
******* penuh aura lendir tampak pekat di ruangan itu sampai pasangan tersebut dengan terengah engah setelah menyemburkan kenikmatan mereka berdua.
"Ingat apa janji kamu." kata wanita itu dengan nada tegas, walau tubuhnya masih berpeluh dengan keringat dan juga cairan kenikmatan yang di semburkan di luar tubuhnya. Namun dia tidak mau rugi dengan apa yang ia lakukan. Ia tidak ingin pengorbanannya tersia siakan demi mendapatkan apa yang ia inginkan.
"Ha ha ha aku akan selalu ingat cantik, tapi jangan lupa, aku sudah menyimpan permainan kita pada malam hari ini dalam video panas kita, jadi jangan pernah mengelak dengan kewajiban kamu, okey?' katanya sambil mencolek dagu wanita cantik yang tampak kelelahan.
"Jadi? Kamu?" wajah wanita itu memucat karena dia tahu sekali konsekuensi dari video panas tersebut apabila sampai tersebar keluar.
"Oh ya dong, dikamar ini ada CCTV yang tak kamu sadari. Dan semua the bahan erotis dan juga gaya kamu menggoda aku tadi terekam dengan cantik di sana Jadi jangan pernah Kamu mengkhianati aku atau kamu akan mendapatkan akibatnya dengan tersebarnya video panas itu aku yakin semua orang akan lebih mengenali tamu dibandingkan aku." ancamnya dengan nada santai tanpa tekanan sama sekali karena laki-laki ini tahu bahwa wanita cantik di hadapannya itu sudah pasti kalah set dibandingkan dirinya.
Wanita cantik itu hanya terdiam dan tidak bisa mengeluarkan kata-kata apa-apa lagi untuk membantah pernyataan dari laki-laki yang sudah menikmati tubuhnya yang molek itu.
Dia sadar bahwa saat ini dirinya sudah menjual jiwanya kepada setan yang terkutuk sehingga membuat Apa yang dilakukannya pun menjadi terkutuk.
" Jangan menyesali apa yang sudah terjadi, kamu hanya perlu mengingat hal yang baik yang akan kamu dapatkan setelah perjanjian ini selesai! Kamu bisa mendapatkan Gustav yang kamu impikan selama hidup kamu itu dan aku bisa membalaskan dendam ku kepada keluarga Weston dengan menikahi Baby anaknya yang sangat cantik itu. Mereka akan merengek dan memohon supaya aku menikahi anaknya. Aku kira ini adalah barter yang seimbang sehingga kalau kamu melakukannya dengan benar maka rencana kita ini akan berhasil." katanya sambil menyeringai penuh kemenangan padahal kemenangan belum telak betul ada di dalam genggamannya, masih banyak hal yang bisa terjadi karenanya.
"Huft, aku sudah terlanjur basah dan aku kira aku sudah tidak dapat berbalik dengan tanpa jejak. Anggap saja sudah terlanjur basah ya mandi sekalian." kata wanita itu dengan nada acuh, seakan apa yang di tawarkan oleh laki laki itu adalah hal yang tidak melanggar hukum.
"Bagus, itu yang aku suka darimu, gadis kecil yang penurut kesayanganku." katanya sambil membelai tempat tempat sensitif wanita itu yang membuatnya hype kembali dan tentu saja terjadi lagi peperangan yang baru saja usai.
***
Tok Tok Tok
__ADS_1
Aish, siapa sih itu?Jangan jangan itu adalah ibu? pikir Gustav dengan malas malasan.
Tentu saja ia malas diganggu karen aia dan baby sedang dalam proses mencetak baby junior dan juga Gustav Junior. Namun Gustav tidak bisa mengaaikan ketukan pintu itu dan segera membenahi baju dan vcelananya yang sebenarnya sudha berantakan, begitu pula Baby yag langsung merapikan outfitnya supaya tak kentar kalau dirinya hanpir saja melakukan Make Love kalau tidak ada ketukan pintu pembawa kesialan.
"Loh bu, ada apa?" tanya Gustav ketika mendapati bahwa ibu mertuanya yang ternyata datang dan mengetuk pintu.
"Hmm gini loh, kalian itu jangan berburuk sangka sama ayah dulu, Ada masalah penting yang kamu dan Baby harus tahu, jadi kalian ditunggu ayah di ruangan kerjanya. Maaf mengganggu acara kalian membuat cucu buat ibu dan ayah, tapi ibu harap kalian bisa menundanya terlebih dahulu karena masalah ini cukup genting, terutama buat kamu dan Baby." kata ibu sambil menahan tawa yang dapat senantiasa meledak melihat penampilan Gustav saat ini.
Gustav hanya bisa tertawa garing mendengar apa yang dikatakan oleh ibu mertuanya itu. Padahal kayaknya ia sudah berusaha agar tidak terlalu tlihat kalau ia dan baby sednag melakukan make out tadi.
"Ah ibu bisa saja, kami hanya tidur tiduran biasa. Itu loh bu bahasa kerennya pillow talk." kata Gustav menghindar dari perkataan ibu mertuanya yang menganggap kalau dirinya melakukan yang iya iya dengan baby di siang bolong seperti ini, padahal sih iya!
"Owh ya, ibu percaya kok, cuman kalau memang hanya pillow talk sebaiknya celana kamu resletingnya ga usah diturunkan ..." kata ibu sambil berlalu dari kamar Baby, perkataan ibu yang tadi membuat Gustav malu setengah mati karena memang kondisi resleting celananya turun walau tidak kelihatan apa apa, namun itu kan membuat jiwa detektif ibu Anindya meronta ronta.
Bohong kok gak pinter! Nipu orang tua itu dosa kan? wk wk wk
"Gak ap apa, kita segera turun, ayah menunggu di ruang kerja." kata Gustav dengan cepat, ia tidak mau kalau kejadian itu Baby sampai tahu.
***
Sesampainya mereka di ruangan ayah, mereka langsung mengetuk pintu dan masuk ketika dipersilahkan oleh suara bariton ayah yang sangat dominan.
"Duduklah," kata ayah yang tampak tenang menatap anak dan menantunya itu. Di dalam ruangan ini emang tidak ada Anindya, mungkin ibunya masih di dapur karena biasanya ia menyiapkan beberapa piranti untuk cemilan dan juga minuman sambil menemani perbincangan di ruangan itu.
__ADS_1
"Baby, ayah minta maaf kalau tadi memebentak kamu. Maaf juga karena langsung marah duluan walau belum klarifikasi apa apa sama kamu." kata ayah dengan nada tergagap karena mungkin ia sedikit tidak terbiasa untuk melakukan permintaan maaf kecuali dengan Anindya.
"Gak apa apa, yah!Cuman baby penasaran saja kalau boleh tahu emangnya ada apa?" tanya baby dengan bingung karena memang dirinya belum pernah dibentak sedemikian oleh ayahnya.
"Ini semuanya ada hubungannya dengan Feli rekan bisnis dari Gustav." kata ayah yang membuat baik Gustav maupun Baby menjadi sangat terkejut.
Luar biasa benar ayahnya ini bisa mengetahui hal hal yang mereka lakukan sedetil itu.
"Ayah memata matain kami?" tanya Baby dengan suara tak percaya. Ternyata ayahnya masih sedemikan tak percayanya dengan dirinyakah?
"Tentu tidak! Buat apa melakukan hal sekonyol itu. Tapi penting untuk kalian ketahui kalau Felicia Sunarto, yang adalah anak perempuan Suwiryo Sunarto, dia termasuk jajaran orang yang mendapatkan uang dan jabatan dari dunia gelap. Dia bukan orang dari undergound site karena sebetulnya ia lebih jahat dari itu. Jadi itu yang ayah takutkan." kata ayah yang membuat Gustav yang selama ini menjalin hubungan kerjasama dengan Feli sedikit terkejut dengan fakta ini.
"Ayah takut mereka menyerang kamu, karena..."
.
.
.
TBC
hai readers
__ADS_1
welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa
Hadiah dan vote juga ditungguuu.... Happy reading!