
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
" Namanya adalah Alicia. Lengkapnya adalah Alicia Keys. Dia itu juga wanita simpanan dari mr. Wong Fox alias mr. WF. Jadi, kurasa infonya bakal menarik." kata Erik sambil menggosok gosokkan tanda ia excited. Ide rancangannya disetujui kedua sahabatnya.
" Tapi harus aman ya! Aku tidak terima berita negatif apapun. Okey?" tantang Valen lagi.
" Siap bos!! Aku akan segera laksanakan. Alic minta malam inj aku sudah mulai kerja. Ada klien A1 yang perlu dilindungi. Jadi selama aku bekerja, aku tidak bisa dihubungi. Aku memakai hape butut yang sudah aku oprek dengan teknologi canggih ala Erik. Jadi di setiap pergerakan kalian akan mendapatkan rekaman suara. Stay tune terus karena aku tidak akan menghubungi kalian? Kalau ada kondisi darurat, kirim Alf saja. Dia tahu apa yang harus dia lakukan. " kata Erik memasrahkan keamanannya kepada kedua sahabatnya itu.
" Kenapa ya aku masih sedikit tidak rela dengan masuknya kamu kesana? " tanya Revan sambil memegang dadanya yang berdetak cepat.
" Hati hati, Rik!! Bill Weston tahu siapa kamu loh!"peringat Valen.
" Iya aku tahu. Makanya aku juga butuh sedikit penyamaran." kata Erik menenangkan.
" Tapi Alis alis itu kan udah tahu wajah kamu? " tanya Revan todak mengerti.
" Alicia? Iya! Dia tahu.. tapi aku menyamarkan sedikit wajah aku supaya tidak terlalu jelas kalau aku Erik." kata Erik yang tentu saja tidak mau membeberkan apa yang ia akan lakukan dengan pemyamarannya nanti, membuat kedua sahabatnya ini sedikit penasaran. Tapi ya sudahlah, Erik tetap kekeuh tidak ingin membagikan apa yang akan dia lakukan nanti.
Akhirnya mereka bertiga membahas rencana itu dengan santai sambil makan siang. Dan kemudian berpisah di jalan karena Erik hendak menyiapkan keperluannya nanti malam. Sedangkan Revan balik ke kantor dan Valen kembali ke panti.
Semenjak kasus penjebakan oleh Anna alias There di rumah besar, Valen tidak pernah balik lagi ke rumah besar untuk alasan apapun. Dia selalu menyuruh orang atau pengawal pribadinya untuk mengambilkan barang-barang keperluannya di rumah besar. Terutama Mbak Siti yang dipercaya oleh Valen untuk mengambil kan baju maupun barang-barang yang dia perlukan dari rumah besar.
__ADS_1
Sesampainya di panti, dia melihat ada orang orang yang mencurigakan mengitari panti. Seakan mereka ingin tahu ada apakah di dalam panti itu.
Tanpa segan Valen menegur pengawal yang berjaga di seputaran Panti Asuhan itu supaya mengusir atau menanyakan keperluan orang yang dari tadi menatap Panti Asuhan itu dengan rasa ingin tahunya yang besar.
Entah kenapa Vallen sekarang terlampau banyak curiga dengan orang-orang yang ada disekitar Anindya dan anak-anaknya. Dia tidak mau lagi kecolongan masalah keamanan mereka.
Diapun sudah mewanti-wanti Anindya untuk tidak boleh keluar dari lingkup rumah bagian luar karena memang Panti Asuhan itu sengaja dibuat memiliki lapis-lapis keamanan jadi dilapis pertama adalah pagar besi depan. Kemudian lapis kedua adalah halaman dan lahan parkir untuk tamu yang berkunjung.
Lapis ketiga adalah rumah depan yang sering digunakan untuk menerima tamu dan juga berfungsi. sebagai kantor Panti Asuhan milik Vallen itu.
Sedangkan di lapis keempat adalah taman dan juga kolam renang. Baru kemudian tempat tinggal Anindya dan juga ayah Valen beserta para perawat.
Tingginya keamanan yang dipakai oleh Vallen, hanya ingin memastikan kalau orang-orang terdekat nya itu aman dan jauh dari orang-orang yang ingin mencelakakan mereka.
Valen melihat kalau para pengawal mendatangi kedua orang yang sedari tadi menatap ke arah Panti Asuhan dengan tatapan ingin tahu. Lalu setelah berbincang beberapa saat kedua orang yang mencurigakan tadi diusir pergi dari lingkungan agar depan Panti Asuhan itu.
Tapi tentunya Valen tidak percaya begitu saja, dia juga meminta laporan CCTV yang merekam semua kejadian di sana. Benar saja kalau kedua orang itu sudah beberapa hari ini memantau kegiatan yang ada di Panti Asuhan.
Mungkin menurut Valen ini adalah orang-orang yang disuruh oleh pamannya untuk mencari informasi Kenapa Vallen malah sering tidur di Panti Asuhan bukannya tidur di rumah.
" Perketat penjagaan. Kita tidak bisa lengah begitu saja. Banyak yang kita pertaruhkan disini. Jangan sampai ada orang luar yang bisa mencapai pagar depan. Perketat pengawasan dari desa di luar panti asuhan ini." perintah Valen kepada kepala pengawal yang ada di ruang CCTV.
Kepala pengawas memang sudah melihat pergerakan orang yang mencurigakan itu di depan pagar. Tapi karena belum ada instruksi langsung dari Vallen agar meng-clear-kan area depan pagar, maka kepala pengawal itu membiarkan saja selama mereka belum memasuki ke dalam areal pagar, kepala pengawas tidak ambil tindakan.
__ADS_1
Vallen memperketat penjagaan mulai dari desa yang mengelilingi Panti Asuhan itu sampai ke area pagar depan supaya benar-benar aman.
Bahkan bukan itu saja sekalipun tembok di belakang Panti Asuhan itu sudah sangat tinggi tapi dia juga tetap menyiagakan alarm dan juga pengawal yang mengawasi areal belakang dari Panti Asuhan itu.
" Baik tuan muda.!" kata Kepala pengawal.dengan nada hormat.
Dia langsung menginstruksikan hal yang sama kepada anak buahnya yang berjaga di daerah Desa sebelum masuk ke areal depan panti asuhan.
Vallen bergegas masuk ke dalam areal rumah Panti Asuhan itu Karena dia sudah ingin bertemu dengan istri dan anak-anaknya.
Juga kabarnya ayahnya hari ini sudah bisa berjalan dengan lancar tanpa menggunakan bantuan tongkat maupun kursi rodanya. Valen merasa bahagia dengan perkembangan yang dia lihat dari ayahnya.
Mungkin ini juga pengaruh dari kedua cucunya yang memberikan semangat kepada Ayah Valen ini untuk bisa cepat sembuh. Padahal kedua cucunya ini belum bisa ngapa-ngapain tapi ketika melihat mereka berdua Ayah Vallen ini merasa terpacu semangatnya untuk bisa sembuh dan bisa menggendong kedua cucunya itu.
Apakah ini mungkin karena dia pernah kehilangan sosok anak yaitu Vallen ketika kecelakaan.
Walau waktu itu saat Valen kecelakaannya udah dewasa tapi lamanya dia tidak bertemu dengan Vallen membuat dia merindukan sosok keluarga di dalam rumahnya.
.
.
.
__ADS_1
TBC
next episode Erik bakal masuk dan menyusup. Apakah berhasil??? Ga digantung kok, wkwkwk kasi like yang banyak yaaa, langsung up lagi.