Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 62.


__ADS_3

" Bagaimana bisa anak buah kamu malah meloloskan penculik istriku dan membuat Anindya hilang, Rik!" teriak Valen setelah 5 menit istrinya menghilang dari ruangan rawat inap VIP. Tadinya dia keluar sebentar karena istrinya meminta dibelikan minuman kekinian yang berupa cendol dawet dan perisa durian yang aman untuk ibu yang hamil muda. Ia sebenarnya hendak menyuruh anak buahnya saja untuk membelikan minuman yang dimaksud oleh istrinya, namun Anindya bersikeras mau yang membelikan harus dirinya.


Sepulangnya dari membeli minuman untuk Anindya dia tidak mendapati istrinya di dalam kamar, bahkan penjaga yang harusnya ada di luar pun tidak ada di sana.


Jadi fix kalau istrinya itu hilang karena diculik Vallen segera mencari rekaman CCTV yang ada di kamar tersebut, seluruh rumah sakit itu adalah miliknya maka dia bisa dengan bebas meminta rekaman CCTV yang ada di sana dan melihat siapa yang sudah membawa istrinya keluar dari sana.


Ternyata CCTV yang ada di dalam kamar ruangan VIP itu tidak nyala, mungkin dimatikan oleh petugas CCTV karena mereka tahu itu adalah ruangan tempat istri Tuan mudanya berada, mereka tidak mau dianggap memata-matai Tuan mudanya dan istrinya kalau kalau mereka melakukan kemesraan kemesraan tertentu, tapi dia masih bisa mendapatkan rekaman CCTV di luar ruangan rawat inap itu.


Ternyata 2 penjaga yang ada disana, makanannya diberi pencahar supaya mereka keluar masuk - keluar masuk ke kamar mandi. Vallen juga melihat bahwa ada 2 orang perawat laki-laki yang membawa tubuh istrinya di ranjang dorong rumah sakit keluar dari ruang rawat inap Anindya. Darahnya berdesir dengan cepat, amarah Vallen sudah ada di ujung ubun-ubun kepalanya.


Tapi herannya Erik beserta anak buahnya yang lain malah tenang-tenang saja bahkan dia hanya menatap sebuah iPad dan Valen juga tidak tahu sebenarnya apa yang sedang mereka lihat dan mereka pantau didalam ipad-nya.


" Erikkk!" ulangnya dengan nada kesal.


" Kamu ingat kan kalau rencana ini sebenarnya sudah kita ketahui dari awal. Dan sebenarnya kita sudah menanti nantikan saat There melakukan hal ini. Dan sesuai perkiraan kita bisa menangkap tangan sehingga kali ini, dia pasti akan masuk penjara. Maka sesuai rencana kita membiarkan Anindya masuk di dalam perangkap orang itu. tapi kenapa kami sudah mempersiapkan peralatan yang canggih yang ada di dalam tubuh Anindya semuanya kita bisa melacak keberadaannya. Tidak lupa aku juga sudah menanam chip pelacak dan memory cardnya di perhiasan yang ada di telinga Anindya. memang ini agak sedikit beresiko, tapi kita tidak bisa membiarkan ular berbisa itu ada di luar seperti ini, dia akan mengulang dan mengulang lagi sampai dia bisa berhasil mendapatkan keinginannya itu. dan kamu tahu sendiri keinginannya adalah untuk melenyapkan Anindya dan mengambil dirimu."


" Aku tidak akan mungkin mau dengan orang semacam Tere, wanita murahan yang menjijikan." sahut Valen dengan nada jijik.

__ADS_1


" Bro, dia akan terus-menerus mencari cara dan berusaha sedemikian rupa untuk menjebak dirimu sampai di titik di mana kamu sudah tidak bisa lagi lari daripada dirinya. Atau Dia mengancam membunuh istrimu! Please lah, aku juga sudah memikirkan keamanan dari istri dan anak-anakmu. kamu Berdoalah supaya ini sesuai dengan rencana. By the way aku yakin orang yang menculik istrimu tidak akan mencelakakan dirinya. Tapi ada Kemungkinan dia akan merebut Anindya dari dirimu. Karena orang itu adalah orang dari masa lalu istrimu." jelas Erik dengan nada enteng.


Sedangkan Vallen yang mendengar perkataan dan penjelasan dari Erik semakin seperti cacing kepanasan, dia tidak mungkin terima kalau ada laki-laki lain yang menjadi masa lalu dari istrinya.


Amarahnya butuh disalurkan, Valen meninju tembok yang ada di belakang tubuh Erik, tangannya berdarah tapi Erik tidak bergeming. Erik membiarkan Vallen meluapkan perasaannya, dia sadar kalau Vallen butuh untuk meluapkan amarahnya. Dia akan kembali menceritakan apa apa yang menjadi rencananya kalau Valen sudah lebih tenang.


Nafas Valen ter sengal sengal setelah dia meluapkan amarahnya melalui tinjuan ke tembok yang tidak bersalah itu, tangannya bahkan sudah berdarah-darah tidak karuan.


" Gimana sudah sedikit lega?" tanya Erik sambil memanggil anak buahnya untuk membebat luka Valen yang terlihat tragis. Tapi Valen mengibaskan tamgannya saat anak buah Erik ingin membebat tangan Valen yang terluka.


" Baiklah baiklah ... obati lukaku segera. Aku tidak mau kalau sampau Anin marah atau kecewa." katanya cepat sambil menyodorkan tangannya yang berdarah.


" Ayolah.. jangan gusar begitu! Kamu harus tetap tenang. Baru nanti aku akan memberitahukan kamu sesuatu."


" Hmm apa?" Valen kesal tapi juga ingin tahu.


" Dengar ini." katanya sambil menyodorkan headset yang sedari tadi ada di telinga Erik. Vallen yang menerima headset itu segera mendengarkan apa yang ada di sana, tiba-tiba tangannya menggenggam keras bahkan balutan perban Yang tadi memperlihatkan noda merah tanda tangannya mengeluarkan darah lagi. Vallen menatap Erik dengan wajah marah tapi dia hanya diam.

__ADS_1


" Tenang saja! Kita akan segera menyusul ke sana, memang yang ini yang sedang aku tunggu-tunggu! Aku juga mempersiapkan beberapa bukti lain untuk menangkap There." kata Erik dengan nada tegas.


" Aku takut kalau There menjadikan laki-laki itu sebagai kambing hitam sehingga dia tetap tidak terjangkau oleh tangan polisi maka sia sialah pengorbanan istri dan anak anakku. Dan lain kali kalau kamu punya ide gila semacam ini, tolong kamu bisa melibatkan aku dan minta pertimbangan kepada aku lebih dahulu. Kalau sampai terjadi apa-apa terhadap Anindya dan anak-anakku, Aku pastikan kamu akan ku buat sate." teriak Vallen dengan nada geram.


" Emang kalau Aku meminta izin dan melibatkan kamu di dalam permasalahan ini, Akankah kamu mengizinkan itu? Aku rasa kamu tidak akan kan mau melibatkan Anindya. Padahal Jujur aku sudah gemas dengan apa yang dilakukan There, dia harus segera dibasmi karena dia adalah ular berkepala dua, Dia bisa sangat menakutkan kalau sampai dia belum masuk ke penjara." jelas Erik sambil mengkode anak buahnya dan mendorong Vallen keluar dari ruang rawat inap itu untuk segera menyusul lokasi di mana Anindya akan disekap.


Erik sudah mendapatkan lokasi rumah terpencil yang akan dipakai untuk menyekap Anindya. Sedangkan audio yang tadi didengar oleh Vallen adalah perkataan-perkataan dari 2 perawat laki-laki yang membawa Anindya dengan mobil ambulans tadi. Tentu saja perkataan-perkataan itu tidak senonoh, Itulah sebabnya Mengapa Vallen sangat marah, tapi posisi Anindya pun saat ini sedang tertidur lelap karena sudah diberi obat bius oleh 2 perawat tadi. Mudah-mudahan tidak terjadi sesuatu apa pun terhadap anaknya yang ada di dalam kandungan Anindya, doa Vallen di dalam hati.


.


.


.


TBC


Hai readersss,jangan lupa hari ini untuk ngevote yang banyak ya. Begitu vote dan like banyak masuk lgs thor akan update yang ep selanjutnya. Ditunggu!! Happy Reading!!

__ADS_1


__ADS_2