
Hai readers,
ini update kedua ya untuk hari ini, kalau gift like dan juga votenya banyak Thor akan update sehari bisa sampai 5 kali.😂😂 Ayo buruan kasih yang banyak supaya autornya semangat!! Happy reading!!
***
" Jadi sekarang ceritakan apa yang sebenarnya terjadi!!" pinta Dimas dengan suara tegas. Dia harus tahu seluruhnya supaya ia bisa mengambil keputusan apa yang harus ia lakukan.
Pada akhirnya There menyerah dan menceritakan semuanya secara detil kepada Pak Dimas, dan dari cerita itu membuat Dewa menjadi terkejut.
Dirinya sama sekali tidak menyangka bahwa There memiliki pemikiran yang jahat seperti itu. Sekalipun dirinya memang memiliki rasa iri dan sering bertengkar dengan Eka sebagai kakak kandungnya, tapi dia tidak pernah melakukan kejahatan seperti yang dilakukan oleh There. Apalagi menurut pengakuan There semuanya diketahui secara detil oleh neneknya.
Ini jujur membuat Dewa kemvali menjadi semakin terkejut! keterlibatan ibunya sebagai orang yang membuat There menjadi seperti ini sangat disayangkan oleh Dewa.
Dewa juga tidak menyangka bahwa ibunya begitu membenci Anindya. Sekalipun dia tahu kenapa ibunya membenci Anindya dan Vallen tapi bagi dirinya sangat tidak masuk akal kalau nenek membenci cucunya sampai sebegitu rupa hanya karena Anindya itu sangat mirip dengan kakek Arka dan juga paling disayang oleh kakek Arka.
Memang Dewa tidak mengetahui sama sekali tentang hubungan nenek dengan Arga Bagaskara.
Bahkan kalau sampai Dewa tahu tentang Arga mungkin Dewa akan sangat marah. walaupun Dewa itu sering bertengkar dengan ayahnya karena berbeda pendapat, tapi dia sangat menghormati ayahnya yaitu Arka Bagaskara. Baginya Arka Bagaskara itu adalah role model yang menjadi panutan bagi dirinya.
Setelah selesai There bercerita, tak disangka dan tak di duga bunyi tamparan keras menggema di ruangan penerima tamu kepolisian itu.
Plaaakkkkk!!!
Ternyata Dewa yang sudah tidak sanggup menahan amarah dan emosi yang keluar dari tubuhnya sehingga dia menampar pipi anak satu-satunya itu dengan sangat keras. Sehingga wajah Tere sampai menoleh ke samping diiringi dengan bercak darah yang ada di hidung dan mulutnya, pertanda kalau tamparan tadi sangat keras.
__ADS_1
Setelah menampar There, Dewa hanya bisa memandang tangannya yang sudah mengenai pipi anak tunggalnya itu. Ada secercah rasa bersalah tapi lebih banyak rasa amarah yang harus disalurkan kepada anaknya itu.
Seumur-umur Tere tidak pernah dipukul oleh Dewa, mungkin hari itu adalah hari dimana satu-satunya Dewa pernah menurunkan tangan kepada Tere.
Tere terkejut dia balik menatap ayahnya dengan wajah nyalang. dia tidak terima ketika ayahnya memukul dirinya.
Tapi berbeda dengan Dimas, dia menganggap bahwa tamparan yang dilakukan oleh Dewa itu sudah terlambat. Tapi memang Tere pantas menerima tamparan dari ayahnya.
" Puasss? Sudah puas menampar There? Gak sekalian bunuh saja aku?" teriak Tere dengan nada keras.
" Aku yakin tamparan itu tidak sebanding dengan kejahatan yang kamu lakukan terhadap sepupumu sendiri. Kesalahanmu itu cukup besar, selain mempermalukan keluargamu kamu juga sudah melakukan kesalahan yang mestinya kamu sadari dan cepat-cepat bertobat!" kali ini yang berkata-kata adalah Pak Dimas. Dia sadar dengan kesedihan yang dialami oleh temannya itu.Dewa juga sangat malu karena tadinya Dewa berpikir bahwa Anin dan Vallen lah yang sudah memfitnah anaknya. Dimas juga mendengar bahwa tadi Dewa sempat melabrak Vallen dan juga Anindya di rumah sakit.
Dewa menutup wajahnya dengan kedua belah tangannya, dia menangisi nasib dirinya yang tidak peka bahwa anaknya lah yang selama ini melakukan kejahatan demi kejahatan terhadap Anindya dan juga Vallen.
Dewa membuka kedua belah tangannya dan kembali menatap anaknya dengan mata yang sudah basah karena air mata. There sangat terkejut dengan penampakan ayahnya yang begitu menyesakkan dada.
Ada terbersit rasa bersalah ketika dia tidak bisa membuat ayahnya itu bangga. Dan salah satu yang membuat ayahnya tidak bangga kepadanya adalah karena Anindia jauh lebih bisa mendapatkan suami yang kaya raya dibandingkan dengan Alan suaminya dulu. Padahal bukan itu yang ditangisi oleh ayahnya.
Ayahnya menangis karena dia tidak bisa mendidik anaknya dengan baik. Walaupun Dewa bukan orang yang baik tapi tidak pernah terlintas sedikitpun di dalam pemikirannya untuk membunuh orang apalagi saudaranya sendiri hanya demi mendapatkan suaminya.
Tere memang belum menjelaskan siapa sebenarnya Vallen itu. Jadi dalam pemikiran Dewa saat ini adalah Vallen anak angkat dari ayahnya, seorang menantu yang tidak diinginkan, seorang laki-laki yang tidak memiliki asal usul yang jelas, juga miskin! Benar-benar bukan kriteria menantu idaman.
" Memangnya siapa Valen? Kenapa Papa harus tahu siapa Vallen itu?" tanya Dewa dengan nada heran, begitu pula dengan Pak Dimas yang sedari tadi hanya mendengarkan drama antara ayah dan anak itu.
" Valen adalah anak tunggal dari Willy Weston yang hilang beberapa tahun yang lalu. Jadi Vallen adalah pewaris tunggal dari Weston Group." teriak Tere dengan nada putus asa.
__ADS_1
Sebenarnya dia merasa malu untuk mengungkapkan hal ini, karena ini berarti dia harus mengakui kekalahannya dihadapan ayahnya bahwa lagi-lagi Tere kalah dengan Anindya. Dulu kakek Arka seringkali membanding-bandingkan antara Tere dan juga Anindya, Rere yang nilai di sekolahnya tidak pernah lebih baik daripada Anindya tentu saja membawa sorotan. Ayahnya pun ikut-ikutan kakek membanding-bandingkan antara Tere dan sepupunya itu. Itulah yang mendasari kenapa saat ini Terry merasa malu mengakui bahwa dia kalah dalam memilih calon suami karena Vallen ternyata lebih kaya daripada Alan suaminya dulu.
Kedua laki-laki paruh baya yang ada dihadapan Tere saat ini hanya bisa melongo, mereka terdiam dan tidak bisa berkata apa-apa. Mungkin Dewa saat ini berharap agar bumi menelannya saja. Karena baru tadi pagi dia melabrak Vallen dan menghina serta melecehkan Vallen. Kalau sekarang ternyata bahwa Vallen itu adalah pewaris tunggal dari Weston group berarti kekayaan Vallen jauh lebih besar daripada Anindya maupun keluarga Bagaskara jika disatukan.
Sedangkan Pak Dimas sebagai orang yang sudah berpengalaman di bidang hukum, sekarang menyadari kenapa Aliando sebagai kuasa hukum Weston grup yang terkenal itu bersedia turun tangan dan mengatasi masalah yang sebetulnya bisa dikatakan bisa dilakukan oleh orang lain yang kedudukannya jauh di bawah Aliando.
Jawabannya adalah karena Valen adalah tuan mudanya.
" Apa benar?" tanya Dewa dengan suara bergetar. Dan Dewa bertambah lemas saat melihat anaknya hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya dengan lemah. Kasus ini dipandang Dewa menjadi semakin berat ketika lawannya sudah tidak seimbang lagi dengan dirinya. sebenarnya Vallen bisa dengan mudah menyiapkan anaknya itu tanpa jejak, dengan menyerahkan anaknya itu ke penjara berarti Vallen masih memiliki hati untuk tidak melakukan hal yang melanggar hukum.
Dimas pun tidak bisa berkata apa-apa karena memang benar lawan yang saat ini mereka hadapi benar-benar raksasa. Jalan satu-satunya untuk memperingan hukuman dari Tere hanyalah pengampunan dari Vallen.
" Kalau sudah begini bagaimana kita bisa mengatasi semuanya, Dim?" tanya Dewa dengan nada yang sangat lemas, Apa yang dilakukan oleh anaknya itu memang mencoreng nama baik dirinya dan juga keluarganya, tapi dia juga tidak tega kalau hanya membiarkan There begitu saja.
" Minta pengampunan!" jawabnya singkat.
.
.
.
TBC
Ck Ck Ck... kira kira There bakal diampuni atau tidak ya? Episode besok ya... kalau likenya banyak, vote melimpah, gift gak pelit. Thor akan up setiap hari 2 episode, bahkan lebih. Sooo ayooo kasi semangat Author!!🤣
__ADS_1