
Sebelum dirinya berangkat ke rumah besar tuan Valendra Weston, calon ayah mertuanya, Gustav sudah menyuruh Ken untuk membawa seserahan untuk kepentingan melamar Nana, sang kekasih hati. Selain seserahan Ken juga diwajibkan untuk membawa cincin serta seperangkat perhiasan untuk melamar kekasih hatinya ini. Bahkan surat kepemilikan Pulau pribadi milik Gustav dibawa pula oleh Ken beserta pengacaranya sekaligus, jadi ketika nanti acara seserahan terjadi, surat itu akan dibalik nama menjadi milik Nana seutuhnya.
Mumpung dia sudah yakin, niat baiknya harus disegerakan. Lagian Baby Ly alias Nananya tidak menolak.
Di dalam mobil sport milik Gustav ini, Nana sibuk memikirkan hal-hal yang menyangkut akan pernikahan antara dirinya dan juga Gustav. Dia juga tidak menyangka kalau ini bisa terjadi secepat itu. Padahal awalnya dirinya ingin menolak pernikahan antara dirinya dan juga Gustav karena merasa dirinya masih sangat muda untuk menikah. Akan tetapi saat tadi dia menikmati ciuman yang intens bersama dengan Gustav, entah kenapa dirinya menginginkan lagi dan lagi. Dan Nana ingin melanjutkan ciuman penuh hasrat itu. Akan kemanakah Gustav membawa dirinya kalau ciuman itu dilanjutkan? Astaga kenapa pikiran aku jadi mesum seperti ini ya? batin baby Ly sambil meruntuki dirinya.
Untung Gustav tidak menyadari tingkah absurd Nana yang sedang meruntuki kemesuman pikirannya ketika bersama dengan Gustav.
" Mas, emangnya kamu menyukaiku? Sejak kapan?" tanya Nana dengan nada bingung. Tentu Nana tidak ingin kalau Gustav menikahinya hanya karena kasihan kepadanya. Jadi ia harus menanyakan dengan jelas apa sebenarnya motif dari Gustav menikahi dirinya. Kalau bilang karena harta, pasti tidak mungkin! karena kalau di total total rasanya kekayaan Gustav jauh melebihi kekayaan Ayah Vallen. Lalu apa dong?
" Nggak tahu ya, mungkin aku itu menyukai kamu sejak pertama kali bertemu, kamu pasti ingat insiden kecelakaan yang melibatkan mobil kawanmu itu dengan mobilku? Nah, di saat itulah aku merasakan sesuatu yang berbeda ketika bersama-sama dengan dirimu. Awalnya jujur aku tidak tahu kalau ini tanda-tanda bahwa seorang laki-laki menyukai wanita. Jadi rasanya tuh, berdebar-debar, terus ingin selalu melihat kamu, terus kalau tidak melihat kamu, rasanya ingin tetap melihat kamu. Ahh apa sih tu namanya... Rindu? " Cieeeeeh babang Gustav ihhh!! Bikin dedek tambah emesh deh sama babang Gustav yang ganteng. Sumpah ya! Nana melayang... pipinya merona karena malu.
Gustav yang melihat calon istrinya itu tampak malu-malu, serta merona wajahnya, menjadi semakin senang, dan rasanya ingin selalu menggodanya.
" Kalau kamu? Soalnya pada awal ketemu, kamu itu sangat jutek sama kita-kita, sombong dan juga sedikit menyebalkan."Keluh Gustav yang merasa pada saat itu Nana benar-benar mengabaikan dirinya.
" Aduh! Waktu itu kalian yang nabrak mobil temen aku. Ya wajarlah kalau kita marah-marah sama kalian lagian juga lucu namanya nabrak itu minta maaf, lalu memberi kompensasi kepada yang di tabrak, eh ini malah sopir dan asisten pribadi kamu itu kesannya nyolot banget! Ngeselin kan?" tanya Nana dengan berapi api.
" Aku mau kasih kalian kompensasi loh! Tapi kamunya malah melarikan diri begitu cepat dengan sahabat kamu itu, aku bahkan menyuruh asisten pribadi aku, si Ken, untuk mencari kalian kemana-mana, tapi Ken juga tidak menemukan kalian! Eh malah ketika kami ke cafe hits, aku dan Ken, melihat mobil teman kamu itu. Kita-kita masih belum pasti kalau itu adalah kamu dan teman kamu, tapi setelah Manager Cafe hits menyerahkan biodata pegawai baru, aku baru merasa bahwa itu adalah jodoh! Karena aku menemukan kamu tanpa harus bersusah payah. Lalu aku bilang kepada manajer Cafe hits untuk menarik kamu ke Villa aku yang di lembang, supaya tidak ada seorangpun yang bisa melirik-lirik kamu dan kamu hanya bisa menjadi milikku saja." kata Gustav dengan begitu posesifnya. Dia seperti menunjukkan kepemilikannya bahwa Nana sejak semua dia bertemu dengan Gustav sudah menjadi miliknya.
__ADS_1
" Ha ha ha dan iya aku juga tertipu sama kamu. Kamu bohong spal kontrak. Masa aku disuruh ganti 10 miliar, yang bener saja!" keluh Nana dengan bibir yang sudah mengerucut tanda dia kesal dengan kontrak kerja antara dirinya dan juga Gustav. Ini jelas akal-akal dari Gustav saja agar dirinya terjebak di dalam sebuah pekerjaan di mana dirinya sudah tidak bisa kembali lagi kalau tidak bayar uang penalti sebesar 10 miliar, jadi satu satunya cara adalah dengan bekerja kepada Gustav. Sedangkan uang tunai yang ia miliki pun hanya pas segitu, kalau dibuat bayar denda kontrak selebihnya ia pakai apa dong.
" Iya itu kewajiban kamu tentu harus ganti dong!" kata Gustav dengan tampang menggoda. Nana hanya bisa memutar bola matanya dengan kesal.
" Ih aku kan ga punya duit segitu! Eh punya tapi kan kalau kukasih kanu nanti aku ga punya tabungan dong!" balas Nana kesal.
" Yaudah bayarnya pakai tubuh kamu saja." jawab Gistav dengan nada enteng, niatnya menggoda, tapi kalau Nana serius. Gustav tak menolak. Meski ini juga pengalamannya yang pertama buat dirinya, tapi ia benar benar tergoda dengan gadis manis di sampingnya itu. Tadi saja kalau ia tidak dipukul ayah mertuanya, pasti Nana sudah habis di tangannya. Maksudnya ya ehm ehm ehm gitu deh dikamar.
Tapi perkataan itu sontak membuat Nana memundurkan tubuhnya menempel pada sandaran kursi lalu menutup dadanya dengan kedua tangannya tanda ingin melindungi kedua asset berharganya.
" Mas Gustavvvvv..." tapi Gustav malah tertawa terbahak karena tingkah Nana yang aneh itu.Tadi saja ketika ia mencium bibir Nana, sang empunya malah membalas balik dengan sangat hotnya, bahkan ketika tangan Gustav sudah membelai gundukan sintal yang cukup besar itu, kayaknya Nana ga ada masalah.
" Gak usahlah! Bayar pakai tubuh kamu saja!" kata Gustav dengan seduktif.
" Gak mau, nanti kalau mas Gustav jual organ organ penting yang aku miliki gimana? Jangan jangan mas Gustav kaya karena jual organ tubuh ya? Kalau utang duit, bayarnya duit aja, ga boleh bayar pake tubuh. " kata Nana yang rupanya salah paham. Apa dipikir Gustav itu organisasi mafia penjual organ tubuh manusia? Ini anak, polos apa bloon sih ? batin Gustav memegang keningnya yang tiba tiba pusing 7 keliling.
" Maksudnya bayar pake ciuman.. ya ya maksudnya pakai ciuman." kata Gustav mengarahkan.
" Ooohhh jadi bayar pake tubuh itu artinya mencium gitu?" tanya Nana lagi dengan polosnya. Sampai matanya melotot gitu, malah lucu dan gemesin di pemandangan Gustav. Ya iyalah, jatuh cinta berjuta rasanya, jatuh cinta apa yang ga enak rasanya jadi enaklah pokoknya.
__ADS_1
" Hu um, coba praktekin." kata Gustav masih menatap ke jalanan di depannya.
Cup!
" Begitu? Berarti utangnya udah sah ya?" tanya Nana sehabis mencium pipi Gustav. Pipi Gustav memerah, ada hawa panas yang menjalar di pipinya.
" Bukan gitu!! Ciumannya yang kayak kita di rumah tadi loh." kata Gustav mengarahkan. Perkataan Gustav membuat Nana merona lagi pipinya. Ia mengingat saat hasrat yang berbeda serasa menyetrum dirinya dengan listrik ribuan volt sampai tadi ia dengan tidak sadarnya membiarkan tangan Gustav kemana mana.
.
.
.
TBC
Up lagi nih.... wkwkwkw, hareudang lohhhhh!!! Ditunggu like, gift dan votenya, biar cerita ini update terus dan bisa crazy up..
Happy reading!!!
__ADS_1