
" Jalan ke Roma lagi dibikin jadi belum bisa dilewatin!" kata Tuan Vallen dengan tegas melihat anak perempuan satu-satunya dan juga laki-laki yang melamarnya begitu berani melakukan hal-hal intim dihadapannya.
Lalu bagaimana tindakan mereka saat ada di belakang mereka-mereka ini, apakah lebih hot? Ataukah malah nggak hot? Pemikiran Ayah Vallen menjadi Dilema! Di sisi lain dia tidak ingin menikahkan anaknya dengan begitu mudah.
Di sisi satunya lagi, dia juga tidak mau kalau sampai mereka bertindak kebablasan. Vallen juga menyadari bahwa semakin dikekang, anaknya ini akan semakin bertindak liar terbukti dengan pelarian baby Ly yang sangat fenomenal yang membuat Jagad Underground site menjadi kalang kabut karena mencari anak perempuan dari salah satu founder Underground site.
Di tengah kebingungan dari Vallen, dia menyadari bahwa dirinya belum melakukan diskusi bersama istrinya. Dia mengenal istrinya sebagai seorang yang sangat pandai menilai pribadi seseorang dan juga lebih bijaksana dari dirinya.
Terbukti bahwa selama ini Anindya Bagaskara tidak pernah memanjakan anak perempuan satu-satunya ini, karna kemnjaan yang dilakukan oleh Valen yang merusak anak perempuan satu-satunya ini, ayah Vallen terlalu lemah menghadapi rayuan dari anak perempuannya ini.
Seringkali Anindya marah karena Vallen terlalu memanjakan anak perempuannya ini. Padahal pengajaran yang diberikan oleh Anindya adalah kemandirian dan juga pelajaran-pelajaran yang berharga lainnya. Anindya tidak pernah mengekang baby Ly. Tapi dia juga tidak terlalu membebaskan anak perempuannya ini. Yang terpenting bagi Anindya adalah anak perempuannya ini bisa mandiri bisa melakukan segala sesuatunya sendiri bisa melakukan pekerjaan-pekerjaan dapur tanpa harus menyuruh orang lain dan hal-hal praktis lainnya yang selalu diajarkan dan diterapkan Anindya saat baby Ly ada di rumah.
Jadi kemungkinan hal yang paling tepat saat ini untuk dilakukan oleh Vallen adalah mengajak si Gustav ini untuk bertemu dengan Anindya dan melakukan lamaran ulang kepada Baby Lily di hadapan dirinya dan juga Anindya.
Setelah memikirkan matang-matang apa yang akan dilakukan nanti, Valen langsung berkata kepada Gustav dan anak perempuannya.
" Gustav, Apakah kamu benar-benar ingin melamar Anak perempuanku satu-satunya ini dan menjadikan kan dia menjadi istrimu yang sah dan satu-satunya?" tanya ayah Vallen dengan nada yang ambigu.
__ADS_1
Jujur perkataan dari Vallen ini membuat Erik dan juga tuan Wong menjadi kebingungan, padahal tadinya Vallen dengan tegas menolak keinginan Gustav untuk bisa menjadikan Wilhelmina chalyondra Weston sebagai istrinya.
Tetapi dalam waktu hitungan menit, Kenapa itu bisa jadi berubah? pasti ada sesuatu yang dipikirkan oleh Tuan Vallen yang mereka tidak mengerti, maka Erik dan Tuan wong hanya diam dan melihat kelanjutan dari apa yang ingin Vallen sampaikan.
Sebenarnya Gustav pun merasa heran dengan perubahan yang terjadi yang dilakukan oleh calon Ayah mertuanya ini.
Padahal belum satu jam berlalu dari penolakan Tuan Vallen tadi, tapi tiba-tiba justru Tuan Vallen sendiri yang menawarkan kepadanya dan bertanya kembali apakah dia serius dengan anak perempuannya itu?Kini bukan hanya Gustav yang heran bahkan baby Li pun ikut heran! Tapi saat ini semua orang menatap Gustav dengan rasa penasaran yang tinggi. Kira-kira apa yang akan dijawab oleh Gustav?
" Tentu saja saya serius dengan apa yang saya katakan tadi. Apakah Tuan Vallen menghendaki saya untuk melakukan sesuatu? Yah setidaknya untuk membuktikan bahwa saya sangat serius untuk meminang anak perempuan satu-satunya dari tuan Vallen" Gustav mengira bahwa apa yang dipertanyakan oleh Tuan Vallen, calon Ayah mertuanya itu pasti memiliki perkataan bersayap. Yang artinya Tuan Vallen menghendaki sesuatu untuk dia kerjakan sebelum dia mendapatkan izin untuk menikahi anak perempuan satu-satunya dari tuan Vallen itu.
Perubahan ekspresi wajah dari baby Ly begitu terlihat jelas, Dia sangat tidak suka dengan keinginan kedua dari ayahnya yang meminta mahar sebuah pulau pribadi.
" Uh, aku jadi seperti Roro Jonggrang yang mendapatkan Candi dalam satu malam." rajuk baby Ly dengan nada kesal. ayahnya itu kurang kaya apa coba, masak minta-minta Pulau pribadi sama calon menantunya. baby Ly sangat tidak setuju, karena ini berarti ke matre an yang Hakiki.
" Ayah, Emang kita kurang kaya seperti apa lagi? Sampai harus minta Pulau pribadi sama Mas Gustav! Baby tidak setuju!" kata Baby Ly sambil menghentak-hentakkan kakinya seperti biasa saat dirinya tidak setuju dengan keinginan ayahnya.
Dan memang hanya dengan ayahnya dia berani melakukan hal ini, karena kalau dengan ibunya tidak akan pernah berhasil. Ibunya selalu punya cara untuk menaklukkan dirinya, berbeda dengan ayahnya yang ketika menatap matanya yang berkaca-kaca sudah akan memberikan seluruh dunia hanya kepada anak perempuan satu-satunya itu.
__ADS_1
" Sudahlah, Na! Mas tidak apa-apa kalau memang itu menjadi keinginan dari calon ayah mertua Mas!" kata Gustav menenangkan Nana yang masih seperti anak kecil yang kehilangan permennya. Akhirnya Gustav hanya bisa memeluk tubuh ramping calon istrinya itu agar calon istrinya itu menjadi tenang. Memang akhirnya calon istrinya menjadi tenang tetapi calon ayah mertua yang menjadi berang!!
" Belum sah! Jangan peluk peluk!" apa Ayah Vallen sambil memisahkan tubuh keduanya agar tidak main peluk-pelukan. Sedangkan semua orang yang ada di dalam ruangan itu hanya menatap drama Roman Picisan ini dengan perasaan yang berubah-ubah, kadang tertawa tapi tidak berani terang-terangan, kadang juga bingung apa yang sebenarnya menjadi keinginan dari Ayah Valen ini. Mereka.juga setuju, kenapa Valen malah meminta Pulau pribadi. padahal kekayaan Vallen saja untuk membeli 10 pulau pribadi dekat Singapura aja mampu. Kenapa harus menurunkan harga diri dengan meminta sebuah pulau pribadi, astoge!
" Ayah, baby tidak setuju dengan permintaan Ayah kepada Mas Gustav! Ini baru pulau, nanti minta dibikinin candi dalam 1 hari. Emangnya seorang Wilhelmina Chalyondra Weston, seorang Roro Jonggrang! Hadeh, baby jadi berasa kayak Roro Jonggrang deh!!" kata baby Ly dengan menepuk keningnya dengan sedikit keras karena kekesalannya tambah memuncak saat ayahnya hanya menatap dirinya dengan tatapan datar tidak seperti biasanya yang meluluskan saja apa yang menjadi keinginan dan permintaannya.
" Ya sudah! Gak jadi nikah!" kata Ayah Valen dengan nada enteng.
.
.
.
TBC
Hai guys, autor hanya mau minta tolong, kalau bisa berikan hadiah, like, dan juga vote ya, karena saat ini yang memberi hadiah hanya sedikit padahal autor sudah berusaha untuk menaikkan terus update nya minimal 1 hari 1 kali, bahkan kemarin 2 kali dalam 1 hari. jadi nanti sehabis membaca Jangan lupa untuk memberikan hadiah juga like-nya ya. spam komen positif selalu dinantikan!! Tenang saja pasti saya baca!! Happy reading!!
__ADS_1