Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
S2. Bahagia.


__ADS_3

Gustav langsung mengajak baby Sore harinya berangkat ke Rumah Sakit Permata Medika di mana Gustav sudah membuat janji dengan salah seorang dokter kandungan yang direferensikan oleh Ken, asisten pribadinya yang sudah menyelidiki dokter kandungan wanita paruh baya yang memiliki jam terbang yang sangat tinggi.


Dokter yang dipakai oleh Gustav ini adalah dokter Widya SPOG yang terkenal sudah sangat banyak menangani pasien pasiennya dan berjenis kelamin wanita karena itu adalah salah satu permintaan dari Gustav.


"Yank, mas malah jadi nervous loh!" kata Gustav dengan nada cemas karena ia sebetulnya sangat antusias dan sangat berharap kalau di dalam perut baby sudah ada anak yang didamba dambakannya. Gustav yang berumur lebih tua dari baby memang sangat berharap kalau saat ini Baby sudah mengandung supaya dirinya tidak terlalu tua memiliki anak.


"Tenang dong mas! Aku bilang juga apa lebih baik tadi kita tes kehamilan dulu saja pakai tespek jadi kamu tidak khawatir seperti ini." kata baby sambil memegang tangan dingin dari suaminya supaya suami nya itu lebih tenang menghadapi kecemasannya itu.


"Ah aku jujur tidak sabar untuk memeriksa Apakah ada adik bayi di dalam perut mu, soalnya Ibu juga mengatakan hal yang sama kepadaku karena ibu mencurigai kalau kamu sedang hamil melihatmu mod kamu yang berubah-rubah." jelas Gustav yang menyampaikan apa yang menjadi kecurigaan dari ibu mertuanya itu.


" Oh ya Masa Ibu bilang begitu sama kamu Mas?" tanya Beby kepada Gustav karena dia ragu bahwa ibunya berkata seperti itu kepada suaminya. Baby sadar kalau ibunya itu sangat berpengalaman jadi dirinya pasti tahu kalau sampai ibunya curiga berarti memang benar kalau dirinya Ada kemungkinan hamil.


" Makanya Mas langsung mengajak kamu untuk periksa Karena Mas yakin kalau Ibu tidak pernah salah dalam menilai, bagaimanapun ibu kan sudah berpengalaman jadi Ibu sudah pasti tahu bahwa kamu hamil." kata Gustav lagi.


Tiba tiba ada panggilan dari suster yang menyebutkan nama Wilhelmina Dimitri, karena Gustav mendaftarkannya dengan nama itu.


" Ibu Wilhelmina Dimitri.." Panggil Suster itu kepada baby yang sedang menunggu bersama dengan Gustav.


" Yang, itu nama kamu dipanggil Ayo kita segera masuk." Bapak Ustaz sambil menggandeng istrinya itu masuk ke dalam ruangan dokter yang dituju.


Di sana baby di periksa tensi darahnya, ditimbang berat badannya, dan juga dicatat semua keluhannya.


Kemudian mereka berdua dipersilahkan duduk di hadapan dokter yang tampak berwibawa namun cukup ramah sehingga membuat pasiennya nyaman untuk berkonsultasi dengannya.


"Gimana ibu Dimitri? Apakah ibu ada kelauhan yang ingin ditanyakan?" tanya dokter itu dengan nada bijaksana dan ramah sehingga baby pun merasa nyaman untuk berbicara dengannya.

__ADS_1


"Jadi begini dok! Sebetulnya saya belum tahu apakah saya sedang hamil atau tidak, makanya saya Kemari untuk memeriksakan kandungan saya supaya lebih jelas." kata baby menjelaskan situasi yang sedang dia alami.


" iya dok karena dia terakhir mendapatkan tamu bulanan nya adalah sebulan yang lalu dan belum mendapatkan tamu bulanan nya lagi." lanjut Gustav menjelaskan situasi yang sedang terjadi saat ini.


" Jadi belum dicek setara tespek ya? " tanya dokter tersebut sambil menuliskan beberapa hal di data pasien yang memang harus diisi ole dokter.


"Belum dok.."


"Oke kalau gitu silahkan ibu untuk tiduran di ranjang itu dan perawat akan membantu ibu untuk mengoleskan gel agar kita bisa segera melihat ke dalam rahim ibu apakah Tuhan sudah menitipkan sesuatu di dalam rahim ibu itu." jelas dokter itu sambil tersenyum bijaksana, dan Beby langsung melakukan apa yang dikehendaki oleh dokter itu dan segera tiduran di ranjang yang dituju supaya suster atau perawat yang bertugas bisa membantu dokter untuk melihat ke dalam layar USG.


"Maaf ya bu, kaosnya saya buka ya untuk mengoleskan gel ini agar dokternya bisa melihat Apakah di dalam perut ibu sudah ada janinnya." kata perawat itu meminta ijin kepada Baby untuk membuka kaosnya sampai ke arah perutnya supaya dokter bisa dengan mudah menggerakkan kursor untuk meneliti Di manakah letak janin.


"Maaf ya, akan agak sedikit geli geli gitu." kata dokter sambil menggerak gerakan alat sehingga dia bisa melihat di layar USG kondisi yang ada di dalam rahim baby.


"Aduh, Selamat ya Ibu ternyata memang benar ibu sedang hamil dan kira-kira usianya ini adalah 4 jalan ke 5 minggu, masih cukup rentan dan harus banyak dijaga. nanti saya akan resepkan vitamin penguat kandungan dan juga beberapa vitamin lainnya yang Ibu bisa konsumsi untuk menghindari kekurangan zat gizi pada bayi yang sedang berkembang. Jangan lupa untuk mengkonsumsi juga yang sehat dan bergizi." kata dokter dengan senyum sempurna yang ada di wajahnya membuat Gustav dan juga baby merasa turut berbahagia dengan apa yang dikatakan oleh dokter itu.


" Dok, kalau usia kandungannya masih 4 jalan 5 minggu ini apakah masih boleh untuk berhubungan intim?" tanya Gustaav dengan nada cemas, masa dirinya harus berpuasa secepat ini.


"Astaga mas masa nanyanya begitu sih? malu tahu!" bisik baby sambil mencubit perut suaminya tapi tindakannya itu Kelihatan banget sama dokter yang sedang ditanya oleh Gustav sehingga dokter itu hanya tersenyum lalu menjawab pertanyaan Gustav dengan santai.


"Sebenarnya boleh-boleh saja untuk berhubungan intim dengan istri yang sedang hamil trisemester pertama namun Ya tentu saja harus dengan hati-hati dan kalau bisa dikeluarkan diluar ya Pak supaya tidak memicu kontraksi pada janin. Dan pesan saya jangan terlalu bersemangat dalam melakukan olahraga intinya itu supaya menjaga janin tidak terlalu terganggu di dalam."


"Oh begitu ya dok!" Gustav langsung berwajah cerah ketika mendengar penjelasan dari dokter tersebut, ya Masa dia harus berpuasa kalau sementara baby hamil selama 9 bulan?


"Iya.. apa masih ada yang prlu ditanyakan?" lalu kedua orang itu hanya menggelengkan kepala kemudian dokter menutup sesi pertemuan mereka itu dengan segera karena masih banyak pasien yang menunggu di luar.

__ADS_1


"Kalau begitu kita akan bertemu lagi bulan depan untuk mengontrol keadaan janin yang ada di perut ibu ya. Kalau ada masalah apa-apa langsung saja kemari atau bisa menghubungi nomor telepon yang tertera di sini ya." katanya sambil menyodorkan kartu nama agar mereka bisa menghubungi dokter tersebut apabila ada masalah Yang yang harus segera ditangani.


"Baik dok! Terimakasih.." kata Gustav dengan nada bahagia yang tak dapat ia tutupi.


Ia langsung menggandeng istrinya agar berhati-hati dalam berjalan karena Gustav tidak ingin kalau sampai baby kenapa-kenapa. tapi itu membuat baby menjadi Jengah karena dia merasa seperti orangtua yang digandeng kemana-mana, sehingga baby kesal lalu berjalan lebih cepat daripada Gustav.


"Eh sayang, jangan cepat cepat nanti kalau ada apa-apa loh!" kata Gustav melarang baby untuk berjalan lebih cepat daripada dirinya.


"Mas, aku itu hamil bukan sakit berat jadi jangan kamu tuntun seperti aku orang tua saja, malu tahu!" kata baby sambil menutupi wajahnya karena banyak orang yang melihat Gustav terlalu over protektif kepadanya.


"Eh ini tandanya aku itu sayang sama kamu dan juga ingin melindungi anakku supaya tidak ada kejadian yang buruk yang bisa menimpanya kalau kamu berjalan cepat-cepat." kata Gustav dengan nada lembut, membuat Baby meleleh. Baby di ambang mood yang luar biasa karena dengan perkataan Gustav yang lembut saja bisa membuatnya melting. aw aw aw


.


.


.


TBC


hai readers


welcome back.. jangan lupa untuk terus kasih like dan juga komennya yaa, Maaf kemarin tidak jadi crazy up karena ternyata waktunya Tidak cukup Jadi mungkin mulai crazy up mulai 1 April saja.


ditunggu ya hadiah dan juga votenya. Happy reading!!

__ADS_1


__ADS_2