
"Baby kenapa kamu murung hmm..." kata Gustav sambil memainkan rambut baby yang harum dan berada dekat dengan dirinya.
"Ternyata punya suami yang ganteng itu ngeselin." kata Baby sambil melirik ke arah Gustav dengan wajah kesal.
" Hah? emang aku punya salah apa sama kamu?" katanya dengan nada tak tahu apa apa.
"Ih, jangan merasa besar kepala dulu y, dan mengira kalau kamu sudah diatas angin. Kamu tahu kan kalau aku juga bisa melakukan apa yang kamu lakukan." kata Baby dengan mencebikkan bibirnya karena kesal dengan kenyataan kalau meskipun dia tua secara umur tapi masih banyak juga yang naksir. Baby itu kesal!!Karena dirinya sekarang malah terperangkap dengan perjaka rasa duda karena usia dari Gustav hampir 2 x usia dirinya.
"Jangan sayang, mas akan mengalah kalau sama kamu, pokoknya kamu jangan sampai ada yang boleh mengincar kamu. Hanya aku saja yang boleh menatap dirimu dan juga menyukai kamu. Sayang..." rengek Gustav dengan nada mengiba. Bagaimana tidak kalau sampai Baby menjalankan apa yang dikatakan, Gustav bisa mati berdiri karena cemburu.
"Hatinya mas hanya buat kamu.. " lanjutnya sambil meremas apa yang bisa di remas.
"Mas kalau kamu pegang pegang aku melulu jangan salahin kalau kukeplak kamu." kesal Baby, yang tentu saja masih dalam mode senggol bacok.
"Baby, listen to me... mas itu gak pernah jatuh cinta sama siapapun dan hati mas tidak pernah tergetar oleh wanita mana pun selain kamu satu satunya wanita yang bisa menggetarkan hati dan pikiran mas. Kamu mesti percaya itu. Jadi kamu jangan pernah berkata seperti itu. I love you." kata Gustav sambill mencium bibir istrinya yang cantik itu dan menyesapnya dengan lembut seolah bibir istrinya itu adalah sebuah keramik yang akan pecah kalau disentuh lebih keras dari ini. baby pun terhanyut dengan apa yang dilakukan oleh suaminya itu.
Ia jatuh cinta dari awal bertemu dengan Baby, dan melihat wajah tampan suaminya itu, ia pun menjadi jatuh cinta.
Jadi Gustav dan baby itu memng saling mencintai dalam waktu yang singkat, boleh dikata itu adalah cinta pandangan pertama
"Jangan pernah kamu menjauh dariku. jangan meninggalkan aku. Aku takut saat kamu pergi aku akan mati." kata Gustav dengan nada lirih ke telinga baby.
Baby malas menanggapi perkataan suaminya dan memilih untuk tidur setelahnya karena ia begitu lelah. Lebih mengarah ke lelah hati. Gustav hanya bisa menatap istrinya dengan sendu. Dia tidak mau kehilangan istrinya.
__ADS_1
Tapi perilaku istrinya membuatnya sedih dan ia bingung harus bagaimana lagi dalam meyakinkan bahwa ia hanya mencintai istrinya saja, dn tak ada wanita lain yang bisa membuat hatinya bergetar hanya istrinya saja yang bisa melakukannya.
"I love you, baby!" katanya sambil menyelimuti istrinya yang tertidur bahkan sebelum ia membersihkan tubuhnya.
Karena Gustav tidak bisa tidur maka ia turun ke bawah menuju taman belakang, karena niatnya ia ingin menenangkan diri dengan tingkah aneh istrinya yang terkesan ingin meninggalkannya saja karena terlalu banyak wanita yang ada di perjalanan hidupnya. Padahal itu salah sama sekali, dia tidak pernah punya wanita di masa lalunya.
"Gustav?"
"Ibu, maaf tadi Gustav tidak lihat ibu di taman." kata Gustav yang salah tingkah karena ia memang tidak pernah berada di taman, dan biasanya ia selalu menempeli Baby.
Ibu melihat ke arah belakang tubuh Gustav dan tidak melihat Baby di sana, membuat ibu semakin yakin kalau ada masalah.
"Ada apa Gustav?" tanya ibu dengan nada tegas, karena ia melihat kalau Gustav mengalami masalah, dan dia berusaha menyembunyikan.
"Baby marah dan ingin menyerah?" tanya ibu dengan nada kesal.
Gustav hanya menganggukkan kepalanya dan menunduk dengan wajah lesu.
"Saya sangat mencintai baby dan saya tidak mungkin melepaskan baby!" kata Gustav dengan nada tegas, seakan ibu uga memiliki keinginan yang sama dnegan baby, dan ibu juga ingin memisahkan mereka. Bayangkan Ayah mertuanya menginginkan polos aja dia memberikannya dengan lapang dada tanpa adanya negosiasi apa-apa itu sudah sangat membuktikan bahwa dirinya itu itu ingin memiliki baby seutuhnya dan dia tidak akan mau melepaskan baby sebagai kesayangannya itu.
"Biasanya baby gak begitu loh, apa jangan jangan baby hamil?" tanya ibu yang jujur mengagetkan Gustav. Kenapa ia tidak memikirkan tentang itu.
"Masa bu?"
__ADS_1
""Lha kamu itu gimana? Terakhir baby 'bertamu bulanan' itu kapan?" tanya Ibu dengan segera. Namun Gustav hanya menggelengkan kepalanya tanda ia tidak tahu.
"Astaga!!!"
"Gustav akan tanyakan segera, bu!"
"Beli testpack dulu saja sekarang! Test ke Baby segera!" perintah ibu yang langsung diiyain sama Gustav yang langsung menelepon Ken untuk membelikannya testpack.
"Bu tapi baby masih tidur." katanya sambil menggaruk garukkan kepala yang tidak gatal, karena salah tingkah.
" Astaga Gustav, ya setelah dia bangun bru dicek!" kata ibu sambil memegang kepalanya yang tiba-tiba pening melihat anak menantunya yang lemot banget.
"Mungkin baby itu mengalami perubahan mood gara-gara kehamilan jadi baby berubah menjadi moodyan, sensian dan kamu harus sabar menghadapi ibu hamil yang model seperti itu apalagi baby itu terhitung nya masih hamil muda."
.
.
.
TBC
Hai readers, maaf kalau baru update ya, karena thor sakit dan tepar berhari hari, wkwkwk jadi yah salah satunya harus berkorban dulu, ini akan ada sedikit konflik tapi dikiiiiiiiiit banget. Makasih buat yang masih respon dan respek ya... i love you allll...
__ADS_1
Jangan lupa untuk like, komen, gift dan vote ya gaessss!!