
Hai readers, i am back!! Jangan lupa untuk like, gift dan Vote ya. Kalau bisa sih sekalian di share kan supaya ceritanya bisa di ketahui oleh yang lain. Wk wkw kw , makasih buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Happy reading!!
***
Dengan semangat 45, Erik yang sudah siap dengan penyamaran ala laki laki jerawatan, rambut yang dipotong sepak ala tentara dan menyemir sisa rambutnya dengan warna hitam alami.
Wajahnya sangat berbeda, karena disini ia tampak jelek dan sedikit menjijikan.
Erik memakai outfit kemeja hitam, celana bahan warna hitam dan jas warna senada, tampak pe de dengan penyamarannya. Dia menganggap penyamarannya kali ini sangat sempurna. Dia tampak berbeda dan menjadi seperti orang lain. Dia juga sudah berusaha berkata-kata dengan logat bahasa Jawa.
Supaya dia menjadi Erik dengan versi yang lain. Ini dia lakukan karena dia takut kalau sampai bertemu dengan paman Bill, maka Paman Bill tidak akan mengenali nya.
" Oke, aku sudah siap berangkat. Mudah-mudahan apa yang aku lakukan saat ini berhasil!!" kata Erik dengan nada yakin. Ia bergegas mempersiapkan segala sesuatu yang diperlukan untuk berangkat ke rumah prostitusi milik Alicia.
Jam 20.00 persis dia sudah berangkat dari rumahnya karena perjanjian jam kerjanya adalah jam 21.00 sampai jam 06.00 pagi.
Sesampainya Erik di tempat kerjanya, dia melihat bahwa situasinya sudah ramai. Memang tempat ini semacam prostitusi ilegal tapi eksklusif. Hanya orang-orang tertentu yang berduit saja yang bisa booking di tempat ini.
Erik langsung saja nyelonong masuk dengan percaya dirinya dia bahkan langsung menuju ke kantor milik Alicia. Dan tanpa ragu dia langsung mengetuk pintu karena dia ingin melapor bahwa mulai malam hari ini dia sudah resmi bekerja di tempat Alicia.
__ADS_1
Dan ternyata Alicia langsung mempersilahkan dia masuk. Erik masuk ke dalam ruangan Alicia, dan dia agak sedikit terkejut karena dia melihat Paman Bil ada disana. Pucuk dicinta ulam pun tiba!!! pikirnya dengan perasaan senang. Bayangkan dalam sekali kerja dia langsung bisa mendapatkan Jejak Si Bill ini.
Tentunya itu berarti keesokan hari Bil bisa di ciduk nya dengan mudah. Tapi dia masih ingin melihat permainan dari Bill. Dan dia tahu bahwa pasti Bil meminta pertolongan dari Alicia.
" Lapor nona, saya masuk!" kata Erik pada Alicia. Alicia menatap Erik dengan wajah terkejut. Dia tidak menyangka kalau wajah Erik bisa rusak. Dan saat ini memang Erik terlihat sedikit jelek.
" Rik, apa yang terjadi dengan wajah mu itu kamu kelihatan menjijikan sekali!" kata Alicia sambil mengernyitkan keningnya tanda dia merasa jijik melihat Erik.
" Oh ini, anu ehm nona ...saya itu terkena penyakit." katanya sambil menggaruk garuk kepalanya dengan sedikit salah tingkah. Posisinya saat ini ada di belakang Paman Bill yang tadinya sedang berbincang dengan Alicia.
" ih Kamu ini menjijikkan banget kalau kamu sudah tahu bahwa kamu kena penyakit ngapain kamu masuk ke sini. nanti pelanggan ku bisa lari semua melihat kamu penyakitan begini." kata Alicia sambil mengerutkan wajahnya karena jijik, sedangkan Paman Bill yang tadinya menghadap ke arah Alicia kini menengok ke arah Erik. Erik udah takut kalau sampai dia ketahuan oleh Paman Bill. Tapi rupanya Paman Bill sedang dalam posisi tidak terlalu memperhatikan wajah dari Erik Jadi kayaknya aman sih.
" Hmm ya sudah!! Jangan sampai kamu membuat jijik pelanggan-pelanggan ku. Kalau bisa kamu harusnya memakai masker dan kacamata hitam, supaya wajah kamu sedikit tertutup." kata Alicia mencoba maklum.
" siap Nona! memang saya ingin memakai masker dan kacamata. Cuman karena harus menemui normal terlebih dahulu jadi saya melepas masker dan kacamatanya. daripada nanti Nona bingung kalau saya memakai masker dan juga kacamata hitam di dalam ruangan." kata Erik masih dengan logat jawa.
" Ya sebenernya ga pa apa sih! Soalnya tugas kamu memang bukan untuk menjaga keamanan tempat ini Sebetulnya aku lebih mengarah kepada kamu melindungi klien aku yang ada dihadapanku ini. Kamu kenal kan Ini namanya Billy. Dan dia itu bisa kamu panggil saja Om Billy. Dia adalah klien A1 yang harus kamu lindungi. Kamu tidak perlu tahu apa pun yang penting saat dia berpergian kamu ikuti dari agak jauh sehingga kamu bisa memantau siapa-siapa saja yang akan menemui dia atau hendak mencelakai dia. Kamu yang aku perintahkan untuk melindungi dia " perintah Alicia sambil memperkenalkan paman Bill dengan Erik, Alicia pun hanya memperkenalkan Bill Weston dengan nama Billy saja.
" Cia sayang, kamu ga perlu melakukan itu!! Aku juga ga akan keluar keluar kok selama ini." kata Bill dengan tatapan penuh kemesuman ke arah Cia yang hari itu menggunakan baju yang kekurangan bahan.
__ADS_1
" Ingat tempat!! Dasar bandot tua." ejek Cia dengan kasar, dan itu membuat paman Bill malah menatap Cia dengan penuh kemesuman. Rupanya perkataan kasar yang dilontarkan Cia malah menaikkan libidonya.
Dasar orang tua laknat! pikir Erik dengan kesal. Masa dia yang masih muda aja dapat daun muda susah banget, eh ini bandot tua bau tanah malah bisa dapet gadiz cantik mulus kayak Alicia. Nasib .. nasib...dirinya yang masih perjaka tong tong, malah ga bisa dapetin wanita secantik Alicia.
" Lalu gimana dengan job deskripsi saya nona? Jadi apa gak?" tanya Erik dengan nada ketus karena kesal dikacangin oleh pasangan mesum.itu. Eh, mereka malah saling flirting. Gimana kagak kesel? Bahkan tangan Bill sudah ga ada ditempatnya mungkin sedang ada di bawah meja sibuk meraba tenpat tenpat intim wanita yang lebih pantas menjadi anaknya itu.
" Eh.. ehmm.. Ahgrh, nanti aja aku akan panggil kamu lagi. Biar sementara aku akan urus si bandot tua ini dulu supaya dia ehm.. argh." Erik kesal luar biasa, masa mereka make out didepannya. Dikira dirinya ga akan kepingin apa? Ya pasti pingin lah. Tapi sebagai orang yang terpelajar, adiknya tidak berdiri sembarangan. Ada tata cara dan tata kramanya. Wk wkw .. Erik langsung keluar ruaangan tanpa pamit. Kesal dengan tingkah tanpa adab bandot tua itu. Ya ampun apa Erik lupa ini tempat apa? Ini kan tempat maksiat.
Ia mau menghubungi Revan dan Valen tapi ia lupa kalau semestinya dia tidak melakukan hal itu sekarang. Tembok tempat prostitusi ini ada telinganya.
.
.
.
TBC
aih.. jadi deg deg an... bakal ketahuan apa tidak?? Next episode ya..
__ADS_1