." kata Gustav dengan datar dan dingin.

__ADS_1


"Bos, tadi saya sudah mengetuk seperti biasa, apa bos tidak dengar?" tanyanya masih dalam posisi membalikan badannya sehingga baby tersenyum simpul, karena merasa Ken itu lucu dan polos kayak dirinya.


"Hmm emang ada perlu apa?" tanya Gustav dengan dingin. Ia kesal bercampur geli melihat Ken yang membalikan badan seperti itu.


"Yang sopan Ken!!Balik badan dan tatap orang yang sedang kamu ajak bicara." bentak Gustav yang kesal.


"Enggak bos, ini kan standar yang biasa saya lakukan ketika makan siang.Saya akan menawari bos makn siang, karena tak ada janjian meeting plus makan siang dengan siapa siapa." kata Ken yang kini sudah membalikan badan namun masih menunduk. Gustav semakin geram. Ken malu sama dirinya, padahal dirinya yang kepergok aja biasa wae.


"Saya akan keluar makan siang bersama istri saya. Ada janjian atau erkas apa yang belum kuselesaikan?" tanya Gustav dengan nada berang.


"Berkas yang di meja sudah ditanda tangani dan diteliti semua. Kamu tinggal lakukan pemindaian lagi sebelum itu di jalankan. Telpon aku segera kalau ada yang penting. Aku harus ngebut menyelesaikan pekerjaanku sebelum aku berangkat honeymoon. "kata Gustav sambil mengambil kunci mobil serta menggandeng tangan istrinya serta menariknya keluar dari ruangan kantor.


"Om Ken!Baby pamit dulu ya!Bye!" kata baby dengan sopan, biar bagaimana pun Ken jauh lbih tua dari dirinya. Usianya sepantaran sama Gustav.


Astaga baby!Ken dipanggil om om, padahal Ken masih bujangan.


.


.


.


TBC


Hai readers, emang ga ada konflik yang berarti ya, Pembalasan dendam sudah tak berarti karena yang ada sekarang pembalasan cinta dua sejoli.


Cieeh, jangan lupa untuk tetap like, komen, hadiah yang besar karna mau ada sesi honeymoon Baby dan Gustav. Dan ada kisah cinta Liam dam Lios terjerat cinta dengan wanita yang sama. No spoiler!!

__ADS_1


__ADS_2