Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 143.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Happy reading!!


***


Keesokan harinya vallen keluar dari kamar dengan wajah yang sumringah dan penuh vitalitas. Tentu saja hal ini tidak akan pernah dilewatkan untuk Revan menggoda Vallen. Dia jelas tahu apa yang kemarin malam Vallen lakukan. makanya pagi ini dia berniat untuk menggoda Vallen.


Sedangkan Revan semalam tidur bersama dengan ayah angkatnya, dia takut kalau perawat laki-laki yang dipakai oleh Tuan Willy itu itu adalah mata-mata. Dia masih belum sepenuhnya percaya dengan hasil interogasi yang dilakukan oleh anak buah tuan Wong. Dia berpikir waktu itu saja dia sudah melakukan interview yang secara mendalam, bahkan sudah menyelidiki perawat yang kemarin dibunuh oleh Tuan wong gara-gara ditemukan bahwa dirinya adalah seorang mata-mata atau penyusup yang disusupkan oleh Hunter Dead.


Makanya untuk sekarang ini lebih aman bagi dirinya merawat Ayah angkatnya itu sendiri. Bukannya tidak percaya lagi atau sekedar trauma tapi mungkin lebih tepatnya adalah lebih berhati-hati dengan apapun yang terjadi. Valen sendiri sudah mewanti-wanti istrinya agar berhati-hati dengan perawat atau asisten rumah tangga yang dipinjamkan oleh Tuan Wong. Akan lebih baik Kalau Anindya yang mengurus semua keperluan kedua anaknya.


Bukankah berhati-hati lebih baik daripada kecolongan lagi seperti waktu waktu yang lalu? Untung saja mereka disusupkan untuk mendapatkan informasi atau berita dan bukan untuk mencelakai.


" Wah yang sudah dapat energi dari istrinya tampak berseri-seri ini!" kata Revan di hadapan Vallen sambil berjalan kearah menuju ruang makan disusul oleh Tuan Willy. Sedangkan Tuan Wong sudah bersiap di meja makan bersama para pengawal yang berdiri mengelilingi meja makan itu.


Vallen bahkan tidak menanggapi godaan dari Revan, bahkan dia lebih fokus untuk duduk di ruang makan dan berusaha mengorek urusan apa yang hari ini akan dilakukan oleh Tuan wong dalam rangka menangkap Paman Bill dan juga Alicia.


Kemarin memang Vallen ditugaskan untuk menghubungi komandan polisi Nawa, memang malam kemarin Vallen belum menghubungi komandan polisi Nawa karena sibuk untuk mengerjai istrinya.

__ADS_1


Tapi pagi tadi, setelah dia bangun ia kembali teringat dengan janjinya untuk menghubungi komandan polisi beserta interpol agar mereka menggerebek kepulauan yang diduga sebagai tempat persembunyian Paman Bill dan juga Alicia yang yang didukung oleh Hunter Dead.


Komandan polisi Nawa segera menanggapi informasi yang diberikan kepadanya oleh Vallen.


Dan detik itu juga, komandan polisi langsung menghubungi semua jajarannya dan juga atasannya, untuk mendapatkan akses dari kepolisian Indonesia dan mendapatkan pertolongan dari interpol sehubungan dengan pembunuh bayaran internasional yang saat ini berada di Indonesia.


Vallen juga tadi sudah dihubungi balik oleh Komandan polisi Nawa, sehubungan dengan perintah khusus interpol menangani pembunuh bayaran yang bernama Hunter Dead.


Strategi yang akan dilakukan interpol itu adalah mendatangi kepulauan itu dengan diam-diam. Mereka bahkan bekerjasama angkatan laut dalam rangka meminjam kapal selam supaya pengintaian dan juga kedatangan mereka tidak terlalu diketahui oleh pihak keamanan dari Hunter Dead.


Interpol juga memerintahkan agar kedatangan mereka dilakukan dengan senyap juga membawa alat pengacak sinyal yang biasa digunakan oleh mereka agar kedatangan mereka tidak terdeteksi.


Inilah yang dimaksud oleh Tuan Wong. Ia ragu untuk menyerang langsung ke pulau tersebut karena baginya sangat mencurigakan, seorang pembunuh bayaran internasional dengan bayaran termahal begitu ceroboh dengan lokasi tempat persembunyian markasnya. Terlalu aneh bagi tuan Wong melihat kenyataan bahwa tempat itu sangat mudah untuk ditaklukan.


Saat duduk di meja makan itu, Vallen langsung membahas tentang strategi yang dibagikan oleh Komandan polisi Nawa. Vallen begitu serius menanggapi hal ini bahkan mengabaikan godaan yang dilakukan oleh Revan. Dia langsung menceritakan apa yang dikatakan oleh Komandan polisi Nawa kepada tuan Wong, Revan, dan juga ayahnya.


Tuan wong yang sepemikiran dengan komandan polisi Nawa dan juga interpol, langsung setuju bahwa mereka tidak bisa terang-terangan menyerang Pulau itu. Komandan polisi dan juga pihak interpol mungkin memiliki kecurigaan yang sama dengan Tuan Wong.


" Aku setuju dengan pihak interpol yang menginginkan mereka masuk ke pulau itu dengan senyap. Apalagi mereka akan mengintai lewat kapal selam. Ide mereka benar-benar brilian! Kita tidak boleh gegabah. salah salah kita malah masuk ke dalam jebakan mereka." kata tuan Wong dengan nada yakin.

__ADS_1


" Jadi Kapan mereka akan melakukan penyergapan senyap melalui kapal selam?" tanya Revan kemudian. Karena Revan menyadari bahwa situasi saat ini sangat genting maka dirinya tidak lagi menggoda dan bercanda di pagi hari itu.


" Mereka akan mengabari kita saat mereka bersiap untuk pergi ke sana. Kita diminta untuk tidak langsung menyerang namun menunggu kode dari mereka. Rasanya mereka akan membutuhkan pantauan satelit dari tempat kamu, Tuan Wong! Mungkin itu akan sedikit membantu mereka agar tidak masuk ke dalam jebakan. Siapa tahu Hunter Dead memang menyiapkan Pulau itu untuk menghabisi kita sama seperti ketika Tuan Wong memasukkan mereka ke dalam areal jebakan dan membumihanguskan pasukan mereka." sebenarnya pemikiran Vallen itu tiba-tiba muncul begitu saja, tapi Tuan wong menyadari mungkin itulah yang sedang dipersiapkan oleh Hunter Dead agar pasukan milik nya juga berkurang.


Motifnya sama persis seperti ketika dirinya mengatur kepala pengawalnya untuk membuat areal jebakan sehingga saat mereka masuk ke areal itu kepala pengawal dari tuan wong tinggal memantik bom yang ada di sana sehingga pasukan pembunuh bayaran itu akan mati hangus.


Tentunya dengan begitu jumlah pasukan yang mereka kirimkan menjadi berkurang. Tuan Wong juga yakin bahwa orang-orang yang dikirim oleh Hunter Dead season kedua ini pasti juga sangat kuat.


Kehilangan prajurit-prajurit yang memiliki dedikasi dan militansi tinggi serta kesetiaan yang besar, membuat Hunter Death harus memikirkan strategi yang sama agar membuat pihak Tuan wong juga kehilangan pasukan dan pengawal-pengawal yang yang memiliki militansi yang besar.


" Bro, lebih baik kamu kamu memberikan gambaran tentang apa yang dia pikirkan saat ini kepada mereka, supaya pihak kepolisian dan juga pihak interpol berhati-hati dalam melangkah. jangan khawatir untuk masalah pantauan satelit, tim pengembangan teknologi yang aku miliki akan aku kerahkan semaksimal mungkin untuk membantu kinerja interpol dan juga pihak Kepolisian." kata tuan wong dengan geram. Dia berharap bisa bertemu dengan Alicia dan juga pamannya Vallen agar dia bisa mencincang kedua orang itu sampai halus untuk dijadikan makanan ikan di laut lepas. Karena kesulitan dan juga penderitaan serta kehilangan yang tuan wong alami membuat dirinya mendidih sampai ke ubun-ubun.


.


.


.


TBC

__ADS_1


__ADS_2