
Keesokan harinya, jam 7 pagi.
Rupanya kemarin setelah pertemuan antara Opa Hadi, Oma Helen, dan juga Gustav akhirnya mereka memutuskan untuk menginap di rumah besar milik Gustav.
Dan pagi-pagi benar Oma sudah membuatkan sarapan buat gustaf dan juga Opa. Memang asisten rumah tangga rumah besar Gustav sudah melarang Oma untuk menyiapkan sarapan buat Gustav dan juga Opa karena mereka tidak enak. Bukankah Oma Helen adalah kamu di rumah besar Gustav Alexandro Dimitri? Tapi Oma Hellen memaksa, karena dia ingin memberikan masakannya untuk dicicipi oleh Gustav. Ia ingin memberikan kesan yang baik pada Gustav bahwa dirinya mengasihi dan menyayangi Gustav walaupun mereka terlambat mengetahui bahwa Gustav adalah cucu kandung mereka.
" Pagi, ma!" sapa opa Hadi sambil mencium kening istrinya itu karena pagi-pagi benar istrinya sudah hilang dari kamar tamu yang disediakan Gustav kepada mereka, rupanya Oma ingin membuatkan sarapan spesial buat cucu kesayangannya yaitu Gustav untuk pertama kalinya.
" Berarti Gustav belum bangun ya? Katanya mau berangkat ke rumah keluarga Weston untuk melamar Wilhelmina pagi-pagi jam 8? Kok malah dirinya belum bangun?" tanya Oma Helen dengan nada heran.
Bahkan asisten pribadi dari Gustav pun sudah siap sedia di ruang tamu dan menata seluruh seserahan yang Akan dibawa kembali oleh Gustav pada acara lamaran pagi hari ini.
" Ah, tidak mungkin kalau Gustav belum bangun dari tidurnya karena jangan-jangan malah Gustav sendiri tidak bisa tidur karena memikirkan acara lamaran pagi ini. Percaya deh sama Papa, soalnya papa juga mengalami hal yang sama! Ketika melamar Mama waktu itu Papa semalaman juga tidak bisa tidur, deg-degan terus! " kata Opa Hadi sambil menunjukkan mimik lucu pagi hari itu. Dia tahu istrinya sedang dalam mode ingin mengambil hati cucunya yang baru saja dia ketahui. kedekatannya dengan Gustav tentunya belum akrab dengan anak-anaknya dulu, namun mereka berusaha mendekati Gustav yang awal-awalnya dingin dan datar kepada mereka. mereka juga sadar bahwa kemungkinan Gustav masih belum bisa menerima bahwa dirinya seperti diacuhkan oleh keluarga Wijaya Hadi.
Namun Sebenarnya bukan begitu, makanya oma Hellen ingin mendekati dengan cara yang elegan. Memberikan sarapan yang bergizi dan juga memasakkan makanan yang enak buat gustav tentunya menjadi salah satu cara untuk mengambil hati cucu yang baru saja dia kenal.
Berusaha mengetahui Makanan apa yang disukai oleh cucunya dan berusaha memberikan perhatian yang ekstra untuk cucunya itu yang mungkin belum pernah dia dapatkan dari seorang wanita yang dipanggil ibu olehnya.
" Pagi, apakah semuanya sudah siap?" sapa Gustav sambil menanyakan kesiapan seserahan yang dia pasrahkan kepada Ken dan juga Ryu.
" Semuanya sudah siap tuan muda!" sahut asisten pribadi dari Gustav yaitu Ken. Sedangkan asisten pribadi dari kakek hanya mengangguk-anggukan kepalanya tanda sudah siap semua.
Ryu memang berkesan diam dan tidak memberikan masukan apa-apa karena dirinya sudah menyelidiki perihal Wilhelmina Weston dan keluarga Weston.
__ADS_1
Awalnya dia juga menggoda Gustav dengan perkataan bahwa dulunya bapaknya dianggap musuh sekarang malah ingin menikahi anak perempuan satu-satunya.
Ya mungkin itu adalah Karma yang harus gustaf terima gara-gara dulu dirinya benar-benar membenci Vallen tapi sekarang malah dia kepingin menikahi anak perempuan satu-satunya dari ayah Vallen dan memanggil Vallen sebagai ayah mertua.
" Baik, ayo kita berangkat!" perintah Gustav kepada kedua asistennya. Tapi kemudian Oma Helen memegang lengannya dan berkata dengan lembut.
" Gustav, kita makan saja dulu toh ini masih jam segini kamu perlu mengisi amunisi di perut kamu supaya bisa sehat." Kata Oma Helen sambil menarik tubuh cucunya untuk duduk terlebih dahulu di meja makan dan dia sudah menyiapkan omelet telur beserta bacon yang katanya menjadi kesukaan Gustav untuk sarapan.
" Baiklah oma." sahut Gustav yang tidak enak hati karena Oma sudah susah-susah menyiapkan makanan itu untuk dirinya karena omelet yang dibuat oleh Oma berbeda dengan omelet yang biasa dibuat oleh asisten rumah tangga dari keluarga Dimitri.
" Gimana rasanya, Sayang? Oma ingin kamu bisa menikmati makanan masakan Oma." kata oma Helen sambil menatap cucunya yang dengan lahap memakan makanan yang sudah disediakan oleh Oma nya itu.
" Enak banget ini oma! Rasanya lebih gurih dan mantul. " kata Gustav sambil dengan cepat melahap makanan yang sudah disiapkan oleh Oma Helen.
" Masakan Oma pasti the best lah, opa itu sudah berpengalaman selama berpuluh-puluh tahun, masakan dari Oma kamu itu memang khas dan juga cocok dilidah Opa." puji opa kepada oma, dan Gustav pun hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya tanda ia juga setuju dengan apa yang dikatakan oleh kakeknya itu.
" Ssshh, sudah jangan puji oma terus,nanti oma bisa bisa melayang! Yang penting kamu memang harus sarapan terlebih dahulu supaya kamu nanti bisa dalam kondisi Prima saat melamar cucu menantu Oma yang cantik itu. Dan semoga keluarga Weston langsung mengiyakan lamaran yang kita buat ini supaya kita bisa langsung mengadakan pesta pernikahan antara Gustav dan juga Wilhelmina." kata nenek yang sangat bahagia melihat kebahagiaan cucu kandungnya itu.
Gustav hanya memusatkan aktivitasnya saat ini untuk memakan sarapan yang sudah disiapkan oleh eh Omanya sehingga dirinya bisa bergegas berangkat ke rumah keluarga Weston.
Setelah selesai sarapan mereka bertiga langsung keluar untuk menemui asisten dan juga pengawal-pengawal yang akan berangkat ke rumah keluarga Weston pagi itu.
Dan mereka berjalan beriringan menggunakan mobil yang berbeda. Asisten-asisten dari Gustav menggunakan satu mobil sendiri, Gustav dan juga opa dan oma nya naik satu mobil Alphard hitam, begitu pula dengan para pengawal dan ART yang sengaja Gustav bawa untuk nanti membawa seserahan yang dibawa oleh Gustav.
__ADS_1
Sesampainya di rumah keluarga Weston, pengawal-pengawal di rumah Vallen sudah mengetahui bahwa keluarga Dimitri akan datang jam 8 untuk melakukan lamaran hanya Baby saja seorang diri yang tidak mengetahui tentang rencana lamaran yang akan dilakukan Gustav pagi hari itu.
Gustav turun dari mobil beserta Oma dan Opa dengan wajah yang sumringah penuh dengan kebahagiaan. Bagaimana tidak saat ini dirinya memiliki keluarga baru yaitu Oma Helen dan juga Opa Hadi, dan juga bisa cepat bertanding dengan Wilhelmina sang Pujaan Hati.
ternyata pintu rumah keluarga Vallen sudah terbuka lebar tanda memang keluarga Weston sedang menantikan kedatangan dari mereka yang hendak melamar baby.
Asisten asisten pribadi mereka sudah bersiap-siap untuk menurunkan semua barang dan juga seserahan yang akan diberikan kepada baby sebagai mahar lamaran pernikahan Gustav dan juga Wilhelmina.
Anindya Bagaskara sudah keluar memakai gaun yang sederhana namun terlihat sangat elegan sehingga mempercantik penampilan dari seorang Anindya Bagaskara. Dia terkejut melihat ada sepasang paruh baya yang mengiringi kedatangan Gustav. Setahu Anindya kemarin Gustav mengatakan bahwa dirinya tidak memiliki keluarga yang bisa diajak untuk melamar anak perempuan satu-satunya itu namun sekarang kok berbeda?
" Selamat pagi, Gustav. Ini siapa?" tanya Anin dengan nada sopan dan ramah tentunya.
" Ini adalah opa Hadi dan juga oma Hellen, ibu! Mereka adalah orang tua dari almarhum ayah kandungku. " kata Gustav menjelaskan.
" Oh, salam kenal Tuan dan Nyonya Wijaya Hadi." kata Anin sambil memberikan hormat. Membuat opa Hadi dan oma Hellen langaung menyukai calon ibu mertua dari cucunya ini. Perangainya halus dan juga tutur katanya anggun.
.
.
.
TBC
__ADS_1
Yeaayy, mudah mudahan langsung nikah ya.. siapa yang setuju langsung nikah komen ya guys. Kira kira enaknya berapa lama ya? Jangan lupa untuk like, vote, gifts dan share ya...?❤❤maaf hari ini up 1 saja😭😭 besok kuganti deh...