
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Valen sudah mengebut dengan kecepatan maksimal. Dan dia juga sudah berusaha mencapai tempat di mana Revan sudah tentukan untuk menjemput Anindya anak-anaknya dan juga ayahnya. Dia juga langsung berbicara kepada Mister Wong yang saat itu berada semobil dengannya.
" Bagaimana Apakah kamu sudah menyuruh anak buah kamu untuk segera datang ke tempat dimana saudaraku sudah tentukan itu? Kalau ada anak buah kamu yang ikutan ke sana bisa menambah jumlah penolong untuk menghabisi pembunuh bayaran itu!" kata Vallen sambil matanya tetap memusatkan fokusnya kepada ada jalanan yang dia lalui. Karena bukan kaleng-kaleng gas yang dia injak di mobil itu itu sudah mencapai angka 200 km per jam lebih. Mister Wong selain memakai seat belt dia juga berpegangan pada sisi mobil agar menjaga keselamatan dirinya sendiri.
" Kamu pikir aku ini pemain akrobat sehingga bisa memberikan pesan kepada anak buah aku dengan posisi seperti ini?? Tenang saja anak buah aku ketika di calling langsung bisa datang dalam waktu 5 menit. Kalau aku suruh akrobat menelepon mereka dengan posisi yang seperti ini tentu saja aku tidak bisa. Aku masih memikirkan nyawaku yang baru saja mendapatkan tambahan gara-gara anak buahku yang setia." sungut mr Wong dengan nada kesal, sambil melirik kearah Vallen yang masih serius fokus ke depan. Tiba-tiba Vallen sedikit memelankan laju kendaraannya, sehingga memungkinkan bagi mister Wong untuk menelepon anak buahnya.
" Sudah ku Pelankan tuh! Soalnya ini sudah hampir sampai ke desa yang dimaksud jadi lebih baik kamu nelpon sekarang sehingga kita mendapatkan back-up yang cukup untuk melawan pembunuh bayaran itu." kata Vallen memerintahkan mister Wong untuk segera menelepon anak buahnya.
" Memang inilah tindakan yang cukup bijaksana karena aku rasa pihak kepolisian pun tidak dapat menghadapi anak buah dari pembunuh bayaran itu mungkin aku masih bisa untuk memerintahkan anak buahku melawan mereka. Pihak kepolisian bukan lawan yang sebanding dengan pembunuh bayaran itu. 1 orang pembunuh bayaran kira-kira bisa menghabisi 10 sampai 15 orang Perwira Polisi biasa. Beda kalau memang perwira polisi itu adalah satuan khusus untuk membantai ******* atau mereka memang dibekali untuk menjadi penembak jitu." jelas mr Wong sambil mengetik sesuatu di ponselnya. Rupanya dia sedang memerintahkan anak buahnya untuk segera datang ke tempat yang akan dituju oleh Vallen itu. Tentunya sambil membawa perlengkapan yang harus mereka bawa untuk menghadapi sang pembunuh bayaran.
10 menit kemudian Vallen dan mister Wong sudah sampai di daerah desa yang dipakai sebagai basecamp untuk menjemput Anindya anak-anaknya dan juga ayahnya. Tapi herannya daerah desa itu sangat sepi dan tidak ada seorangpun di sana. Ketika Vallen merangsek masuk ke arah lebih dalam tiba-tiba anak buah dari Mister Wong muncul dan menemui Mr Wong. Valen sedikit bisa bernafas lega karena rupanya mister Wong sudah menyiapkan berapa peralatan yang akan dipakai untuk menghadapi pasukan pembunuh bayaran itu.
" Ayo kita masuk ke hutan!" kata Valen kepada mr Wong. Tapi mr Wong hanya diam dan tidak mengindahkan apa yang dikatakan oleh Valen membuat Valen kesal. Tapi kekesalan Valen sirna ketika mr Wong mengeluarkan senjatanya.
Valen semakin terkejut dan menganga karena terkaget-kaget dengan alat yang digunakan oleh Mister Wong.
Bayangkan mr Wong menggunakan Drone sebagai alat untuk mengintai pergerakan musuh di depan sana. Untuk meminimalisir korban yang berjatuhan Mister Wong menggunakan alat canggih ini untuk mengintai pergerakan musuh yang ada di depan sana. Hutan itu sangat lebat dan memiliki kemungkinan bahwa banyak hal yang tersembunyi di sana termasuk binatang buas dan pembunuh bayaran yang bisa mengkamuflase dirinya di antara pepohonan di situ.
Jadi dengan menggunakan Drone diharapkan Mister Wong bisa mengintai pergerakan yang mencurigakan di dalam hutan sana tanpa harus dia turun tangan atau menurunkan anak buahnya ke sana.
__ADS_1
" Cerdas!!" seru Valen dengan suara kagum.
" Pengalaman membuktikan kalau ini bisa meminimalisir korban dari pihak kita. Kalau kita bisa mengetahui lokasi mereka, jadi kita kita membunuh mereka sebelum mereka mengetahui pergerakan kita. Ingat lawan yang kita hadapi ini sangat tangguh. Jadi lebih baik kita dapat membunuhnya daripada terbunuh sia-sia." petuah Mr Wong kepada Valen.
Drone yang dimaksud sudah diterbangkan oleh anak buah Mister Wong yang memang khusus untuk mengendalikan drone. Sedangkan mister Wong dan juga Valen memantau dari layar monitor.
Drone yang dimaksud menangkap keberadaan Revan disana. Valen ingin bergegas bertemu dengan Revan, ia ingin menanyakan keberadaan Anin dan yang lainnya. Tapi Mr Wong menahannya.
" Tunggu!! Ada yang ga beres dengan posisi temanmu itu." kata Mr wong mengingatkan.
Kepala pengawal Erik menginfokan kalau ada sesuatu yang mencurigakan.
" Ada yang tidak beres tuan, mereka tadi menghubungi kita tapi ternyata kita tidak sempat menerima. Rasanya bisa jadi mereka tertangkap."
Perkataan kepala pengawal itu membuat hati Vallen menjadi resah dan gelisah. Kalau Revan tertangkap berarti Anindya dan juga yang lainnya ikut tertangkap. Vallen semakin ingin masuk ke dalam hutan untuk menolong Revan dan juga keluarganya.
" Tuan, ada yang aneh..." kata pengawal itu.
" Apa lagi? Katakan cepat!!" pikiran Valen bener bener kacau sekarang.
" Tuan mendengar sesuatu?"
" Suara apa?"
__ADS_1
" Tangisan bayi..." jelas Pengawal itu.
" Ha?? Dimana?"
" Danau dekat pemukiman tadi, dekat pintu masuk pemukiman." kata pengawal itu bersemangat.
" Tapi ... tapi Revan di dalam hutan." kata Valen meragu. Mr Wong saling pandang dengan anak buahnya. Ia kembali mengeluarkan kamera pocket seukuran lalat dan menerbangkan nya dengan segera ke arah danau yang ditunjuk oleh pengawal Valen. Ternyata yang aneh di.danau itu ada ceruk yang berbentuk seperti air terjun. Kayaknya suara itu ada dari dalam ceruk air terjun.
Valen dan pengawalnya berusaha menghampiri sedang mr wong memantau dengan spy fly yang terbang lebih dahulu ke arah danau itu.
Suara itu tiba tiba berhenti dan Valen ragu untuk maju kembali. Alat spy fly itu tetap melaju masuk di dalam ceruk itu.
Mr Wong memberi kode lewat ear piece yang diberikan kepada Valen.
" Val, ada orang di dalam. Hati hati!" katanya dengan nada cemas dari ear piece di telinga Valen. Kepala pengawal meminta ijin kalau dirinya bersedia masuk ke dalam. Tapi Valen menolak. Ia ingin yang pertama masuk, lalu ia mencoba naik ke arah ceruk dan menembus air terjun. Ternyata ada tempat tersembunyi di dalam air terjun yang rendah itu.
" Sayang??"
.
.
.
__ADS_1
TBC
wkw wkw lanjut besok yaaaa