
Jangan lupa untuk like dan memberikan gift juga support autor dengan memberikan vote. Makasih juga buat yang sudah like dan vote, yang kasih gift besar juga aku ucapin terima kasih ya. Berkat kalian aku ada disini. Aku seneng karena dukungan kalian, aku jadi semangat update. Oh ya jangan lupa mampir di cerita thor yang lain. Banyak yang sudah selesai dan bisa dibaca sampai ending!!
Mampir di Rebirth: Pembalasan dendam tuan muda.. author by nophie. Lagi up daily 2x sehari... promotekan juga ya...
Happy reading, guys!!
***
Namun pertimbangan yang diberikan oleh Erik ada benarnya juga. berada di dalam dua pilihan yang sama-sama berat membuat Vallen merasa sedikit frustasi.
" Baiklah aku akan menuruti apa yang menjadi pertimbangan bagimu. Sebetulnya aku juga mempertimbangkan hal yang sama tapi aku tidak bisa egois mengorbankan kamu dan pengawal-pengawal yang lain untuk menjadi first liner penyerangan di markas besar pamanku." kata Valen sambil mendesah lelah.
Sebenarnya Vallen sudah lelah dengan apa yang sedang terjadi saat ini tapi tidak boleh menyerah melawan pamannya itu dan dia harus menang karena nasib dari keluarganya ada di tangannya saat ini.
Dan dirinya tidak bisa mengorbankan keluarganya kalau dirinya menyerah saat ini.
Tampaknya Erik sudah bisa menebak Kenapa tadi awal mula dia bertemu dengan Vallen wajahnya terlihat kusut dan juga Sendu.
Ini kemungkinan yang bikin Vallen sedih dan kusut, memikirkan nasib dari teman-temannya yang lain yang harus berjuang bersama-sama dengan dirinya saat ini agar bisa menolong Vallen dan keluarganya dari ancaman pamannya itu.
" Ayo langsung saja kita berangkat dan aku yang akan memimpin penyerangan kali ini. Semuanya tetap sama cuman yang menjadi pemimpin dan yang akan masuk pertama kali adalah aku." kata Erik sambil mendorong Vallen masuk kedalam mobilnya masing-masing.
__ADS_1
Valen langsung menganggukkan kepalanya dan kemudian dia langsung menaiki mobil milik Tuan Wong yang memang disediakan untuknya. Mobil ini memiliki spek yang sangat canggih, selain anti peluru juga anti bom benar-benar tidak bisa terbakar dengan api.
Makanya Tuan Wong berpikir kalau ini akan cocok buat membawa Vallen ke markas besar milik pamannya itu. Siapa tahu kalau pamannya memiliki jebakan sama seperti Tuan wong yang menaruh bom di tengah-tengah perjalanan ke rumah Pamannya itu.
Mereka langsung berangkat ke tempat markas pamannya itu. pemikiran Erik hanya satu dia bisa menyelamatkan teman-temannya yang kini terjebak di sana. Tadi memang Erik mengirim dua orang temannya untuk mengikuti mantan anak berdiri Alicia yang keluar dari rumah sakit. saat ini RI bertanggung jawab atas 2 temannya yang masuk ke dalam jebakan Paman Bil.
Sedangkan keinginan Vallen hanya satu yaitu dia bisa mengakhiri semua drama yang dilakukan oleh pamannya dan kalau bisa menyudahi segalanya dengan membunuh pamannya itu.
Sekalipun mungkin apa yang ada di dalam pemikiran mereka itu berbeda tapi tujuannya hanya satu melenyapkan akan membuat masalah seperti Paman Bil itu.
Sesampainya mereka di areal sekitar 1 km dari markas besar milik pamannya Vallen itu, mereka berhenti untuk mengatur strategi dengan cara meninggalkan Vallen di luar dan hanya memasukkan Erik ke dalam tempat Paman Billy. sebenarnya Perasaan dari Vallen saat ini tidak enak. Dia merasakan ada sesuatu hal yang akan terjadi. Oleh karena itu dia menahan diri untuk tidak masuk terlebih dahulu.
Dia mendapatkan info bahwa Revan dan juga tuan wong sedang dalam perjalanan ke arah sini. Vallen lagi menimbang-nimbang apakah dia harus menunggu terlebih dahulu sebelum masuk ke dalam.
" Kenapa kok kamu ragu-ragu lagi?" tanya Erik dengan raut wajah kesal.
" Firasatku benar-benar tidak enak, perasaan ini atau firasat ini hampir sama saat kamu masuk ke dalam perangkap Alicia dan juga pamanku. Pada awalnya tadi tuan Wong sudah bilang nanti kalau aku masuk, aku harus memakai perlengkapan yang diberikan dengan lengkap. termasuk alat penyadap dan juga mobil yang aku akan ke kendarai ini. Juga baju yang aku pakai ini anti api dan anti peluru. Biasanya baju ini dipakai untuk Stunt Man yang akan melakukan tindakan berbahaya untuk sebuah film. Jadi dibandingkan dengan kamu yang masuk, kayaknya akan lebih aman kalau aku saja yang masuk." kata Vallen sambil menepuk bahu Erik.
Erik menatap outfit milik Vallen itu dengan wajah yang tidak percaya. Bayangkan Tuan wong memiliki beberapa peralatan yang canggih yang memang khusus digunakan untuk masalah masalah seperti ini. ini membuat Erik menjadi kagum dengan totalitas yang sudah diberikan oleh Tuan wong dalam karirnya di dunia hitam.
" Baiklah kalau begitu kita tunggu dulu Tuan Wong. kalau memang keputusan Tuan wong dan Revan adalah kamu yang masuk maka aku akan rela. Walaupun kalau bisa sih kita masuknya berdua aja." kata Erik dengan nada becanda.
__ADS_1
" Itu kayaknya mereka udah datang. memang tadi jaraknya antara kita dan mereka tidak terlalu banyak. aku pikir lebih baik menunggu mereka dulu." kata Vallen saat melihat ada mobil Alphard yang mendekati tempat parkiran mereka.
Ternyata memang benar kalau yang datang itu adalah Revan dan juga tuan Wong. Setelahnya mereka langsung menemui Vallen dan juga Erik yang menunggu di depan mobil mereka masing-masing. mereka akan membahas siapa yang akan masuk ke dalam terlebih dahulu.
Rupanya memang karena sudah dibahas dari awal, Tuan wong setujunya kalau Vallen yang akan terlebih dahulu masuk. Ini sebenarnya pancingan saja, supaya menggoyahkan pemikiran dari pamannya Bahwa saat ini Vallen sudah tidak ada yang membackup. Jadi kemungkinan pamannya Vallen akan lelah dengan kondisi sekitarnya sehingga membuat mereka yang ada di luar ini bisa masuk dengan perlahan-lahan dan gantian menjebak Paman Billy serta menghancurkan markas besar yaitu dengan bom seperti yang mereka lakukan di Pulau pribadi milik Hunter Dead.
Setelah benar-benar siap Vallen langsung bergegas menjalankan mobil beserta dengan Erik masuk ke dalam areal milik Paman nya.
Ya akhirnya memang Erik ikut masuk ke dalam, ini digunakan oleh tuan Wong untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.
Misalnya kalau Vallen masuk sendirian, bisa jadi pamannya langsung membunuhnya, setidaknya dengan adanya Erik, Vallen akan sedikit terbantu karena ada dua pemikiran dan perlawanan di sana.
Didalam perjalanan menuju ke arah dalam markas besar itu tiba-tiba mereka dicegat oleh puluhan orang memakai baju hitam celana hitam khas pengawal bayaran yang eksklusif. Erik dan Vallen hanya bisa mendesah kesal karena belum mencapai daerah yang dimaksud, eh sudah masuk ke dalam jebakan.
Nasib nasib.. apakah nasib Valen harus berakhir disini?
.
.
.
__ADS_1
TBC
up bab Pengkhianatan dulu, ntar balik kesini lagi. Diusahakan bisa selesai wkwkwk, oleh karena itu jangan lupa kasih gift yaaaa yang banyakkk!!