Rahasia Sang Menantu Miskin

Rahasia Sang Menantu Miskin
RSMM 133.


__ADS_3

Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih  buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update.


Aku kan baca semua komen kalian, kadang aku bingung, up nya dikit, sorry ya,kalau mengecewakan kalian, karena tanganku hanya ada 2 sedangkan aku juga punya real life, harus urus banyak hal. Aku selalu berusaha untuk bisa up minimal 1 hari 1x. Jadi mohon bersabar ya.


Happy Reading!!


***


Setelah menikmati sajian makanan yang disiapkan oleh Mister Wong. langsung saja mereka mempersiapkan diri untuk melakukan perjalanan lewat lorong rahasia yang katanya cukup lumayan jauh.


Untuk bisa mencapai ke sana lewat jalan darat membutuhkan waktu sekitar 45 menit berjalan kaki. Tidak ada transport lainnya selain berjalan kaki. Bahkan yang lebih mengejutkan adalah mereka semua digiring masuk kedalam rumah besar yang dimiliki oleh Mister Wong.


Lalu mereka semua masuk ke dalam sebuah kamar yang cukup besar di sana dan ketika ketika Mister Wong menekan sebuah panel di dinding tiba-tiba lantai di bawah mereka itu sedikit bergerak ke samping sehingga membuat lubang yang hanya bisa dimasuki oleh 5 orang sekaligus.


Mereka semua yang melihat hal itu sangat terkejut dan takjub. Ternyata lorong rahasia itu justru ada di dalam rumah besar milik Mister Wong.


Lorong itu memang cukup besar sehingga ventilasinya pun kelihatannya terjaga sehingga orang yang masuk ke dalam situ tidak mungkin pingsan gara-gara kehabisan oksigen.


Setelah cukup terkejut dengan lorong rahasia yang dimaksud akhirnya mereka semua satu persatu masuk ke dalam lorong itu.


Khusus untuk untuk ayah mertua Anindia Dia memakai kursi roda yang didorong oleh perawat laki-laki yang memang disiapkan untuk Tuan Willy.


Sedangkan anak-anak dibawa memakai kereta bayi dan didorong oleh perawat mereka.


Menurut Vallen, perjalanan yang memakan waktu 45 menit itu cukup jauh, jadi dia memerintahkan agar ayahnya memakai kursi roda saja sehingga tidak terlalu lelah.

__ADS_1


Mereka menyusuri sebuah lorong yang yang gelap didalamnya hanya ada penerangan dari lampu lampu kecil berwarna kuning, agak sedikit menyeramkan. Anin jadi berpikir kayak jadi pelarian perang gitu. Dia sedikit bergidik melihat suasana yang ada. Ia yakin perawat yang merawat anaknya juga merasakan atmosfir yang sama.


Suaminya yang melihat Anin sedikit merinding langsung mendekati istrinya serta merangkul bahunya. Anin sedikit takut juga melihat suasana yang ada.


" Jangan takut.. ada aku!" kata Valen berbisik lirih di telinga Anin. Memang dia berbicara dengan nada lirih, tapi itu tentu didengar oleh Revan dan yang lainnya membuat wajah Anin merona karena malu. belum lagi ekspresi Revan yang terlihat dengan bola mata yang sengaja diputar pertanda dia kesal dengan modus yang dilakukan oleh Valen.


Revan dan Mr Wong segera mempercepat langkah agar bisa cepat sampai ke pulau pribadinya itu.


" Berarti diatas ini adalah lautan?" tanya Anin kepada mr Wong.


" Benar, sebagian ada di bawah karang. Aku sengaja menyewa insiyur dari Jepang, yang biasa bikin terowongan bawah laut seperti ini. Harganya cukup mahal,namun worth dengan kegunaanya. Aku bisa melarikan diri dari pulau atau bisa bersembunyi tanpa orang tahu keberadaanku." kata mr Wong dengan antusias menceritakan semuanya kepada Anindya.


" Wow, luar biasa!! Kalau sampai terowongan ini bocor maka air laut yang akan menimbun dan memasuki tempat ini kan?" tanya Anin dengan kepo.


" Tentu, makanya harus memakai barang barang yang berkualitas untuk membuat terowongan ini." kata mr Wong sambil tetap berjalan. Karena mereka sebentar lagi akan sampai di pulau pribadinya. Pulau ini hanya dihuni oleh pengawal yang berada di depan dan belakang. Supaya tidak ada seorangpun yang bisa masuk tanpa ijin. Bahkan ada CCTV di sana.


Ia juga membiarkan habitat asli pulau, seperti pohon dan tumbuhan menambah adem suasana. Entah kenapa Anin jadi betah disana. Lingkungan yang asri environment yang terjaga apik, belum lagi dengan tempat yang bagus dan suasana terkesan romantis.


" Mas, tempatnya bagus banget." bisik Anin kepada Valen. Vallen mengangguk-anggukan kepalanya tanda dia mengiyakan apa yang diungkapkan oleh istrinya itu. Pulau yang dimaksud oleh Mister Wong itu memang sangat bagus. Rasanya ingin dia memberikan hadiah kepada Anindya sebuah pulau seperti ini.


" Gimana ? Pulauku bagus kan?" tanya mr Wong dengan nada sombong. Dia mematap pasangan suami.istri ini dengan tatapan iri,ia ingin punya istri kayak Anin, cantik dan kelihatan lembut menggoda.


" Hmmh ya lumayan." sahut Valen dengan nada kesal, karena ia tidak mau Anin lebih condong memuja mr Wong. Sehabis masalah ini selesai ia akan membelikan satu pulau seperti ini dan menghadiahkannya kepada Anin.


" Gimana Anin? Kamu suka? Kamu boleh pilih tinggal di kamar mana. Jadi di dalam rumah itu ada kamar utama yang viewnya langsung ke arah lautan. Dan itu sangat bagus banget. Kamarnya juga sudah kudesign khusus sehingga keamanannya pun sangat terjamin. Jendelanya juga kacanya anti peluru.

__ADS_1


Kamu pasti akan suka." katanya sambil menatap Anin penuh harap. Dia lupa kalau Valen masih disana,menatap dengan kesal.


" Kalau kamu mau kasih kamar utama buat Anin berarti itu kamu juga berikan kamar itu buat aku. Bahkan aku akan bisa bikin adiknya Liam dan Lios di sana. Makasih loh ya!" sindir Valen dengan nada sinis.


Anin hanya menggeleng gelengkan kepalanya tanda ia tidak setuju. Baginya lebih nyaman bersama suami dan anaknya. Dimana pun kamar itu berada.


" Terima kasih Tuan Wong. Tapi saya lebih memilih untuk bersama dengan suami dan anak saya, sebenarnya di kamar manapun kami berada yang terpenting ada kehangatan sebuah keluarga." sahut Anin kalem.


Mr Wong mengajak mereka masuk ke dalam rumah agar bisa langsung memilih kamar yang diinginkan. Kalau para pengawal, ditaruh bersama sama dengan pengawal milik Mr Wong. Dan letak mess nya berada di luar rumah besar tapi letaknya masih berdekatan dengan rumah utama.


Kalau perawat perawat emang tinggal di dalam rumah besar bersama para tuan mereka. Karena mau tidak mau perwat harus dekat dengan tuan yang mereka layani.


" Sehabis ini kita menaruh barang barang dan sebagian bisa beristirahat terlebih dahulu. Kita mesti waspada dengan segala kemungkinan. Jadi sebagian istirahat, sebagian bisa berjaga dulu. Lalu bergantian. Aku tahu sudah ada penjaga dan alat alat vanggih tapi kita mesti berjaga jaga kan." kata Anin kepada yang lainnya.


" Gak usah, yakinlah disini nona akan bisa tidur dengan nyaman dan aman. Karena selain penjaga manusia juga ada penembak lazer yang memindai pergerakan dan juga panas tubuh. Jadi sebaiknya kalian jangan berkeliaran sendiri tanpa komando, kalau tidak ingin tertembak mengenaskan oleh lazer." peringat mr Wong dengan nada bangga.


" Ya kalau begitu yang lain bisa langsung istirahat, kita akan membuat rencana untuk menangkap Bill dan Alicia." kata Revan yang masih geram.


" Ayah mau ikut untuk merancangkan trik itu. Karena ayah ada rancangan bagua. Kalian mesti ikutin rencana ayah." kata ayah Willy dengan nada mantap.


" Oh ya sekaligus mau mengingatkan,disini semua sambungan ponsel tidak akan dapat digunakan. Karena disini ada pengacak sinyal. Jadi satu satunya sambungan telpon kabel hanya di kepala pengawalku. Nanti ia bisa menyampaikan pada dunia luar, atau orang luar hanya bisa menghubungi kepala pengawal agar bisa terhubung dengan salah satu dari kalian." kata mr Wong menjelaskan.


.


.

__ADS_1


.


TBc


__ADS_2